Arsip Sudut Istana

« September 2010 »
M S S R K J S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Sudut Istana

Ruang Garuda Istana Bogor

Ruang Garuda di Istana Bogor. (foto: istimewa)
Ruang Garuda di Istana Bogor. (foto: istimewa)
Memasuki daerah yang berada di Kelurahan Paledang, Kecamatan Kota Bogor Tengah, Kotamadya Bogor, Jawa Barat, sekitar 60 kilometer dari Jakarta atau 43 kilometer dari Cipanas, kita bisa melihat sebuah kompleks dengan pemandangan hamparan rumput hijau yang luas dengan banyak pohon di sekelilingnya. Dimana di tengah-tengahnya terdapat sebuah bangunan megah berwarna putih dengan kolam berhiaskan bunga teratai serta semburat air mancur tepat di depannya. Bangunan ini dikenal dengan nama Istana Bogor atau dulunya bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti "tanpa kekhawatiran".

Istana Bogor merupakan salah satu istana kepresidenan yang ada di tanah air. Bangunan megah bergaya Eropa pada abad ke-19 ini memiliki konsep bangunan induk di tengah dan masing-masing sebuah bangunan di sayap kanan dan kiri. Istana ini dibangun pada 1774 dengan desain awalnya dibuat seperti Blenheim Palace, Oxford, Inggris.

Kalau ditelisik ke masa lampau, awalnya Istana Bogor dibangun dengan tiga lantai. Akan tetapi, setelah terjadi bencana gempa bumi karena meletusnya Gunung Salak pada 1834, Istana ini menjadi porak poranda. Kemudian dibangun lagi pada 1850 oleh Gubernur Jenderal Albertus Jacob Duymaer Van Twist dan selesai pada masa Gubernur Jenderal Charles Ferdinand Pahud (1856-1861). Pembangunan kembali inipun disesuaikan dengan keadaan alam Bogor, sehingga Istana hanya dibuat dengan satu lantai saja. Bangunan baru ini mengambil inspirasi kemegahan arsitektur Eropa abad 19. Dengan barisan pilar besar dan ornamen ukir bergaya klasik baroque.

Di bangunan utama Istana Bogor inilah, terdapat sebuah ruangan yang diberi nama Ruang Garuda. Ruangan ini berada tepat di bawah menara yang ada di gedung induk. Ruangan ini pada masa kependudukan Belanda sering digunakan untuk menggelar pesta dansa ataupun pesta-pesta meriah lainnya. Oleh karena itu, pada masa itu, ruangan ini dikenal dengan nama Danszaal atau ruang dansa, yaitu tempat dimana para bangsawan, pejabat pemerintah dan militer serta saudagar Belanda melakukan pesta-pesta meriah. Pada saat pesta, lampu-lampu gas yang biasanya dipakai sebagai penerangan istana diganti dengan lilin-lilin yang romantis.

Kembali ke masa sekarang. Ruang Garuda merupakan ruangan termegah dari segala ruang yang ada di semua Istana Presiden. Di ruang ini, Bung Karno pernah mengadakan resepsi-resepsi kenegaraan, mengadakan sidang kabinet, pertemuan-pertemuan internasional hingga pementasan kesenian seperti tari Lenso dan wayang kulit. Sementara pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, pertemuan para pemimpin Asia Pasific (APEC) juga berlangsung disini. Dan hingga pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ruangan ini juga digunakan sebagai ruang resepsi dan upacara resmi.

Kalau kita melihat dengan teliti arsitek ruangan ini, dapat dilihat betapa kental nuansa Eropa pada abad 19 tergambar di dalamnya. Dimulai dengan ukiran-ukiran yang ada di langit-langit ruangan yang dipenuhi dengan relief-relief bergaya Yunani, sejumlah lampu gantung besar yang ada di tengah langit-langitnya, serta pilar-pilar besar Korintia disekelilingnya yang berfungsi sebagai penyangga, semakin menambah keagungan Ruang Garuda.

Namun, mungkin kebanyakan diantara masyarakat, khususnya para generasi muda, tidak menyangka bahwa Istana Bogor yang terlihat megah, anggun, dan asri pada masa sekarang ini, pernah mengalami masa-masa paling hitam di sepanjang sejarahnya. Masa dimana ketika Jepang mengambil alih kekuasaan pada tahun 1942. Istana Bogor dijadikan markas pertahanan tentara Jepang.

Istana yang anggun dengan balutan warna putih dengan dua kolam di depan dan belakangnya dirubah menjadi basis pertahanan Jepang yang menyeramkan. Sementara bagian bawah tanah dipergunakan sebagai sel-sel tahanan untuk memenjarakan orang-orang Belanda yang ditangkap. Istana pun dirubah dengan warna hitam, sementara kolam di depan dan di belakang Istana di tutupi semak semak agar keberadaan Istana Bogor, benar-benar tersamar dan tidak terlihat oleh pasukan sekutu yang memusuhi Jepang. (yun)