Arsip Sudut Istana

« Agustus 2010 »
M S S R K J S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031    

Sudut Istana

Sudjojono dan Basoeki Abdullah di Bina Graha

Foto lukisan karya Sudjojono dan Basoeki Abdullah di Bina Graha. (foto: archie/presidensby.info)
Foto lukisan karya Sudjojono dan Basoeki Abdullah di Bina Graha. (foto: archie/presidensby.info)
Gatot kaca muncul dari balik kabut, seakan mengejar tokoh Pergiwa dan Pergiwati. Sedangkan tak jauh dari tempat itu, terlihat dua orang wanita, seorang pria dan seorang anak kecil membawa barang-barang, mereka berlari dipinggir sebuah sungai. Ini bukanlah potongan adegan pentas pewayangan di panggung. Kedua adegan ini terpapar beku tak berubah dalam sebuah lukisan di lobi gedung Bina Graha, Istana Kepresidenan Jakarta.

Lukisan pertama adalah sebuah lukisan "Gatot Kaca, Pergiwa, dan Pergiwati", karya Basoeki Abdoellah, sedangkan lukisan kedua adalah karya bapak seni rupa Modern Indonesia, Sindudarsono Sudjojono yang berjudul "Mengungsi". Kedua lukisan ini sekarang diletakkan bersebelahan sejak awal Agustus 2010 di gedung Bina Graha. Keduanya dipindahkan dari tempat mereka sebelumnya di Istana Negara dan Istana Merdeka.

Lukisan Mengungsi merupakan karya S. Sudjojono yang selesai dibuat pada tahun 1952, di Yogyakarta. Lukisan cat minyak diatas kanvas berukuran 95 X 149 cm tersebut dibuat saat Sudjojono sedang giat menggunakan seni untuk menegakkan Indonesia merdeka dan menentang agresi militer Belanda terhadap Indonesia. Hal ini juga mungkin yang menginspirasi tema dari lukisan Mengungsi miliknya.

Sudjojono yang lahir di Kisaran, Sumatera Utara tahun 1913 ini pernah belajar merupa dari seorang perupa asal Jepang bernama Chiyoji Yazaki. Ia juga merupakan salah satu pendiri PERSAGI (Persatuan Ahli-Ahli Gambar Indonesia) dan merupakan pelukis ternama yang hidup satu masa dengan pelukis seperti Affandi atau Soedarso.

Sedangkan lukisan Gatot Kaca, Pergiwa, dan Pergiwati, menceritakan kisah pertemuan Gatot Kaca dengan calon istrinya Pergiwa, ketika mereka berdua sedang dalam perjalanan mencari ayah mereka. Lukisan ini merupakan karya Basoeki Abdullah. Seniman yang satu ini memang terkenal akan kegemarannya melukis kejadian-kejadian terkenal, baik nyata maupun fiksi.

Karyanya yang lain misalnya adalah menceritakan peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro. Selain itu, Basoeki Abdullah juga terkenal dengan keahliannya melukis potret dan wanita cantik. Lahir di Jawa tengah pada tahun 1915, pelukis yang pernah diangkat sebagai pelukis Istana ini meninggal pada tahun 1993 karena peristiwa perampokan di rumahnya. (arc)