March 5, 2021
Breaking News

Jalan Politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Jalan Politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Jalan Politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono – Susilo Bambang Yudhoyono atau kerap dipanggil SBY, merupakan Presiden Republik Indonesia terpilih dalam dua kali Pemilihan Presiden secara langsung dengan masa bakti 2004 hingga 2014. Sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan, SBY benar-benar masih fokus dengan karirnya di militer. Namun karier tersebut tiba-tiba terhenti ketika SBY dinobatkan menjadi Menteri Pertambangan dan Energi oleh Presiden Abdurrahman Wahid kala itu, sekitar tahun 1999. Namun, akhirnya pada tahun yang sama SBY dilantik menjadi Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan (Menko-Polsoskam). Akan tetapi, belum genap satu tahun masa jabatan sebagai menteri, SBY mundur pada tanggal 1 Juni 2001. Sejak saat itu, SBY melebarkan kiprah politiknya dimulai dari mendirikan Partai Demokrat bersama pejabat-pejabat lainnya pada tanggal 9 september 2002. Sejak berhasil menangkap bandar judi bola namanya mulai terkenal dan pada akhirnya SBY dicalonkan menjadi presiden Indonesia untuk masa bakti 2004-2009. SBY memiliki pangkat terakhir sebagai Jenderal TNI sebelum akhirnya pensiun dari militer pada tahun 2000. Pemilihan Presiden dilakukan pada tanggal 5 Juli 2004 dengan lima pasangan calon, yaitu : (1)Wiranto dan Salahuddin Wahid, (2)Megawati Soekarnoputri dan Hasyim Muzadi, (3)Amien Rais dan Siswono Yudhohusodo (4)Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla (5)Hamzah Haz dan Agum Gumelar Pemilihan Presiden pada tahun 2004 harus dilakukan sebanyak dua putaran karena pada putaran pertama tidak ada yang menembus angka 50 % suara. Sehingga pada tanggal 20 September dilakukan pemilihan ulang dan menyatakan bahwa pasangan SBY-JK terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2004-2009. Pada tanggal 20 Oktober 2004, SBY dan JK dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Majelis Permusyawaratan rakyat (MPR). Masa bakti selanjutnya yaitu tahun 2009-2014, dilaksanakan Pemilihan Presiden pada tanggal 8 Juli 2009. Lagi-lagi SBY terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, dengan Wakil Presiden Boediono dari Partai Demokrat. Keduanya dilantik pada tanggal 20 Oktober 2009. Perjalanan kepemimpinan SBY sangat terlihat sejak terpilihnya SBY menjadi presiden sejak tahun 2004. program pertama yang dilaksanakan SBY sesaat setelah terpilih menjadi presiden yaitu Program 100 hari, yakni selama 100 hari memperbaiki sistem perekonomian Indonesia yang dirasa memberatkan bagi rakyat kecil. Selain itu, SBY-JK juga menghimbau pemberantasan Korupsi, kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan oknum pejabat agar segera ditindak lanjuti, tidak lupa pula himbauan untuk mengedepankan rasa keadilan melalui dua fondasi penting yaitu kejaksaan dan kepolisian. Selama 100 hari itulah telah dikabarkan bahwa sebanyak 31 pejabat pemerintahan tertangkap sudah melakukan praktik korupsi. Terpilihnya SBY saat itu tentunya membawa keberkahan tersendiri bagi Indonesia, diantaranya hutang negara Indonesia kepada luar negeri dikabarkan telah turun secara signifikan, produk domestik yang terus tumbuh berkembang, serta cadangan devisa yang tercatat meningkat. Indonesia juga tercatat mampu melewati masa krisis global pada tahun 2008-2009 dengan mulus dan nihil masalah besar. Jalan Politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono1 Masa bakti SBY selanjutnya yaitu pada tahun 2009-2014. Kali ini SBY berpasangan dengan Boediono. Kepemimpinan SBY saat itu mengedepankan Good Government dan Good Corporate Governance. Pada tahun-tahun tersebut telah tercatat banyak perubahan yang terjadi. Terjadi naik turunnya keadaan ekonomi Indonesia, dan juga banyak persoalan yang harus ditangani. Hadirnya isu-isu politik juga sempat memanas pada saat masa pemerintahan SBY. Namun hal-hal tersebut bisa diminimalisir melalui usaha-usaha SBY walaupun tidak 100% tuntas. Di sela masa baktinya sebagai presiden, pada tanggal 30 Maret 2013 SBY resmi ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, menggantikan ketua umum sebelumnya yaitu Anas Urbaningrum.
Prestasi Susilo Bambang Yudhoyono
Blog Profil

Prestasi Susilo Bambang Yudhoyono

Perjalanan hidup Susilo Bambang Yudhoyono dari masa kecil tidak bisa dibilang mudah dan lancar. SBY juga pernah melewati masa-masa sulit seperti kebanyakan orang. Namun, kegigihan dan kekuatan seorang SBY mampu menjadi bukti bahwa segala sesuatu dapat dilakukan asal diikuti usaha dan doa yang ikhlas. Berikut adalah beberapa prestasi yang telah diraih oleh SBY, yaitu : 1. Pada tahun 1973, SBY menjadi lulusan terbaik AKABRI dengan menfapat penghargaan Adhi Massaya 2. Masih di tahun 1973, SBY menerima penghargaan Tri Sakti Wiratama (merupakan prestasi tertinggi, yaitu gabungan antara mental, fisik, dan kecerdasan intelektual seorang anggota) 3. Tahun 1976, SBY mendapat Satya Lencana Seroja 4. Tahun 1983, di Amerika Serikat SBY mendapat penghargaan Honor Graduate IOAC 5. Tahun 1985, penghargaan Satya Lencana Dwija Sista diberikan kepada SBY atas prestasinya 6. Pada tahun 1989 SBY menjadi lulusan terbaik dari Seskoad Susreg XXBI, dan pada tahun tersebut juga SBY telah menjadi dosen di Seskoad Korspri Pangab dan menjadi dosen terbaik 7. Tahun 1996, menjadi Ketua Bakorstanasda serta mendapat penghargaan Satya Lencana Santi Dharma di tahun yang sama Baca juga : Ketahui Lebih Dalam Tentang Susilo Bambang Yudhoyono 8. Masih tahun 1996, SBY menerima penghargaan Satya Lencana United Nations Peacekeeping Fore (UNPF) dan Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES) 9. Tahun 1997, menjadi Kepala Staf Teritorial TNI, memiliki pangkat Letnan Jenderal 10. Pada tahun 1998, SBY kembali mendapat penghargaan yaitu Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Yudha Dharma Nararya, Wing Penerbang TNI-AU, Wing Kapal Selam TNI-AL 11. Tahun 1999, ebeberapa penghargaan kembali diraih oleh SBY, yakni: Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Dharma, dan Bintang Maha Putera Utama 12. Pada 2003, SBY memperoleh penghargaan sebagai Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik 13. Kemudian pada 2005, SBY dinobatkan menjadi Bintang Asia versi BusinessWeek Prestasi Susilo Bambang Yudhoyono 14. Tahun 2006, Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama diberikan oleh Sultan Brunei Darussalam kepada Susilo Bambang Yudhoyono 15. Pada tahun yang sama pula, Penghargaan Yang Dipertuan Maharajo Pamuncak Sari Alam diberikan oleh SBY dari masyarakat Tanjung Alam dan para pewaris Kerajaan Pagaruyung 16. Tidak berhenti disitu, tahun 2007 SBY juga mendapat penghargaan. Yaitu Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara dari Lembaga Adat Melayu Provinsi Riau 17. Tahun 2008, Darjah Utama kembali diberikan kepada SBY 18. Pada tahun 2009, SBY masuk dalam jajaran 100 Tokoh Paling Berpengaruh Dunia, versi Majalah TIME 19. Lembaga Batak Puak Angkola pada tahun 2011 memberi penghargaan Patuan Sorimulia kepada SBY 20. Tahun 2012, Ratu Elizabeth II memberikan penghargaan Knight Grand Cross In the Order Of the Bath kepada SBY 21. Di tahun yang sama juga, DPP Komite Nasional Indonesia menobatkan SBY sebagai Bapak Demokrasi Indonesia 22. Masih di 2012, SBY menjadi Warga Kehormatan Kuota Quito, yang disampaikan langsung oleh Walikota Quito 23. Tahun 2014, Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Guru Besar Ilmu Ketahanan Nasional di Universitas Pertahanan Indonesia 24. Sejumlah penghargaan di tahun 2014 juga diraih oleh SBY, antara lain: a. Apresiasi SBY dalam forum for Budget Transparency, yang membahas mengenai pemberantasan korupsi b. Global Statesmanship Award dari forum ekonomi dunia, World Economic Forum (WEF) c. The Sukarno Center memberikan penghargaan Jas Merah d. Gelar adat tana Toraja, yaitu Tominaa Ne Sando Tato e. Semeton Tamiu Utama dari Desa Pakraman Tampaksiring f. Pemerintah Singapura memberikan penghargaan Order of Temasek g. Pemerintah Filipina memberikan penghargaan Order of Sikatuna
Ketahui Lebih Dalam Tentang Susilo Bambang Yudhoyono
Berita Blog Pers Pidato Poto Profil

Ketahui Lebih Dalam Tentang Susilo Bambang Yudhoyono

Bambang Yudhoyono merupakan presiden Indonesia yang keenam di indonesia. Presiden ini memiliki banyak penghargaan yang telah didapatkannya. Ini juga tidak lepas dari campur tangan sang istri yang telah tiada di dunia ini. Walaupun sang mendiang istri Susilo Bambang Yudhoyono atau lebih sering disebut dengan SBY sudah tidak ada di dunia, namun jasanya patut untuk dikenang. Perjuangan SBY dan mendiang istrinya untuk Indonesia tidaklah sedikit hingga mendapat penghargaan untuk itu. Selain itu sebagai mantan bapak Negara Indonesia pasti ingin yang terbaik untuk negaranya. Jika kamu ingin lebih dalam mengenal SBY simak sedikit tentangnya di bawah ini.

Seperti yang sudah diketahui bahwa SBY merupakan pemimpin Indonesia yang keenam yang kemudian digantikan oleh Jokowi sekarang ini. SBY dulu pertama kali menjabat sebagai presiden Indonesia yang keenam pada tahun 2004 melalui jalur pemilu atau pemilihan umum. SBY didampingi oleh wakilnya yang bernama Muhammad Jusuf Kalla dalam pemiluan 2004 dulu. SBY memiliki nama lengkap yaitu Prof.Dr.H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., GCB., AC. Yang merupakan mantan Jendral TNI. SBY lahir di tanah Jawa tepatnya Jawa Timur di daerah Tremas, Arjosari, Pacitan, Indonesia pada tanggal 9 September 1949, SBY juga presiden pertama yang terpilih kembali setelah menjabat sebagai presiden selama lima tahun lamanya. Masa kepemimpinan SBY berakhir pada tahun 2014 yang kemudian diteruskan oleh kepemimpinan Bapak Jokowi yang merupakan presiden Indonesia sekarang.

Bukankah hebat latar belakang yang dimiliki SBY selaku orang yang pernah menjabat sebagai presiden Indonesia ini, sebagai rakyat Indonesia kita seharusnya bangga pernah dipimpin oleh beliau selama dua dekade yang jujur dan tidak pernah bermain permainan ataupun menyentuh permainan haram itu sekalipun dalam hidupnya.

Dengan semua perjuangan yang pernah beliau berikan kepada Indonesia ini seharunya kamu bisa lebih menghargai usahanya dengan menjadi warga Negara Indonesia yang berguna bagi nusa dan bangsa. Jika bisa lindungi Negara Indonesia ini dari serang dalam maupun luar, juga keselamatan generasi muda dari miras dan juga narkoba. Jangan membuat perjuangan para pemimpin Indonesia menjadi sia-sia dan jangan bisanya mengeluh saja.

Puisi Indah Untuk Ibu Ani Yudhoyono
Berita Blog Profil

Puisi Indah Untuk Ibu Ani Yudhoyono

Puisi Indah Untuk Ibu Ani Yudhoyono – Susilo Bambang Yudhoyono atau yang biasa dikenal dengan pak SBY merupakan seseorang yang pernah menjabat sebagai presiden di negara Indonesia. Orang tuanya kerap memanggilnya dengan “sus” ini adalah presiden ke 6 dengan masa jabatan sejak 20 Oktober 2004 sampai 20 Oktober 2014. Presiden SBY lahir pada 9 September 1949 di Pacitan Jawa Timur. Pak Susilo Bambang Yudhoyono dibantu seorang wakil yaitu Muhammad Jusuf Kalla dan berhasil melanjutkan pemerintahannya pada periode yang kedua, kemudian ia berhasil menjabat menjadi presiden kembali pada pemilu 2009. Pada periode yang kedua, presiden Susilo Bambang Yudhoyono dibantu oleh seorang wakil yaitu Boediono.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan salah satu pensiunan militer sekaligus pemain profesional di situs judi online resmi Indonesia. Pada saat itu, karir nya sangatlah mapan, namun harus terhenti saat diangkat oleh presiden Abdurrahman Wahid sebagai seorang menteri tahun 1999 dan sebagai salah satu pendiri dari partai Demokrat. Pangkat terakhir yang dimiliki oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono yaitu Jenderal TNI sebelum 25 September 2005.

Untaian Kata Dari Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengalami kesedihan yang mendalam usai kepergian sang istri, ibu Ani Yudhoyono. Istri Susilo Bambang Yudhoyono wafat pada tanggal 1 Juni 2019 dikarenakan sakit. Kepergian ibu Ani Yudhoyono menimbulkan kesedihan bagi para keluarga terkhusus bagi sang suami. Ibu Ani Yudhoyono semasa hidupnya adalah orang yang baik di lingkungan sekitar dan keluarga.

Beberapa waktu yang lalu, presiden negara Indonesia keenam ini menuliskan sebuah puisi untuk sang istri mengungkapkan kerinduannya. Puisi yang dibuat oleh Susilo Bambang Yudhoyono diunggah melalui media sosial sehingga telah banyak diketahui oleh orang. Tepat pada tanggal 1 Desember lalu merupakan enam bulan semenjak kepergian mendiang sang istri.

Mengunggah pada salah satu media sosial miliknya bersamaan dengan foto bersama keluarganya dengan tiga foto. Foto pertama merupakan foto Susilo Bambang Yudhoyono sedang duduk dalam ruang kerjanya ditemani foto sang istri yang dibingkai indah di belakangnya. Ia menuliskan puisi rindu untuk Ani Yudhoyono dengan memakai sebuah sweater berwarna hitam polos dan scraft merah marun yang membalut lehernya. Dengan sangat serius SBY menuliskan puisi rindunya ditemani dengan secangkir teh di depannya.

Puisi Indah Untuk Ibu Ani Yudhoyono

Foto kedua adalah foto mendiang ibu Ani Yudhoyono saat masih hidup dengan memakai kemeja berwarna pink dan rambut yang terurai panjang dan indah. Momen tersebut adalah momen bersama di kebun saat menguruh beberapa bunga anggrek kesayangannya.

Susilo Bambang Yudhoyono menuliskan sebuah puisi yang berisi “pagi ini aku sedang menulis sebuah puisi untukmu dan bertanya kemana kau pergi?” Lalu Aniku menjawab : “aku ada disini dan tak akan pernah pergi. Seperti itulah caption yang dituliskan oleh mantan Presiden keenam Indonesia ini. Dalam foto ketiga yang diunggahnya terlihat foto pemandangan yang sangat indah dengan langit berwarna biru, persawahan, hijau pemandangan dan gunung – gunung nan indah.
Pada foto tersebutpun Susilo Bambang Yudhoyono juga memberikan sebuah puisi yang dipersembahkan untuk mantan ibu negara Indonesia yaitu “Aku di sini”. Isi caption yang tertulis mewarnai foto ketiga adalah “setiap hari aku mendaki, mencari dan berlayar sangat jauh, kemana kah engkau pergi?”.

Selain itu, masih banyak puisi rindu yang disampaikan mantan presiden Republik Indonesia yang telah diunggah di media sosialnya. Tidak sedikit pula Susilo Bambang Yudhoyono menceritakan kisah – kisah hidupnya selama Ani Yudhoyono masih hidup di dunia.

Profil Susilo Bambang Yudhoyono
Berita Blog Profil

Profil Susilo Bambang Yudhoyono

Profil Susilo Bambang Yudhoyono – Susilo Bambang Yudhoyono atau sering disebut SBY, lahir di dusun kecil yakni Dusun Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur pada hari Jumat, tanggal 9 September 1949. hingga kini, usia beliau sudah menginjak 70 tahun. Beliau beragama Islam.dan tumbuh di keluarga Islam yang sangat baik.. SBY terlahir dari pasangan Raden Soekotjo dan Sitti Habibah. Ayah SBY merupakan Pembantu Letnan Satu (Peltu). Setelah ditelusuri, ternyata ayah dari SBY memiliki hubungan dengan trah Hamengkubuwana. SBY memiliki satu saudara yaitu Nurcahyo Anggorojati. Nama Susilo Bambang Yudhoyono diambil dari bahasa asli jawa, akar bahasa Sansekerta. Susilo berarti perilaku yang baik. Bambang memiliki makna pahlawan atau ksatria, jadi sangat cocok dijadikan nama seorang anak laki-laki jawa. Sementara Yudhoyono memiliki arti perjalanan, pertempuran. Jika nama tersebut disusun, akan menghasilkan makna yang luhur, yaitu seorang Ksatria/pahlawan yang memiliki perilaku/ budi pekerti yang baik.

Panggilan nama dari orang tua untuk SBY adalah “Sus”, dan kemudian populer dengan nama SBY hingga sekarang. Saat SBY kecil, beliau memiliki cita-cita menjadi seorang tentara nasional yang gagah. Keinginan itu ditunjukan oleh SBY ketika masih duduk di bangku sekolah, menjadi pribadi yang intar dan cerdas di berbagai bidang. Seperti, unggul dalan bidang akademik sekolah, mahir berpuisi dan bercerita, juga lihai memerankan peran sebagai orang lain atau berakting. SBY juga memiliki keahlian lain seperti di bidang olahraga. Beliau bersama teman-temannya sempat tergabung dalam klub voli, bernama Rajawali. SBY kecil dikenal dengan sosok yang periang, tidak mudah menyerah dan tidak manja. SBY selalu diajarkan mengenai hal-hal baik dari keluarga sederhananya. Tidak salah jika SBY memiliki teman yang amat banyak, yang selalu mengasihi dan menyayanginya.

Berbicara mengenai pendidikan sang mantan presiden RI ini, memperlihatkan bahwa pendidikan memang diutamakan dengan melihat bakat dan minat seorang SBY. SBY bersekolah di SMP favorit anak-anak Pacitan, Jawa Timur pada masa itu, yakni SMP Negeri Pacitan. Kemudian meneruskan pendidikan sampai jenjang SMA. Sebelum masuk ke pendidikan militer, SBY masuk ke Institut 10 November Surabaya (ITS) dengan mengambil jurusan Teknik Mesin. Setelah itu SBY masuk ke Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di daerah Malang, Jawa Timur. Hingga akhirnya pada tahun 1970, SBY mulai bersekolah di Akademi Angkatan Bersenjata RI (AKABRI). Pada tahun-tahun tersebut, SBY banyak mendapat ilmu baru yang bisa menambah wawasan serta mendekatkan dirinya dengan cita-cita sejak kecil, yaitu ingin menjadi seorang anggota militer. Hal tersebut juga didukung oleh keluarganya dan teman-temannya. SBY menjadi lulusan terbaik AKABRI pada tahun 1973 dengan penghargaan Adhi Makasaya. Tak cukup di Indonesia saja, SBY juga bersekolah di luar negeri. Yaitu pada tahun 1976, SBY diketahui bersekolah di American Language Course, Lackland, Texas, Amerika Serikat. Pemilihan sekolah ini bukan berarti meninggalkan cita-citanya. Justru, SBY memiliki pikiran bahwa dirinya harus mahir dalam berbahasa asing, agar saat menempuh pendidikan selanjutnya di negeri orang tidak akan merasa sulit dengan keterbatasan bahasa. SBY menyelesaikan pendidikan di Amerika dengan sangat baik. Di tahun yang sama, 1976, SBY mendaftar di Airbone and Ranger Course, Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat.

Kemudian pendidikan militer dilanjutkan oada tahun-tahun berikutnya. Tahun 1982-1983, SBY mengenyam pendidikan di Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, AS. Tahun 1983 di Jungle Warfare Training di Panama. Tahun 1984, Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman. Tahun 1985 mengikuti Kursus Komandan Batalyon di Bandung. Tahun 1988-1988, Seksoad di Bandung, dan Komandan Staf General di Kansas, AS pada tahun 1990-1991.

Kehidupan Pribadi Sosok SBY
Berita Blog Profil

Kehidupan Pribadi Sosok SBY

Kehidupan Pribadi Sosok SBY – Susilo Bambang Yudhoyono lahir dari pasangan Siti Habibah dan Raden Soekotjo, di Tremas Pacitan Jawa Timur. Perjalanan hidup SBY tidaklah mudah, hingga akhirnya kini beliau sudah memiliki keluarga serta cucu yang selalu menemani. Keluarga Susilo Bambang Yudhoyono dikenal sebagai keluarga yang menyukai travelling. Berbagai tempat bersejarah di indonesia telah dikunjungi keluarga ini, mulai dari Candi Borobudur, Bali, dan lainnya. Kedekatan keluarga Yudhoyono menjadikan keluarga ini sering dijuluki keluarga harmonis dan bisa dikatakan Family Goals, keluarga yang didambakan oleh kebanyakan orang. Keluarga Yudhoyono memang memukau di mata publik, karena mampu memberikan contoh yang baik untuk sisi keluarga yang saling mendukung dan menyayangi. Susilo Bambang Yudhoyono memiliki istri setia bernama Kristiani herawati atau akrab disapa dengan nama Ibu Ani Yudhoyono. Mereka menikah pada tanggal 30 Juli 1976. Ani Yudhoyono merupakan anak dari almarhum Jenderal Purnawirawan sarwo Edhi Wibowo. Pasangan ini memiliki 2 orang putra bernama Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Dari dua orang putra inilah, pasangan SBY dan Ibu Ani Yudhoyono memiliki menantu dan juga cucu-cucu. Menantu pertama keluarga SBY adalah Annisa pohan, istri dari Agus Harimurti. Pasangan ini memberikan SBY dan ibu Ani cucu, yaitu Almira Tunggadewi Yudhoyono. Kemudian, menantu kedua keluarga SBY adalah Siti Ruby Aliya Rajasa, merupakan putri dari Hatta Rajasa. Pasangan Ibas dan ruby memiliki tiga anak yang bernama Pancasakti Maharajasa Yudhoyono,Gayatri Idalia Yudhoyono dan Airlangga Satriadhi Yudhoyono. Hingga kini keluarga SBY sudah memiliki 4 cucu. Kedekatan SBY dengan cucu-cucunya terus dibagian di sosial media milik pribadi maupun keluarga yang lain serti menantu dan anaknya.

Susilo Bambang yudhoyono memiliki hobi bermain judi bola di salah satu situs ternama, yaitu situs agen bola terpercaya Indonesia dan hobi berpidato yang tidak banyak orang yang tahu. Ya, dengan kecakapan bahasa yang dimiliki SBY, maka tidak asing rasanya jika SBY berpidato di muka umum dengan hasil karyanya sendiri. Disamping hobi berbicara di depan publik, SBY juga memiliki seni keindahan menulis syair dan puisi, atau bahkan lagu. hasil karyanya tak jarang beliau unggah di laman pribadinya, sehingga bisa dibaca oleh khalayak umum. SBY juga memiliki hobi olahraga. Olahraga yang digemari SBY adalah voli dan tenis meja. Tidak jarang, jika selama SBY menjabat sebagai Presiden RI, beliau tetap menyempatkan untuk berolahraga di halaman Istana Merdeka.

Di sisi lain, SBY mempunyai jiwa yang romantis dan penuh kasih, yang ditunjukan kepada keluarganya. Hal itu terbukti ketika istri tercintanya, Ibu Ani Yudhoyono sedang sakit, SBY selalu menemani tanpa kurang sedikitpun perhatian yang diberikan. Kala itu, Ibu Ani mengidap sakit kanker darah sehingga harus menjalani perawatan insentif di Rumah Sakit National University Hospital. SBY kala itu menemani istrinya melakukan pengobatan selama kurang lebih empat bulan. Namun, Tuhan berkehendak lain. Ibu Ani Yudhoyono dinyatakan meninggal pada tanggal 1 Juni 2019 di Rumah Sakit Singapura setelah kurang lebih 4 bulan dirawat. Duka mendalam tentu terasa di keluarga SBY, terutama pada sosok pribadi SBY. Ditiggalkan istri tercinta, istri yang telah menemaninya 10 tahun dalam masa bakti menjabat sebagai presiden Republik Indonesia, sangat menyisahkan duka mendalam. Selang 2 bulan setelah kepergian Ibu Ani Yudhoyono, keluarga SBY kembali dirundung ujian dengan meninggalnya ibunda dari SBY yaitu Situ Habibah pada tanggal 30 Agustus 2019. Kesedihan mendalam jelas terasa, ketika dua orang anggota keluarga SBY telah pergi untuk selamanya. Namun, semangat SBY hingga kini tidak pudar. Beliau tetap bersemangat dan ceria menjalani hidup, karena masih banyak orang-orang terkasih yang mengelilingi beliau di masa tuanya.

Komentar SBY Tentang Pemindahan Ibukota
Berita Blog Pidato Profil

Komentar SBY Tentang Pemindahan Ibukota

Komentar SBY Tentang Pemindahan Ibukota – Rencana Jokowi untuk memindahkan ibukota Jakarta ke Kalimantan menuai komentar publik yang sangat beragam. Tidak ketinggalan dengan Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan mantan presiden ini turut mempertanyakan rincian proses pemindahan ini. Adapun beberapa hal yang menjadi ganjalan bagi SBY antara lain:

– Konsep
Dalam komentarnya mengenai pemindahan ibukota SBY ingin menegasakan mengenai konsep yang hendak diusung Jokowi. Apakah sudah memiliki konsep yang jelas atau belum. Apabila konsep yang diusung belum maka sebaiknya dipertimbangkan secara matang agar proses kedepannya akan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

– Timeline
Kemudian mengenai waktu yang hendak dilaksanakan. Apakah akan dilakukan dalam waktu dekat ini atau justru masih jauh lagi menjadi wacana kedepan. Durasi yang dibutuhkan untuk melakukan rencana tersebut butuh berapa lama. Hal ini sangat diperlukan masyarakat dengan jelas karena mereka butuh informasi yang transparan mengenai rencana presiden ini.

– Biaya
Hal utama yang menjadi pertanyaan SBY dan masyarakat Indonesia yakni mengenai biaya. Berapa besaran biaya yang hendak dikeluarkan, dan apakah biaya tersebut bisa didapatkan dalam waktu singkat. Rincian biaya dan anggaran yang jelas dapat membuat proses pelaksanaan lebih bagus dan lebih baik.

– Asal Anggaran
Lalu hal lain yang menjadi ganjalan pikiran SBY yakni mengenai asal anggaran. Darimana biaya tersebut diambil? Sebagai ketua umum demokrat, SBY belum bisa membaca rencana APBN 2020 tentang anggaran pindah ibukota ini. Artinya, dalam APBN 2020 belum diuraikan secara jelas dan gamblang mengenai pemindahan ibukota ini.

Beberapa uraian pertanyaan diatas hanya deretan dari kekhawatiran SBY mengenai jalannya pemindahan ibukota. Rencana yang baik dan matang dapat ikut serta dalam menyukseskan proses pelaksanaan. SBY menyarankan pemerintah untuk lebih serius menyiapkan pembangunan mega proyek ini agar tidak berhenti ditengah jalan. Mengingat, kondisi ekonomi Indonesia sekarang ini masih dalam keadaan tidak baik. Berkaca dari negara lain yang sukses dan gagal dalam proses pemindahan ibukota, tentu saja SBY tetap optimis bahwa proses pemindahan ibukota ini tetap bisa berjalan dengan baik dan sukses.

SBY juga menambahkan bahwa banyak sasaran pembangunan yang lebih mendesak dan beberapa faktor lingkungan yang kurang mendukung, tentu hal tersebut tidak boleh diabaikan begitu saja. Beliau juga menceritakan bahwa dahulu ketika menjabat sebagai presiden ingin memindahkan ibukota ke wilayah Jawa Barat, namun setelah dipikirkan selama 2 tahun hal tersebut akhirnya tidak jadi dilaksanakan karena tidak adanya anggaran. Secara tidak langsung SBY ingin mengatakan bahwa dirinya juga sependapat bahwa Jakarta sebaiknya tidak lagi dijadikan ibukota mengingat permasalahan banjir dan macet sudah menjadi hal umum terjadi. Semoga rencana pemindahan ibukota dapat berjalan dengan baik.