Pidato Presiden
Sambutan pada peringatan Isra'' Mi''raj Nabi Muhammad SAW
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW
TAHUN 1431 H/2010 M
ISTANA NEGARA, 9 JULI 2010
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Hadirin dan hadirat sekalian yang saya hormati,
Kaum muslimin dan muslimat di seluruh tanah air yang saya cintai,
Mengawali sambutan ini, marilah kita bersama-sama, sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kepada kita masih diberi nikmat kesempatan, nikmat kekuatan, dan insya Allah nikmat kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.
Kita juga bersyukur, pada malam ini, dengan khusyu dan tawadlu, kita kembali dapat menyelenggarakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW secara nasional, yang kali ini kita selenggarakan di Istana Negara Jakarta.
Shalawat dan salam, semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, serta para pengikut beliau, dan insya Allah, termasuk kita semua hingga akhir zaman. Kita semua berharap dan berdoa, semoga kita yang hadir pada peringatan Isra’ Mi’raj malam ini, baik di Istana Negara, Jakarta maupun di tempat-tempat lain di seluruh tanah air, senantiasa mendapatkan lindungan, rahmat, dan hidayah dari Allah SWT.
Hadirin dan hadirat yang saya muliakan,
Setelah kita mendengar dan menyimak dengan seksama uraian hikmah Isra’ Mi’raj, yang disampaikan tadi oleh Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, kita dapat memetik pelajaran dan hikmah dari peristiwa yang sangat bersejarah dan monumental itu. Peristiwa Isra’ Mi’raj yang dijalani oleh Nabi Besar Muhammad SAW, dalam perjalanan malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidhratul Muntaha, merupakan peristiwa sangat penting dalam perjalanan sejarah kenabian Rasulullah SAW dan umat Islam.
Sebagaimana uraian hikmah Isra’ Mi’raj yang telah kita dengarkan bersama, sebagai bangsa kita harus pandai bersyukur. Kita bersyukur karena telah ditakdirkan menjadi bangsa yang besar dan utuh bersatu, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita juga diingatkan untuk membangun jiwa yang bersih, dan senantiasa bersikap santun dan berpikir positif, agar kehidupan kita makin maju, makin bermartabat, dan makin sejahtera. Untuk meraih kehidupan yang seperti itu, kita juga harus menjadi bangsa yang beriman, bangsa yang berilmu, dan bangsa yang senantiasa beramal saleh.
Sebagai bangsa yang beriman, kita akan selalu mendapat tuntunan moral, akhlak, dan etika yang baik. Dengan tuntunan moral, akhlak, dan etika yang baik itu, kita dapat membangun tata kehidupan masyarakat yang aman, tentram dan damai.
Sebagai bangsa yang berilmu, kita harus senantiasa cerdas dan rasional dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini. Dengan ilmu itu pula, kita akan menjadi bangsa yang unggul dan inovatif. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita juga akan dapat memecahkan permasalahan kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan. Dan sebagai bangsa yang senantiasa beramal saleh, kita akan mampu mewujudkan kehidupan yang adil dan sejahtera.
Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.
Peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini, mengangkat tema: ”Kontribusi Dunia Islam Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Peradaban Dunia”. Tema ini saya nilai penting dan berwawasan ke depan. Kontribusi dunia Islam terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban dunia, sesungguhnya telah berjalan lebih dari 14 abad silam. Sumbangan pemikiran dalam bidang ilmu hayat atau biologi, ilmu falak atau astronomi, aljabar atau matematika, hingga ilmu kedokteran dan filsafat, merupakan bukti nyata kontribusi umat Islam terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dalam membangun peradaban dunia.
Empat belas abad telah berlalu, sejak Rasulullah memberikan teladan peradaban Islam sebagai rahmatan lil alamin. Kita menyadari bahwa misi untuk terus membangun peradaban Islam harus kita lanjutkan. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, sudah saatnya kita tampil di garda terdepan untuk membangkitkan kembali peradaban Islam. Kita memiliki potensi yang besar untuk mengembalikan kejayaan dan keagungan Islam. Kejayaan dan keagungan Islam, yang telah menghadirkan tatanan peradaban dunia yang damai dan harmonis. Negara-negara Islam di dunia, meletakkan harapan, kepada bangsa kita sebagai salah satu pemimpin kebangkitan kembali kejayaan Islam di abad ke-21 ini.
Peradaban Islam sesungguhnya adalah bagian dari puncak peradaban manusia. Peradaban yang dapat tumbuh berdampingan dengan peradaban umat lainnya di muka bumi ini, dengan damai. Kita harus berperan positif, berperan aktif dan menjadi pelaku, untuk berkontribusi terhadap kemajuan dunia Islam. Dan umat Islam di Indonesia bersama umat Islam dari negara negara lain, harus aktif berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban dunia.
Saudara-saudara,
Ajaran Islam juga membawa tata nilai dan budaya yang berorientasi pada perilaku dan cara pandang yang kreatif, inovatif, dan berkeadaban. Tata nilai dan budaya itulah yang membentuk tatanan masyarakat yang maju dan berpengetahuan. Tatanan masyarakat seperti itu pula yang telah melahirkan puncak keemasan kejayaan Islam sejak awal abad ke-7 masehi, yang dikenal sebagai The Golden Age of Islamic History.
Tata nilai dan budaya yang luhur dari peradaban Islam, harus terus kita wariskan dan kita kembangkan. Sebaliknya, nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran agama dan norma-norma kehidupan bangsa kita yang mulia, harus kita jauhi. Karena itulah, terhadap tragedi akhlak yang melanda sebagian dari masyarakat kita, seperti perilaku yang sangat menyimpang dan menodai nilai-nilai agama dan kesusilaan, saya, selaku Kepala Negara mengajak para orang tua untuk benar-benar membimbing putera-puterinya dengan akhlak yang baik. Para guru agar benar-benar mendidik murid-muridnya dengan norma, nilai, dan budi pekerti yang luhur. Dan para ulama serta pemimpin agama benar-benar mengarahkan umatnya dengan moral dan akhlak yang baik.
Kepada masyarakat luas, saya menyerukan agar dapat mempraktekkan kehidupan yang mempedomani nilai-nilai agama, nilai-nilai moral, dan nilai-nilai kesusilaan. Namun manakala perbuatan tidak terpuji dan merusak nilai-nilai agama, moral, dan akhlak itu, juga melanggar hukum dan ketentuan perundang-undangan, maka saya berharap para aparat penegak hukum untuk dapat menjalankan tugasnya secara tegas dan penuh tanggung jawab. Jangan biarkan perilaku buruk dan merusak nilai-nilai agama, moral, dan akhlak terus berkembang di tengah masyarakat kita.
Dalam kaitan itu, sering saya kemukakan bahwa di negeri ini, tidak ada kebebasan dan hak yang tanpa batas. Kebebasan, meskipun mengatasnamakan demokrasi dan hak-hak asasi manusia, juga ada tata krama dan batasannya, sebagaimana yang tercantum dalam konstitusi kita. Ini berlaku bagi siapapun yang memegang hak dan kebebasan. Ini juga berlaku bagi para pelaku demokrasi di negeri ini.
Jika kita semua, negara, dan bahkan para penegak hukum menjalankan tugasnya dengan baik, sebagaimana yang saya gambarkan tadi, maka hilangkanlah pikiran dan tuduhan bahwa seolah-olah kebebasan dan hak mulai dibatasi. Hilangkan pula anggapan, bahwa negara dianggap terlalu campur tangan dalam kehidupan individu atau ranah kehidupan masyarakat. Justru sebaliknya, negara, pemerintah, dan masyarakat ingin menyelamatkan akhlak, moral, dan budi pekerti masyarakat dan bangsa kita.
Hadirin dan hadirat yang saya muliakan.
Mengakhiri sambutan ini, melalui momentum peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini, saya mengajak kaum muslimin dan muslimat di seluruh tanah air, untuk mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan membangun tatanan masyarakat yang berilmu.
Kepada segenap jajaran pemerintahan yang tengah mendapatkan amanah rakyat, mari kita bekerja keras untuk memajukan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat dan bangsa kita. Mari kita tetap teguh dan gigih menjalankan amanah rakyat. Seberat apapun persoalan dan tantangan yang kita hadapi, marilah kita menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan. Marilah kita memimpin dengan hati dan ilmu, dan dengan kebijakan yang mengayomi rakyat.
Kepada segenap kaum muslimin di seluruh tanah air, mari kita bangun negeri yang kita cintai ini, di atas fondasi keimanan dan ketaqwaan yang kuat, serta akhlak yang mulia. Mari kita kembangkan ketulusan, kebersihan jiwa, dan kesucian nurani, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, agar bangsa kita tampil sebagai bangsa yang maju, terhormat, dan berperadaban mulia.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk, dan perlindungan-Nya kepada kita sekalian, dalam membangun hari esok yang lebih sejahtera, demokratis, dan berkeadilan.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****



