Pidato Presiden

Dialog dengan Petani Ngawi

 

TRANSKRIPSI
DIALOG PRESIDEN RI DENGAN PARA PETANI
DI KABUPATEN MADIUN, PROVINSI JAWA TIMUR
18 JANUARI 2010



Kepala Desa Karang Wetan, Madiun
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Wr. Wb.,

Selamat datang Bapak Presiden beserta Ibu, beserta rombongan yang kami hormati,

Saya Kepala Desa Karang Wetan, nama saya Winarto, ini istri saya. Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden beserta Ibu, beserta rombongan. Desa saya, Karang Wetan, itu mempunyai lima kelompok tani, Bapak Presiden.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki
Assalamualaikum Wr. Wb.,
Nyuwun sewu
Bapak Presiden, meniko masyarakat kulo antusias mulai jam 10.30 ngentosi panjenengan diantosi sareng rombongan.

Pak SBY!
Pak SBY!
Pak SBY!
(teriakan masyarakat)

Assalamualaikum Wr. Wb., nggih meniko kulo baleni sepindah malih.
Kelompok Tani Desa Karang Wetan niku wonten limo Bapak Presiden, ada lima. Sumber Rejeki ketuanipun Bapak Karni. Sumber Agung ketuanipun Bapak Heru. Sido Rukun ketuanipun Bapak Panidi. Sidodadi 1 ketuanipun Pak Sukadi. Sidodadi 2 ketuanipun Bapak Giyono.

Bapak Presiden, kulo bade matur, Desa Karang Wetan luas pertaniannya sekitar 130 hektar, jumlah penduduk kesemuanya ada 3000. Di pertanian Desa Karang Wetan cukup maju Pak, atas saran-saran dari pertanian. Untuk selanjutnya, saya mohon dumateng Bapak Presiden, mohon saranipun dumateng kelompok tani kulo Desa Karang Wetan. Ketua Gapoktan nggih hadir, Ketua Kelompok Tani pun sedoyo hadir.

Presiden Republik Indonesia
Barangkali Pak Winarto ingin, kelompok tani barangkali ingin menyampaikan saran kepada saya. Monggo, menawi wonten.

Ketua Kelompok Tani Sumber Agung
Assalamualaikum Wr. Wb.,
Yang kami hormati Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak SBY,
Yang kami hormati beserta rombongan beserta Ibu,

Saya sebagai Ketua Gapok Tani, Desa Karang Wetan pertama-tama mengucapkan atas kehadiran Bapak Presiden, berkunjung ke desa kami, atas kehormatan saya, saya kami ucapkan banyak-banyak terima kasih. Bagi saya Pak, saya sebagai Gapok Tani mengucapkan terima kasih program daripada Bapak Presiden yang disalurkan pihak pertanian, desa kami sudah mendapat beberapa fasilitas yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian.

Hal ini Bapak Presiden yang kami hormati, berhubung desa kami itu luas dan kurang lebih 65% jumlah penduduknya itu bertani, kami mohon hormat, bahwa seyogyanya nanti bisa ada bantuan lagi. Mudah-mudahan, kebutuhan kami Temperatur sama Pompanisasi, karena dengan adanya globalisasi ini, kelihatannya petani pengairannya agak tersendat-sendat Pak, karena hujan satu hari, panas dua minggu, jadi petani membutuhkan pompanisasi Pak.

Presiden Republik Indonesia
Bapak, bantuan yang sudah diterima menopo mawon?

Ketua Kelompok Tani Sumber Agung
Kredit yaitu jaringan usaha tani, benih, pupuk organik, modal belum Pak, uangnya belum menerima Pak untuk Kelompok Tani. Mudah-mudahan Bapak, karena problem pedesaan, seperti yang dikatakan Pak, nanti diusahakan. Itu saja Bapak dari saya, nanti disambung dengan teman-teman dari kelompok lain.

Terima kasih, mudah-mudahan Bapak memimpin negara ini biar aman, tertib.

Presiden Republik Indonesia
Setunggal malih. Silakan.

Ketua Kelompok Tani Sido Rukun
Assalamualaikum Wr. Wb.,
Kepada yang terhormat Bapak Presiden beserta Ibu,
Dan semua rombongan yang saya hormati,

Terima kasih atas kehadiran Bapak Presiden dan rombongan. Di sini saya mewakili petani Desa Karang Wetan Pak. Yang saya pertanyakan, dari petani itu setiap musim panen, itu harga gabah selalu terombang-ambing dan itu nilai jualnya selalu rendah Pak. Jadi saya mohon kepada Bapak bisa mengatasi hal tersebut, mungkin yang jelas dari petani kalau bisa harga gabah dinaikkan Pak, karena anggaran untuk cost garap itu sangat tinggi Pak di desa ini Pak. Jadi saya mohon biar bisa sesuai antara pengeluaran dan penghasilan dari petani pak.

Yang kedua Pak yang saya tanyakan, untuk tenaga bantu honorer dari dinas, yang belum diangkat saya mohon segera diangkat Pak, karena banyak tenaga atau petugas dari dinas di wilayah kami kelihatannya banyak yang sudah tua dan akan pensiun. Karena itu sangat membantu dari petani yang ada di wilayah kami.

Demikian, terima kasih.

Presiden Republik Indonesia
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Wr. Wb.,

Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara, anak-anak, warga Keras Wetan, Kecamatan Beneng yang saya cintai dan saya banggakan.

Alhamdulillah, sore ini kita dapat bersilaturahim di tempat ini dan semoga pertemuan kita ini membawa berkah terutama bagi Bapak-Ibu, Saudara-saudara semua agar pertanian semakin berhasil dan agar kesejahteraan masyarakat di wilayah ini terus dapat ditingkatkan menuju masa depan yang lebih baik, masa depan yang diridhoi Allah SWT.

Hari ini saya bersama para menteri termasuk Menteri Pertanian, dengan Pak Gubernur, dan Pak Bupati melakukan beberapa kegiatan. Yang pertama, pagi-pagi di Saradan, kami menanam pohon bersama masyarakat di tempat itu agar negara kita makin baik lingkungannya, tidak sering banjir, tidak sering longsor, kemudian dengan pohon yang banyak air bisa ditahan sehingga tidak kekurangan sumber air untuk masyarakat kita. Kami tadi juga menabur benih ikan di Waduk Bening dengan harapan 150 ribu ekor benih ikan itu insya Allah bisa tumbuh dengan baik sebagai sumber pangan masyarakat di tempat itu.

Kemudian di Ngawi tadi kami bersama-sama meresmikan berbagai proyek pembangunan termasuk jalan, proyek air minum, kemudian rumah atau perumahan rakyat dan sebagainya.

Alhamdulillah sore hari ini saya hanya ingin berkomunikasi dengan para petani, ingin melihat langsung sawah di sini karena sejak pagi saya mendarat dari Jakarta di Pangkalan Udara Iswahyudi, jalan darat sampai di Taruban, Saradan, kemudian Ngawi, kiri-kanan sawahnya baik, ijo royo-royo, kami sangat bahagia, semoga Allah kasih rejeki yang lebih baik bagi para petani dan masyarakat desa.

Tadi yang disampaikan saya sudah mendengar dengan baik, pemerintah memberikan perhatian yang tinggi kepada pertanian, pemerintah berusaha untuk meningkatkan produksi pangan, utamanya beras. Pemerintah mengeluarkan biaya yang besar untuk membangun irigasi, untuk meningkatkan produksi pupuk, termasuk subsidi pupuk dan berbagai bantuan pemerintah kepada para petani agar pertaniannya berhasil dengan baik. Tentu saja apa yang dilakukan pemerintah akan diteruskan dan bahkan ditingkatkan di waktu yang akan datang, agar sejalan dengan kemampuan anggaran negara, anggaran pemerintah, pertanian makin baik, dan insya Allah kesejahteraan petani pun makin ke depan makin baik. Itu yang menjadi tugas pemerintah mulai Pak Presiden, termasuk Bapak-Ibu Menteri, Pak Gubernur, Pak Bupati, semua bertanggung jawab untuk meningkatkan pertanian, termasuk pertanian padi.

Tadi ada pertanyaan, bagaimana kalau ada bantuan yang lebih lagi. Bapak-Ibu, para petani khususnya yang saya cintai, sebagaimana yang saya sampaikan tadi, anggaran negara itu harus dibagi-bagi secara adil kepada para petani, kepada para guru, kepada para pegawai, semua, sehingga dengan demikian rakyat kita makin ke depan makin sejahtera. Namun pertanian mendapatkan prioritas yang tinggi. Oleh karena itu, apa yang belum diterima dan sudah menjadi program pemerintah tentu pada saatnya akan dialirkan dan akan diterimakan. Itu yang pertama.

Yang kedua, tadi ditanyakan tentang tenaga honorer. Begini, negara itu menentukan berapa jumlah pegawai, jumlah PNS. Tidak boleh terlalu banyak karena nanti di luar kemampuan negara untuk membiayainya, tetapi tidak boleh terlalu sedikit sehingga tidak bisa mengemban tugas-tugasnya. Lima tahun yang lalu, pada periode saya memimpin negeri ini, sudah kita angkat 1 juta lebih tenaga honorer. Lima tahun mendatang, kita juga akan lakukan pengangkatan-pengangkatan itu sesuai dengan berapa pegawai yang akan pensiun dan ditambah dengan keperluan untuk mengangkat pegawai-pegawai baru. Jadi Bapak, nanti pasti ada pengangkatan-pengangkatan tenaga honor sesuai dengan kebutuhan, jumlah yang pensiun dan kemudian sesuaikan dengan departemen-departemen yang bersangkutan. Itu bekerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten. Ini juga termasuk PNS yang lain.

Masalah harga, harga itu begini, memang kalau masa panen, yang ditawarkan melimpah, pembelinya tetap, hukum ekonomi mengatakan, memang harga cenderung lebih murah. Tetapi kadang-kadang kalau di luar masa panen, yang membeli tetap, jumlah yang ditawarkan lebih sedikit, harga menjadi naik, saya kira para petani memahami. Pemerintah sudah menetapkan Harga Patokan Pembelian, baik itu gabah maupun beras. Tiap tahun kita sesuaikan, tiap tahun ada kenaikan, kenaikan itu untuk membantu petani.

Namun harganya begini, harga beras, ini Bapak-Ibu harus tahu semua, tidak boleh terlalu, begini maksud saya, kalau terlalu mahal, rakyat tidak bisa membeli. Tapi kalau terlalu murah, petani tidak mendapatkan penghasilan yang adil. Oleh karena itu, harganya harus pas, harga pas itu petani mendapatkan penghasilan yang layak, rakyat yang lain bisa beli, saudara yang tidak mampu kita bantu dengan yang namanya program beras untuk rakyat miskin atau sekarang namanya beras bersubsidi. Pemerintah membantu. Itulah harga yang kita tentukan, jadi sampun dipun tetapaken namanya HPP, untuk melindungi petani, kemudian juga untuk memastikan rakyat kita bisa beli. Masalahnya kadang-kadang di dunia harganya naik, ada pengaruhnya di dalam negeri. Pemerintah akan terus menjaga, dan apa yang disampaikan itu kami terima, kita akan terus mengelola sehingga harganya tetap pas untuk para petani, dalam arti penghasilannya makin naik.

Saya berpesan kepada Pak Bupati, Pak Gubernur, teruslah didengar suara para petani, apa yang bisa kita bantukan, kita bantukan, dan saya tadi setelah melihat semuanya ini, saya bersyukur, saya bangga, saya mendengar luar biasa tadi semangatnya, maka sambil nanti ada program-program pemerintah untuk meningkatkan pertanian kita, saya akan memberikan bantuan untuk masing-masing kelompok tani, ada lima, tolong digunakan dengan baik nanti, masing-masing Rp 25 juta. Gunakan untuk meningkatkan produksi, ataupun meningkatkan hasil pertanian, meniko diatur dengan baik Pak Winarto.

Mudah-mudahan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, terus memberikan iklim yang baik. Kalau jarang hujan itu tidak baik untuk pertanian, tapi jangan sampai juga banjir, yang pas kemawon. Sawah bisa ada airnya, tidak banjir, tapi juga tidak kekeringan. Itu milik Allah SWT, kita berdoa.

Pemerintah akan terus membangun irigasi, pengairan, sarana-sarana yang lain agar semuanya bisa berlangsung dengan baik

Itu saja Bapak-Ibu. Saya akan melanjutkan perjalanan ke Maospati. Masih ada kegiatan lagi besok di Madiun, saya mendoakan semoga Desa Keras Wetan meniko, Kecamatan Beneng makin maju, dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, kemudian salam saya untuk keluarga semuanya.

Sekian, wassalamualaikum wr. wb.


*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan Republik Indonesia