Pidato Presiden

Sambutan Pengukuhan Pimpinan Kolektif Majelis Nasional KAHMI

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENGUKUHAN PIMPINAN KOLEKTIF MAJELIS NASIONAL (PKMN)
KORS ALUMNI HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (KAHMI)
HOTEL BOROBUDUR-JAKARTA, 20 JANUARI 2010



Bismillahirrahmanirrahim,
Assamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Yang saya hormati dan saya cintai Bapak Muhammad Yusuf Kalla dan Bapak Akbar Tanjung,
Yang saya hormati Bapak Taufik Kiemas selaku Ketua MPR RI dan para Pimpinan Lembaga-Lembaga Negara,
Yang hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu ke II, yang Mulia para Duta Besar Negara-Negara sahabat, Wakil Gubernur DKI Jakarta,
Yang saya hormati dan saya muliakan para sesepuh KAHMI yang hadir pada malam hari ini,
Yang saya hormati pengurus Pimpinan Kolektif Musyawarah Nasional, Majelis Nasional dan keluarga besar KAHMI yang saya cintai,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Marilah kita bersama- sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberikan kesempatan, kekuatan, dan insya Allah kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas, dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.

Kita juga bersyukur, karena pada malam hari ini dapat berkumpul bersama, bersilaturrahim, dan bertatap muka, dengan seluruh pengurus PKMN, KAHMI.

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan selamat atas terpilihnya PKMN KAHMI Masa Bhakti 2009-2012. Semoga di bawah kepemimpinan dan kepengurusan yang baru ini, KAHMI dapat terus melanjutkan pengabdiannya pada negeri yang sama-sama kita cintai ini.

Saya menyambut baik tema yang dipilih malam ini, “KAHMI untuk Kemajuan Indonesia”. Sungguh merupakan tema yang sangat relevan dan kontekstual dengan semangat kita, dalam memajukan kehidupan bangsa dan Negara. Saya berharap, seluruh anggota KAHMI yang tersebar di berbagai penjuru tanah air, dapat secara sungguh-sungguh mewujudkan tema itu dalam program aksi dan seluruh kegiatan organisasi.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Sebagai sebuah organisasi dengan sejarah yang panjang, sejak didirikan di Surakarta tanggal 17 September 1966, KAHMI diharapkan terus konsisten menyuarakan perjuangan untuk menegakkan masyarakat adil dan makmur, sebagaimana tujuan KAHMI. Dalam kiprahnyanya, KAHMI pun harus mampu menjalin hubungan kemitraan dengan berbagai pihak di dalam maupun antar organisasi lain.

Sebagaimana lazimnya dinamika sebuah organisasi, adanya perbedaan pendapat, pemikiran dan pandangan dalam sebuah kepengurusan, maupun arah kebijakan, merupakan hal yang wajar. Organisasi yang dinamis selalu ditandai dengan hadirnya pemikiran yang beragam dan kritis, di antara para anggota dan pengurusnya. Walaupun demikian, sangatlah penting untuk senantiasa mengelola perbedaan itu dengan arif dan bijaksana. Hadirnya mekanisme dan praktek demokrasi untuk menyelesaikan perbedaan secara internal, serta terpeliharanya ikatan yang kuat pada nilai-nilai dasar yang membentuk kohesi organisasi, merupakan dua hal yang diharapkan tetap terjaga dalam sebuah organisasi yang besar seperti KAHMI.

Saya menaruh harapan, bahwa KAHMI akan tetap menjadi pelopor dalam meletakkan dasar-dasar yang penting bagi berkembangnya peradaban unggul (great civilizations) di negeri tercinta ini. Sebagian dari peradaban yang unggul itu, sesungguhnya telah diletakkan dasar-dasarnya oleh pendiri bangsa kita, our founding fathers. Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, penghormatan terhadap kemajemukan dan toleransi, adalah contoh penting dari warisan yang ditinggalkan oleh para pendiri Republik, untuk terus kita jaga dan pelihara. Kita juga memahami, bahwa penghormatan pada demokrasi dan hak asasi manusia, juga menjadi bagian penting dalam pilar-pilar peradaban bangsa yang saat ini terus kita bangun dan mantapkan.

Ke depan, Saudara-saudara kita menginginkan kemajuan peradaban bangsa itu tidak hanya terletak pada ikatan kita kepada nilai-nilai yang luhur itu, namun juga muncul dalam hadirnya kemampuan bangsa yang unggul dan dapat diandalkan. Bangsa demikian tidak hanya mampu beradaptasi terhadap perubahan, namun juga mampu membentuk masa depannya secara aktif.

Saudara-saudara,
Dalam membangun peradaban Indonesia, kita juga menginginkan agar demokrasi dapat dihayati dalam pengertian yang utuh; “demokrasi sebagai cara”, “demokrasi sebagai tujuan”, dan “demokrasi sebagai nilai”. Sebagai cara, demokrasi berhubungan dengan mekanisme dan prosedur. Dalam pengertian itu, demokrasi berkaitan dengan proses pengambilan keputusan, seperti dialog, musyawarah, voting, pemilihan umum, plebisit dan referendum atau penyampaian dan pengekspresi-an pendapat, aspirasi, atau posisi, seperti unjuk rasa, pawai, protes, dan petisi.

Sementara itu, sebagai tujuan, demokrasi berkenaan dengan pencapaian kesejahteraan dan keadilan, yang ditujukan untuk seluruh warga negara secara merata dan berkelanjutan. Sementara itu, sebagai nilai-nilai dan etika, kadang juga disebut dengan prinsip, demokrasi berkaitan dengan peneguhan secara penuh terhadap prinsip damai (peace), tanpa kekerasan (non-violence), kebebasan dan kesetaraan (freedom and equality), pluralisme, multikulturalisme, toleransi, dan sejumlah etika yang, di antaranya, mencerminkan pemuliaan terhadap kehormatan, harga diri dan martabat, berdasarkan asas kepatutan dan kepantasan yang berlaku secara universal.

Kita hendaknya tidak hanya menonjolkan aspek pertama, yaitu “demokrasi sebagai cara”, namun juga menerapkannya dalam prinsip keselarasan dengan aspek kedua dan ketiganya, yaitu, “demokrasi sebagai tujuan” dan “demokrasi sebagai nilai-nilai dan etika”, sebagaimana saya sebutkan tadi.

Ini berarti bahwa, demokrasi sesungguhnya bukan hanya berkaitan dengan peristiwa unjuk rasa, silang pendapat dan voting, namun juga pada cara penyampaian yang patut, pantas, proporsional, dan pada tempatnya. Dalam semangat yang sama, kita mesti memahami bahwa demokrasi pada akhirnya haruslah bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas, untuk kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keluarga Besar KAHMI yang saya banggakan,
Bangsa Indonesia sesungguhnya adalah bangsa yang besar, dan kebesaran itu sesungguhnya juga terletak pada hadirnya tradisi yang baik, yaitu semangat saling menghormati perbedaan dalam semua aspeknya. Marilah kita jaga dan pelihara tradisi luhur dari bangsa ini, seraya melakukan transformasi besar, untuk kemajuan kehidupan bangsa secara berkelanjutan. Saya ingin agar keluarga besar KAHMI menjadi salah satu “pilar” utama dari transformasi besar ini. Saya bahkan percaya bahwa KAHMI akan senantiasa berada di barisan paling depan, dalam mewujudkan peradaban bangsa yang unggul itu, menuju Indonesia yang maju, bermartabat dan sejahtera.

Hadirin yang saya hormati,
Kepercayaan saya kepada keluarga besar KAHMI sebagaimana saya katakan tadi tidaklah berlebihan. Kepercayaan itu saya dasarkan pada kenyataan bahwa anggota KAHMI tersebar tidak saja di seluruh penjuru tanah air, namun juga berkiprah di hampir semua sektor kehidupan di negeri ini: dari anggota legislatif, pengurus partai politik, organisasi massa, organisasi keagamaan, akademisi, diplomat, birokrasi pemerintah, pengusaha, aktivis LSM, dan masih banyak lainnya yang tidak mungkin saya sebut satu per satu di sini.

Bahkan, sebagaimana telah disampaikan Pimpiman KAHMI tadi, banyak anggota KAHMI yang saat ini berada dalam Kabinet Indonesia Bersatu Kedua, Periode 2009-2014. Sungguh ini merupakan prestasi yang membanggakan, dari sebuah kelompok anak bangsa yang unggul, di negeri ini. Saudara-saudara sepatutnya bersyukur dan berbangga hati akan hal ini. saya juga mendukung yang disampaikan bapak Taufik Kemas, seraya memohon kepada Allah SWT semoga di waktu yang akan datang ada putra atau putri terbaik KAHMI yang menjadi kepala Negara di republik tercinta ini.

Hadirin sekalian yang saya muliakan.
Walaupun demikian perlu saya ingatkan, perjalanan bangsa ini masih panjang. Melalui kesempatan yang sangat penting ini saya berpesan, agar anggota dan pengurus KAHMI tetap menjaga daya kritis dan sikap independen, serta dengan penuh tanggung jawab terus memberikan pemikiran-pemikiran yang konstruktif, demi kemajuan bangsa Indonesia.

Saudara-saudara,
Membangun bangsa dan negara ini, merupakan tanggung jawab kita bersama. Ini berarti bahwa Indonesia yang maju itu tidak mungkin terwujud, tanpa ikhtiar dan kerja keras dari semua pihak. Pembangunan yang kita laksanakan harus bersifat inklusif, menjangkau dan dapat mengangkat derajat seluruh lapisan masyarakat. Kita mesti maju dan makmur bersama; tidak maju dan makmur sendiri-sendiri. Oleh karena itu, kesejahteraan dan keadilan harus terwujud bagi seluruh warga negara tanpa kecuali; tanpa membedakan identitas kemajemukan kita, seperti ikatan etnis, agama, klas, atau gender.

Sebagaimana Saudara ketahui, terhadap ikhtiar itu, orientasi dasar pembangunan Kabinet Indonesia Bersatu II tetap diarahkan pada prinsip ”growth with equity” (pertumbuhan disertai pemerataan), dengan tekanan pada upaya penyediaan lapangan kerja (pro-job) dan pengentasan kemiskinan (pro-poo”). Prinsip dasar ini selanjutnya terus dijabarkan dan diimplementasikan dalam kebijakan, strategi, dan program pembangunan yang prorakyat.

Saudara-saudara,
Setelah kurang lebih satu dasawarsa melakukan transisi demokrasi, kita patut bersyukur bahwa demokrasi yang sedang tumbuh subur di negeri kita, makin mampu menghasilkan stabilitas politik dan keamanan. Selain merupakan capaian bersama yang mencerminkan kerja keras kita, jelas ini adalah rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita juga patut bersyukur bahwa setelah mengalami transisi demokrasi dalam satu dasawarsa ini, kebebasan berpendapat dan berekspresi di depan publik di negeri ini semakin mekar. Kita juga menyaksikan bahwa kehidupan pers dan media kita tumbuh dengan subur.

Namun, dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin mengingatkan bahwa sesungguhnya tidak ada kebebasan tanpa batas. Bahkan, Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI juga menyatakan bahwa, ”kebebasan berekspresi kita dibatasi oleh kebebasan berekspresi orang lain.” Saya setuju dengan nilai semacam itu, karena memang selalu ada tanggung jawab dan kewajiban disamping hak yang melekat dalam setiap individu, setiap warga dari sebuah oganisasi, tidak terkecuali setiap warga negara.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Keluarga besar KAHMI yang saya cintai. Dalam upaya membangun bangsa dan transformasi besar menuju peradaban bangsa yang unggul dan mulia, kita dapat meneladani apa yang telah dilakukan oleh Pemimpin Agung Dunia, Pemimpin Besar Islam, Nabi Muhammad SAW, yang telah berhasil dengan gemilang. Pada zamannya Rasulullah SAW telah mampu memimpin bangsa Arab dari zaman jahiliyah yang penuh dengan kegelapan, menjadi zaman beradab yang penuh dengan cahaya iman. Dengan karakter dan kepemimpinannya yang unggul, Rasulullah memahami betul hakikat transformasi dan reformasi kehidupan bangsa, yang tentu memerlukan waktu yang panjang, konsistensi, pengorbanan dan perjuangan yang keras dan penuh ujian. Semua pihak diajak untuk turut serta, dengan keadilan dan kesetaraan, dan dengan menjauhkan dari perilaku kekerasan. Kebersamaan dan perjuangan demikianlah yang menghadirkan prestasi besar bangsa Arab pimpinan Nabi Muhammad SAW, yang tercatat abadi dalam sejarah Islam.

Pelajaran yang kita petik adalah, tidak ada yang serba instan dalam membangun bangsa. Tidak ada pula jalan yang lunak untuk mencapai tujuan yang mulia. Semuanya memerlukan kesabaran dan ketegaran, serta persatuan dan kebersamaan. Dengan mencotoh tauladan agung ini, insya Allah bangsa kita di Abad-21 ini akan berhasil menjadi bangsa yang maju, bermartabat dan sejahtera.

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Demikianlah pesan dan harapan yang ingin saya sampaikan. Akhirnya, kepada seluruh pengurus dan keluarga besar KAHMI, saya mengajak untuk terus berkomunikasi, menjalin silaturrahim dengan seluruh komponen bangsa. Saya berharap, KAHMI dapat berdiri di depan dengan mencurahkan pikiran dan tenaganya demi kemajuan bangsa, serta memberi pencerahan kepada rakyat Indonesia sehingga kehidupan di negeri ini makin ke depan makin baik.

Semoga cita-cita besar kita untuk membangun hari esok mendapatkan ridho Allah SWT, dan semoga dalam menghadapi tantangan di depan, kita senantiasa diberikan tuntunan, bimbingan, dan lindungan-Nya, menuju masa depan yang lebih baik, masa depan yang kita idam-idamkan bersama.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan