Arsip Sudut Istana

« Februari 2010 »
M S S R K J S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28      

Sudut Istana

Lukisan Perkawinan Adat Rusia

Foto lukisan Pernikahan Adat Rusia. (foto: istimewa)
Foto lukisan Pernikahan Adat Rusia. (foto: istimewa)
Istana Kepresidenan menyimpan banyak sekali benda seni. Lebih dari dua ribu lukisan yang tersebar di seluruh Istana Kepresidenan, baik Istana Tampaksiring di Bali, Istana Bogor, Istana Cipanas, Istana Merdeka dan Istana Negara di Jakarta, ataupun Istana Gedung Agung Yogyakarta. Jika kita berkunjung ke Istana Bogor, kita dapat menyaksikan lukisan berukuran besar yang terletak pada ruang kerja Presiden, Gedung Induk.

Lukisan tersebut adalah satu dari tiga mahakarya yang diciptakan pelukis Rusia, Konstantin Egrovick Makowsky. Lukisan itu diberi judul Perkawinan Adat Rusia. Lukisan yang diciptakan tahun 1881 ini diberikan Presiden Rusia kepada Presiden Soekarno di tahun 1956 sebagai hadiah. ”Presiden Soekarno dipersilahkan untuk memilih sendir lukisan itu," ujar Kepala Bagian Museum dan Sanggar Seni Istana-istana, Ade Wahyuni.

Lukisan bernuansa gelap itu menggambarkan sepasang pengantin yang menggunakan pakaian pernikahan Rusia sedang melakukan upacara adat di sebuah ruangan. Ruangan yang dihiasi berbagai ornamen-ornamen khas Rusia itu dipenuhi sanak saudara dan handai taulan kedua pengantin. Ada sepasang anak kecil yang memegang lilin, sekolompok perempuan yang sedang menikmati hidangan dan sekelompok laki-laki yang sedang membantu pengantin menjalankan ritual pernikahan.

Karya Konstantin Egrovick Makowsky yang besar hanya berjumlah tiga didunia. "Dua lukisan berada di Indonesia dan satu berada di London, Inggris. Rusia sendiri tidak memiliki lukisan karya Egrovick Makowsky ini” ujar Ade. Ade mendapat informasi tersebut dari ahli lukisan asal Rusia yang sempat merestorasi lukisan tersebut.

Lukisan cat minyak ini berukuran 295 x 454 cm dan mempunyai perawatan rutin satu tahun sekali. Namun perawatan ini juga tergantung dari identifikasi lukisan, lalu dilakukan klasifikasi mulai dari perawatan ringan, sedang, hingga besar. “Kalau yang kondisi nya masih baik tentunya ya tidak kita lakukan perawatan, tetapi hanya perawatan pembersihan,” jelas Ade. “Restorasi itu sendiri masih belum bisa kita lakukan sendiri. Untuk restorasi sedang dan berat, kita masih tergantung pada tenaga ahli,” lanjut Ade.

Lukisan Perkawinan Adat Rusia itu hanyalah satu dari sekian banyak benda seni koleksi Istana. Pada masa pemerintahan SBY, Istana menganggarkan secara bertahap untuk pembangunan museum di tiap-tiap Istana Presiden. Tujuannya agar masyarakat dapat menikmati semua benda seni koleksi Istana. Museum seni itu sendiri baru ada di Istana Gedung Agung, Yogyakarta. (dit)