Pidato Presiden
Sambutan Penutupan Rapat Kerja RPJMN 2010-2014
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN RI
PADA ACARA
PENUTUPAN RAPAT KERJA RPJMN 2010-2014
DI ISTANA CIPANAS, 3 FEBRUARI 2010
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalaamualaikum Wr. Wb.,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia,
Para anggota Dewan Pertimbangan Presiden,
Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II,
Pejabat Gubernur Bank Indonesia,
Para gubernur,
Para pimpinan lembaga pemerintah non-kementerian dan para pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara,
Peserta rapat kerja sekalian yang saya hormati,
Alhamdulillah, sampailah kita pada sesi akhir dari rapat kerja atau retreat yang kita lakukan selama dua hari satu malam di Cipanas ini. Saya awali dengan ucapan terima kasih dan penghargaan saya kepada Saudara semua, terutama kepada kelompok kerja, baik kelompok kerja 1, 2, 3, 4, 5, maupun 6 yang secara maraton sejak kemarin siang hingga tadi sore bekerja dengan sungguh-sungguh untuk merumuskan berbagai solusi dan opsi untuk mengatasi masalah-masalah pembangunan yang kita hadapi, baik pada tingkat nasional maupun pada tingkat daerah.
Pada sesi akhir kita hari ini, ada tiga hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, saya ingin menyampaikan intisari atau highlights dari hasil program kerja pemerintah 100 hari pertama yang tadi sore telah dilaporkan kepada saya oleh para pejabat terkait, terutama oleh Kepala Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan. Yang akan saya sampaikan tentu rangkuman dan beberapa contoh sebagai hasil kerja kita 100 hari pertama ini. Yang kedua, saya juga ingin menggarisbawahi hasil pekerjaan dari masing-masing kelompok kerja yang tadi sudah Saudara laporkan dan presentasikan di hadapan forum ini. Dan yang ketiga atau terakhir, tindak lanjut atau langkah ke depan seperti apa yang harus kita lakukan bersama untuk meningkatkan efektivitas pembangunan kita, termasuk sinergi pembangunan pada tingkat pusat dan daerah.
Saudara-saudara,
Saya akan mulai dengan yang pertama, yaitu hasil evaluasi program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II beserta jajarannya yang sejatinya juga dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia. Sesuai dengan hasil monitoring, reporting, dan verifications atas semua program, prioritas, dan rencana aksi yang telah dilakukan, maka dilaporkan kepada saya 90% lebih sasaran program 100 hari dapat dicapai. Saya menginstruksikan kepada Kepala UKP4 agar apa yang dilaporkan kepada saya tadi dijelaskan kepada publik, disampaikan kepada rakyat untuk diketahui, dan tentu saja dalam rangka kerja sama antara pemerintah dengan unsur masyarakat untuk terus melanjutkan dan meningkatkan pembangunan kita.
Sesuai dengan tujuan dan sasaran program 100 hari, dapat saya sampaikan tiga macam capaian atau hasil. Yang pertama yang disebut dengan quick wins. Quick wins ini adalah program yang kita mulai dalam bentangan waktu 100 hari ini yang selesai maupun apa yang bisa kita percepat dan rampung dalam 100 hari. Kalau tidak, kalau business as usual yang dijalankan akan memakan waktu yang jauh lebih panjang. Ini saya kelompokkan sebagai quick win, hasil yang segera dapat dicapai. Yang kedua, contoh yang lain adalah mengatasi sumbatan atau debottlenecking yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Sedangkan yang ketiga jenisnya adalah instrumen kebijakan atau regulasi yang kita rampungkan dalam 100 hari ini yang akan penting sebagai pedoman implementasi berbagai kegiatan pada tahun 2010 ini, bahkan tahun-tahun mendatang.
Saudara-saudara,
Quick wins cukup banyak, dan sekali lagi Kepala UKP4 saya harapkan bisa menjelaskan dalam waktu dekat kepada publik, tetapi dalam catatan saya sebagai contoh saya angkat beberapa saja. Yang pertama, Alhamdulillah telah bisa kita lakukan revitalisasi Kredit Usaha Rakyat untuk betul-betul bisa mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan masyarakat dengan potensi penyaluran senilai 20 triliun untuk tahun 2010 ini, dan akan dilanjutkan tiap tahunnya Rp 20 triliun siap disalurkan.
Dari program layanan rakyat untuk sertifikasi tanah juga telah dapat dihasilkan dalam jumlah yang lebih besar, dan Kepala BPN saya harapkan juga bisa menjelaskan kepada publik. Ini sangat penting, karena kita menjemput bola dengan pelayanan bergerak. Kita membantu rakyat kita untuk mendapatkan sertifikasi tanah dengan cara yang cepat, mudah, dan murah.
Penyediaan sarana air minum untuk masyarakat di 1.440 desa. Saya sudah melihat langsung hasilnya, saya sudah mendengar langsung provinsi, kabupaten, kota mana saja yang telah bisa kita bangun sarana penyediaan air minum itu. Lantas pemberian biaya operasional untuk 240 ribu posyandu di 467 kabupaten-kota. Kemudian telah dapat kita sediakan internet bagi pendidikan dasar 9 tahun bagi 18.358 sekolah yang tersebar di seluruh nusantara.
Pembangunan pabrik es di pangkalan-pangkalan pendaratan ikan. Layanan pelabuhan dan pabean 24 jam di empat pelabuhan utama. Saya ikut meresmikan beberapa hari yang lalu, yaitu di Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar. Penyediaan tenaga kerja kesehatan: perawat, bidan, sanitarian, ahli gizi, analis kesehatan dan asisten apoteker sebanyak 131 orang di puskesmas di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.
Kemudian, penyederhanaan, mungkin juga percepatan di sini, persyaratan perizinan untuk memulai usaha dari 70 hari menjadi 17 hari. Kemudian, percepatan proses pengurusan paspor dari 7 hari menjadi atau menuju 4 hari kerja. Barangkali masih diperlukan transisi beberapa saat, tapi itu sasarannya. Ini semua adalah quick wins yang Alhamdulillah bisa kita rampungkan, bisa kita mulai dengan harapan kita jaga ini semua, dan justru makin ke depan, makin dapat kita tingkatkan.
Saudara-saudara,
Dari sisi debottlenecking, mengatasi sumbatan, kemacetan, hambatan di berbagai simpul pembangunan, dalam sektor-sektor tertentu, maka contoh yang dapat saya sampaikan pada malam hari ini adalah kita telah bisa memformulasikan bagaimana mengatasi krisis listrik nasional jangka pendek 2010 maupun jangka panjang nantinya. Dalam arti, kalau jangka pendek mengatasi kekurangan listrik sehingga terjadi pemadaman-pemadaman berkala, harapan kita segera bisa kita atasi tahun 2010 ini, dan kemudian menuju ke penambahan peningkatan daya listrik 10 ribu megawatt gelombang kedua. Contoh lain adalah kita berhasil mengatasi permasalahan banjir di Jakarta, mengurangi secara signifikan dengan telah dirampungkannya, solusilah untuk pembangunan kanal banjir timur, dan tentu akan diteruskan perampungan dari semua infrastruktur dari kanal banjir timur ini.
Kemudian telah dilakukan satu proses debottlenecking, percepatan pergerakan orang dan barang di lintas Jawa melalui percepatan pembangunan tol lintas Jawa, dan dengan penerbitan sejumlah peraturan pemerintah dan perpres yang nanti sebagian akan saya jelaskan. Ini adalah upaya debottlenecking, dengan harapan setelah kita jalankan secara signifikan berubah dan kemudian akan lebih lancar lagi kegiatan pembangunan pada simpul-simpul yang menghambat itu.
Jenis yang ketiga, hasil dari 100 hari kita, telah dikeluarkannya, diterbitkannya sejumlah peraturan pemerintah dan peraturan presiden yang ini sangat penting sebagai satu landasan untuk kebijakan dan regulasi ke depan. Yang ingin saya sampaikan, misalnya Peraturan Pemerintah tentang Jasa Konstruksi, Peraturan Pemerintah tentang Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan, Peraturan Pemerintah tentang Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar agar tidak terus terlantar, Peraturan Pemerintah tentang Pendidikan Kedinasan, Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Tata Ruang, Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi.
Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, Peraturan Pemerintah tentang Usaha Budi Daya Tanaman Pangan, Peraturan Pemerintah tentang Wilayah Pertambangan, Peraturan Pemerintah tentang Angkutan Perairan, Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Maritim, Peraturan Pemerintah tentang Penggunaan Kawasan Hutan, Peraturan Pemerintah tentang Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Dengan peraturan pemerintah yang telah kita terbitkan ini, harapan saya kemacetan-kemacetan atau percepatan pembangunan dapat kita laksanakan lebih baik lagi, dan sejumlah peraturan presiden sebagai jabaran dari peraturan pemerintah itu.
Saudara-saudara,
Ini contoh dari apa yang kita lakukan, yang saya jelaskan berkaitan dengan sasaran dan tujuan program 100 hari. Pak Kuntoro jelaskan. Dengan demikian, saudara-saudara kita yang kemarin mendapatkan informasi bahwa tidak ada yang dicapai oleh kita semua dalam 100 hari ini, tidak seperti itu. Hasilnya nyata, konkrit, dan betul-betul ini kerja 100 hari sebagai langkah awal, starting point, untuk bekerja kita lebih lanjut lagi satu tahun ke depan dan bahkan lima tahun mendatang.
Saudara-saudara,
Bagian kedua, sebagaimana yang telah saya sampaikan tadi, kita utamanya Saudara-saudara kelompok kerja telah membahas enam isu khusus yang kita anggap sangat penting untuk memperlancar, mempercepat, dan meningkatkan pembangunan kita, terutama di daerah-daerah, yaitu saya ulangi lagi: pertama, berkaitan dengan tata ruang, pertanahan, serta perizinan. Kedua, berkaitan dengan pangan, termasuk distribusi dan stabilitas harganya. Ketiga, energi, terutama permasalahan listrik. Keempat, infrastruktur, baik itu infrastruktur pekerjaan umum maupun transportasi. Kemudian, program-program pro rakyat yang kita jalankan selama ini. Dan yang terakhir, yang berkaitan dengan hukum, demokrasi, birokrasi, dan keamanan.
Yang dapat saya simpulkan pada sesi penutupan rapat kerja kita ini adalah apa yang Saudara laporkan tadi telah dapat kita rumuskan solusi dan opsi untuk mengatasi berbagai permasalahan pembangunan kita. Yang kedua, telah dapat kita tetapkan siapa berbuat apa di dalam mengatasi masalah ini, baik unsur yang ada di pusat maupun yang ada di daerah. Telah dapat ditetapkan pula kerangka waktu, timeline, jadwal, kapan diharapkan pekerjaan ini rampung, terutama untuk tahun 2010 ini. Kemudian, Saudara juga sudah merumuskan perangkat atau instrumen apa yang diperlukan, apakah undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden maupun peraturan-peraturan pada tingkat kementerian.
Saudara juga sudah merumuskan sejumlah anggaran atau sumber daya yang diperlukan untuk kita alokasikan nanti dalam APBN dan APBD. Dengan lima aspek yang telah Saudara rumuskan itu, maka lebih gamblang lagi kita mengenali masalah itu, dan terbuka solusi yang lebih baik untuk mengatasi masalah ini. Dengan dua penjelasan awal itu, maka bagian akhir dari penjelasan saya ini: tindak lanjut apa dan langkah-langkah ke depan apa yang harus kita lakukan, dan ini merupakan instruksi saya untuk dijalankan oleh semua jajaran pemerintahan.
Pertama, hasil raker kita di Cipanas ini, ditambah dengan hasil evaluasi program kerja kabinet 100 hari segera dituangkan dalam inpres, instruksi presiden, untuk ditindaklanjuti, baik oleh jajaran pemerintah pusat maupun jajaran pemerintah daerah. Saya berharap dalam waktu dua minggu sudah kita terbitkan.
Yang kedua, tiga bulan mendatang kita lakukan rapat kerja kembali untuk mengevaluasi apakah inpres yang akan segera saya keluarkan itu bisa ditindaklanjuti dan dicapai sasaran-sasaran serta kerangka waktunya. Kita ingin memastikan bahwa semuanya itu bisa kita laksanakan.
Yang ketiga, saya berharap para gubernur juga melakukan kegiatan yang sama di jajarannya masing-masing. Ajak serta para bupati dan walikota untuk memikirkan pembangunan di daerahnya, agar betul-betul bersinergi antara yang ingin dicapai dan dilakukan oleh para gubernur, pemerintah provinsi dengan apa yang mesti dilakukan di masing-masing kabupaten dan kota.
Dan yang terakhir atau yang keempat, saya berharap Wantimpres dapat memberikan saran dan pandangan tentang sejumlah isu yang diangkat dalam dua hari raker ini, terutama isu-isu yang bersifat strategis dan fundamental yang berkaitan misalnya dengan sistem ketatanegaraan, sistem pemerintahan maupun policy-policy besar yang kita jalankan ke depan.
Itulah Saudara-saudara yang dapat saya sampaikan, dan sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para gubernur. Selamat jalan kembali ke daerah tugas masing-masing, marilah kita terus bersinergi, mari kita jalin komunikasi kita. Saya akan membantu apa yang perlu kami bantu, kemudian juga saya berharap para gubernur juga melakukan hal yang sama kepada para bupati dan walikota, untuk membantu apa yang mereka perlukan. Para jajaran pemerintah pusat, para menteri, pimpinan LPMK, para pimpinan BUMN, laksanakan instruksi saya, dan kemudian kita sukseskan pembangunan kita ini, terutama sinergi yang lebih baik antara pembangunan di pusat dan pembangunan di daerah. Terima kasih.
Wassalaamualaikum Wr. Wb.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan Republik Indonesia



