Arsip Sudut Istana

« Juli 2008 »
M S S R K J S
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Serba-Serbi

Pesawat Khusus Kepresidenan RI

Presiden SBY dan Ibu Ani saat tiba di Kuala Lumpur, Malaysia, menggunakan pesawat khusus Airbus A 330-300 milik Garuda, 6 Juli 2008. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani saat tiba di Kuala Lumpur, Malaysia, menggunakan pesawat khusus Airbus A 330-300 milik Garuda, 6 Juli 2008. (foto: abror/presidensby.info)
Untuk mengefektifkan kegiatan-kegiatan presiden dan tugas-tugas kenegaraan yang dilaksanakan, baik di dalam maupun di luar negeri, semua presiden Indonesia menggunakan pesawat kepresidenan. Sama seperti para kepala negara atau kepala pemerintahan negara-negara lain.

Pesawat Khusus Kepresidenan di Indonesia memang tidak sama dengan Air Force One yang dimiliki Amerika Serikat. Namun, pesawat-pesawat tersebut mampu memenuhi semua kebutuhan Presiden Republik Indonesia ketika berada di atas udara.

Untuk kepentingan kepresidenan, Presiden pertama RI, Bung Karno, membeli sebuah pesawat Jetstar dari perusahaan Lockheed. Pesawat eksekutif ini mampu membawa 12 orang, dan ditempatkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Semetara itu, ketika masa pemerintahan Soeharto, digunakan pesawat C130 Hercules dan Kelikopter SA 330 Puma serta SA 332 Super PUma milik TNI Angkatan Udara. Sedangkan untuk perjalanan ke luar negeri, Soeharto menyewa pesawat milik Garuda Indonesia. Ketika kondisi perekonomian membaik, Presiden Soeharto membeli pesawat Foker 28 yang dioperasikan oleh perusahaan penerbangan Pelita Air Service (PAS) dan pada awal tahun 1990-an pesawat kepresidenan diganti dengan jenis BAe -146 buatan pabrik British Aerospace, Inggris.

Ketika Abdurrahman Wahid menjadi presiden, pesawat Boing 707 milik TNI-AU digunakan sebagai pesawat kepresidenan dan telah dimodifikasi sedemikian rupa hingga memenuhi persyaratan sebagai pesawat kepresidenan yang mampu terbang lintas benua. Pada era Megawati Sukarnoputri, pesawat kepresidenan yang dipergunakan dalam mendukung tugas-tugas kepresidenan adalah pesawat jenis RJ 85 milik PAS, MD-11 milik Garuda, dan helikopter milik TNI AU.

Saat ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggunakan pesawat RJ85 yang memiliki jarak tempuh pendek, sekitar dua jam terbang. Selain pesawat itu, ada juga pesawat tipe Fokker 28 dan Boeing 737-200 untuk perjalanan jarang menengah. Untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, Presiden SBY menggunakan Airbus A 330 seri 300 yang berkapasitas 350 penumpang.

Terakhir kali Presiden SBY menggunakan pesawat Airbus A 330 seri 300 adalah ketika Presiden SBY berkunjung ke Malaysia, lalu ke Jepang untuk menghadiri KTT G8 Hokkaido Toyako Summit. Di sana, Presiden SBY menjadi pembicara utama mengenai ketahanan pangan dan krisis energi. (mit)