Pidato Presiden
Sambutan pada Peninjauan Sekolah Calon Tamtama (Secata)
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN RI SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
PADA PENIJAUAN SEKOLAH CALON TAMTAMA (SECATA)
DI PANGALENGAN, JAWA BARAT
TANGGAL 7 AGUSTUS 2010
Bismillahirrahmaniirrahiim,
Assalamu’alaikum Wr, Wb
Salam sejahtera untuk kita semua,
Para perwira, bintara, tamtama dan calon tamtama yang saya cintai dan saya banggakan
Ibu-ibu, saudara-saudara, hadirin sekalian yang saya muliakan
Alhamdulillah, hari ini kita dapat bertemu di tempat ini, semoga berkah Allah SWT menyertai kita semua. Saya bersama Ibu Negara, bersama para menteri, gubernur, pimpinan Angkatan Darat, pimpinan Kodam III Siliwangi dan para pejabat yang lain berkunjung ke Pangalengan hari ini sebenarnya untuk meninjau daerah ini setelah dulu mengalami bencana dan kemudian di bangun kembali seperti apa hasil pembangunan kembali itu.
Saya datang tadi ke tempat dibangunnya kembali sekolah dasar, SD I, SD III Pangalengan dulu yang rusak, yang hancur dan kemudian alhamdulillah bisa kita bangun kembali dan sekarang saya juga meninjau karena saya mendapatkan laporan bahwa tempat ini juga mengalami kerusakan yang cukup serius dan termasuk contohnya masjid yang berdiri di depan kita ini, dipindahkan dari masjid lama yang juga mengalami kerusakan berat.
Saya mendapatkan laporan dari pimpinan pendidikan ini sudah 65% rehabilitasi dan rekonstruksinya, juga ada bantuan dari Kementerian Pertahanan, terimakasih pak menteri serta tentu anggaran dari yang lain. Saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada prajurit Kodam III Siliwangi yang dalam penanganan bencana di waktu yang lalu juga melakukan baik kegiatan tanggap darurat maupun pembangunan kembali atau yang di sebut dengan rekonstruksi dan rehabilitasi. Itu contoh dari bhakti TNI yang baik, dari manunggal TNI masuk desa yang baik, terimalah ucapan terimakasih dan penghargaan saya.
Yang kedua, saya melihat siswa Sekolah Calon Tamtama yang dilatih oleh pelatih di lapangan itu saya ketahui drill regu dalam serangan, betul? Pendidikan seperti ini penting, sama pentingnya dengan pendidikan non militer pada tahap awal. Kalau pendidikan di tingkat dasar ini benar selama menjadi prajurit nanti, ada yang menjadi bintara, ada yang menjadi perwira maka 35 tahun, 40 tahun kemudian mereka akan menjadi prajurit-prajurit yang baik. Tetapi kalau pendidikan awal seperti ini pendidikan pembentukannya tidak baik atau salah kemungkinan besar lulusannya juga akan menghadapi banyak masalah. Oleh karena itu, saya meminta pimpinan TNI AD Pak George, Pangdam dan semua para perwira yang ada disini untuk terus memberikan perhatian pada pendidikan pembentukan Secata, Secaba, Secapa dan bahkan Akademi Militer.
Siapkan mental mereka, siapkan fisik mereka, siapkan keterampilan mereka, siapkan kerukunan mereka, tanggung jawab mereka dan sebagainya. Jangan sekedar melaksanakan pendidikan tetapi hasilnya tidak optimal, atau si pemimpin harus sampai pada tingkat seperti ini sama dengan pendidikan di luar militer. Mendiknas ada di sini kalau pendidikan awalnya benar sejak SD, SMP kedepannya benar, mentalnya bagus, kemudian kecakapannya, keterampilannya dan sebagainya. Sama halnya dengan pendidikan militer. Oleh karena itu, saya ucapkan selamat berlatih, selamat mengikuti pendidikan saya minta kalian berhasil semuanya. Sanggup? Sanggup menjadi prajurit yang baik? Saya mendoakan dengan latihan yang tekun kalian berhasil semuanya nanti.
Ibu-ibu hari ini juga bernostalgia, dulu saya bertugas di Dayeuh Kolot pada Batalyon 330 di sana, lintas Udara Kujang I meskipun sekarang pindah ke Cicalengka saya kurang lebih 10 tahun berdinas di Satuan Kujang dan sebagian besar di Dayeuh Kolot. Saya sering latihan di sini, di Pengalengan, di Ciwidey, di Banjaran, Arjasari, Soreang dan sekitarnya, sehingga medan-medan ini tidak asing. Masih indah, masih sejuk, saya tidak tahu masih ada karedok apa tidak, masih ada …temannya apa karedok itu? Lotek, masih ada semuanya. Itu kesenangan prajurit, gajinya kecil, gajinya pas-pasan tapi di hati senang karena semuanya untuk negara dan bangsa.
Itu yang ingin saya sampaikan dan sekali lagi terimakasih saya pada para pelatih, mana pelatihnya angkat tangan. Pelatih dengan penuh kasih sayang tapi tegas, keras dalam arti mendidik. Kalau pelatih tidak tegas, tidak keras tapi juga tidak sayang mereka tidak akan berhasil mengemban tugas kelak. Ingat berlatih hari ini, bertempur hari esok, betul? Oleh karena itu laksanakan tugas kepelatihan dengan baik karena pahalanya tinggi sekali untuk menyiapkan prajurit-prajurit yang profesional. Dan untuk para calon tamtama atau siswa Secata sampaikan salam saya nanti pada orang tua dan saya ucapkan selamat bertugas semoga berhasil.
Itulah yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan ini, para prajurit, Ibu-ibu, saya setelah ini melanjutkan kegiatan mengunjungi lagi satu titik yang juga bernuansa pendidikan, yaitu rumah pintar kerjasama antara ITB dengan Ibu-ibu SIKIB, dan masyarakat setempat itu juga mendidik masyarakat dalam arti luas. Mengapa saya sangat peduli, saya sangat serius. Saya sering datang ke lembaga pendidikan di seluruh tanah air karena masa depan negara kita akan maju kalau pendidikannya maju. Inilah yang ingin saya sampaikan.
Sedikit tadi apa namanya pagi-pagi ada tulisan di koran pengamanan Presiden dianggap super ketat. Begini, saya juga sangat tidak ingin ketat begitu, saya ingin lebih relaks. Saya ingin santai seperti yang lain-lain, bisa ketemu, bisa belok ke warung kecil untuk makan karedok misalnya dan seterus, dan seterusnya. Tapi Paspampres ini menjalankan tugas negara, menjalankan undang-undang. Kalau mereka lalai menjalankan undang-undang, mereka sebagai prajurit salah. Oleh karena itu saya meminta pengertian masyarakat luas kalau ada pembatasan-pembatasan itu semata-mata Paspamres menjalankan tugasnya, bukan mengada-ada. Oleh karena itu saya minta pengertiannya dan saya meminta maaf kalau memang mereka ya harus seperti itu karena tugasnya memang seperti itu.
Kemudian saya mendapat laporan tadi malam dari jajaran pengamanan, tapi tidak perlu menjadikan apa-apa. Ada diantara anak bangsa kita yang memang punya niat yang tidak baik, yang sekarang ada di sekitar Ciwidey. Tapi insya Allah Tuhan beserta kami semua yang menjalankan tugas negara ini, karena tidak akan pernah menang terorisme di bumi Indonesia ini, tidak akan pernah. Dan justru mengorbankan anak-anak yang tidak berdosa mengorbankan semua. Oleh karena itu bagi jajaran pengamanan laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya yang profesional. Saya akan tetap menjalankan tugas dan tidak boleh terganggu dengan ancaman apapun. Itu saja yang saya ingin sampaikan, terima kasih.
Selamat berlatih, selamat bertugas, selamat berkarya Tuhan beserta kita.
Wassalamu’alikum Wr. Wb.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



