Pidato Presiden

Sambutan pada Pengukuhan Dewan Pembina, Dewan Kehormatan dan Pengurus DPP Partai Demokrat

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN KETUA DEWAN PEMBINA PARTAI DEMOKRAT
PADA ACARA
PENGUKUHAN DEWAN PEMBINA, DEWAN KEHORMATAN DAN PENGURUS DEWAN PIMPINAN PUSAT (DPP) PARTAI DEMOKRAT MASA BAKTI 2010-2015
RAFFLES HILLS, CIBUBUR
10 JULI 2010



Bismilahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati saudara Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, para anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, para pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, para pimpinan daerah Partai Demokrat, para kader Partai Demokrat yang saya cintai,

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Pada kesempatan yang membahagiakan, yang bersejarah dan yang insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak saudara semua untuk sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas perkenan rahmat dabn ridho-Nya, kita semua masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan bakti, tugas, dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta dan juga kepada Partai Demokrat yang sama-sama kita cintai dan kita banggakan.

Kita juga bersyukur pada malam hari ini, baru saja dilantik dan dikukuhkan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, dan Dewan Pembina Partai Demokrat. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan selamat kepada saudara semua, dan selamat bertugas semoga senantiasa berhasil di dalam menjalankan tugas-tugas saudara.

Saya minta saudara semua, para pengurus sungguh bekerja secara aktif selama 5 tahun ke depan, dan bukan hanya aktif pada saat menjelang pemilihan umum atau pemilu 2014 mendatang. Meskipun tidak ada pakta integritas maupun kontrak kinerja, saya dan Ketua Umum sungguh berharap agar saudara semua benar-benar bisa menjaga integritas dan perilaku yang baik.

Yang tidak bisa menjaga, lantas terlibat dengan permasalahan hukum, Partai Demokrat tidak bisa melindunginya. Demi keadilan, hukum harus ditegakkan. Manakala ada Partai Demokrat yang melanggar etika, Dewan Kehormatan juga akan memberikan sanksi etika. Mari kita jaga dengan baik integritas yang merupakan modal dasar bagi politisi dan partai politik di negeri kita, khususnya untuk partai kita sendiri.

Yang kedua, saya dan Ketua Umum juga sungguh berharap agar saudara semua bisa menunjukkan kinerja dan prestasi yang baik. Saudara adalah kader-kader terpilih yang sama-sama kita yakini akan mampu mengemban tugas yang tidak ringan, tetapi mulia ini.

Saudara-saudara,
Sebagai awal penugasan kita pada masa bakti 2010-2015 ini, selaku Ketua Dewan Pembina, saya ingin menyampaikan sejumlah arahan untuk dipedomani oleh keluarga besar Partai Demokrat di seluruh tanah air.

Pertama, saya mengingatkan, partai kita adalah partai tengah, yang berideologi Pancasila dan berpaham nasionalis religius. Garis dan prinsip dasar politik kita, saya senantiasa mengingatkan kepada saudara semua sejak tahun 2001, mulai sering saya sampaikan sejak tahun 2004, adalah politik yang cerdas, politik yang rasional, bukan emosional, politik yang menawarkan solusi, bukan hanya mengkritik dan menyalahkan, dan politik yang berkualitas, yang diangkat memang masalah-masalah yang penting, dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara kita.

Kalau kita terus menjalankan politik yang cerdas ini, meskipun sering menghadapi tantangan dan rintangan, tetapi akan selamatlah perjalanan bangsa kita, negara kita, dan akan makin berjaya partai Demokrat yang kita cintai ini.

Garis politik yang kedua, adalah politik yang bersih. Jangan ditawar-tawar. Yang ketiga adalah politik yang santun. Demokrasi pun ada tata kramanya. Kebebasan yang diangkat dalam alam demokrasi pun ada etikanya. Oleh karena itu, saya sungguh berharap sampai kapanpun Partai Demokrat terus menjalankan prinsip dasar politik kita, politik yang cerdas, politik yang bersih, dan politik yang santun.

Banyak orang barangkali mencemooh, meremehkan, “Ah, itu terlalu idealis.” Tidak apa-apa. Kita telah membuktikan sejak berdirinya Partai Demokrat, pemilu 2004, pemilu 2009 dengan garis politik ini, alhamdulilah, kita bisa berhasil dalam kedua pemilu dan bisa menunjukkan bakti kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Politik adalah siasat, politic is choosing, memilih, itu pilihan kita. Kalau ada yang memilih garis dan prinsip politik yang lain, kita persilakan. Tapi itulah pilihan kita, insya allah akan menuntun kita pada pencapaian tujuan yang besar, tujuan yang mulia, yang kita cita-citakan bersama.

Hal lain yang ingin saya sampaikan adalah kepemimpinan dan manajemen Partai Demokrat sekarang dan ke depan haruslah sungguh menjalankan prinsip-prinsip organisasi yang modern, dan juga tata kelola yang baik, good party governance. Elemennya adalah clean atau bersih, responsive terhadap berbagai situasi, transparan, segala kebijakan yang diambil harus diketahui oleh keluarga besar Partai Demokrat.

Jangan dipribadikan, akuntabel, semua harus dipertanggungjawabkan. Inovatif, bisa menawarkan konsep-konsep baru. Performance based, ukurannya adalah apa yang secara konkret bisa kita berikan kepada rakyat. Capaian pemilihan umum yang harus kita ikuti setiap 5 tahun sekali. Performance based, dalam arti kinerjanya harus nyata. Disiplin, kita semua harus berdisiplin, jangan hanya bermodalkan kartu nama sebagai pengurus DPP, tetapi kurang aktif, memilih-milih kegiatan. Itu bukan kader yang disiplin.

Organisasi yang modern juga memiliki good information system, good office management. Insya allah, kita akan membangun sistem informasi dan office management yang kredibel, yang modern, yang bisa mengadministrasikan semua kegiatan partai kita di seluruh Indonesia. Dan ciri yang juga penting yang harus dimiliki oleh partai yang modern adalah good management process, segala sesuatunya harus direncanakan, planning.

Harus ditata dan diorganisasikan, organizing. Harus dijalankan dengan sungguh-sungguh actuating, dan harus dikontrol dan dikendalikan, controlling. Mari kita jalankan proses manajemen seperti itu.

Semua elemen itulah yang mencirikan organisasi yang modern. Jika dalam kongres kemarin semua bercita-cita untuk membangun Partai Demokrat yang kuat, maju, dan modern di masa depan, saya sungguh berharap semua elemen itu harus tercermin dan terwujud dalam partai kita sekarang dan di masa depan.

Saudara-saudara,
Tugas jangka pendek kita, nanti Ketua Umum akan mengelaborasi pada pertemuan-pertemuan yang akan datang, adalah mari segera kita tuntaskan konsolidasi dalam proses pergantian kepemimpinan ini, sekaligus diikuti dengan penataan manajemen partai. Konsolidasi, penataan manajemen.

Bersamaan dengan itu, maka Partai Demokrat harus segera melaksanakan tugas-tugas sebagai berikut: satu, segaris dengan pidato ketua umum tadi, Partai Demokrat harus ikut menyukseskan program pemerintah, baik di pusat maupun di daerah. Karena Partai Demokrat adalah partai pendukung pemerintah, the ruling party. Kalau kita menganut sistem ada the ruling party, ada the opposition party.

Yang kedua, Partai Demokrat juga harus melengkapi apa yang dilakukan oleh pemerintah, utamanya yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air. Saat ini Partai Demokrat jangan dulu terlalu banyak bicara, mengaitkan semuanya ke pemilu 2014. Jangan dulu, terlalu dini, terlalu cepat. Masyarakat akan bertanya-tanya, mengapa kok sudah dibawa ke kompetisi 2014 negara kita ini.

Saya juga mengingatkan etika politik yang harus kita junjung tinggi. Partai Demokrat, utamanya di daerah tidak boleh beroposisi kepada pemerintah daerah manapun. Siapapun gubernur, bupati, dan walikotanya, dari partai apapun gubernur, bupati dan walikota itu. Mengapa? Karena Presiden Republik Indonesia, Kepala Pemerintahan yang menurut Undang-Undang Dasar 1945 pasal 4 adalah memimpin pemerintahan adalah kader Partai Demokrat, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Ganjil kalau Partai Demokrat beroposisi kepada pemerintah pusat maupun Daerah. Sama dengan ganjil dan kacaunya, manakala dalam sistem yang berlaku sekarang ini, ada gubernur, ada bupati, ada walikota yang kemudian bersikap oposisi terhadap Presiden. Menciderai konstitusi karena Presiden, Kepala Pemerintahan, gubernur, bupati, dan walikota dari manapun asal partai politiknya, bagian dari pemerintahan.

Dulu sebagai anekdot tahun pertama, kedua saya memimpin negeri ini, saya berkunjung ke daerah, ada bupati, walikota dan Ketua DPRD yang cenderung menghindar. Barangkali belum paham artinya oposisi. Bagaimana mungkin gubernur, bupati, walikota, Ketua DPRD, yang DPRD itu bagian dari pemerintahan, beroposisi kepada Presidennya. Alhamdulilah, sekarang sudah tidak ada lagi. Mudah-mudahan tidak ada lagi. Sama halnya, jika dalam koalisi ini ada partai-partai politik menjadi bagian koalisi, lantas bersikap seperti beroposisi kepada pemerintah.

Ini juga ganjil dan rakyat bisa menjadi bingung. Ini fatsun politik, etika politik. Demokrat jadilah contoh dan berikan contoh dengan lebih dahulu di manapun Demokrat mendukung pemerintahan yang ada. Saya ulangi lagi, dari partai politik manapun gubernur, bupati, dan walikota wajib hukumnya Partai Demokrat mendukung pemerintahan daerah itu.

Saudara-saudara,
Kalau yang saya sampaikan tadi saudara jalankan, kita jalankan, mulai menjalankan manajemen organisasi yang benar, kemudian gigih mendukung dan menyukseskan program-program pemerintah, kemudian pada saatnya nanti dalam pemilu 2014, kita mengembangkan strategi, taktik dan kepemimpinan pemilu yang tepat, sebagaimana tahun 2009 yang lalu, insya Allah, partai kita akan berhasil lagi dalam pemilu yang akan datang.

Tidak ada yang serba kebetulan saudara, tidak ada jalan pintas. Tidak ada yang sukses tanpa perencanaan dan persiapan yang baik. Yakinilah, kita praktekkan tahun 2004, kita praktekkan 2009. Oleh karena itu, marilah kita lanjutkan perjuangan kita untuk partai yang kita cintai, untuk rakyat, untuk bangsa dan untuk negara.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pendiri partai Demokrat, para pengurus pusat di periode-periode sebelumnya dan seluruh kader Demokrat atas segala jasa dan pengabdiannya. Saya mengucapkan selamat datang kepada tokoh, baik pada tingkat nasional maupun daerah yang berkenan berjuang bersama-sama Partai Demokrat. Sekali lagi juga untuk rakyat, bangsa dan negara kita. Keluarga besar kita insya Allah akan menjadi keluarga yang lebih kuat lagi, sehingga lebih banyak yang bisa kita abdikan untuk bangsa dan negara kita.

Itulah yang saya sampaikan dalam acara yang penting ini. Selamat berjuang saudara-saudara, selamat bertugas saudara-saudara. Tuhan beserta kita.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.




*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan