Presiden SBY dan Ibu Ani, didampingi Wapres Boediono dan Ibu Herawati berfoto bersama menteri KIB II usai dilantik, Kamis (22/10) siang. (foto:abror/presidensby.info)
Istana Negara dan Istana Merdeka dibangun mengikuti konsep rumah panggung untuk memperhitungkan kemungkinan banjir atau pasang surut air. Konsep rumah panggung itu juga berfungsi sebagai sarana aliran udara atau ventilasi untuk menyejukkan isi bangunan. Dengan hadirnya teknologi penyejuk udara di masa modern, bagian di bawah ini kemudian ditembok dan diubah menjadi berbagai ruang layanan, seperti dapur, gudang dan sebagainya.
Gaya arsitektur Palladio tampak jelas dari eksterior kedua gedung ini yang menampilkan saka-saka bercorak Yunani. Ada enam saka bundar laras Doria di bagian depan Istana Merdeka. Sedangkan bagian depan Istana Negara menonjolkan 14 saka dengan laras yang sama. Kesan arsitektur Palladio juga terlihat pada bingkai-bingkai jendela dan pintu yang besar disamping lengkung-lengkung gapura di kedua sisi Istana Merdeka.
Kedua Istana Jakarta ini pun mempunyai ciri yang hampir mirip, yaitu serambi depan yang luas dan terbuka. Dari konsep awalnya yang berupa rumah panggung, maka sudah pasti untuk menuju serambi istana, harus melalui sejumlah anak tangga. Di Istana Merdeka, serambi depan itu dicapai dengan mendaki 16 anak tangga yang terbuat dari batu pualam, langsung dari arah depan. Keenam belas anak tangga ini, menjadi saksi bisu sejumlah peristiwa yang digelar di Istana Merdeka.
Ketika memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus, tangga-tangga inilah yang didaki salah seorang anggota Paskibra yang bertugas untuk membawa bendera. Di puncak anak tangga inilah, bendera Sang Saka Merah Putih diserahkan oleh Presiden RI untuk dibawa dan selanjutnya dikibarkan. Peristiwa ini sudah berlangsung sejak era Presiden RI Pertama Soekarno hingga Presiden RI saat ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Anak tangga ini juga dijadikan lokasi foto bersama Presiden dan para anggota kabinet yang baru terpilih. Pengambilan foto dengan latar belakang Istana Merdeka ini dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama, Presiden dan Wapres terpilih beserta jajaran kabinetnya berfoto bersama. Presiden dan Wapres berada di tengah-tengah barisan terdepan, dimana kanan-kirinya diapit oleh sejumlah menteri. Sementara di barisan belakangnya, diikuti para menteri yang lainnya. Untuk sesi kedua adalah sesi foto kabinet dengan para pendamping.
Foto dengan gaya seperti ini juga bisa dinikmati oleh masyarakat umum. Bagaimana caranya? Mudah sekali, yaitu dengan mengikuti program Wisata Istana yang dibuka setiap Sabtu dan Minggu. Sebelum diarahkan masuk ke dalam Istana Merdeka, para wisatawan biasanya akan diarahkan untuk melakukan sesi foto bersama dengan pose seperti foto kabinet tadi. Terasa bagai presiden atau menteri bukan?
Selain itu, anak tangga ini juga kerap dilalui oleh Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan negara sahabat yang menggelar kunjungan kenegaraan ataupun kunjungan kehormatan. Dan juga para Duta Besar Baru negara sahabat yang akan melakukan serah terima dan penandatanganan surat-surat kepercayaan.
Sebelum masuk ke ruang Kredensial yang ada di dalam Istana Merdeka, para tamu negara ini biasanya disambut terlebih dahulu di anak tangga terbawah oleh Presiden RI. Kemudian diperdengarkan lagu kebangsaan masing-masing negara sembari diiringi dentuman meriam. Untuk Kepala Negara atau Presiden, meriam akan didentumkan sebanyak 21 kali. Dan untuk Kepala Pemerintahan atau Perdana Menteri, meriam akan didentumkan sebanyak 19 kali. Setelah prosesi ini selesai, barulah Presiden RI beserta tamu negara melalui anak tangga demi anak tangga menuju ruang Kredensial Istana Merdeka.
Sementara itu, untuk Istana Negara yang memiliki serambi sedikit lebih sempit, dapat dicapai dari sejumlah anak tangga yang ada di sisi kanan dan sisi kiri istana. Bagian depannya ditutup dengan pagar balustrada. Tak kalah istimewannya dengan anak tangga yang ada di Istana Merdeka, anak tangga ini juga sering dilalui para tamu negara pada acara makan malam kenegaraan.
Selain itu, tangga ini juga kerap dilalui para tamu pada saat
open house di Hari Raya Idul Fitri. Tangga inilah yang setiap tahunnya menjadi saksi dari ribuan masyarakat Indonesia yang hadir disana secara khusus, bersalaman dengan Presiden dan keluarga untuk bersilaturahmi di hari yang fitri.
(yun)