Serba-Serbi
Rabu, 10 September 2008
Selama Ramadhan, Wisata Istana Tetap Buka
Rombongan anak sekolah yang mengikuti Wisata Istana Kepresidenan berpose di depan Istana Merdeka. (foto: cahyo/presidensby.info)
Selama puasa Ramadhan 1429 Hijriah kali ini, Wisata Istana Kepresidenan tetap dibuka untuk umum setiap Sabtu dan Minggu. Hanya saja, jika biasanya Wisata Istana dibuka pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, maka selama bulan puasa buka pukul 14.00 hingga menjelang bedug maghrib berkumandang. Penutupan pendaftarannya sendiri dilayani hingga pukul 17.00 WIB. Bagi pengunjung wisata yang masih mengikuti tur menjelang bedug maghrib, jangan khawatir, pihak Istana menyediakan ta`jil gratis untuk menyegerakan berbuka puasa.
Selain jadwal kunjungan yang bergeser, tidak ada yang berubah dalam pelayanan Wisata Istana. Pengunjung tetap dilayani dengan baik di tempat pendaftaran yang terletak di lingkungan Sekretariat Negara. Setelah itu, sesuai dengan gilirannya, para pengunjung yang ditemani pemandu menaiki bus untuk menuju Ruang Serba Guna Sekretariat Negara, tempat pemutaran film dokumenter. Film berdurasi kurang lebih 15 menit tersebut menceritakan tentang sejarah Istana Kepresidenan.
Tur kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki memasuki kompleks Istana Kepresidenan. Berfoto sejenak di depan Istana Merdeka, kemudian memasuki Istana Merdeka dan melihat ruangan-ruangan bersejarah yang ada, seperti Ruang Kredential, Ruang Jepara, Ruang Tamu Ibu Negara, dan Ruang Resepsi. Sepanjang tur, pemandu akan menjelaskan mengenai seluk-beluk istana dan sejarahnya. Bila pengunjung ingin bertanya, jangan ragu-ragu untuk menyampaikannya karena pemadu pasti akan menjawab rasa penasaran pengunjung tentang Istana.
”Saya senang sekali kalau Wisata Istana ini tetap dibuka pada bulan puasa. Lumayan, saya dan keluarga bisa menghabiskan waktu dan ngabuburit di Istana,” kata Ishadi, pengunjung asal Tangerang yang datang bersama istri dan ketiga anaknya. ”Tadinya saya pikir selama bulan puasa wisata ini ditutup, tapi ternyata dibuka, ya alhamdulillah. Tadi saya juga lihat ada pengunjung dari Manado yang datang. Kalau istana ditutup tentu mereka yang datang dari jauh akan kecewa sekali,” Ishadi menambahkan. (osa)



