Patung Sang Pertapa di halaman Istana Presiden Jakarta. (foto: archie/presidensby.info)
Bila suatu saat anda berjalan-jalan ke Istana Presiden atau mengikuti tur Wisata Istana Kepresidenan Jakarta, sempatkan untuk menengok Kupel Istana atau Gazebo Istana. Terletak di halaman belakang Istana Negara, tepat di depan Kantor Presiden. Dulu, kupel ini merupakan tempat anak-anak Presiden Soekarno bersekolah. Saat ini, kupel tersebut sering digunakan Presiden SBY untuk acara-acara informal, seperti wawancara dengan media-media.
Namun sebelum anda sempat menginjakkan kaki ke dalam kupel ini, jangan lupa untuk memberikan perhatian sedikit pada seorang pertapa yang duduk di pintu kupel, dengan tongkat terangkat. Jangan khawatir, sang pertapa ini takkan menyakiti anda atau memberikan soal ujian sebelum anda masuk ke dalam kupel. Sang Pertapa ini adalah sebuah patung pahatan karya maestro pahat Indonesia, Bambang Krisyono. Di seluruh Istana dan Museum Istana terdapat 11 set patung karyanya, namun patung Pertapa ini mungkin adalah salah satu yang paling mengesankan.
Dibuat dengan menggunakan bonggol akar kayu jati berumur lebih dari 300 tahun, dengan diameter yang tidak kurang dari satu meter. Bambang Krisyono memanfaatkan guratan dan bentukan alami kayu untuk menciptakan ekspresi dan detail yang hidup. Anda bisa perhatikan bagaimana kerutan-kerutan wajah sang Pertapa yang di pahat oleh sang seniman, mengikuti alur alami dari bonggol akar yang digunakan. Jangan lupa juga untuk menelaah sesaat ukiran matanya yang ekpresif, seakan memandang anda sambil menunggu disapa. Bambang Krisyono memang terkenal dengan karya-karya pahatan dengan bola mata yang hidup.
Istana Presiden Jakarta mendapatkan patung ini sebagai hadiah dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM pada tahun 2005, tepatnya tanggal 17 Agustus 2005. Pahatan ini merupakan salah satu koleksi karya seni Istana Jakarta yang ditambahkan pada masa kepresidenan SBY. Pada upacara penyerahan, Presiden SBY sendiri memberikan penghargaan dan pujiannya terhadap patung itu. (arc)