Arsip

« Januari 2010 »
M S S R K J S
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      

Wawancara

Videokonferensi dengan Pengguna National Single Window di Surabaya dan Medan

TRANSKRIP
VIDEOKONFERENSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN PENGGUNA NATIONAL SINGLE WINDOW
DI SURABAYA DAN MEDAN
PELABUHAN TANJUNG PRIOK, JAKARTA
29 JANUARI 2010



Presiden Republik Indonesia
Pak Suwondo, Assalaamualaikum Wr. Wb.

Suwondo, Eksportir
Waalaikumsalam Warahtullahi Wabarakatuh, Pak Presiden.

Presiden Republik Indonesia
Suaranya sangat jelas, mukanya cerah, alhamdulillah, saya ingin mendengar dari Pak Wondo setelah National Single Window kita resmikan, manfaat nyata apa yang Bapak rasakan selaku eksportir sepatu dari Jawa Timur? Silakan.

Suwondo, Eksportir
Terima kasih Bapak Presiden, memang betul kami sebagai salah satu eksportir sepatu Jawa Timur, kami dari PT Ecko Indonesia, sebuah perusahaan PMA dari Denmark dengan produksi sepatu, di mana kapasitas produksi kami sebesar 4 juta pasang per tahun, dengan pangsa ekspor 70% ke Eropa, 20% ke Amerika, dan 10%nya ke Asia dan Australia.

Kalau Bapak Presiden tadi melihat Pak Ahmad di tayangan, itu kan film Pak, mungkin ada rekayasa di sana, dan Bapak Ahmad menjelaskan tentang impor. Kami dari Surabaya, kebetulan di Surabaya ini sedang dilakukan uji coba untuk ekspor, maka saya akan memberikan kesaksian dan ini sama sekali bukan rekayasa, Pak Presiden.

Presiden Republik Indonesia
Tapi Pak Wondo ikut main film nanti bisa tho, supaya riil, dan live, dan begitu, royaltinya bagi dua nanti, honornya nanti.

Suwondo, Eksportir
Insya Allah, Pak Presiden. Jadi, menurut kami yang setiap harinya kami melakukan, menggunakan teknis ini adalah bahwa manfaat nyata yang dapat kami dapat adalah adanya kemudahan dan pelayanan yang sangat cepat atas penyelesaian dokumen ekspor yang kami lakukan. Rata-rata, kami memerlukan proses untuk kita mengirimkan data ke portal hingga mendapatkan persetujuan hanya memerlukan waktu 10 menit, dan maksimum hanya sampai 15 menit saja.

Presiden Republik Indonesia
Luar biasa.

Suwondo, Eksportir
Betul Pak, dan satu hal lagi yang menarik, yang tadi juga disampaikan oleh Pak Susi, di portal NSW itu ada juga yang namanya trek dokumen, sehingga kami bisa melihat langsung dokumen yang saya kirimkan tadi itu per detik ini sampai di mana, ya jadi memang dalam hal ini transparansi dari pihak terkait atas penyelesaian dokumen ekspor yang kami lakukan itu benar-benar saya acungi jempol, Bapak Presiden.


Presiden Republik Indonesia
Maksudnya joss, begitu ya?

Suwondo, Eksportir
Betul Pak, dan harapan saya ini, Pak, yang terakhir bahwa secanggih dan sehebat apapun sistem yang ada, mungkin bisa saja terjadi down ya sehingga kami dari eksportir mohon adanya satu back up solution yang harus segera ditangani atau diambil itu bagaimana, supaya apabila dalam rentang waktu maksimum 1 jam setelah saya mengirimkan data dan itu tidak ada jawaban, langkah apa yang harus kami ambil, itu harus segera dipenuhi, supaya apa? Secara prinsip agar barang ekspor saya yang katakanlah hari ini siap di pabrik dan mau berangkat ke pelabuhan, tertunda hanya gara-gara sistem yang down tadi. Mengapa itu saya tekankan? Karena apabila barang itu tidak jadi berangkat, cost yang muncul, yang jelas adalah dari pihak sewa nginap truk.

Yang lebih fatal lagi Bapak Presiden, kalau penundaan tersebut berkaitan erat dengan closing cargo, wah itu malah fatal, Pak. Bisa-bisa customer kami itu, “Kamu tidak bisa ngirim barang tepat waktu, sehingga mohon maaf saya batalkan.” Itu yang kurang baik bagi kami, Pak. Itu yang pengalaman kami yang selama ini kami alami, dan dapat kami sampaikan pada forum ini, terima kasih, wassalamualaikum wr. wb.

Presiden Republik Indonesia
Ya, terima kasih Pak Wondo, terima kasih, semoga sistem ini membawa kebaikan, Bapak mengatakan sudah dirasakan, kalau ada system shutdown, kata Menteri Keuangan, sudah dipikirkan back up system-nya, termasuk recovery-nya, mudah-mudahan usaha Pak Wondo tumbuh dengan baik, jangan lupa bayar pajak karena itu semua untuk kepentingan membangun negeri ini, untuk kita salurkan kepada rakyat Indonesia pada akhirnya nanti. Selamat, matur nuwun.

Pembawa Acara
Baik, itu tadi Bapak Suwondo, Bapak Presiden. Selanjutnya Pak Yudi Purwoko, beliau adalah Ketua Ginsi yang juga akan menyampaikan, apakah benar harapan Bapak Presiden sudah bisa dilaksanakan di Tanjung Perak, Surabaya. Kami mohonkan Bapak berkenan langsung ke Pak Yudi Purwoko, Bapak, monggo.

Presiden Republik Indonesia
Pak Yudi Purwoko, sebagai pimpinan Ginsi di Jawa Timur, Gabungan Importir Seluruh Indonesia yang di Jawa Timur, silakan Bapak, apa yang Bapak rasakan, Bapak lihat, dan bagaimana sistem baru ini bisa kita gunakan dengan baik, silakan.

Yudi Purwoko, Ketua Ginsi Jawa Timur
Terima kasih, Assalaamualaikum Wr. Wb. Yang kami hormati Bapak Presiden Republik Indonesia, perkenankan saya pada siang hari ini akan menyampaikan beberapa hal terkait dengan peluncuran National Single Window yang diikuti pula dengan Gerakan 247. Bapak Presiden, peluncuran National Single Window ini pada dasarnya kami dari Gabungan Importir Jawa Timur tampaknya sangat merasakan sekali bagaimana kehebatan perubahan di dalam satu sistem yang saat ini sudah tampak. Jadi, kami merasa di sini memang bahwa dengan adanya peluncuran National Single Window, manfaatnya sangat besar bagi anggota kami karena percepatan waktu.

Di sini waktu itu adalah memegang peranan bagi seorang pelaku usaha, Pak, karena dengan waktu ini, dampaknya sangat banyak, baik itu terhadap suatu biaya, juga multiplier effect, sehingga apa yang dirasakan bagi importir di Jawa Timur khususnya itu sangat benar-benar harapan seperti apa tadi dari kawan kami yang dari eksportir, bahwa di situ karena jumlah importir di Jawa Timur saja ini sudah cukup banyak Pak.

Kalau server yang disiapkan secara nasional tidak kuat, seperti beberapa hari yang lalu juga ada informasi kepada saya, bahwa tampaknya ada gangguan, lha gangguan ini tidak segera ada suatu back up. Ini akibatnya menimbulkan kerugian bagi para importir, khususnya terhadap waktu tadi, sehingga tidak tepat dia mengirim keluar-masuknya barang ini ke pabrik, ataupun pada saat-saat tertentu, barang yang untuk importir umum tidak segera dimasukkan dalam suatu pasar. Itu yang pertama.

Yang kedua Bapak Presiden, di sini kami haturkan sebagaimana tadi kawan kami sudah menyampaikan bahwa karena ini adalah proyek besar skala nasional, kami mohon kiranya betul-betul National Single Window ini di-back up dengan satu perangkat yang benar-benar memadai, sehingga di situ hasil ataupun nanti yang akan kita ambil adalah semua adalah pada biaya para importir ataupun eksportir yang ada. Kira-kira begitu Bapak Presiden yang kami bisa haturkan pada sore hari ini. Terima kasih.


Presiden Republik Indonesia
Terima kasih Pak Yudi, pandangannya bagus, sarannya bagus, dan ini saya teruskan langsung kepada yang mengelola sistem ini untuk betul-betul memastikan bahwa back up system berjalan dengan baik, kemudian kalau ada apa-apa, segera bisa diatasi. Saya kira itu menjadi harapan kita semua. Mudah-mudahan makin ke depan makin kredibel kita punya sistem ini. Demikian.

Pembawa Acara
Baik, Bapak. Untuk melihat secara langsung bagaimana persiapan di Tanjung Perak karena saat ini sudah juga Kakanwil Bea Cukai di Jawa Timur, yaitu Bapak Jatman Sutejo dan juga Administrator Pelabuhan Tanjung Perak, Bapak Kholid Sirong. Barangkali Bapak akan memilih terlebih dahulu, dari Bea Cukai atau administrator.

Presiden Republik Indonesia
Silakan Pak Jatman Sutejo dahulu, Kakanwil Bea dan Cukai, kemudian nanti Pak Kholik Sirot, saya persilakan Administrator Pelabuhan Tanjung Perak, apa yang ingin Bapak sampaikan, pesan apa kepada pusat, supaya sistem ini bisa berjalan dengan baik, silakan Bapak.

Jatman Sutejo, Kakanwil Bea Cukai Jawa Timur
Terima kasih, Yang terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia, saya selaku Kakanwil Bea Cukai Jawa Timur, Surabaya telah mengamati dan mengevaluasi istilahnya pesan penerapan National Single Window ini, telah berjalan dengan baik di Tanjung Perak karena berkat dukungan dari seluruh rekan-rekan juga termasuk Ginsi, di mana mereka ikut terlibat di situ. Hal yang perlu menjadi pengamatan kami adalah kami hanya menghimbau kepada seluruh jajaran kawan-kawan Sikoter, terutama pengguna jasa baik importir, eksportir memanfaatkan fasilitas ini sehingga dapat digunakan secara maksimal, karena ini adalah suatu program yang sangat baik dalam rangka pelayanan ekspor dan impor. Demikian, Bapak Presiden, terima kasih.


Presiden Republik Indonesia
Terima kasih Pak Jatman Sutejo, mudah-mudahan makin baik, dan tolong betul petugas untuk kepabeanan ini bisa berjalan lebih efektif lagi, apalagi ditolong dengan sistem ini supaya negara mendapatkan revenue yang makin baik, dan kemudahan untuk transaksi bisnis juga bisa berjalan lebih baik. Terima kasih. Silakan Pak Kholik Sirot.

Kholik Sirot, Administrator Pelabuhan Tanjung Perak
Terima kasih Pak Presiden. Assalaamualaikum Wr. Wb. Terima kasih Bapak Presiden yang kita hormati, untuk menunjang National Single Window dan operasional pelabuhan 24 jam dalam 1 hari dan 7 hari dalam 1 minggu, kami bersama-sama dengan stakeholder yang ada di Tanjung Perak ini melakukan koordinasi untuk menentukan produktivitas dari bongkar-muat kapal karena produktivitas ini penting sekali, sehingga kapal-kapal yang ada di pelabuhan ini tidak seenaknya melakukan kegiatan sesuai dengan waktu yang disiapkan.

Untuk produktivitas ini, gunanya untuk menentukan closing time, di mana closing time adalah kegiatan kapal-kapal yang sandar di pelabuhan dalam melakukan kegiatan bongkar muat. Maksud dari closing time ini untuk menghindarkan sekecil mungkin daripada waiting time yang ada di pelabuhan, mengingat closing time ini akan berakibat tingginya biaya pelabuhan, yaitu di tengah-tengah demories, demories pada waktu tunggu dalam pelabuhan.

Dalam waktu dekat, kita juga akan bergabung dengan National Single Window, yaitu mengenai pelayanan kapal maupun pelayanan pelabuhan yang kita kenal dengan port nett. Demikian Bapak Presiden. Terima kasih.

Presiden Republik Indonesia
Baik, terima kasih Bapak dan untuk Jawa Timur saya berharap Jawa Timur tetap menjadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional, Jawa Timur sangat potensial, baik pertanian, industri, maupun jasa. Saya tahu memang agak terhambat beberapa saat yang lalu karena lumpur Sidoarjo, tetapi dengan akan kita percepat pembangunan infrastruktur akibat lumur itu mudah-mudahan ekonomi Jawa Timur tumbuh makin pesat, dan di samping mensejahterakan rakyat juga berkontribusi untuk ekonomi nasional. Selamat berjuang, selamat berkarya, selamat bertugas. Terima kasih.

Pembawa Acara
Baik, Bapak Presiden. Sekarang kita akan beralih ke Belawan, Sumatra Utara. Baik, kepada Ketua Ginsi, Bapak Khairul Maali, langsung saja melaporkan apa yang telah dirasakan manfaatnya dari peluncuran program ini, silakan Pak Khairul.

Khairul Maali, Ketua Ginsi Sumatra Utara
Assalaamualaikum Wr. Wb. Yang kami hormati dan muliakan Bapak Presiden Republik Indonesia. Perkenankan kami menyampaikan bahwa bagi Sumatra Utara ini suatu berkah, kemarin Bapak baru meresmikan PLN Labuhan Angin bersama Gubernur Sumatra Utara, dan ini hari berkah, hari Jumat pula yang tiada kiranya bagi masyarakat Sumatra Utara. Kami dari pelaku usaha, baik Gabungan Eksportir Sumatra Utara dan Importir Sumatra Utara, di mana sangat-sangat berterima kasih Pak, karena dalam proses National Single Window ini directly, secara langsung pelaksanaannya bilamana ada kesalahan Pak, langsung ditolak Pak, reject. Kalau selama ini proses dokumen secara manual itu Pak, bolak-balik, bayangkan Pak kalau 15 instansi yang harus kami datangi, waktu dan ujung-ujungnya duit juga Pak. Tapi dalam hal ini, tentunya ini kan Pak mengatasi biaya ekonomi tinggi Pak yang ini sangat kami harapkan.

Dan segi di mana juga Pak posisi Sumatra Utara dalam kerangka kerja IMTGT, Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle, di sini juga Pak memegang peranan yang sangat-sangat penting, kita bisa proses waktu Pak karena Sumatra Utara ini bukan hanya barang dari Sumatra Utara, provinsi lain Pak: interline dari Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Barat, Riau yang melalui Pelabuhan Belawan ini, tentunya proses yang dikatakan Pak Menko Ekuin tadi Pak menyangkut blueprint logistik, ini juga kelancaran bagi proses daripada barang, arus yang ada di kabupaten sekota Pak. Namun, harapan kami tentunya Pak, kalau tadinya itu dengan PLN yang kemarin sudah diresmikan selama ini masih mati lampu, ini tentunya tidak mati lagi Pak karena kami ini memakai dunia elektronik Pak, data interchecks ini tentu bisa berjalan dengan lancar.

Bagi kami, tentunya bagaimana mendorong pelaku UKM dalam melaksanakan ini tentu perlu ada investasi menyangkut elektronik ini, itu juga menyangkut kualitas sumber daya manusianya yang menjalankan program ini. Tapi kami siap Pak. Ini momentum yang paling kokoh Pak, karena dalam perdagangan bebas ASEAN dan China, dengan peluncuran ini tentu kita siap bersama-sama memaksimalkan, menyukseskannya. Terima kasih, lebih dan kurangnya kami mohon maaf. Billahittaufiq walhidayah, Assalaamualaikum Wr. Wb.

Presiden Republik Indonesia
Waalaikumsalam. Pak Khairul, terima kasih, saya senang sekali, Bapak berbicara janganlah kita ini terus dalam keadaan efisiensi biaya tinggi. Jaman dulu saya pernah mendengar, dulu sekali, ada pepatah begini: kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah. Sekarang terbalik betul, semua akan dipermudah setiap urusan, sehingga Sumatra Utara, Indonesia semakin berjaya.

Pak Khairul, berkahnya bukan hanya listrik. Kemarin kita resmikan 2 X 115 megawatt di Labuhan Angin, insya Allah akan kita tambah Sumatra Utara, kurang lebih diperlukan sekitar 300 megawatt lagi, kalau itu sudah kita bangun, supply dengan demand akan bagus, tidak ada mismatch, tidak perlu khawatir ada byar pet dan tidak perlu khawatir sistem ini terganggu karena listriknya mati. Tapi ada berkah yang lain, hari Selasa saya meresmikan yang namanya pengontrol banjir, pengendali banjir di Medan, dan juga saya resmikan jembatan layang di Medan. Semua itu berkah, bukan hanya listrik bukan hanya yang tadi itu. Saya berharap lebih semangat lagi nanti. Silakan dilanjutkan siapa?

Pembawa Acara
Baik, dan selanjutnya Bapak Kepala Kantor Bea Cukai juga Pak Ahmad Riyadi, Bapak Presiden, juga akan melaporkan kepada Bapak bagaimana proses yang telah dilakukan di Medan, Sumatra Utara.

Presiden Republik Indonesia
Silakan Pak Ahmad

Ahmad Riyadi, Kepala Kantor Bea Cukai Medan
Terima kasih Bapak Presiden yang kami hormati. Pelaksanaan penerapan National Single Window di Belawan, Medan ini, Sumatra Utara Pak telah berjalan dengan baik. Dari sejak awal dimulainya penerapan sistem ini, pada saat ini sudah mengalami perkembangan yang pesat. Itu bisa dilihat dari fitur-fitur yang dibutuhkan oleh pabean Pak, sudah bisa ditampilkan dan didesain oleh tim National Single Window yang sangat memperhatikan keperluan dari kepabeanan Pak.

Yang kedua adalah Pak, dengan terintegrasinya 15 instansi di dalam sistem National Single Window ini, maka akan membuat lebih transparan, dan cepat lagi pemrosesan dokumen pabean yang berkaitan dengan tiga instansi tersebut, ke-15 instansi tersebut, yang pada akhirnya Pak akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, berarti kinerja kami dan instansi pemerintah lainnya bisa ditingkatkan.

Kemudian, sebagai pelaksanaan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu Pak, yang telah kami laksanakan mulai tanggal 16, sudah ada 1.007 dokumen yang diproses atau 84 dokumen rata-rata satu hari, kurang lebih 12% Pak sudah diajukan dan diproses oleh Bea Cukai pada malam hari Pak. Dan insya Allah belum ada hambatan yang berarti. Kiranya upaya yang sudah dilakukan oleh kami bisa dimanfaatkan tentunya oleh masyarakat usaha, dan kami di Belawan ini Pak, seluruh instansi pemerintah terkait dan termasuk stakeholder sudah berkomitmen, jika ada permasalahan dalam pelaksanaan National Single Window maupun pelayanan 24 jam dan 7 hari seminggu kita mencari solusinya bersama-sama secepat mungkin untuk kepentingan bersama. Terima kasih Bapak Presiden.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih, Pak Ahmad Riyadi, kita ingin Bea Cukai kita, perpajakan kita, BPN kita, pertanahan itu makin responsif, makin transparan, makin akuntabel. Dulu, dulu sekali, rakyat bilang, katanya di Bea Cukai, di Pajak, BPN itu tempatnya yang basah. Sekarang tidak ada basah, tidak ada kering, semua bekerja untuk rakyat, untuk negara, terima kasih atas reformasinya.

Setelah itu, kita akan memberesi nanti yang bandel-bandel bayar pajak, kita beresi yang tidak mau bayar utang di bank-bank, masih banyak. Saya akan cek langsung nanti supaya ekonomi kita sehat, jangan sampai rakyat tidak tahu ada yang mandek-mandek di sana, kita beresin Bea Cukai, kita beresin Pajak, kita beresin BPN, semua kita beresin, tetapi semua harus memenuhi kewajibannya. Adil namanya, rakyat senang, negara juga terus tumbuh. Tapi, lanjutkan reformasi dulu di jajaran pemerintah.

Setelah itu kita melihat keluar nanti, mana-mana yang tidak menjalankan kewajibannya, akan kita tegakkan hukum yang seadil-adilnya, begitu nanti. Silakan.

Pembawa Acara
Baik, dan selanjutnya Bapak Presiden, Administrator Pelabuhan Belawan, Bapak Rusman, juga akan melaporkan bagaimana proses penerapan dari NSW ini di Belawan, Sumatra Utara. Pak Rusman, silakan.

Presiden Republik Indonesia
Silakan, Pak Rusman.

Rusman, Administrator Pelabuhan Belawan
Assalaamualaikum Wr. Wb. Yang terhormat Bapak Presiden, saya selaku Administrator Pelabuhan Utama Belawan, dalam mendukung National Single Window ada beberapa poin yang kami perlu awasi secara ketat. Pertama adalah pelaksanaan 24 hari ke beberapa jam per hari dan 7 hari dalam 1 minggu ini benar-benar kami lakukan secara ketat, dan saya awasi selalu sehingga pelaksanaan ini benar-benar efektif dan tidak hambatan dengan pelaksanaan NSW tadi.

Yang kedua, seperti halnya Tanjung Perak, kami di Pelabuhan Belawan sudah menyiapkan perangkat-perangkat untuk port nett, dan telah kami lakukan uji coba-uji coba sehingga nantinya dalam pelayanan di pelabuhan seperti halnya NSW dapat dipercepat tanpa menunggu waktu lama, dan tentunya yang penting adalah bagaimana kita mengawasi dan melaksanakan ketertiban dan keamanan di pelabuhan, dan ketiga inilah semua kami lakukan dengan tugas yang baik, dengan semua stakeholder yang kita harapkan kebercepatan arus barang dapat kami lakukan dengan baik. Demikian Pak Presiden, Wassalaamualaikum Wr. Wb.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih. Tugas Bapak juga penting, bikin lancar semuanya, permudah semuanya, bantu semuanya supaya ekonomi bergerak. Banyak yang harus dilakukan di negeri ini Bapak, semua komponen bangsa harus ikut bertanggung jawab, harus bertanggung jawab. Saatnya telah tiba, sekarang harus terang-benderang semuanya, sebab pembangunan itu bisa kita ukur, di mana yang bikin macet pembangunan kita. Saya kira rakyat ingin, semuanya mengetahui duduk persoalan di negeri ini. Realitas, bukan fiksi, bukan fitnah, tapi sesuatu yang nyata. Mari kita bikin beres negeri kita bersama-sama dengan cara semuanya menjalankan tugasnya dengan baik. Silakan.

Pembawa Acara
Dan yang terakhir Bapak Presiden, masih ada Pak Haris Sutanto, beliau adalah Direktur Utama Pelindo yang juga akan melaporkan apa yang telah dirasakan di Belawan, Sumatra Utara. Silakan Pak Haris.

Presiden Republik Indonesia
Pak Haris, silakan.

Haris Sutanto, Direktur Utama Pelindo
Assalaamualaikum Wr. Wb. Yang kami hormati Bapak Presiden, dapat kami laporkan, kami dari Pelindo I selaku operator terminal di pelabuhan yang menerima impact daripada implementasi NSW ini, yang kami rasakan adalah terjadi peningkatan atau percepatan daripada permintaan keluar-masuk barang di pelabuhan, di terminal utamanya.

Selanjutnya, terkait dengan operasionalisasi pelabuhan 24 jam per hari dan 7 hari seminggu, kami laporkan, untuk di terminal peti kemas juga terjadi pergeseran penumpukan aktivitas yang tadinya dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam itu sekarang mulai bergeser menjadi mengarah ke waktu yang lebih panjang. Nanti harapan kami tentunya secara gradual ini 24 jam terjadi aktivitas yang proporsional, sehingga kelancaran dan ketertiban di pelabuhan semakin baik.

Terakhir, kami laporkan bahwa efektivitas implementasi ini juga merupakan sumbangsih dari seluruh stakeholder, termasuk komunitas pelabuhan dan stakeholder lainnya, termasuk di sini ada dari rekan dari perbankan. Kami laporkan bahwa saat ini dua bank BUMN sudah melakukan atau siap beroperasi 24 jam di Pelabuhan Belawan. Demikian Bapak Presiden, kami laporkan. Terima kasih.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih, Bapak. Pelindo penting, Angkasa Pura penting, ya. Yang sudah bagus-bagus dilanjutkan dan ditingkatkan. Kekurangan-kekurangan mari kita perbaiki bersama-sama. Rakyat ingin betul kita menjadi pelayan-pelayan mereka yang sesungguh-sungguhnya.

Setelah saya mendengar dari Surabaya dan dari Medan, makin optimis saya bahwa kita bisa berbuat lebih banyak lagi, tentu yang dilakukan pemerintah sekarang belum cukup, namanya juga baru 100 hari dari lima tahun. Saya menunggu koreksi, pandangan, saran, kritik dari siapapun untuk perbaikan ini semua. Tetapi yang jelas harapan saya marilah kita memenuhi kewajiban kita masing-masing. Dengan demikian tidak ada istilah: kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak. Kita harus betul-betul menjalankan kewajiban kita secara bersama. Dengan demikian, Indonesia makin maju, ekonomi makin bangkit, akhirnya rakyat kita dapat menikmati kesejahteraan yang lebih baik.

Selamat berjuang teman-teman semuanya seluruh Indonesia, marilah terus berbuat yang terbaik, jangan menyerah, jangan patah semangat, tetap optimis seraya kerja keras bersama. Sekian.

Wassalaamualaikum Wr. Wb.

Pembawa Acara
Terima kasih Bapak, dan Saudara demikian tadi videoconfrence yang dilakukan Presiden Republik Indonesia.

*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresiden Republik Indonesia