Arsip

« September 2008 »
M S S R K J S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    

Wawancara

Dialog dengan Masyrakat Pelaku Usaha Mikro Majenang

DIALOG PRESIDEN RI
DENGAN MASYARAKAT PELAKU USAHA MIKRO
MAJENANG-JAWA TENGAH, 18 SEPTEMBER 2008


Gubernur Jawa Tengah : Bpk. Bibit Waluyo
Terima kasih Bapak Presiden,
Bismillaahirahmanirahiim
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semuanya,

Saya terima kasih diberi tugas, mendadak ini sebagai moderator, dapat kami laporkan kepada Bapak, di hadapan Bapak, hadir masyarakat Majenang yang bukan hanya usaha kecil mikro menengah saja, tetapi ada kelompok petani, peternak, pedagang, dan lain-lain, yang memang kesemuanya itu ingin bertatap muka dengan Bapak Presiden.

Pada kesempatan yang baik ini perlu diketahui Saudara-saudara, waktu kita hanya 30 menit, itu tanya dan jawaban Bapak Presiden. Nanti saya bagi, bagi yang berkesempatan tanya, pertanyaannya singkat, tidak usah mubeng-mubeng, langsung kepada permasalahan, biar nanti Bapak Presiden lebih banyak waktunya.

Hadir di depan Bapak kurang lebih 2500 masyarakat Majenang. Saya mulai nanti disebutkan namanya, yang pertama-tama tadi sudah disebutkan pak Camat, usaha kecil mikro menengah, jadi saya mulai dari sini, berikutnya nanti yang kedua unsur pedagang pasar, yang ketiga unsur program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan, yang keempat adalah unsur petani, ini kalau waktunya cukup, kalau tidak cukup barangkali dua sudah berhenti lho, waktunya 30 menit, karena beliau akan melanjutkan perjalanan ke Tasik, dan ini poso gitu lho.

Saya mulai dulu yang pertama saya persilahkan perwakilan dari unsur usaha kecil mikro menengah, kami persilahkan sebutkan namanya. Monggo.

Ibu Hj. Murti Rahayu : Ketua Asosiasi Pengusaha Industri Kecil
Bismillaahi rahmanirahiim
Nama, Hj. Murti Rahayu, alamat, jalan Diponegoro nomor 18, Desa Jenang, Kecamatan Majenang, sebagai Ketua APIK, Asosiasi Pengusaha Pengrajin Industri Kecil, tingkat distrik, dan mewakili Kabupaten Cilacap.

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Yang terhormat, Bapak Presiden Republik Indonesia, beserta Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono. Dengan ini Saya mewakili masyarakat pelaku usaha mikro, yaitu yang dikoordinir oleh APIK, Asosiasi Pengusaha Industri Kecil, APIK sebagai wadah bagi pengrajin, pengusaha kecil, telah memiliki cukup banyak anggota dan APIK sudah memiliki koperasi yang berbadan hukum, berikut adalah bahan-bahan yang dikelola atau diproduksi oleh anggota APIK, kabupaten Cilacap, khususnya Majenang. Ini tadi sudah disampaikan oleh Bapak Camat, yaitu seperti pisang dan sebagainya, tapi ada ini dari ikan tawar Bapak Presiden, yaitu ikan lele dan ikan patin, dibuat abon lele dan abon ikan patin. Bapak Presiden yang terhormat, disini kami mewakili, Bapak Presiden yang terhormat,

Presiden RI :
Tenang dulu, tenang dulu, beliau akan menyampaikan sesuatu. Silakan Bu.

Ibu Hj, Murti Rahayu :
Disini kami ingin menyampaikan beberapa permasalahan, permasalahannya yaitu Bapak Presiden, nomor satu masalah permodalan. Mengenai permodalan kami sebagai pengusaha kecil memohon bantuan dan perhatian dari pemerintah dalam memperoleh kredit lunak, Bapak Presiden. Dan karena kami sebagai pengusaha kecil, yaitu cara pemasarannya ke swalayan, ke toko, ke pasar, dengan tempo satu bulan, jadi uang berhenti satu bulan di toko dan di pasar.

Yang kedua Bapak Presiden, yaitu mengenai peralatan, mengenai peralatan selama ini, kami masih menggunakan peralatan yang sangat sederhana, jadi untuk mempercepat proses produksi, dibutuhkan peralatan yang lebih baik, misalnya, Oven, Oven pengering, alat vacuum, pengepres kemasan, dan alat pengemasan otomatis.

Yang ketiga yaitu mengenai pemasaran, kami ingin memperluas pemasaran hasil produksi daerah kami secara nasional, mohon dibantu promosi dan dibantu mencapai, mencari pembeli untuk tingkat nasional, karena disini baru ada yang tingkat nasional adalah sale pisang sudah sampai ke Australia.

Demikian yang dapat kami sampaikan kepada Bapak Presiden, mudah-mudahan harapan kami dapat terwujud, apabila dalam menyampaikan ada yang tidak berkenan, kami mohon maaf, dan kami haturkan terima kasih telah diberi kesempatan menyampaikan permasalahan kepada Bapak Presiden, sekian.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Gubernur Jawa tengah :
Waalaikumsalam, terimakasih,
Satu-satu saja nanti, dari pada ini, sudah panjang ini. Matur nuwun. Bapak Presiden, monggo Bapak Presiden berkenan untuk memberikan pendapat.

Presiden RI :
Baik, Ibu, intinya satu bantuan modal, kedua, kalau ada bantuan peralatan, yang ketiga bagaimana menambah pasar, nggih. Kalau pasar itu, memang makin banyak yang tahu produk ini makin banyak yang senang, wah ini enak harganya tidak mahal, hampir pasti akan lebih banyak yang membeli. Itu teori pemasaran, silahkan nanti Pak Bupati apa yang bisa dilakukan. Tapi kalau permodalan, modal itu ada yang pinjaman biasa, ada yang scheme kredit seperti KUR, atau scheme lain. Saya minta Menteri Koperasi Usaha Kecil Menengah, bisa menjelaskan apa yang bisa kita bantukan untuk memberikan pinjaman modal lunak tadi, soft loan tadi. Kemudian kalau peralatan Bapak, apa yang bisa kita bantu, dengan demikian ya meskipun tentu sesuai dengan kemampuan, ya bisa menambah lagi produksi, dari apa namanya, yang dilakukan APIK, betul APIK tadi ya?. Silahkan Pak Menteri.

Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah :
Terima kasih Bapak Presiden, para pengrajin, para pengusaha mikro, yang Saya hormati, Ibu Murti Rahayu, saya ingin menjawab pertanyaannya. Pertama mengenai modal. Ibu bisa mengakses atau menghubungi pertama Kredit Usaha Rakyat. Kredit Usaha Rakyat itu, Bank pelaksananya adalah, Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Syariah mandiri, BNI, Bank Tabungan Negara, dan Bank Bukopin. Ya bu ya, bunganya maksimum 16 %, dan maksimum kredit itu Rp 500 juta, tetapi pemerintah lebih suka yang mikro-mikro, kira-kira dibawah Rp 20 juta.

Yang kedua, untuk modal, Ibu juga bisa mengajukan ke Kementerian Koperasi, disana ada Badan Layanan Umum, yaitu lembaga pengelolaan dana bergulir, bisa juga mengajukan permodalan ke sana, dalam bentuk kredit, ya bu ya, kredit sekali lagi kredit. Kemudian, yang ketiga mengenai peralatan, insya Allah, nanti akan kita pertimbangkan, setelah kita lihat apakah dana dari Kementerian Koperasi masih ada, atau sudah habis pada tahun 2008 ini. Karena sekarang sudah bulan sembilan, program itu sudah berjalan.

Kemudian yang terakhir, mengenai pemasaran, silahkan saja Pak Camat, Pak Bupati, Pak Gubernur, di Jakarta ada Gedung Pemasaran, insya Allah 2008 ini selesai, dan itu bisa dipergunakan oleh seluruh pengusaha mikro kecil dan koperasi di tanah air. Silahkan saja apakah per Provinsi atau per Kabupaten. Bisa memamerkan produk-produknya, bisa memamerkan budayanya, pakaiannya, makanannya, perkawinan, pakaian-pakaian perkawinan, adat istiadat dan seterusnya itu bisa dilakukan. Demikian Bapak Presiden.

Presiden RI :
Terima kasih Pak Bupati, dan Pak Camat, tolong difasilitasi APIK dengan pengurusnya bisa langsung nanti berkomunikasi dengan kantornya Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Kalau tahun 2008 mungkin sudah teralokasikan anggarannya membantu peralatan, tolong Pak Menteri pertimbangkan untuk bisa membantu tahun 2009. Tentu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki itu. Silahkan, saya tidak ingin berjanji, tapi itu adalah yang bisa dilakukan, nanti Pak Gubernur bisa memberitahu Saya, apa tindak lanjutnya setelah silaturahim kita di bulan Ramadhan ini, semoga bawa berkah lah begitu.

Gubernur Jawa Tengah :
Matur nuwun Bapak Presiden, selanjutnya, kedua, yaitu unsur pedagang pasar saya persilahkan untuk menyampaikan.

Pedagang Pasar :
Bismillaahi rahmanirahiim
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Kepada yang terhormat Bapak Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Hj. Bambang Yudhoyono, kepada Kabinet Indonesia Bersatu, Bapak Gubernur Jawa Tengah, dan Bupati Cilacap yang kami hormati.

Pertama-tama, Saya ucapkan selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Yang kedua, ucapan terima kasih dari pedagang Pasar Induk Majenang, kepada Bapak Presiden atas kucuran dana, bantuan perkuatan bergulir Kementerian Koperasi dan UKM RI dan Pemerintah Kabupaten Cilacap yang telah begitu memperhatikan sehingga Los Lahan Timur Pasar Induk Majenang, sudah selesai dibangun. Dan kami teringat pada janji Sekjen Menteri Perdagangan, dan Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi, barang siapa Kabupaten bisa menciptakan pasar tradisional modern, maka Kabupaten itu akan di-glontor habis-habisan, dana dari pusat di luar dana alokasi umum. Dan Alhamdulillah atas ijin Allah, bersama kita bisa mewujudkan yaitu, kami tanggal 13, 2008 kemarin, diundang oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI, sebagai narasumber percontohan di hadapan 144 Kepala Dinas Dipindagkop pengurus koperasi dan persatuan pedagang se Indonesia, yaitu unsur pendanaan pembangunan dari sistem sharing, yaitu dari satu, Kementerian Koperasi UKM RI sebesar Rp 1 miliar, yang kedua, dana pendampingan APBD Kabupaten Cilacap, Rp 750 juta, dan dana swadaya pedagang anggota koperasi Pasar Induk Majenang, Rp 1,5 miliar.

Alhamdulillah, itu sudah dilaksanakan, dan percontohan kami di Jakarta itu, satu sistem pembangunan, yang kedua sistem pengelolaan pasar, dan pasar kami, satu-satunya pasar yang memiliki radio, yaitu radio KOPAS FM. Harapan kami, yaitu harapan pedagang semua, yang ingin kami sampaikan kepada Bapak Presiden, harapan dari pada 1.100 pedagang Pasar Induk Majenang, dan masyarakat Majenang pada umumnya yaitu, satu, kami mengharapkan pembangunan terminal di depan Pasar Induk Majenang, yang selama ini masih terbengkalai. Itu adalah harapan dari pada 1.100 pedagang, dan masyarakat Majenang umumnya, yang betul-betul sampai sekarang itu ditunggu-tunggu dan diharapkan.

Jadi intinya, permohonan kami dan permohonan pedagang, dan masyarakat Majenang, yaitu secepatnya pembangunan terminal yang berada di lokasi depan pasar induk Majenang, yang milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap, itu betul-betul direalisasikan.

Terima kasih,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Presiden RI :
Terima kasih, sebelum Saya menjawab, apa yang bisa dibantukan oleh Pemerintah pusat, Saya meminta Bapak Bupati, tolong dijelaskan rencana pembangunan terminal itu, sejauh mana realisasinya, masalah yang dihadapi apa, sehingga bisa kita carikan solusinya. Silahkan Pak Bupati.

Bupati Cilacap :
Bapak Presiden Republik Indonesia yang Saya hormati, saya langsung menjawab apa yang disampaikan oleh pedagang pasar Majenang. Kenapa terminal belum dibangun dulu. Permasalahannya yang pertama, pasar saya bangkitkan agar pertumbuhan ekonomi tetap lancar, itu yang pertama. Hingga pada akhirnya pengembangan Los yang ke belakang, ini pun apa yang tadi sampaikan, barang siapa yang mampu dan bisa membangun pasar tradisionil modern akan digelontor dana dari atas, makanya sekuat tenaga pemerintah daerah dalam hal ini, swadaya masyarakat dalam hal ini, berambisi sekali untuk jadi.

Terus yang berikutnya keinginan terminal, kenapa sampai saat ini, terminal belum. Di wilayah barat ini, ada 11 Kecamatan, dan 443 Desa, ini setiap tahunnya rawan bencana, kalau hanya untuk kepentingan terminal, untuk yang lainnya tidak bisa tergarap. Maka dalam hal ini, persiapan terminal sementara sudah madadam, hanya tempatnya yang belum ada, gedung-gedungnya yang belum ada, berkisar kurang lebih kalau kemarin dihitung Rp 7,5 miliar, untuk kepentingan terminal dengan tipe B, permasalahannya ini jalur Bandung-Yogya-Jakarta, Bandung-Jakarta-Yogya, lewat terminal itu semua. Terima kasih.

Presiden RI :
Terima kasih Pak Bupati, jadi kalau kita dengarkan dari beliau, Pak Bupati membikin prioritas, mana dulu, setelah pasar apalagi, kemudian baru terminal mengingat biayanya kan juga mesti dibagi-bagi. Begini saja, ada Pak Gubernur, ada kami yang di pusat. Tolong nanti Pak Bibit nanti dilihat bersama-sama, sharing-nya seperti apa, antara Kabupaten, antara Provinsi dan Pusat, itu Sekretaris Kabinet tolong dikomunikasikan ke Menteri terkait, apa yang bisa kita bantukan. Tentu saya mendukung yang dilaksanakan Pak Bupati Cilacap, prioritasnya, nah kalau ada kekurangan biaya, coba kita bergotong royong nanti, Pusat, Provinsi sama Kabupaten Cilacap, ya coba nanti kita proses seperti apa, saya nunggu seperti apa solusinya,.Matur nuwun.

Gubernur Jawa Tengah :
Matur nuwun Bapak Presiden, sebelumnya kemarin Saya juga sudah melihat ke sana Pak, memang ini perlu bantuan. Petunjuk Bapak sangat jelas, saya juga ikut nanti gotong royong, Pak Bupati, dan Bapak Presiden. Mudah-mudahan tidak terlampau lama selesai.

Yang berikutnya jangan lupa, jangan lupa menyebutkan nama, ya, tadi lupa itu. Yang berikutnya dari unsur Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan, Saya persilahkan, monggo.

Sdr. Buryanto : Ketua Forum Masyarakat
Nama Buryanto, alamat, Desa Sindangsari, Kecamatan Majenang. Jabatan, di PNPM sebagai Ketua Forum Musyawarah antar Desa PNPM Kecamatan Majenang.

Yang terhormat, Bapak Presiden Republik Indonesia, bahwa PNPM untuk program nasional ini, di Majenang baru pertama kali, yaitu tahun 2008, dengan alokasi Dana, jumlah total 1,75 Milyar. Namun pada dasarnya, dana itu dari usulan-usulan 17 desa yaitu yang pertama, usulan dari kesehatan, Posyandu, 14 usulan, dari SPP Simpan Pinjam yang dikelola oleh perempuan, juga 14 usulan, ada pun usulan fisik, jumlahnya 21, namun demikian, karena dananya terbatas, maka ada beberapa usulan, khususnya fisik yaitu 4 usulan, yang belum terdanai, maka dengan ini kami mengharap, bahwa program PNPM ini sangat bagus sekali, mohon ditindaklanjuti atau berkelanjutan, itu yang pertama.

Yang kedua, bahwa dana tersebut karena kurang, maka untuk program tahun 2009, mohon ditambah.

Yang ketiga, kami merasa bergembira sekali dan berterima kasih, bahwa program PNPM, yaitu dana dari APBN, dalam minggu ini berdasarkan informasi yaitu sudah bisa dicairkan.

Terima kasih,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Presiden RI :
Bapak-Ibu, begini, ini to the point, langsung. PNPM itu singkatan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, program ini dulu sepuluh tahun lebih sudah dilakukan, sekarang makin kita sempurnakan. Artinya, ada sejumlah dana yang dikeluarkan pemerintah, diserahkan ke Kecamatan, dengan Desa-desa tertentu untuk digunakan, terserah maunya apa, tapi ada pendampingan, yang bermakna. Kadang-kadang ada juga yang ikut membantu di luar dana itu, jadilah infrastruktur fisik, maupun infrastruktur sosial, di Kecamatan yang bersangkutan.

Tahun depan dan seterusnya kita ingin mempertahankan program ini, tetapi tentu harus dibicarakan dengan DPR RI. Pemerintah punya rencana, dibicarakan, kalau klop berlanjut, termasuk jumlahnya berapa rupiahnya, dan sebagainya. Sama dengan Pak Gubernur, ada rencana Provinsi Jawa Tengah, menyangkut APBD dibicarakan dengan DPRD, mana yang klop, mana yang disetujui, mana yang direvisi.

Kita ingin melanjutkan, bahkan sesungguhnya kita merencanakan jumlahnya pun antara Rp 2 sampai Rp 3 miliar per Kecamatan, supaya lebih besar lagi. Oleh karena itu, doakan supaya pembicaraan dengan DPR nanti mulus, Pemerintah juga terus mendapatkan penerimaan negara yang lebih besar, dengan demikian baik untuk saudara-saudara kita di seluruh tanah air. Yang penting Bapak, dana itu digunakan dengan baik, pas sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Begitu, terima kasih

Gubernur Jawa Tengah : Bpk Bibit Waluyo
Matur nuwun Bapak Presiden, kami mohon ijin berdiri, karena Pak Menteri tadi berdiri, Pak Bupati berdiri, saya berdiri.

Saudara-saudaraku yang sangat saya cintai, barangkali silaturahmi kita akhiri sampai disini, karena memang Bapak Presiden waktunya begitu ketat, nanti akan lanjutkan ke Tasik. Untuk itu bagi Saudara-saudaraku yang belum berkesempatan menyampaikan aspirasi tadi, silakan saja sampaikan kepada Pak Bupati atau saya, nanti saya berdua. Kalau Saya kuat, Pak Bupati kuat, insya Allah selesai. Kalau nggak kuat, saya matur Pak Presiden. Itu saja ya, nggih. Oleh sebab itu, pada kesempatan yang baik ini, kami akan matur kepada Bapak Presiden, sekali lagi saya matur nuwun atas kunjungan Bapak dan Ibu, ke wilayah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Majenang, dan Cilacap ini. Kami seluruh masyarakat Jawa Tengah menghaturkan sugeng melanjutkan perjalanan safari, sampai di Tasik dan sampai di Jakarta, Bapak-Ibu dalam keadaan sehat wal-afiat, sehingga bisa memimpin kita semuanya, sehingga masyarakat Indonesia menjadi sejahtera dan bahagia.

Kami pun masyarakat Jawa tengah yang bertekad, dibawah Bibit Waluyo dan Hj. Rustiningsih dengan ”bali deso bangun deso” ini, kami mohon doa restu Pak, semoga kami beserta masyarakat Jawa Tengah, bisa melanjutkan pembangunan menuju masyarakat yang semakin sejahtera.

Demikian saja,
Billahitaufik walhidayah
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.






Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan