Pidato Presiden
Sambutan saat Kunjungan ke PPKS Anak Bambu Apus
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
KUNJUNGAN KE PUSAT PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK
DI BAMBU APUS JAKARTA TIMUR, 17 FEBRUARI 2010
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Sejahtera untuk kita semua,
Para Menteri yang saya hormati,
Wakil Gubernur DKI Jakarta,
Pimpinan Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak dan para petugas dan pejuang sosial serta kemanusiaan yang saya cintai,
Hari ini saya dengan didampingi oleh para menteri terkait melakukan kunjungan kedua setelah kemarin saya berkunjung ke Lapas Anak Tangerang. Hari ini saya teruskan untuk berkunjung ke lembaga ini, dan besok Sidang Kabinet akan kami gelar dengan agenda tunggal yaitu upaya negara, tentu dalam hal ini pemerintah untuk meningkatkan keadilan di negeri ini. Termasuk keadilan sosial, termasuk keadilan bagi saudara-saudara kita yang termasuk golongan lemah atau sering disebut kelompok marginal.
Ini merupakan kewajiban moral dan juga amanah konstitusi, Pancasila. Juga ada satu butir yang patut kita jalankan dalam kehidupan di negeri ini yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kemarin di Tangerang saya juga mengingatkan kembali bahwa pembangunan lima tahun mendatang memiliki tiga pilar. Pilar pertama adalah peningkatan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat. Pilar kedua adalah demokrasi, dan pilar ketiga adalah keadilan. Meskipun konstitusi sudah mengatur undang-undang yang berkaitan dengan kesejahteraan dan keadilan sosial ini juga telah ada, tetapi apa yang saya lihat rasakan dan amati terutama ketika saya bertugas lima tahun yang lalu, kita perlu meningkatkan derajat dan kualitas, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Saya ingin pada masa pemerintahan ini 2009–2014 kita bisa menata kembali sistem undang-undang, kebijakan dan program aksi untuk meningkatkan keadilan bagi rakyat kita. Saya ingin betul-betul menjadi bagian dari sistem, jangan hanya program-program yang setiap saat bisa mengalami pasang surut. Kalau menjadi sistem dan permanen maka ada kepastian. Misalnya sistem dan undang-undang itu sendiri seperti apa? Yang lebih benar-benar cocok dengan semangat untuk menegakkan keadilan.
Yang kedua, lembaga mana yang diberikan amanah dan bisa mengemban tugas secara efektif. Anggaran atau sumber daya yang diperlukan. Apakah dari APBN, APBD maupun bantuan dari pihak ketiga yang dibenarkan oleh undang-undang. Kemudian bagaimana sinergi, pembagian tugas dan tanggung jawab antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Ini Pak Wagub ada di sini, ujung tombak pembangunan, pemimpin yang paling depan yang berkaitan dengan masyarakat ya para Bupati, para Walikota.
Sistem harus betul-betul mengatur apa yang mesti dilakukan oleh bupati dan walikota di seluruh Indonesia, dengan back up pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, segi-segi itu harus diatur secara benar.
Saya berpikir dan besok dalam sidang kabinet akan kita bicarakan. Saya sudah menyampaikan kepada Pak Agung Laksono, Menko Kesra tadi, mari kita pastikan paling tidak ada sejumlah subjek, ada sejumlah golongan yang harus masuk dalam kebijakan khusus, program khusus yang permanen untuk benar-benar keadilan ini kita tegakkan. Satu mereka yang disebut keluarga yang sangat miskin, the poorest of the poor, memang ada skim bantuan langsung masyarakat yang sudah kita jalankan di waktu yang lalu.
Lima tahun pemerintahan pertama saya, ada banyak itu, tapi saya masih memandang perlu untuk ditingkatkan. Sekarang yang ada namanya PKH, Program Keluarga Harapan, saya minta dievaluasi kembali. Yang penting keluarga yang tergolong sangat miskin harus mendapatkan perlakuan khusus menuju ke pemberdayaan. Itu pertama.
Yang kedua adalah mereka yang termasuk penyandang cacat berat. Ketiga adalah golongan lanjut usia, apalagi lansia yang terlantar sebagaimana yang disampaikan oleh Pimpinan Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak tadi.
Yang keempat, anak. Anak ini, baik anak yang berhadapan dengan hukum. Bagaimana kemarin kita kunjungi di Lapas Anak Tangerang, baik anak yang menjadi korban narkoba, narkotika, termasuk anak misalkan mereka-mereka yang mengalami thalassaemia, apalagi dari keluarga tidak mampu. Mengapa saya memberikan atensi pada anak, saya ulangi sekali lagi. Mereka bisa kehilangan masa lalu, mereka bisa hidup belum baik masa kini, tapi negara, kita semua harus memberikan opportunity, peluang untuk memiliki masa depan yang baik.
Nah semua inilah yang tidak boleh luput dari apa yang akan kita jalankan ke depan. Saya yakin kalau sumber-sumber penerimaan negara ini benar-benar bisa dikelola dengan baik, ekonomi makin tumbuh, penerimaan negara makin meningkat. APBN dan APBD jumlahnya makin besar maka porsi untuk meningkatkan pembiayaan seperti ini akan tersedia. Saya punya keyakinan. Oleh karena itu ini masalah fundamental, masalah yang serius, mari kita tangani dan kita, apa yang kita anggap sudah cukup ternyata belum cukup agar betul-betul mereka mendapatkan perlindungan, pelayanan dan juga bantuan-bantuan yang diperlukan.
Inilah tujuan kita untuk melihat langsung kegiatan di lembaga ini dan kemarin di Tangerang. Insya Allah dalam waktu dekat akan kita keluarkan satu tatanan, kebijakan dan program aksi yang menurut saya akan lebih baik dari yang berlaku sekarang ini.
Kepada para pimpinan, para petugas, para pejuang kemanusiaan, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan. Ini mulia, saya tahu tantangannya tidak ringan memerlukan kesabaran, ketekunan dan kasih sayang yang perlu diberikan kepada mereka. Saya tahu ada juga yang tidak seperti yang diharapkan, tapi itulah hakekat tugas. Oleh karena itu, sekali lagi mulia. Bapak-Ibu pasti dengan semua petugas bangga mendapatkan peluang sejarah untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kita.
Saya kira itu yang perlu saya sampaikan. Khusus untuk karyawan, manajamen, kepegawaian tolong ditangani secara khusus, karena tugas mereka juga khusus. Demikian menjadi adil adanya. Itu saja yang ingin saya sampaikan. Kita bisa langsung melihat nanti, kemudian sekali lagi besok kita akan bahas dan saya akan berikan directions dan arah untuk apa yang perlu kita lakukan ke depan, terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah tangga Kepresidenan RI



