Wawancara & Kolom

Halaman Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa, 4 Desember 2007

Dialog dengan Peserta Bicycle for Earh Goes to bali dan Kawula Muda Peduli Perubahan Iklim

 

TRANSKRIPSI
DIALOG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN PESERTA BICYCLE FOR EARTH GOES TO BALI DAN KAWULA MUDA PEDULI PERUBAHAN IKLIM
HALAMAN KANTOR GUBERNUR BALI, 4 DESEMBER 2007



Sdr. Arie Dagienk, Presenter
Ok, baik. listen a bit, terlihat mukanya tegang-tegang semua di depan Pak Presiden dan pejabat.

Pak Presidennya saja senyum. Senyum dong. Ok.

Baik, Selamat pagi sekali lagi kepada Bapak Presiden beserta Ibu, serta para Pejabat dan Hadirin yang terhormat sekalian. Buat semua Kawula Muda yang ada di Halaman Kantor Gubernur Bali dan seluruh Pendengar radio di Indonesia yang me-rely acara pagi hari ini, kebetulan di-rely 55 kota di Indonesia, Pak. Dan mereka juga bisa ikut ngobrol walaupun enggak hadir di sini dengan mengirimkan SMS melalui SMS ke 9123 dengan format “B1 spasi Nama spasi Pengalaman kamu dengan apa yang udah kamu lakukan dengan menahan global warming ini”.

Dan topik pagi ini akan kita obrolkan bersama Bapak Presiden adalah “Apa sih yang kita harus lakukan untuk mengatasi masalah perubahan iklim?” Sebelum tempat kita ini di Nusa Dua ada United Nation Climate Change Conference yang dilakukan sampai tanggal 14 nanti.

Dan kita langsung saja ngobrol santainya ya. Yuk. Ok. Bicara mengenai apa sih yang harus kita lakukan untuk mengatasi masalah perubahan iklim, ini sebagai seorang Bapak Susilo Bambang Yudhoyono di luar sebagai Presiden, ya Pak ya, kalau lagi di rumah itu apa yang Bapak lakukan untuk mengatasi perubahan iklim ini, mungkin pada Ibu, mungkin? Mungkin tempat sampahnya banyak.

Presiden Republik Indonesia
Ya, Ini untuk pendengar radio di seluruh tanah air yang saya cintai,
Kami, keluarga itu tidak ingin hanya memberikan seruan mengajak, tetapi juga harus memberi dan menjadi contoh. Rumah kami itu ya seperti komplek sini, meskipun belum setinggi pohon-pohon yang ada di sekitar kita ini, tetapi kami rajin menanam karena keyakinan yang kuat, makin hijau tempat kita tinggal, makin banyak pohon dan daun-daunan, makin bisa kita serap itu namanya karbondioksida, sehingga bisa menyehatkan lingkungan. Kalau semua komplek, semua rumah tangga seperti itu, maka tanah air kita tentu lebih segar dan lebih hijau.

Kemudian, tentu kita juga mengontrol penggunaan bahan bakar, misalnya listrik, air dan lain-lain, supaya juga dalam batas yang pas dan tidak berlebihan, akhirnya memboroskan bahan bakar larinya juga ke polusi udara. Dan yang ketiga adalah kami doktrinkan sebetulnya janganlah sering atau senang membakar sedikit-sedikit sampah dibakar. Jangan. Karena satu kibik, dua kibik, satu keranjang sampah, satu kotak sampah kalau dibakar, asapnya itu bikin susah. Ya yang kecil-kecil begini ini kami jalankan dan saya kira semua bisa melakukan seperti itu.

Sdr. Arie Dagienk, Presenter
Betul, Pak. Dan satu lagi mungkin kalau belanja sekarang nggak usah pakai kantong plastik, jadi bawa tas dari rumah. Karena plastik susah di-recycle. Itu dia. Ada yang belanja nggak pakai kantong plastik, sekarang? Oh, ternyata belum ada, bagaimana ini, Pak? Mungkin nanti bisa dibikinin kali lagi sama Menteri Lingkungan Hidup pasnya. Insya Allah ya, PR lagi.

Ok dan seperti kita ketahui disini juga telah hadir teman-teman dari komunitas Bicycle for Earth yang telah melakukan perjalanan dari Jakarta-Bali dengan melakukan sepeda. Mereka berangkat tanggal 11 November dilepas oleh Bapak Presiden dan secara estafet bersepeda ke Bali, sampai di sini, masuk Bali itu tanggal 29 November ya, masuk di Gilimanuk ya. Dan diterima oleh Bapak Gubernur tanggal 2 Desember sore dan kemudian Bapak Gubernur juga sempat muter-muter naik sepeda ya, Pak ya bareng sama pejabat juga. Kalau Pak Gubernur cuma di depan Monumen Pobutan aja muter-muter bareng-bareng sama mereka. Dan nggak menghabiskan satu tandan pisang, ya Pak ya.

Ok dan yang membanggakan ini satu, ada teman kita namanya Muhammad Vijai, dia dari Jambi, dia ke Jakarta naik pesawat bukan naik sepeda. Kasihan sendirian dia. Biasa dipanggil VJ. Ini duduk di kelas III SMP 4 Jambi, dia dari Jakarta ikut juga ke Bali. Dan mungkin mas VJ, silakan boleh ngobrol-ngobrol dengan Pak Presiden, kapan lagi. Dia tadinya putih Pak, bajunya tapi sekarang sudah berwarna. Enggak pakai sunblock sih. Silakan VJ.

Presiden Republik Indonesia
Silakan VJ. Saya senang sekali bisa bertemu dengan VJ. Ini kalau ingat VJ, biasanya ada film India namanya Inspektur VJ, cuma film India tuh polisinya biasanya kalah terus, menangnya baru belakangan baru menang begitu. VJ, apa kabar?

Vijay, Kelas III SMP 4 Jambi
Baik, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Sekolahnya dimana di Jambi?

Vijay, Kelas III SMP 4 Jambi
Di Jambi, SMP Negeri 4 Kota Jambi.

Presiden Republik Indonesia
Alhamdulillah, kelas berapa?

Vijay, Kelas III SMP 4 Jambi
Kelas 3.

Presiden Republik Indonesia
Keluarga baik-baik semuanya? Ayah, ibu? Gimana ceritanya senang bersepeda dan bagaimana ikut dalam misi besar untuk ikut menyelamatkan bumi, menyelamatkan iklim kita?

Vijay, Kelas III SMP 4 Jambi
Saya senang dan bangga bisa mengikuti acara ini, karena bisa memperjuangkan lingkungan hidup.

Presiden Republik Indonesia
Ya. Betul-betul, itu semua bagian untuk menyelamatkan bumi, menyelamatkan lingkungan hidup. Apa yang dialami? Nggak cape sama sekali kemarin 1447 KM?

Vijay, Kelas III SMP 4 Jambi
Ada sih pak capenya, tapi kitakan istirahat dengan cukup.

Presiden Republik Indonesia
Ya. Ini termasuk hemat ini. Baik. Begini, tapi ini yang muda-muda, yang ketawa-ketawa belum tentu naik sepeda sampai sini. Memang saya yakini, ini bukan hanya soal fisik, bukan hanya ketrampilan, bukan hanya mental, tapi juga semangat yang tinggi ingin betul-betul menjadi bagian dari misi yang besar menyelamatkan bumi kita. Kira-kira begitu VJ, ya. Cita-citanya, profesinya apa nanti setelah selesai sekolah?


Vijay, Kelas III SMP 4 Jambi
Jadi Polisi, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Baik. Kapolri nggak ada, ada Kapolda di sini. Tolong, ini sudah perintah ini, tolong bantu VJ untuk jadi polisi yang profesional. Persiapkan fisiknya, persiapkan mentalnya, persiapkan pengetahuannya, karena saya bukan tipe orang yang memberikan katebelece. Tapi siapkan fisik, mental, pengetahuan, Insya Allah akan diterima menjadi polisi dan polisi yang handal, yang profesional. Terima kasih.

Sdr. Arie Dagienk, Presenter
Ok VJ terima kasih, boleh kembali ke tempat. Asyik minta jadi polisi pas di depan Presiden, ada Kapolda pas banget, ada wartawan lebih pas lagi. Ok. Jadi ingat-ingat aja ya tanggal berapa hari ini. Nanti kalau lupa tinggal dikasih tahu. Korannya jangan dibuang, digunting, dikliping, ok. Ok. Baik, mereka biarpun naik sepeda, ternyata mereka juga masuk ke pom bensin, bukan ngisi bensin, buang air kecil ya, karena ternyata mereka malu untuk di pinggir jalan, di belakang pohon, maklum ada yang tua-tua juga, berumur, maksudnya.

Baik, sekarang kita lanjut. Kebetulan di sini ada satu kawula muda dari Bali, Pak. Ini namanya Made Darmajaya Aryawan, biasa dipanggil Darma. Nah, beliau ini concern sekali, peduli sekali dengan terjadinya proses terjadi pemutihan karang Indonesia yang disebabkan peningkatan suhu air laut. Dan Darma bersama teman-teman ini aktif mencegah makin parahnya proses pemutihan terumbu karang tersebut. Nah, mungkin Pak Presiden mau bertanya. Silakan Darma?

Presiden Republik Indonesia
Apa yang menjadi pikiran, menjadi kecemasan, dan saran atau harapan kepada Pemerintah, kepada kita semua seperti apa untuk menyelamatkan terumbu karang dan lautan kita?

Made Darmajaya Aryawan, Bali
Terima kasih. Selamat pagi Bapak. Saya senang sekali dapat berdiri di sini, dapat bertatap muka langsung dengan Bapak, bahkan dapat berdialog langsung. Pada kesempatan ini, saya ingin bercerita sedikit mengenai kegiatan saya beserta teman-teman dari Biologi Diving Club, yaitu salah satu klub selam Biologi yang berada di bawah Universitas Udayana.

Jadi kami dari Universitas Udayana memiliki rasa sayang begitu, karena di Bali sendiri yang kami lihat potensi pesisirnya sangat menjanjikan dalam bidang pariwisata, maupun dalam bidang konsumsi dan ornamental fish yang sangat baik. Itu di Udayana sendiri masih belum ada fakultas yang khusus untuk membidangi kelautan. Jadi kami membentuk satu himpunan, kemudian membentuk suatu klub diving yang kami beri nama Biologi Diving Club.

Kemudian, beberapa kegiatan dari klub kami adalah lebih banyak di bidang konservasi, Pak, seperti mengikuti kegiatan penanaman mangrove. Kemudian mengikuti berbagai macam kegiatan monitoring, serta monitoring terumbu karang se-Bali untuk mendapatkan data-data mengenai dimana saja daerah di Bali yang memiliki kondisi terumbu karang yang baik dan mampu bertahan secara natural untuk menghadapi pemanasan global ini.

Kemudian setelah saya selesai kuliah, kemudian saya banyak juga bekerja dengan Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat dalam hal ini untuk mengurangi tekanan-tekanan terhadap ekosistem terumbu karang, karena ekosistem harus dalam kondisi yang sangat sehat untuk dapat bertahan menghadapi laju pemanasan global ini. Seperti yang kita tahu, bahwa salah satu dampak pemanasan global adalah meningkatnya suhu permukaan air laut yang menyebabkan fenomena pemutihan karang secara global. Dan bilamana ini tidak dikelola dengan baik, maka akan menyebabkan kematian coral secara masal. Jadi kita harus menyiapkan proses adaptasi, yaitu kemampuan dari terumbu karang itu sendiri untuk dapat bertahan dengan mengurangi tekanan-tekanan. Dalam hal ini, tekanan dari masyarakat ke manfaat yang kurang bijak, seperti penggunaan bom ataupun penggunaan alat tangkap yang kurang ramah lingkungan, seperti penggunaan bom dan potasium. Mungkin itu dulu Pak, dari saya.

Presiden Republik Indonesia
Baik, Darma. Saya senang dan saya memberikan penghargaan anak muda punya pikiran seperti ini, punya aktivitas seperti ini bersama teman-temannya. Saya ingin lebih banyak lagi anak-anak muda dengan kelompoknya melaksanakan langkah nyata, sebab yang kita perlukan ini sekali lagi, langkah nyata berpikir global, bertindak lokal, berwawasan lingkungan begitu semboyannya.

Yang anda sampaikan benar. Bali ini a whole island harus menjadi satu keutuhan sehat, damai, tumbuh ekonominya dan akhirnya tumbuh kesejahteraannya, termasuk lingkungan hidupnya. Jadi kalau Bali ingin terus maju, maka lingkungan harus bisa dipelihara, apalagi eco-tourism juga menjadi andalan di Bali.

Untuk menyelamatkan lautan, terumbu karang saya dukung, karena Pemerintah, saya juga menyampaikan inisiatif tahun ini didukung oleh negara-negara di dunia yang disebut dengan The Coral Triangle Initiative, yaitu menyelamatkan wilayah lautan yang besar Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, kemudian PNG dan Solomon Island dan sudah kita canangkan, agar selamat semua wilayah kita ini yang disebut dengan amazone of the seas.

Ini kita lakukan, kalau bumi ini memanas sampai 2 derajat lebih tinggi lagi masih bisa kita kendalikan meskipun sudah banyak masalah. Tapi lebih dari itu, kutub utara, kutub es akan mencair, permukaan laut akan meningkat seperti apa nanti jadinya negara kita yang punya pulau 17 ribu. Mari kita selamatkan bumi kita dengan segala upaya, termasuk yang Darma dan teman-teman lakukan tadi. Terima kasih, sampaikan salam saya untuk semua, ya.

Made Darmajaya Aryawan, Bali
Terima kasih, Pak

Sdr. Arie Dagienk, Presenter
Ok. Baik, Darma, terima kasih. Mungkin kapan-kapan bisa diajak Pak Presiden diving kali ya, lihat pemutihan terumbu karangnya kayak apa sih. Itu kan bleaching ya, buat rambut bleaching.

Ok. Kalau tadi kita sudah ngobrol-ngobrol, kita kasih kesempatan buat yang sudah SMS, kasihan saya mau lihat dulu. Kita kembali ke yang 8 aja yang bisa jawab. Ok. Sebentar ini ada beberapa SMS. Ini dari Esa. Mau tanya sama Pak Presiden, Pak nanya dong, kenapa sih stereofoam nggak dilarang aja pemakaiannya di Indonesia? waduh, stereofoam itu Pak, gabus yang buat tempat makanan, untung itu tempatnya bagus dari anyaman, yang putih-putih itu, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Oh iya. Jadi benar banyak sekali benda-benda, barang-barang yang akhirnya sulit untuk kembali dicerna, diproses sehingga tidak mengganggu lingkungan, eperti palstik dan semua benda-benda yang Esa sebut tadi. Saya menyerukan kepada semua karena menyangkut gaya hidup, lifestyle, marilah kita gunakan semua perlengkapan sehari-hari kita itu untuk sekali lagi, yang lebih ramah lingkungan. Kalau melarang itu biasanya harus diatur dalam Undang-Undang. Nanti kalau Presiden main larang sana, larang sini, apa itu mengganggu demokrasi, mengganggu Undang-Undang. Tapi pikiran yang baik ini saya kira perlu didengar oleh semua pihak dan tentunya kita akan dorong dengan teknologi, dengan cara-cara yang baik, menghimbau dunia usaha untuk mendengarkan pikiran-pikiran semacam ini lebih banyak lagi kita gunakan barang-barang keperluan sehari-hari yang ramah lingkungan. Terima kasih.

Sdr. Arie Dagienk, Presenter
Ok terima kasih. Esa, senang ya di rumah sudah dijawab pertanyaannya. Pasti dia lagi jungkir balik nih, Pak. Ok. Ini ada lagi dari Padang ini, Pak. Selamat pagi Bapak SBY, nama saya Budi di Padang. Aku sangat senang Bapak SBY bisa bertemu langsung dengan teman-teman atau anak muda Indonesia secara langsung di Bali untuk peduli lingkungan, tetapi kapan Bapak ke Padang? Saya selalu belanja dengan menggunakan kardus dari rumah, Pak karena saya sangat tidak mau ada plastik di rumah. Terima kasih, Pak SBY. Ditunggu ya Pak di Padang.

Sdr. Arie Dagienk, Presenter
Ditungguin Pak.

Presiden Republik Indonesia
Budi, terima kasih. Coba kasih tepuk tangan untuk Budi. Sudah memberi contoh untuk tidak sembarang menggunakan plastik buang sana, buang sini. Kemarin saya jalan-jalan sama Ibu Negara setelah penanaman dan pemeliharaan pohon, kita harus masuk, ini kalau para Gubernur, Bupati Walikota seluruh Indonesia juga mendengarkan siaran ini, mulailah kita, pikirkan setiap ujung-ujung tempat itu kita bikin tong sampah berpasangan. Satu tong sampah untuk barang-barang organik, daun yang begitu-begitu, satu tong sampah untuk plastik. Dengan demikian, nanti pemisahannya mudah, tidak semua dibuang kemana begitu, akhirnya mencemarkan lingkungan.
Tapi yang saya serukan adalah sekali lagi, kurangi penggunaan barang-barang yang jelas-jelas akan mencemarkan lingkungan. Kalau ke Padang, Budi, saya sudah sering ke Padang, ke Bukit Tinggi, kemudian di tempat-tempat yang lain pernah juga datang karena ada bencana, pernah juga datang untuk malam budaya, pernah juga datang untuk kepariwisataan. Jadi Insya Allah, saya datang lagi nanti Budi. Dan yang jelas meskipun tidak sangat sering ke Padang yang jelas saya sering makan makanan Padang, Aji ya.

Sdr. Arie Dagienk, Presenter
Ya sama sepertinya kita juga, dimana-mana pasti ada Restoran Padang, mau di Papua juga ada agak mahal tapi ya. Ok. Ini ada pertanyaan terakhir dari Makassar, dari Ina. Bapak SBY yang terhormat, Pak mungkin nggak ya, kalau pejabat-pejabat di Indonesia dibatasi penggunaan kendaraannya? Jadi semua rakyat Indonesia bersama-sama membuat satu hari bebas polusi. Terima kasih.

Presiden Republik Indonesia.
Terima kasih Ina. Bukan hanya pejabat, jadi sebetulnya semua yang punya kendaraan harus membatasi, jangan hanya ingin beli pisang satu tandan, naik mobil mutar-mutar tiga kali begitu, bikin macet, bikin polusi dan sebagainya. Hari bebas kendaraan, free car day itu bagus dikembangkan di kota-kota, di Jakarta ada. Itu kalau nggak salah kawasan Thamrin-Sudirman, itu hari Minggu itu bebas kendaraan. Saya kira bisa dengan inisiatif, dengan kreativitas para Walikota bisa dilakukan seperti itu.

Dan sekali lagi, bagi yang punya kendaraan, bukan hanya hemat bahan bakar, tapi juga hematlah menggunakan kendaraan supaya tidak bikin macetnya lalu lintas kita. Jadi idenya bagus. Saya teruskan kepada yang punya kendaraan di seluruh Indonesia ini. Dan sudah ada solusinya sepeda tadi. Kalau hanya 3- 4 kilo, kenapa naik kendaraan? Wong Presiden pun 30-40 kilo siap naik sepeda, barangkali ya. Latihan dulu, latihan dulu, tapi semangatnya, Insya Allah bisa. Terima kasih Ina.

Sdr. Arie Dagienk, Presenter
Ok, mungkin kapan-kapan bisa diajak juga, yang dekat-dekat aja dulu Jakarta-Bogor Pak Presiden diajak ya, yang dekat dulu keliling Kebun Raya, gitu kan. Mungkin yang di Bali keliling Tampak Siring atau Sanur atau Kuta, mungkin. Kuta agak ramai, ya Pak ya.

Presiden Republik Indonesia
Sama Bung Arie nanti ya.

Sdr. Arie Dagienk, Presenter
Iya saya temani pasti Pak. Kita tandem ya bertiga ya sama Ibu. Ok. Ini ada yang unik Pak, satu lagi dan ini terjadi di SMK PGRI 2 Badung. Jadi salah satu untuk mencegah kerusakan lingkungan, kita bisa mencegah berbagai hal pastinya. Ini ada salah satunya adalah menghemat kertas. Nah, bingungkan, sekolah enggak pakai kertas, gimana caranya. Nah, karena kertas dibuat dari kayu dan semakin banyak kertas yang kita pakai, semakin banyak pohon yang ditebang. Nah, berbicara mengenai pengurangan penggunaan kertas, ternyata di Bali, lebih tepatnya di SMK PGRI 2 Badung ini ngasih contoh, karena sekolah ini menggunakan ujian lisan untuk mengurangi penggunaan kertasnya. Jadi ujiannya lisan, Pak, agak lama jadi ngantri gitu, Pak, di luar ada 4 jam mungkin, ya. Nah, ini untuk sekarang sudah hadir I Gede Pawitra sebagai perwakilan SMK PGRI 2 Badung yang didampingi juga oleh Kepala Sekolahnya Bapak Drs. I Gusti Ketut Sukadana. Jadi saya persilakan mungkin Bapak mau bertanya-tanya. Jadi silakan dulu perwakilannya. Bapak, ini dia I Gede Pawitra, silakan. Bapak Kepala Sekolah nanti ya nyusul. Silakan, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Pawitra atau Gede panggilannya?

I Gede Pawitra, SMK PGRI 2 Badung
Bebas, Pak.

Presiden Republik Indonesia.
Kalau mau hemat ya Gede. Silakan. Saya tertarik sekali dengan idenya, gimana itu muncul gagasan seperti itu, gimana? Silakan.

I Gede Pawitra, SMK PGRI 2 Badung
Begini Pak, pada saat awal saya masuk ke SMK PGRI itu, kita dites ulangan umum, ulang harian itu udah dilisan, gitu, Pak. Pertamanya kita kaget, lho kok lisan, wah sulit banget ini. Setelah saya jalani ternyata tes lisan ini banyak manfaatnya bagi saya, karena dapat meningkatkan motivasi saya untuk belajar, karena pada tes lisan ini saya tidak dapat mengandalkan nyontek, bertanya pada teman.

Presiden Republik Indonesia
Bagus. Terus-terus.

I Gede Pawitra, SMK PGRI 2 Badung
Terus tes lisan ini juga dapat menghemat kertas dimana salah satu kertas dibuat dari kayu sehingga dapat mengurangi penebangan hutan secara sembarangan.

Presiden Republik Indonesia
Baik, ini yang senang saya idenya, pikirannya. Sama dengan yang saya pikirkan waktu saya meninjau ke Puspitek di Serpong. Saya tanya kepada para pakar, para peneliti, para doktor yang ahli-ahli, yang pintar-pintar itu, saya bilang begini, bisa nggak bikin kayu tiruan, sintetis. Beliau menjawabnya antara ya dan tidak. Coba, teknologi kita harus bisa. Saya tidak suka kalau main tebang, main babat, dikit-dikit nebang pohon, dikit-dikit mengambil bagian dari hutan kita. Dan kalau bisa dibikin sintetis nggak perlu meubel-meubel dari kayu semua, tidak perlu yang selama ini kayu harus dari kayu. Idenya sama Gede. Jadi kalau makin menghemat kita kayu, maka tidak akan ada dorongan menebang seenaknya, termasuk illegal logging yang bikin malapetaka dunia, yang harus dihukum seberat-beratnya mereka itu. Tetapi dengan cara-cara yang seperti itu, saya dukung idenya.

Perkara, memang begini, adakalanya diperlukan kertas, karena itu pertanggungjawaban supaya objektif, kemudian standar satu sama lain. Tapi banyak yang tidak perlu menggunakan kertas, misalnya metode ujian lisan, tanya jawab, seperti itu. Saya serahkanlah kepada para guru, para kepala sekolah carikan, kembangkan kreativitas, inovasi, disatu sisi menghemat disisi yang lain mengembangkan metode yang bagus tadi, tanya jawab langsung, mendalam, ngerti. Siapa tahu yang lulus itu contekan tadi itu. Dan di sisi lain adalah bagaimana standar bisa kita pertahankan. Tapi saya senang idenya, sampaikan salam untuk teman-teman SMK PGRI di Badung. Terima kasih.

Sdr. Arie Dagienk, Presenter
Terimakasih Gede, terima kasih juga Bapak Kepala Sekolah, Wakil ya Kepala Sekolah, I Gusti Ketut Sukadana juga hadir. Ok. Itu pasti ya, kalau udah ujian kayak gitu banyak yang jantungan pasti ya sekolahnya. Hah lisan, oh no, gue terakhir, terakhir, pasti gitu deh, pada minta terakhir Pak, akhirnya terakhir semua nanti, makanya agak lama itu ujiannya berarti. Biasanya ujiannya berapa lama, Gede? 3 minggu, lama ya. Ternyata enggak 4 jam, ujian 3 minggu, Pak. Lama ya.

Ini kalau tadi ujian lisan nggak pake kertas, ini ada satu lagi. Jadi ini kayaknya kita mesti bangga pada seorang kawula muda, dia itu dari sebuah desa di Kediri, dari Kota Kediri. Ini kreatif sekali, karena beliau namanya Didi Ismail ini telah berhasil menciptakan lantai dari pelepah pisang, Pak. Biasanya gedebong pisang habis diambil pisangnya kan nggak digunakan lagi, gedebongnya, ini dijadikan sampah gitu, Pak. Ini dijadikan lantai. Nah itu dia, hebat dia, dia masih sekolah di SMA dan kita bisa bicara langsung dengan Didi yang sudah online. Halo, Didi, selamat pagi.

Didi, SMAN 4 Kediri
Selamat pagi.

I Gede Pawitra, SMK PGRI 2 Badung
Didi mungkin nggak sekolah ya. Ini masih di ruang sama Kepala Sekolah, sama Wakil Kepala Sekolah.

Didi, SMAN 4 Kediri
Oh sama Kepala Sekolah.

I Gede Pawitra, SMK PGRI 2 Badung
Ok. Baik. Didi mungkin bisa langsung cerita sama Pak Presiden dan juga ada teman-teman yang hadir di sini, di Bali ini untuk bagaimana Didi bikinnya, idenya datangnya darimana. Silakan Didi.

Didi, SMAN 4 Kediri
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia
Walai’kumussalam, Didi. Apa kabar dengan juga pimpinan sekolah?

Didi, SMAN 4 Kediri
Baik… (agak-agak putus-putus) di SMA Negeri 4 Kediri

Presiden Republik Indonesia
Agak putus-putus suara Didi tadi, pada prinsipnya masih saya dengar. Lanjut Didi.

Didi, SMAN 4 Kediri
Mungkin Alhamdulillah saya bisa ikut ngomong sama Pak Presiden. Alhamdulillah saya dapat kesempatan. Suaranya jelas.

Presiden Republik Indonesia
Jelas, suaranya jelas. Diceritakan bagaimana ide untuk bikin lantai dari pelepah pisang tadi, gimana idenya Didi?

Didi, SMAN 4 Kediri
(Putus-putus)

Presiden Republik Indonesia
Ya Didi, agak putus-putus suaranya. Tetapi kalau Pak SBY tidak salah tangkap, Didi ingin benar-benar mengurangi pembabatan kayu, yang kayu itu biasanya juga untuk lantai, untuk macam-macam diganti dengan pelepah pisang, sehingga lebih selamat lagi. Kalau idenya itu saya senang sekali, bukan hanya pelepah pisang, apa saja yang bisa digunakan untuk lantai tentunya yang juga aman, tidak mudah terbakar, tapi tidak menggunakan kayu. Kalau itu saya dukung penuh, Didi. Caranya bagaimana Didi itu?

Didi, SMAN 4 Kediri
Caranya pelepah pisang.

Sdr. Arie Dagienk, Presenter
Maaf mungkin Didi, speaker phone-nya bisa dimatiin dulu. Karena ini sepertinya pakai speaker phone.

Didi, SMAN 4 Kediri
Oh iya.

Sdr. Arie Dagienk, Presenter
Jangan pakai speaker phone.

Didi, SMAN 4 Kediri
Iya pakai handset. Halo.

Presiden Republik Indonesia
Silakan sudah makin jelas sekarang, Didi.

Didi, SMAN 4 Kediri
Awalnya dari pelepah pisang, yang dipotong, dipotong terus dijemur, habis dijemur mengalami proses untuk flooring itu, Pak. Terus sebenarnya karya itu bisa dijadikan paper wood kayak triplek.

Presiden Republik Indonesia
Iya. Ya, saya bisa menangkap itu, suka adakan yang lantainya triplek, woods seperti itu, itu diganti dengan pelepah pisang, dengan proses seperti tadi itu.

Didi, SMAN 4 Kediri
Namun sangat kurangnya perhatian dari pemerintah kota saya, maupun sama departemen-departemen yang menganggap saya sebagai siswa SMA Negeri 4 kurang sangat mendapat perhatian dari penelitian saya itu.

Presiden Republik Indonesia
Kalau begitu, karena ada Pak Wakil Kepala Sekolah, Bapak besok cari waktu untuk menghadap Walikota, Pak Bupati atau Walikota?

Didi, SMAN 4 Kediri
Ini, bisa langsung ngomong sama Pak Wakil Kepala Sekolah ini.

Presiden Republik Indonesia
Mana? Pak Wakil Kepala Sekolah mana, selamat pagi.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 4 Kediri
Pagi Pak Presiden.

Presiden Republik Indonesia
Bagaimana, bapak inikan muridnya idenya bagus, tolong kalau ada kesulitan berkomunikasi dengan Pak walikota atau Pak Bupati tolong dibantu, bilang saja ini Pak SBY yang memerintahkan begitu. Bikin makan-makanan kecillah begitu ya.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 4 Kediri
Iya, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Idenya bagus tolong sampaikan, supaya ada bantuan penelitian ya, kalau perlu saya juga bisa bantu untuk penelitiannya supaya menjadi solusi begitu ya. Karena begini ya, Pak Wakil Kepala Sekolah, Didi, illegal loging itu harus kita jadikan pelakunya musuh bersama, dia babat hutan, dapat uang puluhan milyar, ratusan milyar, tapi gundul, bisa banjir bandang, gundul, lingkungannya jelek dan sebagainya. Mari kita lawan mereka, tetapi juga dengan kita cari akal dengan menggantinya, tidak harus dari kayu semua, seperti tadi ujian lisan di SMK PGRI Badung maupun yang dilaksanakan Didi untuk bikin lantai dari pelepah pisang tadi, ya.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 4 Kediri
Iya, Pak. Kami nanti akan menyampaikan ke dinas terkait dengan Pemerintah Kota Kediri supaya putera kami yang mempunyai prestasi ini lebih diperhatikan itu, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Sampaikan yang meminta untuk bertemu dengan Bapak, Pak Ari ya.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 4 Kediri
Yang ingin bertemu dengan Pak Ari.

Presiden Republik Indonesia
Pak Arie Dagienk di sini dan Pak SBY di sini.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 4 Kediri
Iya, Pak. Iya, ya.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih. Selamat bertugas Bapak.

Sdr. Arie Dagienk, Presenter
Saya dapat PR ya, Bapak. Iya Insya Allah nanti saya ke Kediri deh. Ok. Makasih ya, Pak ya. Udah ya karena ada lagi yang nanya di sini. Didi juga sukses buat lantainya, Insya Allah bisa ngalahin marmer nanti. Jadi nggak ada yang pakai marmer lagi, pelepah pisang semuanya. Makan pisang lagi pulangnya ya, satu tandan lagi. Ok.

Baik ini kita mau beri kesempatan buat temen-temen di sini, buat yang mau bertanya sama Pak SBY. Enak loh kayak tadi langsung, sampaikan kepada Pak ini ya langsung dari Pak SBY. Enak banget, nanya loh sekarang, silakan. Satu orang aja ini kesempatan. Silakan. Nama dan darimana.

Aji Prakoso, Universital Udayana Bali
Assalamua’alaikum warahmatulahi wabarakatuh,
Nama saya Aji Prakoso dari mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana. Suatu kebanggaan buat saya bisa berinteraksi langsung dengan orang yang saya hormati, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Saya ingin bertanya, Pak, saya selalu berdiskusi, berinteraksi dengan teman-teman masalah upaya penegakan hukum lingkungan di dalam masalah illegal loging di Indonesia ini.

Saya sangat senang himbauan Bapak, kebijakan Bapak, yang tadi Bapak bilang, bahwa bulan Desember ditetapkan sebagai bulan untuk menanam, tapi di saat bulan untuk menanam, ada kelemahan di bidang penegakan hukum lingkungan, ada masalah illegal loging, ini bagaimana ini solusinya Pak, di saat kita menanam namun di satu sisi, illegal loging masih terus beredar ini, Pak tanpa adanya penegakkan hukum yang kuat ni, Pak.

Terus, saya ingin ngasih sedikit solusi, masukan buat Pemerintah, yaitu bagaimana sosialisasi harus intensif ke masyarakat bisa melalui lembaga-lembaga pendidikan, melalui mahasiswa, pelajar ataupun staf-staf Pemerintah langsung turun tangan, Pak. Masalahnya kayak tadi, himbauan untuk sampah organik, membedakan sampah organik dan sampah non organik itu masih banyak masyarakat yang belum tahu, Pak, mana yang dinamakan sampah organik dan mana yang dinamakan sampah non organik. Kalau misalnya belum ada, ketidaktahuan dari masyarakat ini akan menimbulkan satu masalah, Pak, nanti salah taruh sampahnya. Itu saja, Pak. Terima kasih.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih, bagus. Sampaikan salam saya kepada para mahasiswa di Udayana ya. Yang saya jawab yang kedua dulu. Itu benar, sosialisasi pendidikan sangat-sangat penting, semua, termasuk perguruan tinggi, sekolah-sekolah, termasuk para mahasiswa, lakukanlah sosialisasi komunikasi dengan masyarakat supaya kita semua tahu.

Yang kedua, masalah illegal logging. Begini, kita ini melaksanakan perang besar terhadap illegal logging sekarang ini, ratusan orang kita tahan, kita proses secara hukum, sebagian telah dijatuhi hukuman, sebagian dalam proses, sebagian ada yang kabur ya. Kemudian permasalahannya begini, yang harus kita kejar, yang kita masukkan penjara itu yang jadi otak dari pembabatan hutan, yang punya otak, yang penyandang dana, yang dibawa kayu itu keluar negeri dengan harga yang sangat-sangat mahal, lingkungan kita rusak, pajak tidak dapat, ekonomi kita tidak bergerak. Itu penjahat yang paling besar. Ada juga masyarakat setempat yang sebetulnya mereka tidak tahu kalau itu sangat mengganggu ekonomi dan lingkungan kita karena barangkali dari dulu turun-temurun pekerjaannya ya seperti itu. Itu yang kita inginkan, dicarikan lapangan pekerjaan baru di perkebunan, pertanian. Di situ para Bupati, semua turun tangan untuk menyalurkan mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang baru, tetapi yang kita kejar adalah mereka-mereka itu.

Penegakkan hukum dilaksanakan, tentunya kita berharap Kepolisian, Kejaksaan, Hakim atau pengadilannya, pengacara semua tekadnya satu, menyelamatkan bumi, memberantas illegal loging itu. Luar negeri bagaimana? Memang ada juga tangan-tangan kotor di luar negeri, tukang tadah, ikut juga dananya, kapalnya, kongkalikong dengan orang dalam negeri, dibawa kayu kita ke Asia, diolah menjadi furniture, dijual ke Eropa, dijual ke Amerika, mereka yang berpesta pora, tetapi kita yang menderita.

Oleh karena itu, penegakkan hukum akan terus kita tingkatkan, bantu kita semua, bantu Kepolisian, bantu Kejaksaan, bantu dinas atau Kakanwil atau Departemen Kehutanan dan semua pihak. Dan saya tidak ingin ada yang terlibat, jangan sampai ada oknum Polisi, ada oknum Jaksa, ada oknum Pengadilan, ada oknum Kehutanan, ada oknum tentara, siapapun yang terlibat dalam illegal loging ini, karena itu musuh besar kita. Mari masyarakat pers tolong dilihat terus, apakah ada hal-hal yang tidak benar dalam penegakkan illegal logging. Semangat kita satu, selamatkan hutan kita, perangi illegal logging. Kita lakukan inovasi-inovasi seperti yang tadi disampaikan. Terima kasih Aji.

Sdr. Arie Dagienk, Presenter
Terima kasih. Ok. Baiklah kita sudah sampai di akhir acara dan Kawula Muda di seluruh Indonesia, itu tadi obrolan kita di Kawula Muda Peduli Perubahan Iklim Ketemu Presiden SBY dari Denpasar Bali yang disiarkan melalui radio di 55 kota di seluruh Indonesia. Saya akan kembalikan acara kepada Mbak Intan, silakan. Terima kasih sebelumnya, terima kasih Bapak Presiden.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih Arie.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan


Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Resmi Presiden Republik Indonesia - Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Hak Cipta dilindungi Undang-undang