Serba-Serbi
Rabu, 17 September 2008
Gedung Sayap Timur Setneg
Bangunan enam blok ini sekarang untuk kantor para anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) beserta para Staf Khusus Presiden dan UKP3R.
Menurut Waluyo, Kasubag Bangunan Setneg, bangunan ini semula untuk tiga lembaga. Blok satu hingga tiga tempat berkantor para anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Lalu, blok lima digunakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan blok enam dipakai Menristek. ”Kedua departemen ini dulunya numpang karena belum punya kantor. Sekarang sudah pindah karena masing-masing sudah punya kantor baru,” ujar Waluyo.
Sedangkan Blok empat merupakan bangunan penghubung antar blok. Gedung ini beratap lengkung, berhadapan pas pintu gerbang. Ada 28 tiang raksasa menopang bangunan Blok empat. Dulu, di sinilah Markas Komando (Mako) Paswalpres.
Bangunan ini sengaja tidak dicat, dibiarkan tetap alamiah dengan bahan semen sehingga. Jadi tak perlu perawatan khusus, mengecat ulang, misalnya. "Kita hanya memerlukan antilumut dan jamur dalam merawat bangunan ini," Waluyo bercerita.
Selain Kementerian PAN dan Ristek yang pernah menumpang berkantor di sini, tercatat banyak lagi lembaga pemerintah dan departemen yang transit di sini, sebelum memiliki gedung kantor sendiri. Misalnya, Bakornas, Departemen Kelautan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Gedung ini juga rencananya digunakan Wakil Presiden untuk berkantor. Malah kami telah membuat pagar penahan bom, tapi sampai sekarang belum ditempati,” Waluyo menjelaskan.
Terhitung sejak 1 September 2009, seluruh staf khusus Presiden SBY dan anggota UKP3R untuk sementara juga “numpang “ di blok lima dan enam gedung milik Sekretariat Negara ini. Pasalnya, gedung bekas Binagraha yang selama ini menjadi kantor para Staf Khusus Presiden sedang direnovasi. (win)



