Pidato Presiden

Sambutan pada Pembukaan Raker dengan Para Menteri dan Gubernur

 

TRANSKRIP
SAMBUTAN PRESIDEN RI
PADA ACARA
PEMBUKAAN RAPAT KERJA DENGAN PARA MENTERI DAN GUBERNUR
ISTANA TAMPAK SIRING, BALI
19 APRIL 2010



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalaamualaikum Wr. Wb.,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia,
Para peserta di bidang pemerintahan dan pembangunan yang saya hormati,

Mengawali rapat kerja kita ini, marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas perkenan, rahmat, dan ridho-Nya, kita semua masih diberikan kesempatan dan kemampuan untuk melanjutkan pembangunan bangsa, guna meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT pada hari ini dapat melaksanakan rapat kerja, melaksanakan retreat di Tampaksiring.

Saudara-saudara,
Tujuan dari rapat kerja kali ini adalah pertama untuk membahas dan merumuskan solusi atas berbagai isu penting di bidang pembangunan yang nanti akan kita tuangkan dalam kebijakan dan strategi dalam program-program aksi, dan sebagian di antaranya akan saya tuangkan dalam instruksi presiden.

Yang kedua, tujuan raker ini adalah untuk meningkatkan koordinasi, sinkronisasi, dan sinergi dalam pelaksanaan pembangunan, baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, antara pembangunan sektoral dan pembangunan regional, dan dalam aspek internasional maupun aspek domestik.

Sedangkan tujuan yang ketiga, dengan kebersamaan kita ini dalam forum seperti ini, kita bisa lebih mencegah dan meniadakan berbagai ketumpangtindihan, overlapping, kemungkinan kekosongan karena tidak ada yang menangani, dan yang tidak kalah pentingnya, tidak untuk saling salah-menyalahkan, saling melempar tanggung jawab. Ini penting. Dengan demikian, harapan kita, pembangunan yang kita laksanakan di seluruh tanah air akan berjalan lebih efektif dan lebih berhasil lagi.

Saudara-saudara,
Ada empat agenda atau topik dalam rapat kerja ini. Pertama adalah upaya untuk meningkatkan dan mempercepat pembangunan ekonomi lima tahun mendatang. Ada kerangka waktu, ada timeline yang mesti kita penuhi.

Topik yang kedua, kita ingin melakukan evaluasi komprehensif dan kemudian menyempurnakan program-program prorakyat yang selama ini kita jalankan, utamanya program-program penanggulangan kemiskinan.

Topik yang ketiga adalah kita ingin memperluas, meningkatkan, dan juga menyempurnakan program keadilan bagi semua, justice for all. Contohnya, penegakan hukum yang benar-benar adil, keadilan sosial yang nyata dan bukan hanya retorika. Demikian juga keadilan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Sedangkan topik yang keempat atau yang terakhir berkaitan dengan itu semua. Kita ingin memastikan bahwa Indonesia dapat memenuhi dan mencapai sasaran, millenium development goals, atau MDGs yang telah menjadi komitmen dunia yang Indonesia berada di dalamnya.

Saudara-saudara,
Yang ikut dalam raker dan retreat ini adalah para pemangku kepentingan bagi suksesnya pembangunan. Pertama adalah anggota Kabinet Indonesia Bersatu II termasuk presiden dan wakil presiden, para anggota Dewan Pertimbangan Presiden, para gubernur-kepala daerah, para ketua DPRD provinsi, para kepala lembaga pemerintah nonkementerian, para direktur utama BUMN, para ekonom, para pimpinan dan pelaku dunia usaha, dan para teknolog atau para inovator, dan yang saya sebutkan ketiga terakhir tadi itu adalah para calon anggota Komite Ekonomi Nasional dan Komite Inovasi Nasional yang sebentar lagi akan kita kukuhkan.

Hadirin yang saya hormati,
Mengapa raker ini kita laksanakan dalam bentuk retreat , sebagai kelanjutan dan penyempurnaan retreat yang kita laksanakan di Cipanas beberapa saat yang lalu, dan mengapa pula kali ini kita selenggarakan di Tampaksiring, Bali? Dengan retreat minus sidang pleno setengah hari, hari ini, dan juga sidang pleno beberapa jam hari terakhir nanti, adalah agar dalam retreat kelompok demi kelompok itu, pembahasan bisa lebih fokus, bisa menggali hakikat dan inti permasalahan yang dihadapi di lapangan, di daerah.

Dan kemudian, kebersamaan kita di tempat ini tiga hari dua malam benar-benar dapat digunakan secara penuh, karena kita berada di tempat ini sudah diorganisasi tempat-tempat untuk retreat, maka kita sungguh berharap retreat ini bisa menghasilkan sesuatu yang benar-benar menjadi instrumen dan alat kendali untuk meningkatkan efektivitas pembangunan kita.

Mengapa Tampaksiring? Ini salah satu fasilitas negara, kemudian dalam suasana seperti ini, saya yakin retreat akan berhasil, barangkali saudara akan mendapatkan inspirasi, pikiran-pikiran cerdas, bagaimana kita bisa mengatasi berbagai masalah di negeri ini, dan dan kemudian bisa menelurkan kebijakan, strategi, dan program aksi yang tepat, dan mudah-mudahan pula totalitas dari apa yang kita dapatkan di Tampaksiring ini benar-benar segera setelah dirumuskan apa-apa yang harus kita rumuskan akan menjadi tuntunan, pedoman, dan sekaligus sekali lagi alat kendali bagi kita semua.

Yang baru pertama kali berkunjung ke Tampaksiring, Istana Tampaksiring ini mulai dibangun pada tahun 1957 atas prakarsa presiden pertama kita, Bung Karno, selesai dalam tiga tahun, tahun 1960 berdiri Istana Tampaksiring ini. Tampak artinya telapak, siring artinya miring karena kontur dari istana ini di ujung sana sampai dengan Tirta Empul ada kemiringan-kemiringan.

Tempat ini tentu sangat sering digunakan untuk acara-acara penting, dari dua presiden terakhir, ketika Ibu Megawati menjadi presiden, tempat ini tahun 2003 digunakan untuk state banquet, state dinner yang dihadiri oleh para pimpinan ASEAN + yang sedang melaksanakan summit di Denpasar waktu itu. Kemudian era saya, Tampaksiring ini antara lain kita gunakan untuk pertemuan bilateral Indonesia-Timor Leste yang akhirnya mengakhiri sengketa pasca kemerdekaan Timor Leste pada tahun 1999.

Saudara mengikuti tentu, berkaitan dengan yang disebut dengan pelanggaran HAM waktu itu. Lantas kita juga laksanakan pertemuan bilateral antara Indonesia dengan Singapura. Kita juga mempersiapkan Konvensi PBB tentang climate change sebagian di tempat ini, kita mempersiapkan kelahiran Bali Democracy Forum di tempat ini, dan juga ketika kita memberikan motivasi, menetapkan kebijakan untuk pengembangan pariwisata yang tahun-tahun terakhir meningkat dengan baik, dan kemudian tidak kalah pentingnya di tempat ini kita memberikan motivasi kepada anak-anak cerdas Indonesia yang meraih medali dalam olympiade science pada tingkat internasional. Tentu saja masih banyak kegiatan atau event yang dilaksanakan di Tampaksiring ini.

Dan menutup pengantar saya, saudara-saudara, selama kita berada di tempat ini tiga hari dua malam akan ada bazzar, yang punya rejeki, tolong berbagi untuk membantu ekonomi lokal. Saya sudah berkeliling di pasar bawah, di mana-mana, bagus-bagus, khas gaya Bali. Belilah agar mereka juga mendapatkan rezeki dari kehadiran kita di tempat ini. Pahalanya tinggi. Yang akan pilkada, insya Allah terpilih lagi. Kalau saya sudah jatuh tempo, sudah selesai. Yang lain-lain barangkali yang ingin menggantikan saya, Pak Boed, banyaklah beramal supaya rejeki datang dan Allah memberikan jalan yang baik.

Itulah pengantar saya, saudara-saudara, dan dengan pengantar itu, meskipun tanpa ketok palu, Rapat Kerja Bidang Pemerintahan dan Pembangunan saya nyatakan dibuka, dan setelah ini, masuk ke sesi pertama, pleno pertama untuk mendengarkan laporan dan presentasi dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tentang gambaran perekonomian kita dewasa ini.

Demikianlah, saudara-saudara, dan langsung saya persilakan saudara Menko Perekonomian untuk menyampaikan laporan dan presentasinya.

*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan RI