Pidato Presiden
Sambutan pada Perayaan cap Go Meh Bersama
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERAYAAN CAP GO MEH BERSAMA
“INDONESIA TANAH AIRKU”
JIEXPO KEMAYORAN, 3 MARET 2010
Bismillahirrahmanirrahim,
Yang saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Herawati Boediono, para Pimpinan Lembaga-lembaga Negara, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu ke II,
Yang Mulia para Duta Besar Negara-negara Sahabat,
Saudara Gubernur DKI Jakarta, Pimpinan Forum Bersama Indonesia- Tionghoa, Saudara-saudara Komunitas Etnis Tionghoa yang saya cintai,
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Selamat malam, salam damai dan sejahtera, Gong Xi Fa Cai. Malam hari ini kita bersyukur karena dapat bersama-sama merayakan Cap Go Meh sekaligus merayakan Tahun Baru Imlek. Semoga dengan perayaan ini, Saudara-saudara, komunitas etnis Tionghoa dan bahkan bangsa Indonesia mendapatkan kedamaian, kebahagiaan dan keberuntungan untuk membangun hari esok yang lebih baik.
Tema perayaan pada malam hari ini adalah “Indonesia Tanah Airku”, Indonesia tanah air kita semua. Oleh karena itu, berkenaan dengan tema “Indonesia Tanah Airku”, saya mengajak Saudara semua apapun identitasnya, untuk bersama-sama membangun negeri ini dengan penuh kecintaan yang mendalam, agar masa depannya makin maju, makin bermartabat dan makin sejahtera.
Saudara-saudara,
Sebagai warga bangsa Indonesia tercinta, kita harus sungguh mencintai negeri kita, bangsa kita, tanah air kita semua. Saya harus mengatakan sekali lagi, kita berjuang bersama-sama dengan sasanti, satu untuk semua, semua untuk satu, dan semua untuk semua. Di alam Indonesia sekarang ini tidak boleh ada diskriminasi, tidak boleh membeda-bedakan identitas apapun agamanya, sukunya, etnisnya, daerahnya, golongannya dan apa saja yang menjadi perbedaan identitas. Bhinneka Tunggal Ika, kita satu bangsa, bangsa Indonesia.
Saya menyimak dengan seksama sambutan Pimpinan Forum Bersama Indonesia-Tionghoa, tadi Bapak Poo Murdaya, bahwa etnis Tionghoa memiliki andil dan sumbangan yang besar di dalam berdirinya Negara Republik Indonesia yang kita cintai bersama ini. Bahkan di alam pembangunan pun, komunitas etnis Tionghoa juga tidak pernah berhenti untuk bersama-sama saudara-saudaranya yang lain, berjuang, berupaya, bekerja keras memajukan kehidupan negeri tercinta ini.
Saudara-saudara,
Saya mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia, termasuk Saudara-saudara etnis Tionghoa untuk terus membangun negeri ini, agar kesejahteraan rakyat makin ke depan makin baik. Rakyat dinamakan makin sejahtera, apabila memiliki kecukupan di bidang pangan, sandang, papan, pendidikan yang baik, kesehatan yang baik, rasa aman lingkungan yang baik dan sebagainya, yang menunjukan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Agar kesejahteraan makin meningkat, maka ekonomi harus dapat kita bangun dengan baik. Dunia usaha, termasuk sektor riil juga harus tumbuh berkembang. Agar ekonomi tumbuh dengan baik, keadaan dalam negeri harus aman dan damai, politik mesti stabil, kohesi sosial baik. Dengan demikian, dengan keadaan dalam negeri yang baik itu, Insya Allah ekonomi akan tumbuh. Dan apabila ekonomi tumbuh, kesejahteraan rakyat akan dapat kita tingkatkan, dan akhirnya cita-cita bersama kita untuk membangun masyarakat yang maju, adil, dan sejahtera di abad 21 ini akan terwujud.
Saudara-saudara etnis Tionghoa yang saya cintai,
Hadirin yang saya hormati,
Disamping kita terus memperkuat jati diri dan persatuan kita sebagai bangsa, saya mengajak rakyat Indonesia untuk juga membangun persahabatan, kerjasama dan kemitraan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Kita hidup dalam era globalisasi, tidak mungkin satu, dua negara, satu, dua bangsa bisa mengatasi permasalahan global yang muncul pada abad 21 ini.
Kita bersama-sama harus membangun keamanan dan perdamaian dunia, harus membangun kesejahteraan bagi seluruh bangsa, harus bersama-sama mencegah pemanasan global dan perubahan iklim, yang bisa mengganggu kehidupan umat manusia sedunia. Oleh karena itu sekali lagi, marilah seraya kita memperkokoh persatuan, kebersamaan, dan tekad kita bersama untuk membangun negeri ini, mari terus kita jalin persahabatan, kemitraan, dan kerjasama dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Itulah pesan dan harapan saya. Terima kasih dan penghargaan saya sekali lagi, kepada etnis Tionghoa atas segala pengabdian, perjuangan dan andil di dalam membangun negeri tercinta ini. Dan selebihnya, marilah bersama-sama kita, seluruh rakyat Indonesia untuk terus berjuang, membangun hari esok yang lebih baik untuk masa depan kita, untuk anak cucu kita, dan untuk sejarah kita yang gemilang di masa depan.
Sekian. Terima kasih, semoga sekali lagi, rangkaian Perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh ini membawa kebahagiaan, perdamaian, dan kebaikan bagi kita semua.
Terima kasih.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



