Pidato Presiden

Pengarahan Kepada Paspampres dalam Rangka Hari Bakti Ke-64 Paspampres

 

TRANSKRIPSI
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
KEPADA
PRAJURIT PASUKAN PENGAMANAN PRESIDEN (PASPAMPRES) DALAM RANGKA HARI BAKTI KE-64 PASPAMPRES
MARKAS KOMANDO PASPAMPRES
22 JANUARI 2010



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati para Menteri dan Wakil Menteri, Panglima TNI, KSAL, KSAU dan WAKASAD. Serta pejabat teras dan jajaran Departemen Pertanahan dan TNI serta Polri, Komandan Paspampres beserta para Pejabat Utama Paspampres, para Prajurit dan Keluarga Besar Paspampres yang saya cintai dan saya banggakan,

Marilah pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, bersama-sama kita panjatkan puji dan syukur ke khadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kita semua masih diberikan kesempatan dan kekuatan untuk melanjutkan tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta.

Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT, hari ini dapat bertemu di Markas Komando Paspampres ini dalam rangkaian Hari Bakti Paspampres yang ke-64. Beberapa saat yang lalu, staf menyampaikan kepada saya, apakah saya bisa hadir dalam upacara Hari Bakti Paspampres. Saya jawab mungkin agak sulit secara protokoler kalau saya hadir dalam upacara Hari Bakti, tapi insya Allah saya katakan waktu itu, saya akan senang apabila dalam syukuran saya bisa hadir di tengah-tengah prajurit Paspampres yang saya cintai dan saya banggakan.

Ini kunjungan saya setelah 5 tahun yang lalu, saya pernah berkunjung di tempat ini. Dan rasanya tepat ketika, alhamdulillah, saya telah mengakhiri masa bakti pemerintahan yang lalu, dan memulai pengabdian saya pada masa bakti pemerintahan sekarang ini atau periode terakhir saya memimpin bangsa dan negara Indonesia. Oleh karena itu, pada kesempatan ini tepat, kalau saya serta keluarga, sekaligus atas nama negara dan pemerintah mengucapkan selamat Hari Bakti kepada keluarga besar Paspampres. Semoga Paspampres semakin jaya di masa depan. Saya juga ingin menggunakan kesempatan yang baik ini untuk mengucapkan dengan tulus terima kasih dan penghargaan saya a yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan tugas Paspampres yang saya nilai baik selama ini.

Tantangan, permasalahan dan ujian bagi prajurit Paspampres untuk mengemban tugas sangat tidak ringan. Tadi kita menyaksikan demonstrasi keterampilan dan ketangkasan militer. Para prajurit Paspamres yang tentu kita bisa membayangkan betapa berat tugas itu namun mulia. Dan setiap saat prajurit Paspampres harus siap mengorbankan jiwa dan raganya untuk mengemban tugas sesuai dengan undang-undang yang telah diamanahkan. Oleh karena itu, sungguh saya mengucapkan dengan tulus, hormat, terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Saudara semua keluarga besar Paspampres.

Sebagaimana dilaporkan oleh Komandan Paspampres tadi sewaktu saya datang di Markas ini. Dan juga digarisbawahi pada saat demonstrasi tampilan militer berlangsung bahwa Paspampres dibentuk untuk menjalankan amanah undang-undang, yaitu menjamin keamanan dan keselamatan VVIP, yang oleh undang-undang ditetapkan yaitu Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya, dan tamu-tamu negara setingkat kepala negara dan kepala pemerintahan beserta keluarganya. Itu adalah amanah undang undang, bukan rumusan oleh TNI, apalagi Paspampres yang menyangkut tugas pokok yang diembang oleh Saudara-saudara.

Lima tahun lebih saya memimpin negeri ini, hampir tidak pernah ada waktu tanpa bersama-sama Paspampres, 24 jam pasti ada anggota Paspampres yang berada relatif dekat dengan saya, dengan Presiden. Kita merasakan bersama-sama di seluruh pelosok Indonesia bahkan di luar negeri dalam keadaan yang sering tidak mudah, cuaca panas, hujan lebat, terbang dengan helikopter dengan cuaca yang buruk, menjelajahi medan-medan di seluruh nusantara. Bertemu serubf dengan ribuan bahkan puluhan pernah, ratusan ribu masa yang Saudara semua dalam keadaan seperti itu pun harus cakap dan berhasil mengemban tugas pokoknya.

Sering kita beradu argumen, saya sering dengan Dan Group, dengan Dan Paspampres, dengan Danden Walpri, itu sering kali menarik. Saya  inginnya lebih dekat dengan rakyat, bisa berjabat tangan dengan rakyat, bisa masuk kemanapun. Saudara punya tanggungjawab pengamanan dan keselamatan, oleh karena itu kita sering berkompromi untuk itu dikendorkan sedikit pengamanannya tanpa mengambil resiko yang terlalu tinggi sehingga saya bisa menyapa, berjabat tangan lebih dekat dengan rakyat di seluruh Indonesia. 

Sering pula dalam perjalanan kita, di Jakarta misalnya atau di kota-kota besar yang lainnya, saya inginnya lalu lintas biarkan mengalir, tetapi Paspampres, Polri tidak, karena sekali lagi keamanan dan keselamatan. Disini kita juga sering berkompromi, kadang-kadang saya yang mengalah, kadang-kadang Saudara yang mengalah tanpa mengambil resiko untuk keamanan dan keselamatan VVIP. Bicara Jakarta saya lupa tadi menyebut hadir pula disini Gubernur DKI Jakarta, Pak Fauzi Bowo terima kasih, juga ikut hadir dalam acara ini.

Saudara-saudara,
Itu suka duka dinamika yang ada di lapangan. Saya meminta maaf, kalau kadang-kadang saya meminta Saudara berkompromi, padahal saya tahu Saudara menjalankan tugas sesuai dengan amanah undang-undang. Semoga Allah SWT selalu menjamin keselamatan kita semua dalam mengemban tugas untuk rakyat yang sama-sama kita cintai.

Beberapa bulan yang lalu ada rencana, ada upaya, ada aksi untuk melakukan assassin atau pembunuhan kepada Presiden Republik Indonesia. Allah Maha Besar, semua rencana, aksi dan upaya itu tidak diijinkan oleh yang Maha Kuasa. Sejak itu saya berpikir, tidak boleh dalam keadaan tertentu saya terlalu meminta Saudara-saudara berkompromi karena ancamannya nyata, ancamanya riil. Oleh karena itu, sejak itu saya mendengar, saran  dan apa yang dilakukan oleh Paspampres dan juga Polri dan juga dalam batas tertentu, jajaran TNI yang ada di daerah.

Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini, saya memohon pengertian masyarakat luas, kalau sekali-sekali kenyamanan masyarakat kita terganggu karena tugas Paspampres untuk mengamankan dan menyelamatkan Presiden dan Wakil Presidennya ataupun VVIP yang lain, semata-mata itu adalah dalam menjalankan tugas pokok sesuai dengan undang-undang yang telah ditetapkan. Ini perlu saya sampaikan kepada masyarakat luas, Jangan sampai ada salah pengertian baik kepada Paspampres yang mengemban tugas, maupun saya dan keluarga.
 
Saudara-saudara,
Pada prinsipnya saya selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan tidak boleh terhambat, tidak boleh terganggu untuk menjalankan tugas saya, siang dan malam di seluruh wilayah Indonesia dan sekali-sekali di luar negeri. Tentu saya tidak harus mengambil resiko dalam menghadapi ancaman terhadap keamanan dan keselamatan saya, keluarga, termasuk barangkali juga VVIP yang lain. Disitulah hakekat dan peran penting dari Paspampres. Sebagaimana yang kita saksikan tadi dalam demonstrasi ketangkasan dan keterampilan militer yang ditunjukkan.
 
Ke depan para prajurit Paspampres, tugas Saudara tidak makin ringan akan lebih berat dan penuh dengan tantangan. Mengapa? Paling tidak ada empat hal yang membuat tugas Saudara ke depan nanti semakin berat. Pertama, saya akan tetap aktif di dalam bekerja, di seluruh wilayah tanah air, bahkan mungkin lebih aktif lagi karena ini periode terakhir saya untuk menyumbangkan darma bakti kepada rakyat dan negara.

Yang kedua, kegiatan internasional yang akan dilaksanakan di Indonesia lima tahun mendatang juga makin banyak. Sebagian kegiatan internasional itu akan dihadiri oleh Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Negara-negara Sahabat, antara lain pertemuan puncak ASEAN dan pertemuan puncak APEC yang insya Allah akan dilaksanakan pada tahun 2012 dan 2013. Akan ada puluhan Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yang akan hadir dalam acara itu, belum acara-acara lain yang juga ada tiga, empat, lima, Kepala Negara, Kepala Pemerintahan yang datang dan hadir di negeri kita.

Yang ketiga, aksi terorisme yang terjadi di seluruh dunia, termasuk di negeri kita belum boleh dikatakan surut atau susut. Contoh tadi tentang asasinasi kepada Presiden Indonesia yang mereka rencanakan pada beberapa bulan yang lalu.

Kemudian yang keempat, cara, alat dan teknologi yang digunakan oleh kaum oleh teroris atau siapapun yang ingin mengancam keselamatan VVIP di negeri kita ini juga makin canggih. Apa yang saya lihat tadi ketika Saudara men-display-kan persenjataan, peralatan, dan perlengkapan Paspampres , itu sangat penting dijaga kemutakhirannya, jangan sampai generasi teknologi yang kita gunakan tertinggal dengan generasi yang dimiliki oleh Paspampres negara-negara lain, apalagi tertinggal dengan teknologi yang digunakan kaum teroris atau siapapun yang bisa mencelakakan kita semua, utamanya VVIP sesuai dengan tugas Saudara.

Empat faktor itulah yang saya harus sampaikan, yang Saudara pasti mengerti tugas makin ke depan tidak semakin ringan. Tetapi saya yakin Saudara akan memiliki kemampuan untuk itu. Jawaban kesiapan, termasuk pendidikan dan latihan yang harus Paspamres lakukan untuk menjawab tantangan itu antara lain adalah pertama Saudara harus jajaran terus melakukan kemampuan, atau capabilities dan profesionalitas sebagai Pasukan Pengamanan Presiden. Hakekatnya tugas-tugas khusus, hakekatnya Saudara juga pasukan khusus bukan hanya Kopasus. Saya selalu optimis, saya selalu dukung itulah Paspampres.

Yang kedua, organisasi, persenjataan, peralatan dan perlengkapan haruslah sekali lagi yang mutakhir. Saya berterimakasih kepada Panglima TNI dan Kepala Staf angkatan yang terus melengkapi personil, persenjataan dan perlengkapan yang mutlak dimiliki oleh Paspampres sebagaimana Paspampres negara-negara lain, termasuk validasi yang telah dikeluarkan, dijalankan dengan demikian harapan kita organisasi Paspampres ini memiliki jumlah personil, perlengkapan dan logistik yang cukup.
 
Yang ketiga, Saudara harus terus melaksanakan pendidikan, pelatihan maupun gladi-gladi, sebagaimana yang kita saksikan tadi.

Yang keempat, Saudara harus memiliki kesiagaan yang tinggi full readiness. Setiap saat siang dan malam harus bisa mengemban tugas dengan baik. Itulah sebabnya kita bangun perumahan prajurit Paspamres yang sekarang terletak di Bojong Nangka, terima kasih Dephan, terima kasih Mabes TNI atas kontribusi dalam pembangunan itu, sehingga mengurangi tersebarnya anggota Paspamres di Jakarta ini, yang tentu saja persebaran itu akan mengganggu kesiapan dan kesiagaan Saudara untuk mengemban tugas.

Yang kelima mental, dan disiplin prajurit Paspampres harus membaja, harus membaja. Saya terharu melihat demonstrasi keterampilan tadi. Prajurit Paspampres siap berkorban menghadapi ancaman. Kita memohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa semoga ancaman itu tidak terjadi di negeri yang kita cintai ini. Disiplin harus tumbuh kuat. Di waktu yang lalu saya masih mendengar pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit Paspampres. Saya minta agar itu terus ditegak, dikurangi dan ditiadakan. Karena pentingnya dan mulianya tugas Saudara untuk menjaga keamanan dan keselamatan VVIP.

Yang keenam, kesejahteraan prajurit Paspampres beserta keluarganya harus tetap kita pelihara.  Hampir tiap tahun kesejahteraan prajurit TNI kita naikan, bukan hampir, setiap tahun, bahkan pegawai negeri, termasuk uang lauk pauk, termasuk gaji ke-13. Dan kita akan terus kita tingkatkan sesuai dengan kemampuan negara, dengan demikian prajurit TNI dan abdi negara yang lain ,termasuk prajurit Paspampres memiliki kesejahteraan meningkat di waktu yang akan datang.

Yang ketujuh, kerjasama dengan negara-negara sahabat agar terus dilaksanakan, saya mendapatkan laporan dari Dan Paspampres kerja sama itu terus berjalan, yang terakhir kerjasama dengan pasukan serupa dari Amerika Serikat, dari Korea, dan tentunya silahkan dikembangkan dengan negara-negara lain, saling berbagi pengalaman, saling berbagi pengetahuan, saling berbagi keterampilan yang baik kita tiru, sebagaimana mereka juga meniru yang baik-baik dari Paspampres kita.

Itu adalah tugas-tugas teknik militer yang harus Saudara laksanakan. Disamping itu ada tugas yang lain yaitu tugas keprotokolan. Acara-acara kenegaraan, musik, saya juga ingin, semuanya bisa dilaksanakan dengan baik. Saya tidak mau kalah, musik Indonesia, Paspampres Indonesia, upacara Kenegaraan Indonesia dengan yang dilaksanakan di negara-negara lain. Kita bisa, sangat bisa bahkan bisa lebih baik dari apa yang dilakukan oleh negara-negara lain. Dengan syarat kepemimpinan, kepedulian, latihan yang mesti terus dilakukan secara terus menerus dan setiap saat.

Kita sering melihat acara yang tertib yang dilaksanakan di luar negeri, apa saja, acara militer, acara non militer. Tertib, tidak bicara sendiri, tidak teriak-teriak sendiri, tidak gaduh, ada acaranya, dress-nya atau busananya tepat, perlengkapannya tepat dan sebagainya, kita harus bisa. Itulah tanda-tanda peradaban bangsa yang telah maju. Jangan kita memberikan toleransi ketidaktertiban dalam acara-acara yang menunjukkan kebesaran bangsa kita. Ada pepatah mengatakan bahasa menunjukkan bangsa, tutur kata kita, perilaku kita, sikap kita, cara kita berupa cara, ketertiban dan semuanya, sebagaimana yang sering dilaksanakan oleh Paspampres. Itu juga bagian dari citra bangsa kita di mata dunia. Oleh karena itu, saya ingin hal-hal seperti itu jangan diabaikan tetapi kita jaga, kita pertahankan, dan marilah kita menjadi contoh dari banyak hal baik untuk masyarakat dalam negeri maupun untuk masyarakat luar negeri.

Itulah pesan, harapan, dan instruksi saya pada jajaran Paspampres. Akhirnya sekali lagi terimalah ucapan terima kasih dan penghargaan saya. Selamat Hari Bakti yang ke-64, selamat bertugas. Tuhan beserta kita.
 
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan