Pidato Presiden
Sambutan Perayan Hari Raya Nyepi 1931
SAMBUTAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA PERAYAAN
DHARMA SHANTI HARI RAYA NYEPI
TAHUN BARU SAKA 1932
GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap
Jakarta, 4 April 2010
Bismillahirrahmanirrahim,
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Para Pemuka dan segenap Umat Hindu yang saya cintai,
Om Swastiastu,
Sore ini kita kembali bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena dapat menghadiri Dharma Shanti Nasional, dalam rangka Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka 1932. Oleh karena itu, pada kesempatan yang membahagiakan ini, atas nama Negara dan Pemerintah, serta selaku pribadi, saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Saka 1932 kepada segenap umat Hindu di seluruh tanah air, disertai doa dan harapan, semoga saudara semua selalu mendapat lindungan dari Tuhan Yang Maha Esa, serta mendapat kedamaian, kebahagiaan dan keberhasilan dalam menjalani kehidupan. Semoga pula, Nyepi yang saudara-saudara lakukan semakin meningkatkan kualitas mental dan spiritual dalam menghadapi tantangan hidup di masa depan.
Sebagaimana kita ketahui bersama, perayaan Nyepi bagi umat Hindu merupakan pengendalian diri, dan sebagai usaha pengekangan indera untuk mencapai puncak keheningan jiwa. Dengan keheningan jiwa ~ pikiran, perkataan dan perbuatan dapat dikendalikan, sehingga tercermin perilaku yang santun, arif dan bijaksana, serta dapat dikembangkan pula sifat parama-prema atau cinta kasih yang mendalam terhadap semua makhluk ciptaan Tuhan. Kegiatan Nyepi hakikatnya juga berkaitan dengan penyucian dan pembersihan diri dari hal-hal yang tidak baik dalam pikiran dan jiwa, guna menyongsong hari esok yang lebih baik. Sungguh sebuah proses penyempurnaan spiritualitas manusia yang baik dan sarat makna. Semoga saudara semua, segenap umat Hindu, benar-benar mendapatkan pencerahan pikiran dan penyempurnaan jiwa, sebagai bekal menjalani kehidupan yang utama.
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Di berbagai kesempatan sering saya sampaikan, bahwa pembangunan watak (character building) adalah amat penting. Kita ingin membangun manusia Indonesia yang berakhlak, berbudi pekerti, dan berperilaku baik. Bangsa kita ingin pula memiliki peradaban yang unggul dan mulia. Peradaban demikian dapat kita capai apabila masyarakat kita juga merupakan masyarakat yang baik (good society). Dan, masyarakat idaman seperti ini dapat kita wujudkan manakala manusia-manusia Indonesia adalah manusia yang berakhlak dan berwatak baik, manusia yang bermoral dan beretika baik, serta manusia yang bertutur dan berperilaku baik pula.
Itulah sebabnya saudara-saudara, kita sungguh menggarisbawahi pentingnya pendidikan dan pembangunan karakter bangsa dalam arti yang luas. Dalam arti luas, bangsa yang berkarakter unggul, di samping tercermin dari moral, etika dan budi pekerti yang baik, juga ditandai dengan semangat, tekad dan energi yang kuat, dengan pikiran yang positif dan sikap yang optimis, serta dengan rasa persaudaraan, persatuan dan kebersamaan yang tinggi. Inilah totalitas dari karakter bangsa yang kuat dan unggul, yang pada kelanjutannya akan bisa meningkatkan kemandirian dan daya saing bangsa, menuju Indonesia yang maju, bermartabat dan sejahtera di abad 21 ini.
Saudara-saudara,
Di hadapan forum yang terhormat ini saya juga ingin menyampaikan bahwa kita semua, segenap bangsa Indonesia perlu terus memperkokoh persatuan, persaudaraan dan kebersamaan kita sebagai bangsa. Persatuan adalah pangkal dari segalanya. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Dengan persatuan kita akan berhasil membangun bangsa menuju masa depan yang gemilang. Dengan persatuan kita akan mampu mengatasi berbagai tantangan dan krisis yang dihadapi bangsa kita. Dan dengan persatuan pula, kita mampu menjalankan kehidupan bernegara yang baik, bertumpu pada empat pilar utama yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Berkaitan dengan itu semua, saya menyambut baik dan mendukung tema Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1932 ini, yaitu : “Perayaan Nyepi 1932 sebagai Momentum Penyadaran Diri dan Perekat Persaudaraan untuk Bersama Memajukan Bangsa”. Dengan tema ini, saudara-saudara sungguh menyadari isu utama yang dihadapi bangsa yaitu perlunya terus menjaga persaudaraan dan persatuan, serta arah perjalanan bangsa yang kita tempuh yaitu terus membangun diri menjadi bangsa yang maju dan sejahtera. Marilah kita jalankan dan aplikasikan pesan penting dalam Tema Perayaan Nyepi ini dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, di masa kini dan di masa depan.
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Hari raya nyepi, sebagaimana tema yang saya kemukakan tadi dapat menjadi momentum untuk meningkatkan semangat kita dalam proses pembangunan lima tahun mendatang. Selain membangun watak dan moral bangsa, kita juga ingin mewujudkan tingkat kesejahteraan rakyat yang semakin tinggi, melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing, kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia, jati diri dan budaya bangsa.
Kita juga ingin mewujudkan masyarakat, bangsa dan negara yang demokratis, bermartabat, dan menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. Kita juga ingin mewujudkan pembangunan yang adil dan merata, yang hasilnya dapat dinikmati oleh segenap warga bangsa di seluruh tanah air. Kunci dari semuanya itu adalah kesadaran dan kebersa-maan di antara segenap komponen bangsa untuk bekerja sama dalam proses pembangunan yang kita jalankan.
Maju mundurnya negara kita, ditentukan oleh kita semua. Pembangunan mustahil dapat berjalan baik tanpa keterlibatan segenap komponen bangsa. Pembangunan mustahil dapat terus berkembang dan maju tanpa partisipasi rakyat. Karena itulah, mari kita bangun negeri kita tercinta ini dengan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan tanggung jawab.
Saudara-saudara Umat Hindu di seluruh tanah air yang saya cintai,
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Parisada Hindu Dharma Indonesia. Parisada Hindu Dharma Indonesia, telah menunjukkan darma bakti dan pengabdiannya dalam membimbing dan membina umat Hindu di tanah air, serta membangun kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Saya mengajak Parisada Hindu Dharma Indonesia dan segenap Umat Hindu di seluruh tanah air, untuk terus merajut persaudaraan yang hakiki, dan merekatkan hubungan sosial di antara seluruh warga bangsa. Mari kita tingkatkan saling percaya, saling peduli dan saling membantu satu sama lain.
Mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa yang serasi, selaras dan seimbang. Mari kita junjung tinggi nilai-nilai Tri Hita Karana, yang mengedepankan keserasian hubungan antara manusia dengan Tuhan, antara sesama umat manusia, dan juga antara manusia dengan lingkunganya.
Akhirnya, kepada umat Hindu di seluruh tanah air, sekali lagi saya ucapkan Selamat Tahun Baru Saka 1932, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa melimpahkan karunia-Nya kepada kita semua.
Terima kasih.
Om Santi, Santi, Santi, Om.
Jakarta, 4 April 2010
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO



