Arsip

« Oktober 2008 »
M S S R K J S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Wawancara

Telekonferensi dengan Mahasiswa Indonesia di Belanda dan Jerman

TRANSKRIPSI
TELECONFERENCE PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN MAHASISWA INDONESIA
DI BELANDA DAN JERMAN
HOTEL THE PENINSULA - BEIJING, 25 OKTOBER 2008



Penyiar Radio NOS :
Selamat malam, selamat bergabung dengan siaran Radio NOS di Den Haag.

Presiden RI :
Selamat malam.

Penyiar Radio NOS :
Selamat malam. Bapak bisa menyampaikan kata sambutan untuk konferensi PPI yang sedang berlangsung di Den Haag?

Presiden RI :
Sebelum saya menyampaikan sambutan, saya ingin mendengar pengantar dari Ketua Konferensi dari PPI yang ada di Den Haag sekarang ini.

Penyiar Radio NOS :
Baiklah kalau begitu, kalau demikian kami langsung menghubungi Meseon di Den Haag. Kami akan mendengarkan laporan dari Ketua PPI, Saudara Christian.

Christian – Ketua PPI :
Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, kami mempunyai laporan yang pertama mengenai keadaan di Meseon di mana tadi telah ada 200 mahasiswa dan pemuda Indonesia dari perwakilan 11 negara termasuk Belanda yang tadi berkumpul di Meseon, Den Haag untuk mengadakan konferensi bersama.

Dimana konferensi ini akan menghasilkan 3 buah rekomendasi yaitu pertama rekomendasi mengenai pembangunan pangan, sehubungan dengan pembangunan maritim, pembangunan infrastruktur, pembangunan riset dan teknologi serta pembangunan masyarakat madani. Sesuai dengan bidang masing-masing, para hadirin dan para pelajar akan memberikan masukan dan akan bersama-sama mendiskusikannya.

Rekomendasi yang kedua adalah rekomendasi pembentukan Pusat … Indonesia. Yang ketiga adalah jelang MoU penerimaan dana bantuan beasiswa luar negeri, yang dengan mengambil contoh Indonesia – Belanda.

Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Presiden di acara ini, demikian tadi yang dapat kami sampaikan dari konferensi di Meseon, Den Haag.

Penyiar Radio NOS :
Terima kasih Saudara Christian, demikian laporan Ketua PPI. Bapak Presiden silahkan menyampaikan.

Presiden RI :
Baik.
Bismilahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Wr. Wb,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Saudara Christian Santoso, dan para mahasiswa dan pemuda Indonesia yang sedang melaksanakan Konferensi Pemuda dan Pelajar Indonesia di Den Haag yang saya cintai dan saya banggakan.

Saya bersama para Menteri dan Pejabat Negara yang berada di Beijing, pertama-tama mengucapkan selamat berkonferensi. Alhamdulillah, para mahasiswa dan pemuda yang sedang bertugas di luar negeri utamanya tugas belajar dan tugas karya memiliki kepedulian yang tinggi untuk memikirkan masa depan bangsa dan negaranya.

Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga konferensi ini melahirkan pikiran-pikiran yang kreatif dan inovatif. Dan sebagaimana yang telah disampaikan oleh Saudara Christian Santoso tadi, saya berharap pikiran, pandangan, masukan ini bisa disampaikan kepada pemerintah untuk masuk menjadi bagian dari kebijakan dan program-program aksi yang nyata.

Para mahasiswa dan pemuda yang saya cintai,
Saya mengetahui bahwa konferensi ini juga dikaitkan dengan 100 tahun Kebangkitan Nasional. 100 tahun gerakan pemuda Indonesia di luar negeri. Oleh karena itu saya mengingatkan kembali pidato saya pada tanggal 20 Mei 2008 yang lalu berkaitan dengan Hari Kebangkitan Nasional itu adalah Indonesia harus bertekad untuk menjadi negara maju di abad 21 ini, developed nation, developed country.

Untuk menjadi negara maju di abad 21 ini ada tiga pilar penting yang harus kita perkokoh. Pertama kita harus meningkatkan kemandirian bangsa. Kedua, kita harus meningkatkan daya saing bangsa. Dan yang ketiga, diatas segalanya kita harus membangun peradaban bangsa yang maju dan mulia.

Dalam kaitan itu yang para mahasiswa dan pemuda lakukan di Den Haag ini adalah bagian sesungguhnya untuk membangun kemandirian, daya saing dan peradaban bangsa itu menuju Indonesia maju yang kita ingin wujudkan secara bersama.

Para mahasiswa dan pelajar dan pemuda yang saya cintai,
Kalian semua adalah bagian dari proses menuju negara maju. Kalian semua pada saatnya nanti akan memimpin Indonesia di abad ke 21 ini. Oleh karena itu persiapkan diri kalian dengan sebaik-baiknya. Saya ingin, kita semua ingin bangsa Indonesia ingin, generasi muda bangsa, generasi Indonesia ke depan termasuk kalian semua haruslah memiliki mental yang tangguh, mental harus bisa, can do spirit, insya Allah seberat apapun tantangan yang dihadapi kalau kalian bermental harus bisa, can do spirit, selalu ada jalan, ada solusi untuk mengatasi masalah itu, ada jalan untuk menuju ke kemajuan.

Yang kedua, dunia sekarang penuh dengan tantangan. Kita harus benar-benar menjadi bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi itulah kita bisa mengatasi berbagai permasalahan baik yang dihadapi oleh bangsa kita maupun oleh masyarakat dunia.

Saya ingin kalian semua juga memiliki kepedulian yang tinggi, curiosity yang tinggi. Kalian melaksanakan konferensi ini saya pandang sebagai kepedulian yang tinggi untuk memikirkan masa depan bangsa dan negaranya.

Saya juga ingin kalian semua tetap bersikap optimis, berpikir positif. Kalau kalian bersikap pesimis, sudah kalah sekarang, dan tidak akan menjadi apa-apa di masa depan. Kalau optimis ada jalan untuk menuju ke kemajuan. Kalau berpikir positif, terbuka solusi untuk mengatasi masalah apapun, dan kalau kalian semua benar-benar menjadi generasi muda, berjuang, mempersiapkan diri dengan baik, membela kepentingan bangsa dan negara, berinovasi, berkreasi untuk meningkatkan kehidupan bangsa kita, ekonominya, kesejahteraannya, pendidikannya, dan sebagainya, termasuk tadi yang disampaikan ingin meningkatkan produksi dan produktivitas pangan, perikanan, infrastruktur, kehidupan masyarakat yang madani, dan satu lagi tadi ada lima poin ya, saya akan kembali lagi disitu.

Itu semua sesungguhnya adalah merupakan bentuk patriotisme masa kini, bentuk nasionalisme masa kini. Mengapa? Karena itu untuk membela kepentingan bangsa dan negara. Itu wujud dari semangat cinta tanah air.

Saya ingin benar-benar bukan hanya dalam konferensi ini kalian semua terus mempersiapkan diri untuk pada saatnya nanti melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa dan negara.

Para peserta konferensi yang saya cintai,
Negara kita sekarang terus melakukan reformasi, melakukan transformasi, mambangun kembali ekonomi pasca krisis sepuluh tahun yang lalu. Namun demikian, kalian mengetahui bahwa perjalanan sebuah bangsa tidak sebagaimana perjalanan yang mudah, perjalanan yang lunak. Kehidupan di bawah bulan purnama, tetapi penuh dengan tantangan, ujian, dan cobaan. Kita alami berbagai cobaan tapi kita tetap tegak berdiri, tetap kokoh dan saya ingin semua itu dapat membulatkan keyakinan Saudara semua untuk betul-betul siap menghadapi tantangan apapun.

Dunia sekarang ini, kalian mengetahui kita menghadapi krisis keuangan global. Saya beserta delegasi Indonesia sedang berada di Beijing untuk menghadiri pertemuan puncak yang dihadiri oleh para Pemimpin Asia dan Eropa, para Presiden, para Perdana Menteri, kita berembuk menyatukan langkah, membulatkan tekad, menyerasikan kebijakan bagaimana kita bisa mengatasi krisis ini, bagaimana memulihkan kepercayaan, bagaimana menstabilkan pasar keuangan, bagaimana menjaga perkembangan sektor riil atau real economy, dan diatas segalanya bagaimana kita bisa melindungi mereka-mereka yang termasuk golongan lemah.

Kita memang harus bekerja sekuat tenaga. Di tanah air, perlu saya sampaikan kita juga berusaha sekuat tenaga untuk mengurangi, meminimalkan dampak dari krisis keuangan global ini, agar rakyat kita tetap dapat kita lindungi agar sektor riil tetap terjaga meskipun saya tahu ada pengaruh-pengaruhnya, agar APBN kita bisa kita gunakan sebaik-baiknya dan momentum pertumbuhan sejauh mungkin bisa kita jaga.

Itu semua kita lakukan, all out, sekuat tenaga. Namun, ini masalah global, berkaitan satu sama lain, disamping di dalam negeri saya memimpin langsung untuk melakukan tindakan cepat, langkah-langkah menghadapi krisis yang harus saya ambil.

Dalam hubungan regional di ASEAN, Asia Timur termasuk hubungan global secara keseluruhan tentu saya harus menjalin kerjasama untuk memperjuangkan kepentingan nasional kita. Saya berharap para mahasiswa dan pemuda juga bisa membahas masalah ini.

Saya tunggu pikiran-pikiran jernih kalian. Saya tunggu pandangan-pandangan cerdas kalian, agar sejak awal terbiasa kalian ikut memikirkan persoalan di negeri kita, agar kalian terbiasa untuk mengatasi krisis yang setiap saat bisa datang kapan saja dan masalah apa saja.

Itulah yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan yang baik ini dengan harapan sekali lagi kalian semua betul-betul bisa memberikan pandangan, masukan yang jernih dan cerdas kepada pemerintah. Dan kemudian saya menunggu kiprah kalian, pengabdian kalian apakah di luar negeri atau di dalam negeri.

Bagi saya mengabdi di manapun sama saja yang penting hatinya bersatu dengan seluruh rakyat Indonesia, yang penting semangatnya untuk kepentingan bangsa dan negara yang kita cintai. Kalian boleh memilih apakah berada di luar negeri, stay abroad atau kembali ke tanah air, return home untuk sama-sama mengabdi kepada bangsa dan negara. Demikianlah yang saya sampaikan, selamat berkonferensi, terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Penyiar Radio NOS :
Terima kasih Bapak Presiden. Apakah Bapak berkenan menerima beberapa pertanyaan?

Presiden RI :
Saya persilakan. Ada 2 pertanyaan saya persilakan, saya akan masuk pada acara berikutnya lagi. Untuk diketahui saya akan berbicara dengan para atlet Indonesia di Bali-Denpasar, yang alhamdulillah dalam pertandingan ASIAN Beach Game yang pertama, Indonesia hampir pasti, insya Allah menjadi juara umum. Oleh karena itu saya beri kesempatan dulu 2 pembicara untuk menyampaikan masalah kepada saya dan kemudian saya akan melanjutkan kegiatan untuk berbicara dengan Saudara-saudara kita yang ada di Bali.

Penyiar Radio NOS :
Baiklah, terima kasih atas kesediaannya Bapak Presiden. Kami langsung menghubungi Den Haag. Ada pertanyaan dari Museon?

Den Haag :
Ada pertanyaan? Tentu saja banyak.

Penyiar Radio NOS :
Ya silakan, sampaikan 1 pertanyaan.

Den Haag :
Saya lihat ada angkat tangan, silahkan maju ke depan, ambil mikrofon dan sebut nama. Ada 1 pertanyaan Bapak Presiden.

Presiden RI :
Silakan, silakan.

Fahmi – PTI Australia :
Halo, Pak Presiden,
Assalamualaikum Wr. Wb.

Presiden RI :
Waalaikumsalam Wr. Wb.

Fahmi – PTI Australia :
Nama saya Fahmi Pak dari PPI Australia. Dapat kesempatan hadir di konferensi ini Pak. Sebenarnya saya berupa harapan Pak bukan pertanyaan. Seperti juga Indonesia, saya mengharapkan dan saya juga punya keinginan bahwa organisasi pelajar Indonesia di luar negeri ini harus mandiri Pak, tapi harus kita akui bahwa banyak keterbatasan bagi student, bagi mahasiwa untuk mengembangkan organisasi tanpa dukungan dari pemerintah.

Untuk itu saya meminta atau mengharapkan agar pemerintah mengalokasikan grant khusus, dana bagi perkembangan organisasi pelajar Indonesia di luar negeri. Tentu saja grant ini bukan hadiah gratis atau apa tapi didasarkan pada akuntabilitas dan transparansi sesuai dengan misi dari pemerintah sekarang.

Kemudian yang kedua Pak. Sudah bertahun-tahun kami merasa banyak sekali memberikan press release dan pernyataan sikap bahwa terlalu banyak anggota DPR yang berjalan-jalan ke luar negeri dengan menggunakan uang rakyat. Saya tidak tahu sampai kapan kita harus memberikan pernyataan sikap karena anggota DPR tersebut terus berdatangan tanpa punya rasa malu menurut saya disaat Indonesia dalam keadaan krisis. Saya harap Bapak yang saya yakin banyak diantaranya adalah teman-teman Bapak, maksud saya di partai Bapak juga, juga bisa memberikan nasehat atau mungkin perintah untuk mereka tidak datang ke luar negeri karena kebutuhan atau hasil yang maksimal. Terima kasih Pak.

Presiden RI :
Baik. Suaranya jelas sekali, suaranya jelas, pandangannya baik. Begini Fahmi dan para mahasiswa serta pemuda sekalian. Saya memahami bahwa usulan untuk ada bantuan bagi pergerakan mahasiswa di luar negeri, mahasiswa Indonesia itu adalah pikiran yang positif. Namun tentu saya tidak bisa berjanji malam ini, insya Allah sepulang saya ke Indonesia nanti saya akan bicarakan dengan Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri-menteri terkait untuk memikirkan bagaimana kita bisa membantu untuk kepentingan yang baik seperti ini. Saya akan lakukan itu semua Fahmi dan para mahasiswa serta pemuda.

Mudah-mudahan sejalan dengan peningkatan anggaran pendidikan kita yang alhamdulillah sudah mencapai 20% dari APBN kita bisa alokasikan bantuan seperti itu. Bentuknya seperti apa, bentuknya harus akuntabel, satu rupiahpun kalau uang negara harus kita pertanggung jawabkan. Mari bersama-sama kita bikin sistem kita bersih, kapanpun di negeri ini dan pemuda, mahasiswa, pelajar adalah harapan saya untuk bersama-sama menciptakan sistem yang bersih itu.

Jadi yang pertama, saya akan pikirkan dengan serius karena ini menurut saya memiliki kepentingan yang baik. Yang kedua, masalah kegiatan disebut tadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, saya sebenarnya kepada jajaran pemerintahan cukup keras. Apakah itu pada jajaran Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Gubernur, Bupati, Walikota untuk membatasi kegiatan ke luar negeri. Ke luar negeri apabila membawa manfaat kemudian untuk memajukan daerah, memajukan pemerintahan, tidak bisa diwakilkan dan harus hadir untuk kepentingan kita. Itu pun seefisien mungkin, itu pun waktunya dibatasi. Jadi kalau di tingkat pemerintahan karena dibawah kendalil saya, tanggung jawab saya, saya berharap Lembaga-Lembaga Negara juga melakukan yang sama.

Saya tahu, ada program studi banding tapi itu pun dilihat apa manfaatnya. Mengapa studi banding ke negara itu? Apa di kita tidak ada dan sebagainya, dan sebagainya. Saya setuju dan terus disuarakan, saya akan suarakan juga mengajak kepada seluruh jajaran Lembaga Negara untuk betul-betul melakukan efisiensi dan betul-betul kita ke luar negeri itu untuk mengemban tugas bangsa dan negara dan pemerintahan yang sangat penting.

Saya akan teruskan nanti kepada kolega saya, ada pandangan, ada suara seperti ini, untuk sama-sama menjaga agar kegiatan kita ini bermanfaat. Karena itu Lembaga Negara yang lain saya akan komunikasikan tetapi ingat mereka punya struktur sendiri, punya program sendiri, punya anggaran sendiri tapi harapan saya sama, dengan harapan kalian semua untuk betul-betul kita efektif dan efisien di dalam melakukan kegiatan. Demikian Fahmi.

Penyiar Radio NOS :
Terima kasih Bapak Presiden. Kami sekarang menuju Bonn, Deutsche Welle ada pelajar Indonesia di Jerman. Silahkan mengajukan pertanyaan, sebutkan nama anda dan langsung pertanyaan anda.

Studio Deutsche Welle :
Dari studio Deutsche Welle di Bonn, Jerman saya Ani Purwaningsih, saya adalah penyiar untuk radio internasional Jerman. Dan pertama-tama kami ucapkan selamat atas penyelenggaran konferensi pemuda dan pelajar Indonesia, selamat bergabung dengan para tamu dan juga terutama dengan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dan juga bersama kami sudah ada mahasiswa Indonesia yang tengah mengambil studi di Jerman.

Rizki Nugraha :
Selama siang, nama saya Rizki Nugraha.

Presiden RI :
Selamat siang Rizki.

Rizki Nugraha :
Selamat siang Pak Susilo Bambang Yudhoyono.

Presiden RI :
Silakan.

Penyiar Radio NOS :
Silakan langsung mengajukan pertanyaannya.

Studio Deutsche Welle :
Dari Jerman kami mengajukan pertanyaan sehubungan dengan pidato anda Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yaitu seperti yang anda sampaikan rakyat miskin menjadi prioritas utama dalam program pembangunan. Adapun angka pengangguran terbuka juga diharapkan bisa turun dalam menjelang tahun 2009 nanti. Sementara tahun 2009 ini sudah di depan mata ini Pak dan dengan kesibukan anda dan juga partner kerja anda menjelang pemilu ini. Bagaimana Pak Presiden, anda bisa merealisasikan program pengentasan kemiskinan dan pengangguran ini dalam waktu yang cukup singkat.

Presiden RI :
Ini yang bertanya siapa ini?

Studio Deutsche Welle :
Saya penyiar dari Deutsche Welle di Born, Jerman.

Presiden RI :
Oh, penyiar. Yang tadi, yang Rzki Nugraha tidak jadi?

Studio Deutsche Welle :
Ini pertanyaan bersama kami dari Jerman karena dapat kesempatannya hanya tinggal sedikit Pak.

Presiden RI :
Ok, baik-baik. Ok. Pertanyaannya bagus, pertanyaannya bagus. Rizki Nugraha dan semua yang di Jerman pertanyaannya bagus. Begini, program untuk mengurangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran, itu menjadi program utuh 5 tahun pemerintahan yang saya pimpin. Bahkan saya yakin pemerintahan mendatang siapapun Presidennya, pemerintahan itu diawaki oleh Menteri-menteri siapa saja, mestinya program peningkatan kesejahteraan rakyat, pengurangan kemiskinan, dan pengangguran mesti terus dijalankan.

Kita tentu mengurangi kemiskinan dan pengangguran dengan program yang konkret, dengan anggaran yang jelas, dengan sasaran yang juga ketat. Itu kita jalankan. Sebagai contoh, tahun 2004 anggaran untuk pengurangan kemiskinan jumlahnya sekitar Rp 19 triliun. Tahun 2005 kita naikan Rp 24 triliun, kenaikan yang sangat signifikan. Tahun 2006 hampir dua kali lipat, kita naikan Rp 41 triliun. Tahun 2006 meningkat Rp 51 triliun, 2007, Rp 58 dan sekarang 2009 lebih besar lagi.

Ini contoh konkret, anggarannya konkret, programnya konkret, cluster-nya konkret, mana yang bantuan langsung, mana yang kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah, mana yang bantuan yang bersifat grant untuk pembangunan kecamatan dan desa, dan hasilnya kita lihat pengangguran menurun angkanya, kemiskinan menurun.

Jadi meskipun tahun depan itu tahun pemilu, tahun politik sekarang kita juga menghadapi krisis keuangan yang akan berpengaruh pada sektor riil tetapi APBN dan saya berharap APBD di seluruh Indonesia, daerah-daerah itu juga tetap mempertahankan anggaran belanja untuk pengurangan kemiskinan dan pengangguran. Itu merupakan prioritas, itu merupakan agenda yang nyata. Dengan demikin tidak perlu terganggu dengan hiruk-pikuk ataupun hingar-bingar pemilu dan kegiatan politik di tahun 2009.

Tentu saya mengundang semua pihak, masyarakat luas, tolong ikut mengontrol bersama-sama. Dan saya ingin semua kebijakan untuk itu dijalankan penuh di seluruh Indonesia. Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa, semua harus menjalankan dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, niat kita baik, policy-nya tepat, anggarannya ada, harus sampai kepada sasaran.

Itulah yang ingin saya sampaikan dan meskipun ada di luar negeri semua, tolong juga jangan lupa ikut melakukan pengawasan di negeri kita sendiri dan akhirnya para mahasiswa, pelajar sekali lagi terimalah salam saya, kami semua sayang kepada kalian.

Saya berharap, berdoa pada Allah SWT kalian semua berhasil, kalian semua maju, kalian semua sukses, tanah air menunggu. Apakah mengabdi dari luar negeri atau kembali ke tanah air. Selamat belajar para mahasiswa, pemuda dan pelajar, selamat berkarya di luar negeri. Tuhan beserta kalian semua, beserta kita.

Assalamualaikum Wr. Wb.



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan