Arsip Sudut Istana

« Agustus 2008 »
M S S R K J S
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      

Serba-Serbi

17-an di Istana

Ramai dengan Pertandingan Tenis Meja "Piala Ibu Negara"

Salah satu pertandingan tenis meja antarkaryawan istana, memperebutkan Piala Ibu Negara, dalam rangka memperingati HUT ke-63 RI. (foto: istimewa)
Salah satu pertandingan tenis meja antarkaryawan istana, memperebutkan Piala Ibu Negara, dalam rangka memperingati HUT ke-63 RI. (foto: istimewa)
Memasuki bulan Agustus suasana peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-63 Republik Indonesia sudah mulai terasa. Gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, jalan-jalan dan rumah-rumah warga sudah mulai memasang dekorasi bernuansa merah dan putih. Istana Kepresidenan sebagai tuan rumah sebagian besar rangkaian acara peringatan HUT Proklamasi juga sudah mulai berhias. Mendekati peringatan Detik-detik Proklamasi kesibukan para petugas mendirikan panggung-panggung kesenian, tenda dan dekorasi merah-putih pun semakin bertambah.

Kesibukan seperti ini hampir setiap tahun terjadi. Namun disela-sela kesibukan rutin tersebut nampak juga kegiatan yang baru tahun ini diselenggarakan di lingkungan Istana Kepresidenan yaitu pertandingan tenis meja antara karyawan Rumah Tangga Kepresiden (Rumgapres) dan perangkat Presiden. “Pimpinan saya mendapat arahan langsung dari Ibu Ani Bambang Yudhoyono untuk membuat suatu kegiatan guna mengakrabkan seluruh karyawan di lingkungan Istana dengan unsur-unsur pendukung di luar karyawan istana seperti Staf khusus Presiden yang berada di bawah struktur Seskab atau Paspampres dalam rangkat menyambut 17 Agustus,” kata Edison Siahaan, Kepala Bagian Kepegawaian Rumah Tangga Kepresiden.

“Setelah itu baru kami pikirkan kegiatan apa yang bisa dilaksanakan untuk mencairkan suasana serius, tegang dan lelah dalam setiap kegiatan mendampingi Bapak Presiden dalam bekerja,” ujar Edison. “Akhirnya kami mendapatkan ide untuk membuat lomba tenis meja antara karyawan dan perangkat Presiden yang memperebutkan “Piala Ibu Negara”. Kami sebut “Piala Ibu Negara” dalam tanda kutip karena ini sebenarnya adalah ide Ibu Negara dan rencananya Ibu Negara juga yang memberikan pialanya. Kalau Piala Ibu Negara beneran kan harus dipertandingkan pada tingkat nasional,” jelas Edison.

Pertandingan tenis meja yang berlangsung dari tanggal 6 sampai 11 Agustus 2008di teras Wisma Negara berlangsung sangat meriah. Ada 11 tim dari setiap biro rumgapres dan perangkat Presiden yang bertanding memperebutkan ”Piala Ibu Negara” antara lain, Biro Protokol. Biro Pers dan Media, Biro Administrasi, Staf Khusus Presiden, Presiden dan Wartawan Istana. ”Antusiasme peserta sangat tinggi sekali karena setiap kali pertandingan selalu ramai. Para suporter juga berperan meramaikan suasana. Semangat para pemain juga dipengaruhi para suporter,” Edison menerangkan.

Pertandingan selalu dilaksanakan dalam suasana serius tetapi santai. Serius karena pertandingan tetap memakai peraturan standar pertandingan tenis meja dan santai karena para pesertanya ternyata banyak yang baru pertama kali bermain tenis meja. ”Agar pertandingan tetap terkontrol dan tegas kami mendatangkan wasit dari Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia. Wasit dapat memipin pertandingan dengan baik dan sesuai dengan standar mereka tentunya,” lanjutnya.

Akhirnya pada tanggal 11 Agustus 2008 diperolehnya para juara pertandingan Tenis Meja ”Piala Ibu Negara”. Juara I adalah tim Wartawan kelompok B, juara II Biro Umum, serta juara III adalah Biro Administrasi dan Biro Istana-istana. “Secara umum penyelenggaraan kejuaraan ini tergolong sukses,” tandas Edison.

Mulai tanggal 15 Agustus 2008, rangkaian-rangkaian peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI sudah mulai dilaksanakan. Acara-acara tersebut meliputi Penganugerahan Tanda Kehormatan, pengukuhan Paskibraka, Silaturahmi Ibu Negara dengan Guru Daerah Khusus, Peringatan Detik-detik Proklamasi hingga Pawai Budaya Nusantara. (osa)