Pidato Presiden
Sambutan pada Jamuan Santap Malam Kenegaraan Menghormati Presiden Konfederasi Swiss
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA
JAMUAN SANTAP MALAM KENEGARAAN
MENGHORMATI
PRESIDEN KONFEDERASI SWISS
IBU DORIS LEUTHARD
ISTANA NEGARA, 7 JULI 2010
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat malam,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang Mulia Ibu Doris Leuthard dan Bapak Dr. Roland Hausin beserta delegasi pemerintah Konfederasi Swiss,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Sungguh merupakan kebahagiaan dan kehormatan bagi saya beserta istri, dapat menjamu Yang Mulia Ibu Doris Leuthard dan Bapak Roland Hausin beserta delegasi Swiss, pada acara jamuan santap malam kenegaraan yang penuh keakraban, kehangatan, dan persahabatan ini.
Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, sekali lagi, saya ucapkan selamat datang ke Indonesia kepada Yang Mulia beserta rombongan. Kami menyambut dengan gembira kedatangan Yang Mulia beserta delegasi dan para pengusaha terkemuka Swiss. Saya yakin, kunjungan Yang Mulia beserta rombongan kali ini akan memajukan persahabatan, kerja sama, dan kemitraan antara kedua negara kita.
Yang Mulia,
Saya bersyukur, tadi siang, kita telah melaksanakan pertemuan bilateral yang sangat produktif dan konstruktif. Kita membahas bersama berbagai peluang kerja sama bilateral dan juga isu-isu regional dan internasional. Kita berharap apa yang telah kita bahas dan sepakati hari ini dapat meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan kedua negara kita.
Kita juga telah bersama-sama menyaksikan penandatanganan perjanjian kemudahan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, serta nota kesepahaman untuk pengembangan objek tujuan wisata di Indonesia. Hasil penting lainnya dari pertemuan bilateral kita adalah dimulainya proses negosiasi ke arah pembentukan Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement. Saya yakin kita dapat merumuskan suatu kesepakatan yang komprehensif yang di dalamnya termasuk kerja sama investasi, perdagangan, pembangunan, capacity building dan technical cooperation yang hasilnya akan membawa manfaat nyata bagi rakyat kita masing-masing.
Yang Mulia Ibu Presiden,
Indonesia dan Swiss memiliki sejarah hubungan yang panjang dan erat. Kini, hubungan diplomatik di antara kedua negara kita telah berusia 58 tahun. Selama lebih dari setengah abad, hubungan kedua negara semakin meningkat seiring dengan kemajuan dan perkembangan di negara kita masing-masing.
Saat ini, di antara negara-negara Eropa Barat lainnya, Swiss merupakan negara investor keempat terbesar di Indonesia. Swiss telah lama menjadi pintu gerbang bagi komoditas ekspor Indonesia, seperti kopi, minyak kelapa sawit, biji coklat, dan teh untuk memenuhi keperluan industri negara Swiss, Eropa Barat, dan Eropa Tengah.
Sebaliknya, produk-produk Swiss juga telah dikenal lama oleh rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia sangat akrab dengan jam tangan produk Swiss, dan tentu saja multifunctional penknife yang di negeri kami sering disebut dengan “pisau lipat Swiss” yang sangat termasyhur itu. Masyarakat Indonesia juga telah lama menikmati produk makanan dan minuman hasil industri perusahaan Swiss yang telah lama tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Yang Mulia,
Dunia akan terus menghadapi arus globalisasi, dan oleh karena itu, setiap negara dituntut untuk meningkatkan daya saingnya. Saya mengetahui bahwa Swiss merupakan salah satu negara yang memiliki daya saing terbaik di dunia. Oleh karena itu, saya sangat menghargai berbagai program capacity building yang diberikan oleh pemerintah Swiss untuk meningkatkan daya saing sejumlah usaha kecil dan menengah Indonesia sehingga mampu memasuki pasar global.
Saya juga memberikan apresiasi pada proyek-proyek capacity building yang dilakukan oleh Swiss Import Promotion Programme yang terbukti berhasil meningkatkan daya saing sejumlah pengusaha kecil dan menengah Indonesia.
Saya juga menyambut baik rencana bantuan teknik dari pemerintah Swiss kepada pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur, guna meningkatkan keahlian pengelolaan objek wisata di Pulau Flores.
Yang Mulia,
Dalam bidang pendidikan, sejak tahun 1973, pemerintah Swiss telah membantu mengembangkan Lembaga Pendidikan Politeknik bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung. Manfaat besar dari kerja sama ini terus kami rasakan sampai saat ini. Alhamdullillah, melalui Swiss-Polytechnic-ITB, pengembangan pendidikan dan pelatihan kejuruan (vocational education and training) dapat berkembang pesat di Indonesia.
Kami juga menilai penting dukungan pemerintah dan rakyat Swiss, yang menggulirkan program Swiss-Contact dan Finance-Contact. Kedua program itu, alhamdullillah, telah ikut memberdayakan masyarakat, di berbagai ranah pembangunan.
Kami juga tidak akan melupakan segala bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh rakyat dan pemerintah Swiss, baik ketika kami menghadapi musibah tsunami di Aceh maupun gempa bumi di Sumatra Barat.
Yang Mulia,
Bagi kami, Swiss merupakan salah satu negara mitra terpenting, utamanya di bidang perdagangan dan investasi. Swiss juga merupakan salah satu negara yang mengakui dan memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan dan kemajuan yang dicapai Indonesia. Kami yakin, dengan dibentuknya Joint Economic and Trade Commission pada tanggal 26 November 2009 lalu di Jakarta, kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi dan pembangunan di antara kedua negara kita akan meningkat.
Kita berharap, kerja sama perekonomian yang kita kembangkan ini, dapat kita kontribusikan bagi terbangunnya tatanan perekonomian global yang makin adil bagi masyarakat dunia.
Yang Mulia Presiden Ibu Doris Leuthard,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya berharap kunjungan Yang Mulia beserta rombongan ke Jawa Timur beberapa saat lagi, dapat terlaksana dengan baik. Semoga pertemuan di antara pengusaha Indonesia dan Swiss pada forum bisnis di Surabaya dapat membuahkan manfaat bagi peningkatan hubungan ekonomi kedua negara kita.
Akhirnya, saya mengundang hadirin sekalian untuk berdiri dan mengangkat toast, bagi kesehatan Yang Mulia Presiden Ibu Doris Leuthard dan Bapak Dr. Roland Hausin untuk kedamaian dan kesejahteraan rakyat Swiss, dan untuk kemitraan komprehensif jangka panjang di antara Konfederasi Swiss dan Republik Indonesia.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****



