Pidato Panjang SBY Dipersiapkan Dengan Matang

Anda mungkin pernah mendengar ada pendengar yang mengantuk akibat mendengarkan pidato panjang SBY ketika menjabat sebagai kepala negara. Anda mungkin berpikiran kalau pidato yang disampaikan oleh SBY begitu membosankan hingga mendatangkan kantuk. Anda salah, pidato yang disapampaikan oleh SBY memiliki muatan yang sudah dipersiapkan secara matang, bahkan terlebih dahulu berkonsultasi dengan seseorang yang khusus ditugaskan untuk membantu menyiapkan naskah pidato, yakni Dino Patti Djalal.

Gaya pidato SBY yang panjang tentu akan sangat berbeda dengan Jokowi yang pendek dan langsung menjurus pada inti permasalahan. SBY memikirkan dengan baik apa saja yang harus disampaikan dan disebutkan dalam pidatonya. Meskipun pidatonya panjang, bukan berarti pidato tersebut merupakan omong kosong semata dan keluar jauh dari inti permasalahan yang hendak disampaikan. Justru dibalik pidato panjang tersebut, ada sekelumit pemecahan yang berusaha disampaikan oleh SBY kepada khalayak yang mendengarkan.

SBY Hobi Membaca Buku
Ada kebiasaan sangat baik yang melatar belakangi pidato panjang SBY. Tidak banyak yang tahu kalau presiden SBY sebenarnya hobi membaca buku. Selain musik, waktu senggang yang dimiliki oleh SBY juga dimanfaatkan untuk membaca buku. Tak heran mengapa pidatonya panjang, hal itu adalah buah dari hasil pemikiran yang juga dilatar belakangi dengan bahan bacaan yang bagus. Itu berarti bahwa skill menulis mantan presiden SBY sangat bagus. Orang yang suka membaca memang belum tentu bisa menulis, namun kalau melihat dan mendengarkan pidato dari SBY, kemungkinan besar SBY memiliki skill keterampailan menulis yang baik.

Tidak akan mungkin pidatonya begitu panjang kalau SBY tidak menuangkan buah pemikirannya dalam bentuk tulisan. Menyampaikan pidato untuk orang banyak apalagi dalam permasalahan kenegaraan tertentu bukanlah hal yang mudah. Kalau sekedar menyampaikan pidato sambutan, orang mungkin akan dengan mudah untuk tampil, mungkin salah satu permasalahan besar yag dihadapi adalah bagaimana cara untuk mengatasi asa gugup yang ada. Namun yang disampaikan oleh SBY adalah pidato kenegaraan yang menyinggung banyak persoalan dan dituntut harus memiliki penyelesaian atau solusi atas masala yang ada.

Hal ini patut dicontoh oleh anak muda yang lain. Selain membaca, skill mendengarkan harus dimiliki. Seperti yang kita tahu, banyak orang apalagi anak muda yang tidak suka mendengarkan terlebih dahulu. Segala kegiatan dilakukan dengan tergesa-gesa sehingga tak memikirkan efek yang ada setelahnya. Mendengarkan pidato panjang mungkin akan terdengar sangat membosankan dan mendatangkan kantuk, mengapa? Karena yang mendengarkan tidak sepenuhnya mendengarkan isi dari pidato yang disampaikan. Apabila pidato benar-benar dihayati dengan baik, rasa kantuk tidak akan datang. Justru pemahaman dan ilmu baru akan didapatkan karenanya. Itulah tadi sekilas mengenai latar belakang pidato mantan presiden SBY yang panjang.

Leave a Reply