Sudut Istana
Jumat, 5 Maret 2010
Lukisan Wajah-Wajah Presiden RI
Lukisan Wajah Presiden SBY karya Warso Susilo (foto: yuyun/presidensby.info)
Di Istana Negara Jakarta, kita bisa menjumpai berbagai macam benda seni, salah satunya lukisan wajah Presiden-presiden RI yang tergantung di ruang resepsi Istana Negara. Lukisan wajah Presiden ini diletakkan berurutan, mulai dari Presiden RI Pertama Soekarno, Presiden Soeharto, Presiden BJ. Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati dan Presiden RI yang masih menjabat, Susilo Bambang Yudhoyono.
Pembuatan lukisan wajah Presiden ini di prakarsai Presiden SBY pada tahun 2005. SBY meminta langsung kepada pelukis dalam Istana untuk melukis wajah-wajah Presiden RI dengan menggunakan foto sebagai objek lukisan. ”Pada tahun 2005, Presiden SBY meminta langsung ke saya untuk melukis wajah-wajah Presiden RI. Semua ada 6 lukisan dengan foto sebagai objek lukisan,” ujar Warso Susilo, pelukis lukisan wajah Presiden yang sudah mulai masuk ke Sanggar Seni Istana sejak tahun 1977 sampai sekarang.
”Untuk keenam lukisan, Presiden SBY memberikan waktu 6 bulan menyelesaikannya, namun saya menyelesaikannya kurang dari 6 bulan,” lanjut Warso. Menurut Warso, tidak terlalu banyak kesulitan yang dihadapi untuk melukis wajah-wajah Presiden tersebut. Kendala yang dihadapi hanyalah memunculkan karakter yang kuat dari masing-masing Presiden. ”Yang sulit itu memunculkan karakter dari masing-masing Presiden.
Ada cerita lucu ketika Warso melukis wajah Presiden Soekarno. Warso diberikan dua buah foto sebagai objek. Satu foto Soekarno dengan wajah yang lebih tua dan satunya lagi dengan wajah yang lebih muda. Warso diminta untuk berimprovisasi dengan foto-foto tersebut. ”Khusus untuk Presiden Soekarno, saya memberikan perhatian khusus. Saya diminta berimprovisasi untuk membuat lukisan wajah Presiden Soekarno agar tidak terlihat terlalu muda ataupun terlalu tua, namun tetap memunculkan karakter Bung Karno,” kata Warso.
Sebelum dipajang di Istana Negara dengan menggunakan bingkai yang terbuat dari kayu, dilapisi gips, di ukir dan di cat, lukisan yang berukuran 120 x 90 tersebut harus mendapat persetujuan akhir dari Presiden SBY. Apakah sudah sesuai atau masih ada yang harus di perbaiki. ”Lukisan-lukisan yang sudah jadi, saya ajukan ke Bapak, lalu diputuskan lukisan tersebut sudah layak atau belum,” tambah Warso.
Untuk pemeliharaannya, lukisan wajah Presiden ini mendapatkan perawatan rutin secara berkala. ”Perawatannya hanya dibersihkan dari debu. Biasanya dilakukan setahun sekali karena masih terhitung baru, sesuai dengan kebutuhan saja,” ujar Kepala Bagian Museum dan Sanggar Seni Istana-istana, Ade Wahyuni.
Menurut Warso, pembuatan lukisan wajah Presiden ini dahulunya diserahkan kepada pelukis-pelukis dari luar Sanggar Seni Istana. Baru pada tahun 1998, pembuatan lukisan wajah Presiden diserahkan kepada pelukis dari dalam Sanggar Seni Istana. (yun)



