Pernak Pernik

Senin, 23 Januari 2012

Ibu Ani dan Sejarah Istana Kepresidenan Jakarta

 

Ibu Ani menyampaikan sambutan pada acara silaturahmi dengan Giurdasus Tingkat Nasional di Istana Negara, Sabtu (13/8) pagi. (foto:rusman/preisdensbyinfo) Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono selalu senang menceritakan sejarah Istana Kepresidenan Jakarta kepada tamu-tamunya yang datang ke Istana atau mempromosikannya setiap kali mendampingi Presiden SBY ke daerah-daerah. Tujuannya adalah agar sejarah Istana Negara dan Istana Merdeka dapat dipahami oleh siapa saja, termasuk yang belum pernah mengunjungi Istana Jakarta.

Ketika menerima kunjungan siswa siswi Taruna Nusantara di Istana Negara, Selasa 20 Desember 2011 lalu, Ibu Ani menjelaskan sejarah berdirinya bangunan Istana Negara dalam sambutannya. “Istana Negara didirikan pada tahun 1796. Jadi berapa usianya? Usianya 215 tahun. Tua ya, sudah sangat tua. Tapi kalau kalian melihat, tua kokoh atau tidak? Sangat kokoh, alhamdulillah. Dulunya ini rumah pribadi orang Belanda namanya J. A. Van Braam. Tahun 1816, bangunan ini diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda dan digunakan sebagai pusat kegiatan pemerintahan serta kediaman para Gubernur Jenderal Belanda.,” Ibu Negara menjelaskan.

Di depan siswa siswi Taruna Nusantara, Ibu Negara mengungkapkan rasa penasarannya saat ia belum memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Istana dan hanya dapat melihat gambarnya dari buku. “Yang Ibu rasakan dulu kalau lihat Istana Merdeka, waduh seperti apa ya di dalamnya? Kepingin masuk ke dalamnya,“ kata Ibu Ani.

Dalam kesempatan yang lain, saat menerima Gurdasus (guru daerah khusus) di Istana Negara pada 13 Agustus 2011, Ibu Ani juga tidak lupa menceritakan peristiwa-peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di Istana Negara. Sejak beberapa tahun yang lalu, menjelang peringatan hari kemerdekaan RI setiap tahunnya, Ibu Ani selalu mengundang guru-guru daerah khusus yang berprestasi untuk datang bersilaturahmi ke Istana Jakarta.

Kepada mereka Ibu Ani berpesan agar jangan lupa untuk meneruskan cerita mengenai sejarah dan pengalamannya mengunjungi Istana Kepresidenan Jakarta. “Apa yang dilihat, apa yang didengar, apa yang dialami selama di sini, kiranya dapat dijadikan sebagai oleh-oleh cerita bagi keluarga, handai taulan, serta anak didik Bapak dan Ibu sekalian,” pesan Ibu Negara.

Juga saat mendampingi Presiden SBY melakukan kunjungan ke daerah, Ibu Ani tidak lupa mengajak masyarakat untuk melihat Istana Presiden secara langsung bila sedang berada Jakarta. Seperti yang dilakukannya pada acara penanaman pohon mangrove di kawasan hutan mangrove Bali, Kamis 17 November 2011.

“Pada tanggal 17 Agustus 2008 ketika cucu ibu lahir, ibu menanam pohon sukun dan pohon kenari di halaman Istana Merdeka. Ibu beri nama Kenari Aira, atau Sukun Aira. Kini setelah cucu ibu berusia 3 tahun, tingginya mungkin baru kurang lebih satu meter, sedangkan pohon yang ibu tanam untuk menandai kelahiran cucu ibu itu sudah sampai 5 atau 6 meter. Kalau tidak percaya nanti silakan datang ke Istana Merdeka ya. Silahkan datang dicek, benar atau tidak ini cerita ibu,” kata Ibu Ani.

Sejak tahun 2008, masyarakat umum mendapatkan banyak sekali kemudahan untuk mengunjungi Istana Kepresidenan Jakarta melalui program wisata Istana Untuk Rakyat. Proses yang harus dilakukan calon pengunjung juga sangat mudah. Cukup dengan mendaftar pada saat kedatangan tanpa dikenakan biaya apapun.

Di awal program wisata ini, pengunjung akan diajak menonton video di Ruang Serba Guna Sekretariat Negara. Dalam tayangan video yang dilengkapi teks berbahasa Inggris itu, pengujung disambut langsung oleh Ibu Ani yang menceritakan secara singkat sejarah Istana Jakarta. (dit)

Foto: Ibu Ani menyampaikan sambutan pada acara silaturahmi dengan Giurdasus Tingkat Nasional di Istana Negara, Sabtu (13/8) pagi. (foto:rusman/preisdensbyinfo)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Istana Kepresidenan Republik Indonesia
Hak Cipta dilindungi Undang-undang