Wawancara
Puri Cikeas Indah,Bogor, Sabtu, 18 Juli 2009
Dialog dengan RadioPemerintah dan Swasta
TRANSKRIPSI
DIALOG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN RADIO PEMERINTAH DAN SWASTA
CIKEAS, 18 JULI 2009
Muhammad Isnen Suhanda; RRI
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih, nama saya Muhammad Isnen Suhanda dari Radio Republik Indonesia. Pak Susilo Bambang Yudhoyono, nampaknya Bapak dan pemerintah harus bekerja ekstra keras lagi untuk menghadapi pemboman kaum teroris ini. Bahkan saya dapat informasi bahwa Tim Dokter Kepresidenan menganjurkan agar selama liburan selama tiga hari ini Bapak dapat berkonsolidasi baik secara fisik maupun psikis, menurut Bapak bagaimana?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Betul, Tim Dokter Kepresidenan kemarin, dua hari yang lalu menganjurkan kepada saya karena kegiatan yang luar biasa padatnya, mungkin tiga-empat bulan terakhir ini, supaya saya bisa berkonsolidasi secara fisik, secara psikis pada rangkaian liburan minggu ini. Tapi tentu saya mengutamakan tugas, ya begitu, tugas di atas segalanya dan dalam kondisi apapun saya tetap harus bekerja.
Tadi saya menerima kembali laporan dari Menkopolhukam, Kapolri, Panglima TNI, Ka-BIN, langkah-langkah investigasi yang sedang dilakukan. Dan kemudian saya juga langsung tadi ke tempat kejadian di baik Hotel JW Marriott maupun di Hotel Ritz Carlton. Dan kemudian harus mengalir terus karena minggu ini sangat penting untuk kita bisa melakukan banyak hal, investigasi dan mudah-mudahan tidak terlalu lama kita bisa mengungkap siapa pelakunya. Dan kemudian sebagaimana prestasi kita di waktu yang lalu, kita bisa membawa para teroris itu ke meja pengadilan. Jadi seperti ini kegiatan saya, tetapi saya tetap oke, dan percayalah semua tugas dapat saya jalankan dengan sebaiknya-baiknya.
Iman Rosidi; Radio Trijaya
Terima kasih Pak, saya Iman Rosidi dari Radio Trijaya. Dengan kejadian pemboman ini, kita tahu rakyat kita sangat bersedih dan marah. Dan kita tahu dunia juga mengikuti perkembangan yang terjadi di Indonesia, termasuk PBB dan pemimpin dunia, yang kita tahu mereka juga sangat gusar dengan apa yang terjadi di Jakarta kemarin, Pak. Dan apakah mereka siap membantu Indonesia untuk terkait dengan pemboman ini? Apakah ada langkah-langkah ataupun kontak dari pemimpin dunia terhadap Bapak?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Ya benar, nampaknya bukan hanya kita yang bersedih, bukan hanya rakyat kita yang sungguh terpukul. Tapi dunia pun, Perserikatan Bangsa-Bangsa, negara-negara sahabat telah mengeluarkan pernyataan dan kesediaan mereka semua untuk bekerja sama dengan Indonesia, sebagaimana yang kita lakukan di waktu yang lalu, atau kerja sama internasional yang dilakukan di banyak negara menghadapi ancaman terorisme seperti ini.
Saya tentu bersyukur bagaimanapun dengan pandangan dunia bahwa sebenarnya prestasi Indonesia tahun-tahun terakhir ini sangat dihargai oleh dunia, karena bukan hanya ekonomi kita tumbuh dengan baik, bukan hanya karena demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia juga berkembang cukup positif. Lantas langkah-langkah lain termasuk politik kita yang makin stabil, keamanan di seluruh tanah air dan sebagainya. Dunia pun sering menyebut Indonesia sebagai model begitu, dan sering dijadikan contoh.
Oleh karena itu, apa yang terjadi kemarin, dunia pun merasa ini satu musibah karena selama ini berjalan dengan baik. Apalagi kita, apalagi rakyat kita yang sudah susah payah kita tahu tahun demi tahun melakukan pembangunan di negeri ini, untuk rakyat kita, untuk kerja sama internasional, untuk nama baik kita di forum dunia, tetapi kembali lagi kita diuji dan kita mendapatkan robekanlah katakanlah begitu oleh mereka-mereka yang tidak bertanggung jawab.
Benar, dunia di samping berempati kepada kita, mereka juga mengulurkan tangan untuk sebuah bantuan dan kerja sama. Bagi saya karena kerja sama seperti ini bisa dilakukan kapan saja, saya menyambut baik, kerja sama apapun untuk bersama-sama membikin dunia ini lebih aman, dan bersama-sama kita bisa mencegah dan menghadapi aksi-aksi terorisme seperti ini.
Erizal; Radio Muara
Begini Pak, saya Erizal dari Radio Muara. Selama empat tahun ini kan security, keamanan sudah makin baik, tiba-tiba terjadi lagi serangan bom teroris. Apa jaringan teroris ini masih kuat, Pak?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Sebenarnya ini yang saya ketahui langsung karena meskipun saya jarang berbicara di depan publik, supaya rakyat tetap tenang. Saya terus mengikuti langkah-langkah nasional, terutama yang dilaksanakan oleh jajaran Polri dibantu oleh BIN dan TNI, untuk mencegah terjadinya serangan-serangan terorisme seperti ini. Apa yang dilakukan oleh kita, oleh pemerintah selama katakanlah empat tahun terakhir ini sebenarnya membikin jaring atau sel-sel terorisme di negeri ini makin lemah, dan mereka tidak mudah untuk melakukan konsolidasi dalam melaksanakan serangan. Banyak sekali rencana mereka yang digagalkan oleh Kepolisian, dan saya selalu menerima laporan-laporan itu. Banyak pula bahan peledak yang disita, belum sempat digunakan oleh mereka. Bahkan banyak pihak di dunia yang mereka juga mengikuti dari dekat perkembangan terorisme di seluruh dunia. Mereka menganggap sel-sel di Indonesia itu sudah lemah. Itu yang terjadi.
Tetapi yang kita tahu terorisme adalah terorisme. Mereka bisa saja menghilang, bisa tidak bisa berbuat apa-apa selama setahun, dua tahun, tiga tahun. Kemudian dia diam-diam, karena punya hubungan dengan negara-negara lain, ataupun elemen-elemen radikal, elemen ekstrim di dalam negeri sendiri, dia mencari peluang. Seperti yang dialami oleh negara lain seperti ini tiba-tiba datang. Jadi saya harus mengatakan sesungguhnya selama 4 tahun ini kita telah melakukan banyak hal, tetapi kita sungguh bersedih terjadi lagi kemarin serangan tiba-tiba oleh jaringan terorisme itu.
Irham; KBR 68H
Saya Irham Pak dari KBR 68H. Apa menurut Bapak sendiri besar pengaruhnya bagi Indonesia serangan teroris ini misalnya dalam bidang ekonomi, pariwisata, maupun investasi, bisa Anda jelaskan?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Seperti pengalaman negara lain atau pengalaman kita di waktu yang lalu, dampaknya tidak sedikit. Masih ingat ketika di Bali ada serangan bom? Bertahun-tahun kita memulihkan keadaan itu. Saya sendiri terjun, saya sendiri memimpin untuk memulihkan keamanan kita, memulihkan kepercayaan dunia, memulihkan iklim investasi yang terganggu karena serangan terorisme itu. Jelas ada pengaruhnya.
Oleh karena itulah saya ingin segera kita ungkap, segera kita bawa pelakunya mendapatkan sanksi hukum yang setegas-tegasnya, seraya terus membangun kembali keamanan, ketertiban, dan iklim perekonomian di negeri ini. Tentu saja contoh yang paling dekat, saya juga sedih karena misalkan di Bali itu akan ada rencana cruise dari kapal-kapal tertentu untuk singgah di Bali, yang dijadwalkan minggu ini dengan 2000 penumpang, yaitu yang disebut Princess Cruise terpaksa dibatalkan.
Tahun depan itu ada juga cruise seperti itu, 10 kali yang direncanakan dari Princess Cruise, dan juga dari kapal lain sebanyak 15 kali. Tentu ada pengaruhnya. Meskipun kita ingin jelaskan insya Allah keadaan di Bali, tempat-tempat lain dapat kita pertahankan. Tetapi selalu ada dampak langsungnya.
Kemarin, saya sudah mengikuti bagaimana pergerakan nilai tukar bergerak, bagaimana pergerakan saham kita sempat drop, tapi akhirnya alhamdulillah pulih kembali. Dan jajaran pemerintah, Menteri Keuangan memberikan penjelasan kepada investor, kepada mitra-mitra kita yang melaksanakan kegiatan ekonomi di Indonesia, bahwa meskipun ada kejadian ini, insya Allah secara nasional keadaan akan tetap baik dan banyak hal yang bisa terjadi seperti ini.
Oleh karena itu, kalau saya kemarin menyatakan ini luar biasa. Tidak punya hatinya mereka yang melakukan aksi terorisme ini karena dampaknya langsung atau tidak langsung, sedikit atau banyak langsung dirasakan, yang memikul seluruh rakyat Indonesia. Semua kena, kalau ekonomi terkena, investasi terkena, kepercayaan dunia kepada kita menurun, yang susah rakyat kita. Bayangkan. Jadi ini memang luar biasa.
Oleh karena itu, kita tidak boleh menyerah, kita harus tetap bertekad untuk mencegah, menghadapi semua ini, jangan ada di antara kita yang ragu-ragu, yang permisif, yang tidak mau menyatakan tekad untuk menghadapi ini, demi rakyat kita, demi negeri kita, demi masa depan kita.
Johan Sarjono; Radio Elshinta
Terima kasih Bapak Presiden, saya Johan Sarjono dari Radio Elshinta. Ada yang bersuara sejumlah pihak yang mengatakan bahwa aksi terorisme ini karena intelijen kita lemah, termasuk TNI, Polri. Sejauh mana Bapak menilai suara-suara atau pandangan tersebut? Terima kasih.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Saya melihatnya begini, terorisme itu sesuatu yang tidak mudah dideteksi, tidak mudah diikuti. Belum tentu sistem persenjataan yang modern, belum tentu strategi dan taktik yang canggih, termasuk teknologi yang dimiliki bisa dengan cepat, dengan efektif mencegah aksi-aksi terorisme. Kalau dipikir, kurang apa negara-negara lain, Amerika Serikat, Eropa, negara-negara yang maju? Mereka juga mengalami serangan atau pemboman dari para teroris itu.
Di Indonesia saya tahu sendiri, sebetulnya intelijen kita telah berusaha untuk bisa mendeteksi, untuk bisa mengikuti ke mana sel-sel terorisme yang masih tersisa itu. Demikian juga Kepolisian, sudah saya jelaskan yang dilakukan sangat gigih, pantauan terakhir ini yang saya ikuti langsung. Demikian juga TNI terus memberikan bantuannya kepada Polri. Tetapi sekali lagi terjadi apa yang sangat tidak kita harapkan kemarin.
Oleh karena itu, meskipun saya tahu intelijen kita, kepolisian kita, TNI kita telah berbuat sebaik-baiknya. Tetapi ingat, mereka harus bekerja lebih keras lagi, lebih giat lagi, terus-menerus karena itulah terorisme, setiap saat bisa datang. Oleh karena itu, saya ingin ke depan intelijen kita betul-betul makin tajam; pencegahan dari siapapun makin efektif; antara BIN, TNI, Polri, masyarakat luas harus saling bersinergi; dan ingat itu, mereka melacak kadang-kadang dari RT, dari RW, dari sewa rumah dan sebagainya. Dengan demikian, aktivitas masyarakat kita juga diperlukan, tidak boleh kita apatis. Dengan demikian, secara nasional kita bersama-sama mencegah dan menghadapi aksi terorisme ini.
Teguh; Elshinta
Seperti pernyataan Bapak kemarin yang bilang bahwasanya diminta untuk masyarakat untuk tidak main tuduh atau tidak main tuding terkait dengan siapa sebetulnya dalang di balik ledakan di JW Marriot dan Ritz Carlton, tapi ada seolah-olah ada keterkaitan antara pemboman kemarin dengan hasil Pilpres yang baru saja kemarin kita lewati, Pak. Bahkan ada yang menunjukkan bahwa itu prematur atau terlalu dini. Harapan Bapak Presiden sendiri seperti apa, Pak?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Ini sering terjadi dalam politik kita. Ada yang belum mendengarkan statement saya secara utuh, lantas memberikan tanggapan, dan tanggapannya tidak pas. Karena jelas justru saya begitu ada yang berteori, yang berkomentar, menyampaikan pandangannya, “Pasti ada kaitannya dengan Pilpres.” Justru saya mengingatkan jangan terlalu cepat seperti itu, jangan main tuding, jangan main tuduh; tidak boleh, kecuali ada bukti dan kemudian secara hukum benar-benar dibuktikan ada kaitannya.
Oleh karena itu, biarlah investigasi berlangsung. Saya tidak tahu sampai sekarang, meskipun tadi saya juga berbicara secara luas dengan Kapolri, dengan Ka-BIN, dengan Panglima TNI, dengan Menkopolhukam, kita analisis tadi secara mendalam. Segala kemungkinan bisa terjadi, barangkali tidak ada kaitannya sama sekali, mungkin juga ada kaitannya.
Oleh karena kita tidak boleh prematur, betul itu. Dan saya juga mencegah, jangan sampai cepat-cepat kita menuding, menuduh siapapun. Tidak baik itu. Biarkanlah investigasi ini berlangsung terus. Harapan saya sebagai Kepala Negara supaya demokrasi tidak terkoyak, saya berharap jangan adalah kaitan antara politik dengan katakanlah kejahatan dengan aksi-aksi ini terorisme. Ini yang sungguh saya harapkan. Tetapi sekali lagi biarlah investigasi berjalan dengan baik, investigasi mesti dilakukan secara obyektif, secara menyeluruh, kemudian sampai benar-benar kita menemukan kebenaran dalam hal ini.
Dan ingat, kita sudah berketetapan bangsa ini, siapapun yang tega melaksanakan aksi terorisme ini, bayangkan kalau itu dilakukan oleh orang-orang Indonesia, dilaksanakan di negerinya sendiri, yang menjadi korban sebagian besar rakyat Indonesia sendiri, akibatnya ekonomi Indonesia rusak, yang menderita bangsanya sendiri. Itulah sudah habis-habisan, luar biasa, tidak punya hati. Tetapi sekali lagi biarlah investigasi terus berlangsung. Dan sebelum ada kejelasan, lebih bagus kita tidak perlu berkomentar terlalu jauh. Ada atau tidak ada, kita serahkanlah kepada kebenaran nantinya yang diungkap oleh tim investigasi. Saya sendiri berharap mudah-mudahan tidak ada kaitannya dengan motif politik apapun.
Suroso; Radio Sonora
Saya Suroso dari Radio Sonora. Harapan dan ajakan Bapak kepada rakyat Indonesia terhadap ancaman teroris?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pertama-tama kepada Saudara-saudara kita di seluruh tanah air, tidak perlu terlalu cemas, tidak perlu menganggap masa depan kita ini tidak cerah. Karena sekali lagi ancaman terorisme juga dihadapi oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Yang penting sebagaimana yang saya katakan tadi, marilah kita semua berwaspada.
Contoh yang konkrit yang dulu sering saya sampaikan misalnya kalau di sebuah RT, RW di desa tiba-tiba ada orang yang ngontrak, ngontrak rumah di situ, misalkan sebulan itu berapa, misalkan 500 ribu. Ada orang yang berani bayar 10 juta, itu pantas dicurigai. Atau bayarnya biasa, tapi kegiatannya nggak jelas, tertutup terus rumahnya itu. Atau kadang-kadang yang datang ke situ orang yang tidak dikenal di RT, RW, dan mencurigakan. Melihat seperti itu, segera memberitahu pimpinan RT, RW, atau Kepala Desa, atau Kepolisian, dan siapa saja. Dengan demikian, sikap itu menyelamatkan dirinya, menyelamatkan tetangganya, menyelamatkan saudara-saudaranya, dan menyelamatkan negaranya, kalau memang ada indikasi keganjilan atau yang diduga sebagai aksi terorisme.
Selebihnya marilah kita terus melakukan pendidikan dalam arti yang luas, cegahlah. Saudara-saudara kita yang terjebak, yang tergoda, yang masuk jalan yang sesat melaksanakan tindakan yang saya sebut dengan indiscriminate crime, kejahatan membabi buta, korbannya bisa siapa saja. Apapun motivasinya tidak boleh dengan melaksanakan aksi terorisme itu. Kalau ingin mencapai tujuan yang baik, pilih cara-cara yang tidak seperti itu, banyak cara yang baik.
Oleh karena itu, sekali lagi kepada rakyat Indonesia, negara tidak boleh kalah. Insya Allah kita akan menang. Bisa terus kita hadapi, kita cegah aksi-aksi seperti itu, dengan catatan mari kita sungguh berwaspada terhadap keganjilan, dan kerja sama saya harapkan makin baik antara masyarakat, pemerintah setempat maupun jajaran Kepolisian dan penegak hukum, begitu.
Penanya
Bapak yakin bahwa masalah ini akan dapat diatasi, negara kita akan bisa pulih dan tetap maju ke depan terutama dengan iklim investasi dan ekonomi? Bagaimana Bapak bisa menjelaskan bahwa teroris ini akan bisa kita atasi dan berdampak ekonomi kita akan pulih kembali?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Saya yakin, akan kita atasi karena sesungguhnya negara kita ini luas dari Sabang sampai Merauke. Kemudian aktivitas ekonomi yang tersebar di seluruh tanah air bermacam-macam, dan yang kena gangguan ini hanya spot-spot tertentu misalkan Jakarta dulu, di Bali misalnya. Jadi saya yakin bahwa secara nasional kita akan bisa mempertahankan situasi keamanan dan ketertiban sehingga ekonomi akan terus tumbuh, kegiatan usaha akan terus berkembang. Iklim investasi harapan saya juga terjaga, apalagi kalau kita segera bisa mengungkap semuanya ini dan saya yakin bisa kita ungkap, bisa kita atasi masalah ini. Dengan demikian, tidak akan terganggu ke depan nanti perekonomian kita, termasuk iklim investasi kita.
Memang yang kita sesalkan sudah baik-baik, bayangkan bertahun-tahun kita membangun seperti ini, kondisinya bagus sekali. Dunia mengalami krisis alhamdulillah ekonomi kita terjaga, bahkan banyak investasi yang akan datang ke negeri kita, jangan sampai seperti dulu. Artinya belok ke Malaysia, belok ke negara-negara lain, seperti ini. Inilah yang sungguh menusuk hati saya kemarin, sehingga kita harus bertekad memulihkan ekonomi, menyelamatkan investasi, meningkatkan kesejahteraan rakyat sambil betul-betul melaksanakan jihadlah menghadapi kejahatan terorisme ini.
Irham; KBR 68 H
Banyak sekali penggemar sepak bola yang kecewa atas pertandingan MU, pembatalan pertandingan antara MU dengan Timnas kita. Ini menyusul ledakan bom di dua hotel kawasan Jakarta Selatan ini. Ini bagaimana?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Saya juga sangat menyesal. Bayangkan, justru Manchester United pingin bermain di Indonesia, di Jakarta. Ini kan menunjukkan kepercayaan dunia, luar biasa dan ini merupakan sejarah. Saya mendengar bahwa penggemar sepak bola pun menyambut dengan suka ria rencana kedatangan MU ini. Tiba-tiba dirobek oleh kemarin itu, kita sungguh menyesalkan.
Tadi saya juga berkomunikasi dengan beberapa teman di Indonesia, apakah masih mungkin diselenggarakan. Saya katakan untuk mengejar hari Minggu karena tinggal dua hari, saya kira akan berat karena Kepolisian kita sekarang sedang memprioritaskan untuk mengejar, mengungkap pelaku terorisme ini sambil menyelesaikan masalah-masalah di TKP, di kedua hotel itu, kemudian harus mengamankan pertandingan sepak bola akbar itu.
Saya tetap berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, siapa tahu, entah MU atau siapa pun yang ingin tetap bermain di Indonesia, sebagai simbol bahwa kita tidak boleh menyerah terhadap aksi terorisme, itu akan bagus sekali. Dan tentu Indonesia pada saatnya akan siap untuk mengamankan, untuk menjadi tuan rumah, untuk memfasilitasi kedatangan pemain sepak bola terkenal dunia seperti MU itu. Itu perasaan saya, Saudara, dan saya kira ini juga perasaan saudara-saudara kita yang lain.
Ini musibah yang luar biasa, dan sempat didengarlah bagi mereka-mereka yang suka mengoyak keamanan, tindakan-tindakan yang keji seperti itu. Inilah harga yang sangat mahal yang dibayar oleh bangsa kita.
Teguh; Radio Elshinta
Ada seruan khusus dari Pak Presiden khususnya pada pengelola mal, tempat hiburan, dan fasilitas publik lainnya, Pak?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Saya kira ada, begini yang saya katakan tadi. Saya itu tidak habis pikir ya, orang-orang Indonesia, saudara kita sendiri membikin keonaran di negerinya sendiri, mengancam saudaranya sendiri, menyusahkan saudaranya sendiri, luar biasa. Dan yang dijadikan sasaran tempat-tempat publik di mal barangkali, hotel, restoran dan sebagainya.
Oleh karena itu, seruan saya dan tadi saya juga berbicara dengan Gubernur DKI Jakarta, tolong dibikin protap, diaktifkan kembali SOP-nya, protapnya yang ketat. Tidak apa-apa jaman sekarang ini, CCTV ada di mana-mana. Masuk ke tempat restoran tidak boleh bawa tas, tidak boleh pakai jaket, nggak apa-apa sekarang ini agar semuanya merasa aman, agar semuanya merasa nyaman. Jadi banyak yang bisa kita lakukan dengan CCTV, dengan teknologi informasi atau dengan aturan-aturan yang sederhana. Dengan demikian, lalu lalang saudara kita di tempat publik, di hotel, di restauran itu membikin rasa aman bagi semua.
Saya sudah minta Gubernur DKI, tentunya gubernur seluruh Indonesia, para wali kota, rembuklah baik-baik dengan asosiasi pariwisata, dengan asosiasi usaha, dengan pihak kepolisian, bikin sendiri protapnya, SOP-nya, aturan mainnya. Dengan demikian, kegiatan berjalan terus, dunia usaha berkembang, kemudian rakyat kita tidak was-was untuk berdatangan dan melaksanakan aktivitas di tempat-tempat itu. Dengan ketatnya aturan itu, ketat tapi bikin aman itu bagus, maka bagi teroris juga tidak semudah itu untuk tiba-tiba datang membawa bahan peledak dan kemudian meledakkan tempat-tempat seperti itu.
Saya kira itu yang mesti ditingkatkan ke depan dan suatu saat saya bisa setiap saat mengecek langsung ke lapangan, untuk memastikan apakah semua sudah meningkatkan tindakan keamanannya masing-masing.
Saya kira begitu teman-teman, terima kasih. Tapi pesan saya, kita tidak boleh menyerah bangsa ini. Insya Allah ada jalan keluar dan saya yakin negara kita akan makin maju, makin tumbuh, makin aman, sejahtera. Terima kasih.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan RI
DIALOG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN RADIO PEMERINTAH DAN SWASTA
CIKEAS, 18 JULI 2009
Muhammad Isnen Suhanda; RRI
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih, nama saya Muhammad Isnen Suhanda dari Radio Republik Indonesia. Pak Susilo Bambang Yudhoyono, nampaknya Bapak dan pemerintah harus bekerja ekstra keras lagi untuk menghadapi pemboman kaum teroris ini. Bahkan saya dapat informasi bahwa Tim Dokter Kepresidenan menganjurkan agar selama liburan selama tiga hari ini Bapak dapat berkonsolidasi baik secara fisik maupun psikis, menurut Bapak bagaimana?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Betul, Tim Dokter Kepresidenan kemarin, dua hari yang lalu menganjurkan kepada saya karena kegiatan yang luar biasa padatnya, mungkin tiga-empat bulan terakhir ini, supaya saya bisa berkonsolidasi secara fisik, secara psikis pada rangkaian liburan minggu ini. Tapi tentu saya mengutamakan tugas, ya begitu, tugas di atas segalanya dan dalam kondisi apapun saya tetap harus bekerja.
Tadi saya menerima kembali laporan dari Menkopolhukam, Kapolri, Panglima TNI, Ka-BIN, langkah-langkah investigasi yang sedang dilakukan. Dan kemudian saya juga langsung tadi ke tempat kejadian di baik Hotel JW Marriott maupun di Hotel Ritz Carlton. Dan kemudian harus mengalir terus karena minggu ini sangat penting untuk kita bisa melakukan banyak hal, investigasi dan mudah-mudahan tidak terlalu lama kita bisa mengungkap siapa pelakunya. Dan kemudian sebagaimana prestasi kita di waktu yang lalu, kita bisa membawa para teroris itu ke meja pengadilan. Jadi seperti ini kegiatan saya, tetapi saya tetap oke, dan percayalah semua tugas dapat saya jalankan dengan sebaiknya-baiknya.
Iman Rosidi; Radio Trijaya
Terima kasih Pak, saya Iman Rosidi dari Radio Trijaya. Dengan kejadian pemboman ini, kita tahu rakyat kita sangat bersedih dan marah. Dan kita tahu dunia juga mengikuti perkembangan yang terjadi di Indonesia, termasuk PBB dan pemimpin dunia, yang kita tahu mereka juga sangat gusar dengan apa yang terjadi di Jakarta kemarin, Pak. Dan apakah mereka siap membantu Indonesia untuk terkait dengan pemboman ini? Apakah ada langkah-langkah ataupun kontak dari pemimpin dunia terhadap Bapak?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Ya benar, nampaknya bukan hanya kita yang bersedih, bukan hanya rakyat kita yang sungguh terpukul. Tapi dunia pun, Perserikatan Bangsa-Bangsa, negara-negara sahabat telah mengeluarkan pernyataan dan kesediaan mereka semua untuk bekerja sama dengan Indonesia, sebagaimana yang kita lakukan di waktu yang lalu, atau kerja sama internasional yang dilakukan di banyak negara menghadapi ancaman terorisme seperti ini.
Saya tentu bersyukur bagaimanapun dengan pandangan dunia bahwa sebenarnya prestasi Indonesia tahun-tahun terakhir ini sangat dihargai oleh dunia, karena bukan hanya ekonomi kita tumbuh dengan baik, bukan hanya karena demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia juga berkembang cukup positif. Lantas langkah-langkah lain termasuk politik kita yang makin stabil, keamanan di seluruh tanah air dan sebagainya. Dunia pun sering menyebut Indonesia sebagai model begitu, dan sering dijadikan contoh.
Oleh karena itu, apa yang terjadi kemarin, dunia pun merasa ini satu musibah karena selama ini berjalan dengan baik. Apalagi kita, apalagi rakyat kita yang sudah susah payah kita tahu tahun demi tahun melakukan pembangunan di negeri ini, untuk rakyat kita, untuk kerja sama internasional, untuk nama baik kita di forum dunia, tetapi kembali lagi kita diuji dan kita mendapatkan robekanlah katakanlah begitu oleh mereka-mereka yang tidak bertanggung jawab.
Benar, dunia di samping berempati kepada kita, mereka juga mengulurkan tangan untuk sebuah bantuan dan kerja sama. Bagi saya karena kerja sama seperti ini bisa dilakukan kapan saja, saya menyambut baik, kerja sama apapun untuk bersama-sama membikin dunia ini lebih aman, dan bersama-sama kita bisa mencegah dan menghadapi aksi-aksi terorisme seperti ini.
Erizal; Radio Muara
Begini Pak, saya Erizal dari Radio Muara. Selama empat tahun ini kan security, keamanan sudah makin baik, tiba-tiba terjadi lagi serangan bom teroris. Apa jaringan teroris ini masih kuat, Pak?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Sebenarnya ini yang saya ketahui langsung karena meskipun saya jarang berbicara di depan publik, supaya rakyat tetap tenang. Saya terus mengikuti langkah-langkah nasional, terutama yang dilaksanakan oleh jajaran Polri dibantu oleh BIN dan TNI, untuk mencegah terjadinya serangan-serangan terorisme seperti ini. Apa yang dilakukan oleh kita, oleh pemerintah selama katakanlah empat tahun terakhir ini sebenarnya membikin jaring atau sel-sel terorisme di negeri ini makin lemah, dan mereka tidak mudah untuk melakukan konsolidasi dalam melaksanakan serangan. Banyak sekali rencana mereka yang digagalkan oleh Kepolisian, dan saya selalu menerima laporan-laporan itu. Banyak pula bahan peledak yang disita, belum sempat digunakan oleh mereka. Bahkan banyak pihak di dunia yang mereka juga mengikuti dari dekat perkembangan terorisme di seluruh dunia. Mereka menganggap sel-sel di Indonesia itu sudah lemah. Itu yang terjadi.
Tetapi yang kita tahu terorisme adalah terorisme. Mereka bisa saja menghilang, bisa tidak bisa berbuat apa-apa selama setahun, dua tahun, tiga tahun. Kemudian dia diam-diam, karena punya hubungan dengan negara-negara lain, ataupun elemen-elemen radikal, elemen ekstrim di dalam negeri sendiri, dia mencari peluang. Seperti yang dialami oleh negara lain seperti ini tiba-tiba datang. Jadi saya harus mengatakan sesungguhnya selama 4 tahun ini kita telah melakukan banyak hal, tetapi kita sungguh bersedih terjadi lagi kemarin serangan tiba-tiba oleh jaringan terorisme itu.
Irham; KBR 68H
Saya Irham Pak dari KBR 68H. Apa menurut Bapak sendiri besar pengaruhnya bagi Indonesia serangan teroris ini misalnya dalam bidang ekonomi, pariwisata, maupun investasi, bisa Anda jelaskan?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Seperti pengalaman negara lain atau pengalaman kita di waktu yang lalu, dampaknya tidak sedikit. Masih ingat ketika di Bali ada serangan bom? Bertahun-tahun kita memulihkan keadaan itu. Saya sendiri terjun, saya sendiri memimpin untuk memulihkan keamanan kita, memulihkan kepercayaan dunia, memulihkan iklim investasi yang terganggu karena serangan terorisme itu. Jelas ada pengaruhnya.
Oleh karena itulah saya ingin segera kita ungkap, segera kita bawa pelakunya mendapatkan sanksi hukum yang setegas-tegasnya, seraya terus membangun kembali keamanan, ketertiban, dan iklim perekonomian di negeri ini. Tentu saja contoh yang paling dekat, saya juga sedih karena misalkan di Bali itu akan ada rencana cruise dari kapal-kapal tertentu untuk singgah di Bali, yang dijadwalkan minggu ini dengan 2000 penumpang, yaitu yang disebut Princess Cruise terpaksa dibatalkan.
Tahun depan itu ada juga cruise seperti itu, 10 kali yang direncanakan dari Princess Cruise, dan juga dari kapal lain sebanyak 15 kali. Tentu ada pengaruhnya. Meskipun kita ingin jelaskan insya Allah keadaan di Bali, tempat-tempat lain dapat kita pertahankan. Tetapi selalu ada dampak langsungnya.
Kemarin, saya sudah mengikuti bagaimana pergerakan nilai tukar bergerak, bagaimana pergerakan saham kita sempat drop, tapi akhirnya alhamdulillah pulih kembali. Dan jajaran pemerintah, Menteri Keuangan memberikan penjelasan kepada investor, kepada mitra-mitra kita yang melaksanakan kegiatan ekonomi di Indonesia, bahwa meskipun ada kejadian ini, insya Allah secara nasional keadaan akan tetap baik dan banyak hal yang bisa terjadi seperti ini.
Oleh karena itu, kalau saya kemarin menyatakan ini luar biasa. Tidak punya hatinya mereka yang melakukan aksi terorisme ini karena dampaknya langsung atau tidak langsung, sedikit atau banyak langsung dirasakan, yang memikul seluruh rakyat Indonesia. Semua kena, kalau ekonomi terkena, investasi terkena, kepercayaan dunia kepada kita menurun, yang susah rakyat kita. Bayangkan. Jadi ini memang luar biasa.
Oleh karena itu, kita tidak boleh menyerah, kita harus tetap bertekad untuk mencegah, menghadapi semua ini, jangan ada di antara kita yang ragu-ragu, yang permisif, yang tidak mau menyatakan tekad untuk menghadapi ini, demi rakyat kita, demi negeri kita, demi masa depan kita.
Johan Sarjono; Radio Elshinta
Terima kasih Bapak Presiden, saya Johan Sarjono dari Radio Elshinta. Ada yang bersuara sejumlah pihak yang mengatakan bahwa aksi terorisme ini karena intelijen kita lemah, termasuk TNI, Polri. Sejauh mana Bapak menilai suara-suara atau pandangan tersebut? Terima kasih.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Saya melihatnya begini, terorisme itu sesuatu yang tidak mudah dideteksi, tidak mudah diikuti. Belum tentu sistem persenjataan yang modern, belum tentu strategi dan taktik yang canggih, termasuk teknologi yang dimiliki bisa dengan cepat, dengan efektif mencegah aksi-aksi terorisme. Kalau dipikir, kurang apa negara-negara lain, Amerika Serikat, Eropa, negara-negara yang maju? Mereka juga mengalami serangan atau pemboman dari para teroris itu.
Di Indonesia saya tahu sendiri, sebetulnya intelijen kita telah berusaha untuk bisa mendeteksi, untuk bisa mengikuti ke mana sel-sel terorisme yang masih tersisa itu. Demikian juga Kepolisian, sudah saya jelaskan yang dilakukan sangat gigih, pantauan terakhir ini yang saya ikuti langsung. Demikian juga TNI terus memberikan bantuannya kepada Polri. Tetapi sekali lagi terjadi apa yang sangat tidak kita harapkan kemarin.
Oleh karena itu, meskipun saya tahu intelijen kita, kepolisian kita, TNI kita telah berbuat sebaik-baiknya. Tetapi ingat, mereka harus bekerja lebih keras lagi, lebih giat lagi, terus-menerus karena itulah terorisme, setiap saat bisa datang. Oleh karena itu, saya ingin ke depan intelijen kita betul-betul makin tajam; pencegahan dari siapapun makin efektif; antara BIN, TNI, Polri, masyarakat luas harus saling bersinergi; dan ingat itu, mereka melacak kadang-kadang dari RT, dari RW, dari sewa rumah dan sebagainya. Dengan demikian, aktivitas masyarakat kita juga diperlukan, tidak boleh kita apatis. Dengan demikian, secara nasional kita bersama-sama mencegah dan menghadapi aksi terorisme ini.
Teguh; Elshinta
Seperti pernyataan Bapak kemarin yang bilang bahwasanya diminta untuk masyarakat untuk tidak main tuduh atau tidak main tuding terkait dengan siapa sebetulnya dalang di balik ledakan di JW Marriot dan Ritz Carlton, tapi ada seolah-olah ada keterkaitan antara pemboman kemarin dengan hasil Pilpres yang baru saja kemarin kita lewati, Pak. Bahkan ada yang menunjukkan bahwa itu prematur atau terlalu dini. Harapan Bapak Presiden sendiri seperti apa, Pak?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Ini sering terjadi dalam politik kita. Ada yang belum mendengarkan statement saya secara utuh, lantas memberikan tanggapan, dan tanggapannya tidak pas. Karena jelas justru saya begitu ada yang berteori, yang berkomentar, menyampaikan pandangannya, “Pasti ada kaitannya dengan Pilpres.” Justru saya mengingatkan jangan terlalu cepat seperti itu, jangan main tuding, jangan main tuduh; tidak boleh, kecuali ada bukti dan kemudian secara hukum benar-benar dibuktikan ada kaitannya.
Oleh karena itu, biarlah investigasi berlangsung. Saya tidak tahu sampai sekarang, meskipun tadi saya juga berbicara secara luas dengan Kapolri, dengan Ka-BIN, dengan Panglima TNI, dengan Menkopolhukam, kita analisis tadi secara mendalam. Segala kemungkinan bisa terjadi, barangkali tidak ada kaitannya sama sekali, mungkin juga ada kaitannya.
Oleh karena kita tidak boleh prematur, betul itu. Dan saya juga mencegah, jangan sampai cepat-cepat kita menuding, menuduh siapapun. Tidak baik itu. Biarkanlah investigasi ini berlangsung terus. Harapan saya sebagai Kepala Negara supaya demokrasi tidak terkoyak, saya berharap jangan adalah kaitan antara politik dengan katakanlah kejahatan dengan aksi-aksi ini terorisme. Ini yang sungguh saya harapkan. Tetapi sekali lagi biarlah investigasi berjalan dengan baik, investigasi mesti dilakukan secara obyektif, secara menyeluruh, kemudian sampai benar-benar kita menemukan kebenaran dalam hal ini.
Dan ingat, kita sudah berketetapan bangsa ini, siapapun yang tega melaksanakan aksi terorisme ini, bayangkan kalau itu dilakukan oleh orang-orang Indonesia, dilaksanakan di negerinya sendiri, yang menjadi korban sebagian besar rakyat Indonesia sendiri, akibatnya ekonomi Indonesia rusak, yang menderita bangsanya sendiri. Itulah sudah habis-habisan, luar biasa, tidak punya hati. Tetapi sekali lagi biarlah investigasi terus berlangsung. Dan sebelum ada kejelasan, lebih bagus kita tidak perlu berkomentar terlalu jauh. Ada atau tidak ada, kita serahkanlah kepada kebenaran nantinya yang diungkap oleh tim investigasi. Saya sendiri berharap mudah-mudahan tidak ada kaitannya dengan motif politik apapun.
Suroso; Radio Sonora
Saya Suroso dari Radio Sonora. Harapan dan ajakan Bapak kepada rakyat Indonesia terhadap ancaman teroris?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pertama-tama kepada Saudara-saudara kita di seluruh tanah air, tidak perlu terlalu cemas, tidak perlu menganggap masa depan kita ini tidak cerah. Karena sekali lagi ancaman terorisme juga dihadapi oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Yang penting sebagaimana yang saya katakan tadi, marilah kita semua berwaspada.
Contoh yang konkrit yang dulu sering saya sampaikan misalnya kalau di sebuah RT, RW di desa tiba-tiba ada orang yang ngontrak, ngontrak rumah di situ, misalkan sebulan itu berapa, misalkan 500 ribu. Ada orang yang berani bayar 10 juta, itu pantas dicurigai. Atau bayarnya biasa, tapi kegiatannya nggak jelas, tertutup terus rumahnya itu. Atau kadang-kadang yang datang ke situ orang yang tidak dikenal di RT, RW, dan mencurigakan. Melihat seperti itu, segera memberitahu pimpinan RT, RW, atau Kepala Desa, atau Kepolisian, dan siapa saja. Dengan demikian, sikap itu menyelamatkan dirinya, menyelamatkan tetangganya, menyelamatkan saudara-saudaranya, dan menyelamatkan negaranya, kalau memang ada indikasi keganjilan atau yang diduga sebagai aksi terorisme.
Selebihnya marilah kita terus melakukan pendidikan dalam arti yang luas, cegahlah. Saudara-saudara kita yang terjebak, yang tergoda, yang masuk jalan yang sesat melaksanakan tindakan yang saya sebut dengan indiscriminate crime, kejahatan membabi buta, korbannya bisa siapa saja. Apapun motivasinya tidak boleh dengan melaksanakan aksi terorisme itu. Kalau ingin mencapai tujuan yang baik, pilih cara-cara yang tidak seperti itu, banyak cara yang baik.
Oleh karena itu, sekali lagi kepada rakyat Indonesia, negara tidak boleh kalah. Insya Allah kita akan menang. Bisa terus kita hadapi, kita cegah aksi-aksi seperti itu, dengan catatan mari kita sungguh berwaspada terhadap keganjilan, dan kerja sama saya harapkan makin baik antara masyarakat, pemerintah setempat maupun jajaran Kepolisian dan penegak hukum, begitu.
Penanya
Bapak yakin bahwa masalah ini akan dapat diatasi, negara kita akan bisa pulih dan tetap maju ke depan terutama dengan iklim investasi dan ekonomi? Bagaimana Bapak bisa menjelaskan bahwa teroris ini akan bisa kita atasi dan berdampak ekonomi kita akan pulih kembali?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Saya yakin, akan kita atasi karena sesungguhnya negara kita ini luas dari Sabang sampai Merauke. Kemudian aktivitas ekonomi yang tersebar di seluruh tanah air bermacam-macam, dan yang kena gangguan ini hanya spot-spot tertentu misalkan Jakarta dulu, di Bali misalnya. Jadi saya yakin bahwa secara nasional kita akan bisa mempertahankan situasi keamanan dan ketertiban sehingga ekonomi akan terus tumbuh, kegiatan usaha akan terus berkembang. Iklim investasi harapan saya juga terjaga, apalagi kalau kita segera bisa mengungkap semuanya ini dan saya yakin bisa kita ungkap, bisa kita atasi masalah ini. Dengan demikian, tidak akan terganggu ke depan nanti perekonomian kita, termasuk iklim investasi kita.
Memang yang kita sesalkan sudah baik-baik, bayangkan bertahun-tahun kita membangun seperti ini, kondisinya bagus sekali. Dunia mengalami krisis alhamdulillah ekonomi kita terjaga, bahkan banyak investasi yang akan datang ke negeri kita, jangan sampai seperti dulu. Artinya belok ke Malaysia, belok ke negara-negara lain, seperti ini. Inilah yang sungguh menusuk hati saya kemarin, sehingga kita harus bertekad memulihkan ekonomi, menyelamatkan investasi, meningkatkan kesejahteraan rakyat sambil betul-betul melaksanakan jihadlah menghadapi kejahatan terorisme ini.
Irham; KBR 68 H
Banyak sekali penggemar sepak bola yang kecewa atas pertandingan MU, pembatalan pertandingan antara MU dengan Timnas kita. Ini menyusul ledakan bom di dua hotel kawasan Jakarta Selatan ini. Ini bagaimana?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Saya juga sangat menyesal. Bayangkan, justru Manchester United pingin bermain di Indonesia, di Jakarta. Ini kan menunjukkan kepercayaan dunia, luar biasa dan ini merupakan sejarah. Saya mendengar bahwa penggemar sepak bola pun menyambut dengan suka ria rencana kedatangan MU ini. Tiba-tiba dirobek oleh kemarin itu, kita sungguh menyesalkan.
Tadi saya juga berkomunikasi dengan beberapa teman di Indonesia, apakah masih mungkin diselenggarakan. Saya katakan untuk mengejar hari Minggu karena tinggal dua hari, saya kira akan berat karena Kepolisian kita sekarang sedang memprioritaskan untuk mengejar, mengungkap pelaku terorisme ini sambil menyelesaikan masalah-masalah di TKP, di kedua hotel itu, kemudian harus mengamankan pertandingan sepak bola akbar itu.
Saya tetap berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, siapa tahu, entah MU atau siapa pun yang ingin tetap bermain di Indonesia, sebagai simbol bahwa kita tidak boleh menyerah terhadap aksi terorisme, itu akan bagus sekali. Dan tentu Indonesia pada saatnya akan siap untuk mengamankan, untuk menjadi tuan rumah, untuk memfasilitasi kedatangan pemain sepak bola terkenal dunia seperti MU itu. Itu perasaan saya, Saudara, dan saya kira ini juga perasaan saudara-saudara kita yang lain.
Ini musibah yang luar biasa, dan sempat didengarlah bagi mereka-mereka yang suka mengoyak keamanan, tindakan-tindakan yang keji seperti itu. Inilah harga yang sangat mahal yang dibayar oleh bangsa kita.
Teguh; Radio Elshinta
Ada seruan khusus dari Pak Presiden khususnya pada pengelola mal, tempat hiburan, dan fasilitas publik lainnya, Pak?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Saya kira ada, begini yang saya katakan tadi. Saya itu tidak habis pikir ya, orang-orang Indonesia, saudara kita sendiri membikin keonaran di negerinya sendiri, mengancam saudaranya sendiri, menyusahkan saudaranya sendiri, luar biasa. Dan yang dijadikan sasaran tempat-tempat publik di mal barangkali, hotel, restoran dan sebagainya.
Oleh karena itu, seruan saya dan tadi saya juga berbicara dengan Gubernur DKI Jakarta, tolong dibikin protap, diaktifkan kembali SOP-nya, protapnya yang ketat. Tidak apa-apa jaman sekarang ini, CCTV ada di mana-mana. Masuk ke tempat restoran tidak boleh bawa tas, tidak boleh pakai jaket, nggak apa-apa sekarang ini agar semuanya merasa aman, agar semuanya merasa nyaman. Jadi banyak yang bisa kita lakukan dengan CCTV, dengan teknologi informasi atau dengan aturan-aturan yang sederhana. Dengan demikian, lalu lalang saudara kita di tempat publik, di hotel, di restauran itu membikin rasa aman bagi semua.
Saya sudah minta Gubernur DKI, tentunya gubernur seluruh Indonesia, para wali kota, rembuklah baik-baik dengan asosiasi pariwisata, dengan asosiasi usaha, dengan pihak kepolisian, bikin sendiri protapnya, SOP-nya, aturan mainnya. Dengan demikian, kegiatan berjalan terus, dunia usaha berkembang, kemudian rakyat kita tidak was-was untuk berdatangan dan melaksanakan aktivitas di tempat-tempat itu. Dengan ketatnya aturan itu, ketat tapi bikin aman itu bagus, maka bagi teroris juga tidak semudah itu untuk tiba-tiba datang membawa bahan peledak dan kemudian meledakkan tempat-tempat seperti itu.
Saya kira itu yang mesti ditingkatkan ke depan dan suatu saat saya bisa setiap saat mengecek langsung ke lapangan, untuk memastikan apakah semua sudah meningkatkan tindakan keamanannya masing-masing.
Saya kira begitu teman-teman, terima kasih. Tapi pesan saya, kita tidak boleh menyerah bangsa ini. Insya Allah ada jalan keluar dan saya yakin negara kita akan makin maju, makin tumbuh, makin aman, sejahtera. Terima kasih.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan RI



