


Selasa, 20 Nopember 2007
Antusiasme masyarakat mengunjungi Istana Bogor, Istana Cipanas, Istana Gedung Agung Yogya, dan Istana Tampaksiring Bali ternyata cukup tinggi. Untuk itu, menjelang tahun 2008, Bagian Museum dan Sanggar Seni Istana Kepresidenan mulai berbenah, salah satunya menata ulang museum penyimpanan benda-benda bersejarah bernilai tinggi itu, seperti lukisan, patung, perhiasan dari perunggu, keramik, dan lain-lain. Tujuannya agar masyarakat semakin tertarik lagi mengunjungi Istana Kepresidenan di daerah.
Menurut Kabag Museum dan Sangar Seni Budaya Wahyuni Saptantinah, pembenahan ini tiada lain memenuhi permintaan masyarakat yang semakin tinggi atas keinginantahuan mereka mengenai benda-benda bersejarah yang tersimpan di Istana daerah. ”Awal 2008 rencananya kita berbenah menata museum. Sebagaipilot project, kita mulai dari Gedung Agung Yogyakarta. Di sana telah kita siapkan gedung berlantai dua. Kalau tidak cukup, kami punyai gedung dua lantai lagi, walau tidak terlalu besar, saat ini telah kami beri nama Ruang Koleksi,“ ujar Wahyuni, yang akrab disapa Ibu Ade itu.
Sejumlah koleksi Istana Jakarta kini beberapa diusung ke istana-istana daerah. Di setiap museum istana daerah rencananya disediakan komputer data. "Jadi misalnya masyarakat ingin melihat koleksi di Istana Bogor atau istana daerah lainnya, cukup melihatscreen data di komputer yang telah disiapkan," Ibu Ade menambahkan. Konsep ini sudah diterapkan di museum-museum lain.
Untuk pengadaan komputer yang menyimpan data koleksi seluruh museum-museum milik istana memang dibutuhkan tenaga ahli serta peralatan mahal. Padahal koleksi benda bersejarah istana sangat banyak dan nilainya tak kalah dengan museum-museum di manca negara, Eropa misalnya. Karena itu Ibu Ade berharap benda-benda koleksi bersejarah ini harus terus dipelihara dan dilestarikan. "Roh sebuah istana itu ada pada benda-benda bersejarah ini, dan benda koleksi bersejarah ini bisa membantu meningkatkan ilmu pengetahuan masyarakat tentang sejarah perjalanan bangsa ini," Ibu Ade menjelaskan.
Istana Bogor merupakan istana daerah yang paling banyak diminati masyarakat, menyusul Cipanas dan Yogyakarta. Sedangkan Istana Tampaksiringi, sejak terjadinya kasus "bom Bali", ditutup sementara untuk masyarakat. ”Saat ini situasi Bali pasca ledakan sudah mulai kondusif. Kami akan segera membuka kembali Istana Tampaksiring untuk dikunjungi masyarakat, malah rencananya kami mau membuat museum di sana. Lahannya sudah ada, di sekitar istana Tampaksiring juga,” ujar Ibu Ade. (win)
Foto: Patung asal Bali yang siap dikemas dalam peti, untuk dikirim ke museum istana-istana daerah. (foto: edityawarman/presidensby.info)
