Arsip Sudut Istana

« September 2010 »
M S S R K J S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Sudut Istana

Si Denok

Foto Si Denok yang diambil dari buku Istana-istana Kepresidenan di Indonesia: Peninggalan Sejarah dan Budaya karya Asti Kleinsteuber
Foto Si Denok yang diambil dari buku Istana-istana Kepresidenan di Indonesia: Peninggalan Sejarah dan Budaya karya Asti Kleinsteuber
Saat anda mengunjungi Istana Bogor, selain dapat menikmati pemandangan pepohonan rindang dan rusa-rusa yang berkeliaran, juga terdapat patung-patung cantik. Salah satu patung cantik tersebut adalah Si Denok karya Trubus. Si Denok dibuat berdasarkan perpaduan dua orang wanita. Model tubuhnya diambil dari model anak pelukis Ernest Dezentje dan wajahnya diambil dari seorang wanita muda bernama Ara, anak seorang pegawai Istana Bogor.

Si Denok dibuat dari batu yang dibawa dari Tasik oleh Presiden RI pertama, Soekarno pada tahun 1950an. “Awalnya Bung Karno menelusuri kali Ciliwung, hingga akhirnya baru menemukan batu yang cocok di daerah Tasik.“ kata Ibu Wati, Kepala Istana Bogor. “Awalnya terdapat dua batu besar, satu dijadikan patung Si Denok dan satu lagi belum sempat dijadikan apa-apa. Oleh karena itu, batu besar yang belum dibentuk tersebut sekarang kita tempatkan di depan kantor Istana Bogor, sebagai elemen estetika, “ lanjut Wati.

Patung Si Denok selalu menjadi salah satu tujuan utama masyarakat yang berkunjung ke Istana Bogor. Karena penempatannya yang strategis, banyak orang selalu menyempatkan untuk berfoto bersama Si Denok. “Terletak di area outdoor dekat Gedung Induk, tepatnya disebelah kanan. Dahulu sebelum 2003 terdapat patung Pemanah Laki-laki sebagai penyeimbang yang ditempatkan disebelah kiri. Namun sekarang keduanya sudah dipisahkan,“ jelas Wati.

Ibu Wati juga menjelaskan bahwa Ara, wanita yang digunakan sebagai model wajah Si Denok sangat mirip sekali dengan patungnya jika dilihat dari sisi samping. “Saat pembuatan patung, Ara mengenakan busana sambil duduk, dan pengerjaannya dilakukan di pavilion sayap kanan Istana Bogor,“ kenang Wati.

“Bung Karno kesulitan menemukan model wajah yang pas untuk patung tersebut, hingga saat pulang ia melihat Ara berlari melewati pintu gerbang,“ terang Kepala Istana Bogor yang sempat mewawancari Ara secara langsung.

Bagi anda yang ingin menyaksikan kecantikan dari Si Denok, silahkan mengunjungi Istana Bogor yang sudah dibuka untuk umum setiap harinya. Namun untuk musim liburan Lebaran kali ini, anda harus bersabar sejenak karena pada tanggal 9-13 September 2010 Istana Bogor ditutup untuk sementara menyambut Hari Raya Idul Fitri. (dit)