June 16, 2021

Kritik Tajam SBY Terhadap Pemerintahan Jokowi

Kritik Tajam SBY Terhadap Pemerintahan Jokowi

Kritik Tajam SBY Terhadap Pemerintahan Jokowi – Susilo Bambang Yudhoyono pernah menjabat sebagai presiden pada tahun 2004 hingga 2014. Masa pemerintahan selama 2 periode ini memberikan warna tersendiri bagi Indonesia terutama pada sektor ekonomi, politik dan sosial. Hal ini, ia sampaikan pada pidato refleksi akhir tahun di JCC. SBY menyoroti beberapa kebijakan Jokowi selama masa kepemimpinan 5 tahun ini. Dengan kritikan yang dilontarkan ini, SBY berharap Presiden Jokowi dapat melakukan koreksi dan perbaikan. Beberapa kritikan tersebut hampir membahas mengenai masalah ekonomi:

1. Pengangguran
Pada masa pemerintahan Jokowi, angka pengangguran hanya berkurang 1% dari total jumlah pengangguran yang cukup banyak. Ada sekitar 8, 14 juta orang yang tercatat masih menganggur. Kemudian 28,4 juta diantaranya tercatat sebagai pekerja paruh waktu. Hal ini menurut SBY masih menunjukkan angka pengangguran yang cukup banyak. Angka tersebut sebaiknya segera diberikan solusi agar pengangguran di Indonesia berkurang. Indonesia memiliki sumber daya manusia yang sangat potensial. Akan sangat disayangkan jika tenaga harus hilang begitu saja. Pemerintah butuh membuka lapangan pekerjaan agar tenaga manusia produksi bisa dimanfaatkan dengan baik.

2. Daya Beli Menurun
Belakangan ini, daya beli masyarakat makin menurun. Hal ini tentu membuat pergerakan ekonomi di Indonesia menjadi agak lesu. Pada masa pemerintahan SBY, beliau memberikan perlindungan sosial berupa program bantuan pangan, pendidikan, kesehatan, dana desa dan subsidi tepat sasaran. Dengan cara tersebut, masa pemerintahan selama 10 tahun dapat menurunkan angka kemiskinan hingga 6%

3. Penerimaan Pajak Jauh dari Target
Demokrat mengamati bahwa penerimaan pajak masih kurang dari perusahaan sekitar 559 triliun rupiah. Angka tersebut tergolong masih cukup besar karena kurangnya pendapatan pajak dan non pajak dapat menambah angka defisit di APBN. Hal ini apabila dibiarkan akan membuat anggaran menjadi buruk dan tidak sehat. SBY berharap agar Jokowi bertindak tegas terhadap para pelaku mangkir pajak yang sangat merugikan negara.

4. Hutang yang Terus Bertambah
Menambah hutang negara bukan sebuah tindakan buruk asal angkanya masih berada di bawah 30%. Dan sebaiknya hal ini perlu dipertimbangkan secara matang agar negara tetap berada pada posisi aman. Apabila negara hendak berhutang maka akan lebih baik jika hutang tersebut digunakan secara tepat guna. Artinya, jika tidak terlalu mendesak sebaiknya negara jangan berhutang terlebih dahulu agar beban rakyat tidak terlalu berat.

Setidaknya ada 4 point penting yang dibahas SBY mengenai kebijakan pemerintahan Jokowi pada sektor ekonomi. Keempat point tersebut sebaiknya segera diselesaikan dengan cara yang tepat dan bijak. Jangan sampai kebijakan pemerintah tersebut tidak memberikan nilai positif terhadap rakyat dan masyarakat lapisan bawah. Semoga pemerintahan Jokowi semakin memberikan warna yang baik bagi publik.

Pertemuan Food and Agricultural Organization yang di Hadiri SBY
Uncategorized

Pertemuan Food and Agricultural Organization yang di Hadiri SBY

Pertemuan Food and Agricultural Organization yang di Hadiri SBY – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengunjungi Roma minggu depan untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Ketahanan Pangan Dunia. Pertemuan yang diselenggarakan oleh Food and Agricultural Organization itu antara lain akan membahas tentang krisis pangan dunia. Tetapi krisis domestik mungkin mengakhiri rencana Presiden.

Pertemuan Food and Agricultural Organization yang di Hadiri SBY

Pertemuan Food and Agricultural Organization yang di Hadiri SBY

presidensby – “Perjalanan Presiden ke Italia, juga ke Inggris, dibatalkan,” kata sumber Tempo. Juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal tidak mempermasalahkan informasi tersebut, meskipun ia mengklaim itu bukan pembatalan, karena rencana perjalanan ke negara-negara tersebut tidak dipublikasikan.

Baca Juga : Tentang Kepribadian Susilo Bambang Yudhoyono Menurut Zodiak nya 

Pembatalan tersebut diduga terkait dengan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM. Diumumkan Menteri Koordinator Perekonomian Boediono di Jakarta, Jumat pekan lalu, harga baru bensin premium naik menjadi Rp6.000, solar menjadi Rp5.500, dan minyak tanah menjadi Rp2.500. Rata-rata meningkat 28,7 persen.

Ini merupakan kenaikan harga yang ketiga kalinya terjadi pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pemerintah menaikkan harga BBM dua kali sebelumnya pada 1 Maret 2005 dan 1 Oktober 2005 (lihat tabel). Seperti sebelumnya, suhu politik memanas menjelang keputusan pemerintah. Ribuan pengunjuk rasa yang memprotes rencana kenaikan itu turun ke jalan di Jakarta pada Rabu pekan lalu.

Demonstran berbaris dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Kepresidenan di Jakarta Pusat. Ribuan orang dari berbagai kelompok umur berunjuk rasa atas nama kelompok seperti Jaringan Gerakan Pemuda, Front Aksi Mahasiswa, Front Kebangkitan Nelayan & Tani, Komisi Keadilan Rakyat Miskin Indonesia, Front Tantangan Rakyat dan Persatuan Rakyat Miskin Indonesia. Demonstrasi berakhir dengan kekacauan dengan polisi menangkap sejumlah orang.

Sejumlah kelompok mahasiswa juga menggelar unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Aksi ini juga berakhir ricuh, dengan tiga pengunjuk rasa terluka. Pada Jumat sore tepat sebelum pengumuman kenaikan harga, ratusan mahasiswa Universitas Indonesia berkumpul di kampus Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mahasiswa memblokir Jl. Simpang Pejaten Raya dan mengubahnya menjadi forum pidato.

Tepat sebelum tengah malam, bentrokan kecil dengan polisi terjadi. Namun saat fajar menyingsing, polisi menyerbu kampus. “Polisi dipaksa masuk karena mahasiswa melempari kami dengan bom molotov,” kata juru bicara Mabes Polri Insp. Jenderal Abubakar Nataprawira.

Bentrokan pun tak terhindarkan. Fakultas Ilmu Sosial & Politik kampus rusak parah. Pecahan kaca berserakan di mana-mana dan tetesan darah terlihat di beberapa tempat. Sebuah mobil dan sepeda motor polisi juga dirusak. “Kami akan berkonsultasi dengan pengacara untuk mendakwa polisi,” kata Hasto Atmodjo Surojo, Dekan FISIP. Dalam insiden tersebut, 141 mahasiswa diamankan polisi.

Protes serupa juga melibatkan sejumlah besar orang diadakan di kota-kota lain selama seminggu terakhir. Beberapa di antaranya juga berakhir dengan bentrokan, seperti di ibu kota provinsi Sulawesi Selatan Makassar dan kota Yogyakarta di Jawa Tengah. Aksi protes dipastikan akan terus berlanjut hingga pemerintah akhirnya mengumumkan kenaikan harga BBM.

Besar kemungkinan aksi protes jalanan yang meluas membuat Yudhoyono memutuskan untuk berdiam diri di rumah. Sumber Tempo mengatakan, Presiden khawatir dengan meningkatnya panas politik saat kenaikan harga mulai berlaku. “Presiden khawatir akan ada martir, demonstran akan dibunuh,” katanya.

Sepuluh tahun lalu, situasi semakin tak terkendali setelah empat mahasiswa Universitas Trisakti tewas. Situasi tegang dan krisis politik yang mengikuti memaksa mantan Presiden Suharto untuk melepaskan kekuasaan, yang telah dipegangnya selama 32 tahun. Inilah alasan Istana berulang kali memperingatkan personel keamanan di lapangan untuk menahan diri. Polisi dilarang membawa senjata api saat berhadapan dengan demonstran.

Unit rahasia atau personel intelijen juga ‘disusupi’ ke dalam satpam Istana. Anggota unit ini mengamati aktivitas demonstran dari dekat. Rabu pekan lalu, saat tersiar kabar bahwa seorang demonstran ditembak di depan gedung DPR, personel intelijen tersebut mengikuti korban ke RS Pelni di kawasan Petamburan Jakarta Barat. Mereka lega melihat pengunjuk rasa yang diduga terluka parah bisa mengikuti salat Jumat.

Budi Darma, pendemo yang dikabarkan tertembak, mengatakan sebenarnya mereka akan mengakhiri aksi unjuk rasa. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Indonesia itu sudah melepas jaket varsity-nya. Tapi suasana, bagaimanapun, dengan cepat berubah menjadi anarkis. Kemudian seorang “petugas dengan baret cokelat” mendekatinya. “Dia mengarahkan senapan ke saya,” katanya kepada Fery Firmansyah dan Ismi Wahid dari Tempo, “dan tiba-tiba saya merasakan sakit yang sangat tajam dan menyengat.”

Dia mengaku telah ditembak oleh peluru karet tetapi tidak dapat menemukan selongsong peluru. Sisi kiri dadanya diperban. Menurut Adi Negoro, Ketua OSIS fakultas, tim dokter memastikan tidak ada luka dalam di tubuh rekannya. “Hanya ada memar sepanjang tiga sentimeter,” katanya.

Pendukung Presiden mengklaim aksi penolakan kenaikan harga BBM bermotif politik. Tujuan mereka, kata mereka, adalah untuk menurunkan popularitas Yudhoyono sebelum pemilihan umum 2009. “Seorang mantan menteri berada di balik demonstrasi tersebut,” kata Kepala Badan Intelijen Nasional, Syamsir Siregar.

Tak sulit menebak siapa yang ditunjuk Syamsir Rizal Ramli. Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Abdurrahman Wahid ini memang aktivis yang sering turun ke jalan. Tapi dia menyangkal menggunakan tindakan siswa untuk tujuannya sendiri. “Tuduhan itu merupakan penghinaan terhadap kecerdasan siswa,” katanya.

Kalangan yang dekat dengan rombongan Istana Rizal sederajat dengan mantan Panglima TNI Jenderal Wiranto yang kini memimpin Partai Hanura dan Fuad Bawazier, mantan Menteri Keuangan yang juga tergabung dalam partai itu. Kelompok ini telah mengadopsi bendera bertuliskan People’s Challenge Front (FRM).

Dalam protesnya, FRM mengangkat isu yang sama dengan Wiranto: kemiskinan. Saat mereka berbicara di Bundaran Hotel Indonesia, Rabu pekan lalu, aktivis dari kelompok itu mengatakan bahwa 40 juta orang di Indonesia hidup dalam kemiskinan dan ada 15 juta orang yang tidak memiliki pekerjaan. Hal inilah yang menjadi tema sentral dalam iklan yang dipasang tim Wiranto di berbagai media berita.

Wiranto, Rizal, dan Fuad semuanya mengatakan bahwa mereka tidak memobilisasi para demonstran, meskipun Fuad mengakui bahwa mereka menentang keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM sejak awal. Tuntutan yang sama, menurut Fuad, juga disuarakan oleh kelompok mahasiswa lainnya. “Tanpa dimobilisasi, banyak orang yang ikut unjuk rasa,” kata mantan Menteri Keuangan di kabinet terakhir Suharto itu.

Kenaikan harga BBM merupakan senjata ampuh untuk menyerang pemerintah. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sama-sama menyatakan akan mengajukan mosi menentangnya di DPR. “Pemerintah harus mencari opsi lain daripada menaikkan harga BBM,” kata Mahfudz Siddiq, Ketua Fraksi PKS di DPR. Hal senada diungkapkan Pengurus Besar PDI Perjuangan, Maruarar Sirait.

Padahal, UU APBN Perubahan 2008 memberikan dasar hukum bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Pasal 14 menyatakan bahwa hal ini dapat dilakukan jika ada perubahan yang signifikan. Pada bagian klarifikasi, perubahan signifikan mengasumsikan harga rata-rata minyak mentah Indonesia selama satu tahun di atas US$100 per barel, yang akan mengakibatkan beban subsidi yang berlebihan kepada pemerintah. Jelas, kondisi seperti itu telah dipenuhi.

Namun, tampaknya pasal tersebut diabaikan begitu saja oleh banyak partai politik, yang fraksinya ipso facto menandatangani undang-undang tersebut. “Biasanya menjelang pemilihan umum, banyak partai yang mencari dukungan rakyat,” kata seorang pejabat pemerintah. Karena itu, mereka masih berencana mengajukan mosi menentangnya di DPR.

Keputusan pemerintah itu juga mengancam popularitas Yudhoyono. Tiga tahun lalu, ketika pemerintah menaikkan harga BBM dua kali lipat, popularitas presiden keempat Indonesia itu relatif stabil. Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia saat itu, popularitasnya turun hanya 4 persen dari peringkat persetujuan awal 69 persen.

Baca Juga : Cara Memimpin Bush

Basis dukungan awal ini kini turun cukup drastis menjadi hanya 53 persen meski angka ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan tokoh politik lain yang disebut-sebut sebagai calon presiden. Menurut survei yang dilakukan pada bulan Januari, popularitas saingan terdekat Yudhoyono, Megawati Sukarnoputri, masih di sekitar angka 32 persen.

Menurut juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng, Presiden Yudhoyono memilih kebijakan yang tidak populer ini demi mengamankan negara. “Lebih baik mengorbankan popularitas daripada kepentingan nasional,” katanya. Namun dia yakin kenaikan harga BBM tidak akan mempengaruhi popularitas bosnya dalam pemilihan umum tahun depan.

Selama beberapa minggu mendatang, lawan politik Yudhoyono akan terus berusaha mengikis popularitasnya. Presiden tampaknya harus tinggal di Jakarta lebih lama lagi, dan melupakan Italia untuk sementara.

Tentang Kepribadian Susilo Bambang Yudhoyono Menurut Zodiak nya
Blog

Tentang Kepribadian Susilo Bambang Yudhoyono Menurut Zodiak nya

Tentang Kepribadian Susilo Bambang Yudhoyono Menurut Zodiak nya – Zodiak Susilo Bambang Yudhoyono adalah Virgo. Tanggal Virgo adalah 23 Agustus – 22 September. Mereka yang lahir di bawah tanda zodiak Virgo memiliki pikiran yang cakap, terorganisir, dan analitis, yang sering membuat mereka senang mengobrol. Bahkan ketika mereka memiliki cerita yang cukup fantastis, cara mereka menceritakannya dapat membuat cerita itu meyakinkan.

Tentang Kepribadian Susilo Bambang Yudhoyono Menurut Zodiak nya

Tentang Kepribadian Susilo Bambang Yudhoyono Menurut Zodiak nya

presidensby – Mereka sederhana, rendah hati, tertib, altruistik, logis, bertanggung jawab, dan terorganisir. Meskipun, mereka bisa menjadi obsesif, kritis, perhatian berlebihan pada detail yang tidak penting, dan perfeksionis.

Baca Juga : Mengulas Lebih Dalam Seluk Beluk Keluarga dan Pendidikan SBY

10 Kepribadian Susilo Bambang Yudhoyono

Virgo percaya diri, mandiri, ambisius, dan pekerja keras. Ciri-ciri kepribadian mereka berarti bahwa mereka terdorong untuk sukses dalam apa pun yang mereka sukai, dan mereka umumnya berhasil di sana. Meskipun mereka mungkin terlihat mudah dari luar, kesuksesan mereka bukannya tanpa perjuangan. Mereka secara khas perfeksionis dan kritis terhadap diri sendiri.

Ini mendorong mereka untuk bekerja lebih keras, tetapi juga dapat menghasilkan sedikit gejolak batin. Bukan berarti siapa pun akan tahu. Virgo adalah aktor yang sempurna dan hanya menunjukkan kepada orang-orang apa yang mereka ingin mereka lihat, mereka menyimpan segala sesuatu yang lain terkunci di balik pintu tertutup.

1. sifat Ambisius Susilo Bambang Yudhoyono

Virgo adalah salah satu zodiak yang ambisius. Mereka tahu bahwa mereka mampu melakukan hal-hal besar, dan mereka bertekad untuk menyelesaikan hal-hal itu! Virgo jarang memiliki mimpi yang mencolok, mereka bukan tipe orang yang ingin kaya dan terkenal, tetapi mereka ingin sukses.

Apa pun hasrat mereka, mereka ingin menjadi yang terbaik dalam hal itu, dan mereka ingin naik ke puncak perjanjian. Tapi itu tidak berarti bahwa mereka ingin menerima pujian. Mereka merasa keunggulan mereka harus begitu jelas, tidak perlu mengatakan apa-apa.

2. Berkemauan Besi dan Tanpa henti

Virgo sering berhasil dalam ambisi mereka, karena mereka memiliki kemauan besi. Khas pria Virgo, begitu mereka telah menetapkan pikiran mereka untuk sesuatu, tidak ada yang mengguncang mereka, dan mereka akan terus mengejar apa yang perlu dilakukan, tidak peduli seberapa sulit hal itu.

Sifat kepribadian Virgo yang tanpa henti berarti bahwa mereka sering dapat melewati tugas-tugas monoton yang menurut orang lain membuat frustrasi. Ini bukan karena mereka menikmatinya, tetapi karena mereka pandai melihat bagaimana kegiatan ini cocok dengan gambaran yang lebih besar, dengan kata lain, “mengapa”. Ini memberi mereka motivasi yang mereka butuhkan untuk menundukkan kepala dan menyelesaikannya.

3. sifat Perfeksionis Susilo Bambang Yudhoyono

Virgo adalah perfeksionis. Mereka ingin menjadi sempurna, dan meskipun mereka tahu itu tidak mungkin, ada suara ragu di kepala mereka yang memberi tahu mereka jika mereka bekerja sedikit lebih keras, mereka akan sampai di sana. Ini bisa terwujud dalam perilaku aneh.

Virgo mungkin memiliki beberapa buku harian untuk tahun ini, masing-masing dimulai berulang-ulang karena yang sebelumnya tidak “cukup benar”. Untungnya, Virgo jarang menemukan kegagalan untuk memenuhi standar mereka yang sangat tinggi yang melemahkan. Mereka umumnya menemukan kekurangan yang mereka rasakan sebagai motivasi untuk bekerja sedikit lebih keras.

4. Sadar Diri

Alasan Virgo bisa menjadi perfeksionis fungsional mungkin karena mereka adalah kepribadian yang sangat sadar diri. Mereka sadar bahwa perfeksionisme mereka adalah masalah. Mereka umumnya memiliki kesadaran yang baik tentang semua kekuatan dan kelemahan mereka.

Ketika Virgo mendapati diri mereka cemburu atau marah, mereka pandai mengendalikan emosi ini. Ini karena mereka cukup sadar diri untuk mengetahui bahwa masalah ini biasanya berasal dari mereka, daripada orang yang menjadi subjek kemarahan emosional mereka saat ini.

5. Percaya Diri dan dapat Kritik Diri

Virgo adalah campuran menarik dari kepercayaan diri dan kritik diri yang dapat membuat mereka sedikit neurotik. Mereka tahu seberapa baik mereka dalam hal-hal tertentu, dan ini membuat mereka sangat percaya diri. Tetapi karena mereka perfeksionis, mereka tidak akan pernah cukup baik, sehingga mereka sering menderita dengan komentar internal yang negatif. Meskipun mereka mengenali suara itu apa adanya, terkadang itu bisa membuat mereka sedih dan membuat mereka neurotik tentang hal-hal yang paling aneh dan tak terduga.

6. Jangan mudah bersemangat

Virgo memiliki standar tinggi untuk diri mereka sendiri, dan hampir semua hal dalam hidup. Karakteristik wanita Virgo, mereka melakukan hampir semua hal dengan harapan yang sangat tinggi, yang berarti mereka sering kecewa. Akan melihat film yang mereka tunggu-tunggu untuk keluar? Meskipun mereka menikmatinya, itu mungkin tidak sebagus yang mereka bayangkan.

Diburu untuk pekerjaan baru? Tentu saja, mereka bersemangat, tetapi mereka bisa lebih siap untuk itu, atau pekerjaan itu bisa mencakup pekerjaan atau tanggung jawab yang lebih kreatif. Mereka bukan tipe orang yang suka mengeluh, tetapi harapan mereka sulit dipenuhi.

7. sifat Mandiri Susilo Bambang Yudhoyono

Virgo menari mengikuti irama drumnya sendiri dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. Mereka tahu apa yang mereka sukai, mereka tahu apa yang mereka inginkan, dan mereka tahu apa yang benar. Mereka tidak membutuhkan orang lain untuk memvalidasi pendapat mereka.

Ini berarti Virgo akan sering pergi dan melakukan hal mereka sendiri. Mereka tidak suka menunggu orang lain atau dihalangi oleh mereka, dan mereka senang mendapatkan apa yang mereka inginkan sementara orang lain ragu-ragu.

8. Menampilkan Pertunjukan dan Mematikan Orang

Virgo memiliki keinginan yang mendalam untuk menjadi sempurna, dan mereka juga ingin orang lain berpikir bahwa mereka sempurna, atau setidaknya sedekat mungkin dengan sempurna. Mereka tentu tidak ingin orang lain melihat kelemahan dan kekurangan mereka. Karena itu, Virgo sering mengadakan pertunjukan.

Aktor yang luar biasa, mereka akan menghuni visi diri mereka sendiri untuk orang lain, sambil menjaga diri mereka yang sebenarnya terkunci di balik dinding besi. Hal ini terkadang menyulitkan untuk membentuk hubungan dekat, karena mereka berjuang untuk menjadi rentan dan berbagi diri dengan orang lain. Dibutuhkan banyak orang untuk menembus pertahanan Virgo.

9. Orang aneh yang rapi

Mungkin stereotip dan ciri kepribadian paling terkenal tentang Virgo adalah bahwa mereka perfeksionis dan orang aneh yang rapi, keduanya 100 persen benar. Virgo suka mengetahui bahwa segala sesuatu dalam hidup mereka memiliki tujuan dan tempat. Mereka cenderung minimalis, dan bisa menjadi editor yang kejam, sering kali membuang sesuatu ketika tidak lagi memiliki tujuan. Virgo cenderung merasa dikelilingi oleh kekacauan membuat mereka gelisah.

Baca Juga : Kesuksesan Pencapaian Bush

10. dapat Mengartikulasikan

Virgo memiliki lidah perak, dan tampaknya tahu cara yang tepat untuk mengungkapkan sesuatu ke dalam kata-kata. Mereka juga cenderung menjadi pecinta kata-kata dan pembaca besar, dan bahkan mungkin penulis. Orang yang lahir di bawah tanda ini tahu bahwa kata-kata itu kuat dan harus digunakan dengan hati-hati.

Mereka tidak pernah menggunakan kata-kata mereka sebagai senjata, dan mereka juga berhati-hati agar tidak memberikan terlalu banyak. Jangan terkejut menemukan Virgo mempraktikkan apa yang ingin mereka katakan sebelum percakapan penting.

Mengulas Lebih Dalam Seluk Beluk Keluarga dan Pendidikan SBY
Profil

Mengulas Lebih Dalam Seluk Beluk Keluarga dan Pendidikan SBY

Mengulas Lebih Dalam Seluk Beluk Keluarga dan Pendidikan SBY – Nama Yudhoyono bukanlah nama keluarga yang diwariskan. kebanyakan orang Jawa tidak memiliki nama keluarga. Sebaliknya, dia memilihnya untuk name-tag militernya, dan begitulah dia dirujuk ke luar negeri. Anak-anak dan cucu-cucunya menggunakan nama Yudhoyono, dan dalam pertemuan-pertemuan dan fungsi-fungsi formal ia dipanggil sebagai Dr. Yudhoyono. Di Indonesia, ia disebut di beberapa media sebagai “Susilo” dan dikenal luas sebagai “SBY”.

Mengulas Lebih Dalam Seluk Beluk Keluarga dan Pendidikan SBY

Mengulas Lebih Dalam Seluk Beluk Keluarga dan Pendidikan SBY

presidensbyYudhoyono tinggal di Istana Kepresidenan Merdeka di Jakarta dan kediaman keluarganya di Cikeas, Bogor bersama istrinya, Ani Bambang Yudhoyono. Ibu Negara Ani Yudhoyono memegang gelar ilmu politik dari Universitas Merdeka, dan merupakan wakil ketua pertama Partai Demokrat suaminya. Ia adalah anak sulung Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, salah satu jenderal papan atas Indonesia.

Baca Juga : Sejarah Pemilu 2004, SBY Menjadi Presiden dan Dipilih Langsung Oleh Rakyat

Putra sulung keluarga, Mayor Agus Harimurti Yudhoyono (lahir 1978), lulus dari SMA Taruna Nusantara pada tahun 1997 dan Akademi Militer Indonesia pada tahun 2000 dan merupakan pemegang Medali Adhi Makayasa seperti ayahnya, melanjutkan tradisi keluarga sebagai lulusan terbaik dari Akademi Militer. Pada Juli 2006, Agus lulus dari Institut Studi Pertahanan dan Strategis, Singapura dengan gelar master dalam studi strategis, dan saat ini belajar di Universitas Harvard.

Yudhoyono memberikan pidato di Harvard Kennedy School pada September 2009 dan bercanda bahwa putranya menjadi “mahasiswa Harvard lain yang bekerja untuk” dia  beberapa menteri dan jenderal militer Yudhoyono juga kuliah di Harvard.

Ia menikah dengan Annisa Pohan , seorang model fesyen dan putri mantan wakil presiden Bank Indonesia. Putri pasangan itu, Almira Tunggadewi Yudhoyono, lahir pada 17 Agustus 2008.Dia saat ini ditugaskan sebagai Perwira Operasi Batalyon Infanteri Lintas Udara ke-17.

Saat di Infanteri

Infanteri adalah cabang dari kekuatan militer yang berperang dengan berjalan kaki. Sebagai pasukan yang dimaksudkan untuk terlibat, melawan, dan mengalahkan musuh dalam pertempuran tatap muka, mereka menanggung beban peperangan dan biasanya menderita jumlah korban terbesar.

Infanteri dapat masuk dan bermanuver di medan yang tidak dapat diakses oleh kendaraan militer dan menggunakan senjata infanteri yang melayani kru yang memberikan daya tembak yang lebih besar dan lebih berkelanjutan. Teknik transportasi dan pengiriman prajurit infanteri modern untuk terlibat dalam pertempuran termasuk berbaris, transportasi mekanik, udara dengan parasut atau serangan udara dari helikopter dan pendaratan amfibi dari laut.

Dalam bahasa Inggris, istilah infanteri abad ke-16 (ca. 1570-an) menggambarkan tentara yang berjalan ke medan perang, dan di sana terlibat, melawan, dan mengalahkan musuh dalam pertempuran langsung, biasanya untuk mengambil dan menduduki medan. Seperti menggambarkan cabang dari senjata tempur, istilah Infanteri berasal dari Infanteri Prancis, yang, pada gilirannya, berasal dari Fanteria Italia dan akhirnya dari Infantera Latin.

Istilah individu-prajurit Infanteri (1837) tidak diciptakan sampai abad ke-19. Secara historis, sebelum penemuan dan pengenalan senjata api untuk peperangan, prajurit infanteri dari era sebelumnya—dipersenjatai dengan senjata tumpul dan bermata, serta perisai—juga dianggap dan diidentifikasi sebagai prajurit infanteri.

Istilah ini muncul di Spanyol abad ke-16, yang menyombongkan tentara profesional pertama yang terlihat di Eropa sejak zaman Roma. Itu umum untuk menunjuk pangeran kerajaan (Infantes) untuk komando militer, dan orang-orang di bawah mereka dikenal sebagai Infanteria.

Di dunia Barat, selama Zaman Kuno Yunani–Romawi (abad ke-8–7 SM), dan selama Abad Pertengahan (476–1453), tentara infanteri dikategorikan, dicirikan, dan diidentifikasi menurut jenis senjata dan baju besi yang digunakan. mereka dipersenjatai, jadi infanteri berat (hoplite) dan infanteri ringan (peltast Yunani, velites Romawi).

Sejak penerapan senjata api untuk peperangan, klasifikasi prajurit infanteri telah berubah untuk mencerminkan formasi mereka di medan perang, seperti infanteri garis, dan untuk mencerminkan mode pengangkutan mereka ke medan perang, dan taktik yang digunakan oleh jenis unit tempur tertentu, seperti infanteri mekanik dan infanteri udara.

Di batalion

Batalyon adalah unit militer. Penggunaan istilah “batalyon” bervariasi menurut kebangsaan dan cabang dinas. Biasanya satu batalyon terdiri dari 300 hingga 800 tentara dan dibagi menjadi beberapa kompi. Sebuah batalion biasanya dikomandoi oleh seorang letnan kolonel. Di beberapa negara kata “batalyon” dikaitkan dengan infanteri.

Sebuah batalyon mungkin merupakan organisasi militer terkecil yang mampu melakukan operasi independen, meskipun ini tergantung pada definisi “operasi independen”. Itu harus memiliki sumber pasokan ulang untuk mempertahankan operasi selama lebih dari beberapa hari.

Selain terdiri dari personel dan peralatan yang memadai (biasanya setidaknya dua perusahaan misi utama dan satu perusahaan pendukung misi) untuk melakukan operasi yang signifikan, serta kemampuan administrasi dan logistik mandiri yang terbatas, komandan dilengkapi dengan staf penuh waktu yang fungsinya untuk mengkoordinasikan operasi saat ini dan merencanakan operasi masa depan.

Unit bawahan batalion (kompi dan peleton organiknya) bergantung pada markas besar batalion untuk komando, kontrol, komunikasi, dan intelijen serta layanan organik dan struktur pendukung batalion untuk menjalankan misi mereka. Batalyon biasanya merupakan bagian dari resimen, brigade, atau kelompok, tergantung pada model organisasi yang digunakan oleh dinas tersebut.

Batalyon umumnya dapat beroperasi tidak lebih dari 10 hari tanpa dukungan eselon yang lebih tinggi, dan tidak dapat beroperasi jauh dari lokasi yang didukung tanpa resimen markas yang lebih tinggi, brigade, atau struktur dukungan logistik kelompok.

Putra bungsu keluarga tersebut, Edhie Baskoro Yudhoyono (lahir 1982), menerima gelar sarjana di bidang Ekonomi dari Curtin University of Technology, di Perth, Australia Barat dan gelar masternya dari Institute of Defense and Strategic Studies, Singapura. Pada pemilihan umum 2009, Edhie terpilih sebagai anggota DPR dari Partai Demokrat dan saat ini duduk sebagai anggota Komisi 1 DPR yang menangani urusan internasional.

Ia menikah dengan Siti Aliya Radjasa, putri Hatta Rajasa, salah satu Menteri Kabinet terkemuka ayahnya. Mereka memiliki dua putra, Airlangga Satriadhi Yudhoyono dan Pancasakti Maharajasa Yudhoyono.

Universitas Curtin

Curtin University adalah universitas riset publik Australia yang berbasis di Bentley, Perth, Australia Barat. Universitas ini dinamai menurut Perdana Menteri Australia ke-14, John Curtin, dan merupakan universitas terbesar di Australia Barat, dengan lebih dari 50.000 siswa (per 2014) di lokasi termasuk Perth, Margaret River, Kalgoorlie, Sydney, Malaysia dan Singapura.

Curtin dianugerahkan status universitas setelah undang-undang disahkan oleh Parlemen Australia Barat pada tahun 1986. Sejak itu, universitas telah memperluas kehadirannya dan memiliki kampus di Sydney, Singapura, dan Sarawak. Ini memiliki hubungan dengan 90 universitas pertukaran di 20 negara. Universitas terdiri dari lima fakultas utama dengan lebih dari 95 pusat spesialis.

Curtin University adalah anggota Jaringan Teknologi Australia (ATN), dan aktif dalam penelitian di berbagai bidang akademis dan praktis, termasuk Sumber Daya dan Energi (misalnya, gas minyak bumi), Informasi dan Komunikasi, Kesehatan, Penuaan, dan Kesehatan -being (Kesehatan Masyarakat), Komunitas dan Lingkungan yang Berubah, Pertumbuhan dan Kesejahteraan serta Penulisan Kreatif.

Ini adalah satu-satunya universitas Australia Barat yang menghasilkan penerima PhD medali emas AINSE, yang merupakan pengakuan tertinggi untuk keunggulan penelitian tingkat PhD di Australia dan Selandia Baru.

Curtin telah menjadi aktif dalam penelitian dan kemitraan di luar negeri, khususnya di Cina daratan. Hal ini terlibat dalam sejumlah bisnis, manajemen, dan proyek penelitian, khususnya dalam superkomputer, di mana universitas berpartisipasi dalam array tiga benua dengan node di Perth, Beijing, dan Edinburgh. Australia Barat telah menjadi pengekspor mineral, minyak bumi dan gas alam yang penting. Perdana Menteri Cina Wen Jiabao mengunjungi fasilitas penelitian hidrokarbon yang didanai Woodside selama kunjungannya ke Australia pada tahun 2005.

Curtin University didirikan pada tahun 1966 sebagai Western Australian Institute of Technology (WAIT). Inti nya terdiri dari program tersier dari Perth Technical College, yang dibuka pada tahun 1900. Lokasi Curtin University saat ini di Bentley dipilih pada tahun 1962, dan secara resmi dibuka pada tahun 1966.

Siswa pertama mendaftar pada tahun berikutnya. Pada tahun 1969, tiga institusi lagi digabungkan dengan WAIT: Sekolah Pertambangan Australia Barat (dibuka pada tahun 1902), Sekolah Tinggi Pertanian Muresk (dibuka pada tahun 1926), dan Sekolah Fisioterapi dan Terapi Okupasi (beroperasi sejak tahun 1950-an di Shenton Park). ).

Antara 1966 dan 1976 WAIT mengalami ekspansi dari 2.000 menjadi 10.000 siswa. Pada bulan Desember 1986 Institut Teknologi Australia Barat (WAIT) dijadikan universitas, di bawah ketentuan Undang-Undang Amandemen Institut Teknologi WA 1986. Curtin University mengambil namanya dari mantan Perdana Menteri Australia, John Curtin. Curtin menerima mahasiswa pertamanya sebagai universitas 1987.

Baca Juga : George Herbert Walker Bush, Pahlawan bagi Masyarakat dan Keluarga

Pada tahun 2005, Curtin dan Universitas Murdoch terlibat dalam studi kelayakan tentang kemungkinan merger. Namun, pada tanggal 7 November 2005, kedua lembaga mengeluarkan siaran pers bahwa merger semacam itu tidak akan dilakukan. Pada tahun 2009, Curtin menjadi universitas pertama di Jaringan Teknologi Australia yang terdaftar di Peringkat Akademik Universitas Dunia dari universitas riset.

Pada tahun 2010, Curtin menghapus akhiran “Teknologi”, dari saat itu beroperasi sebagai “Universitas Curtin”. Nama resminya tetap Universitas Teknologi Curtin sampai Undang-undang yang mengatur operasinya diubah oleh pemerintah Australia Barat.

Sejarah Pemilu 2004, SBY Menjadi Presiden dan Dipilih Langsung Oleh Rakyat
Uncategorized

Sejarah Pemilu 2004, SBY Menjadi Presiden dan Dipilih Langsung Oleh Rakyat

Sejarah Pemilu 2004, SBY Menjadi Presiden dan Dipilih Langsung Oleh Rakyat – Pemilihan presiden langsung pertama di Indonesia diadakan dalam dua putaran pada tanggal 5 Juli dan 20 September 2004. Sebelum amandemen Undang-Undang Dasar Indonesia tahun 2002, Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh badan legislatif tertinggi negara, Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Sejarah Pemilu 2004, SBY Menjadi Presiden dan Dipilih Langsung Oleh Rakyat

Pemilihan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Pada Tahun 2004

presidensby – Di bawah amandemen baru, pasangan calon terpilih ke kantor setelah menerima lebih dari 50 persen suara secara nasional dengan setidaknya 20 persen suara di lebih dari setengah provinsi di Indonesia. Jika tidak ada pasangan yang menerima jumlah suara yang dibutuhkan, pemilihan akan dilanjutkan ke putaran kedua dengan pasangan yang menerima jumlah suara tertinggi dan kedua tertinggi.

Baca Juga : Mengulas Lebih Dalam Tentang Karir Politik Susilo Bambang Yudhoyono

Aturan lebih lanjut yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum menyatakan bahwa setiap pasangan harus dicalonkan oleh partai politik atau gabungan partai yang memperoleh sedikitnya lima persen suara rakyat atau tiga persen kursi Dewan Perwakilan Rakyat pada pemilihan legislatif April.

Presiden petahana, Megawati Sukarnoputri, terpilih ke kantor pada tahun 2001 setelah legislatif memakzulkan dan mencopot pendahulunya, presiden Abdurrahman Wahid (sering dikenal sebagai “Gus Dur”), dari jabatannya. Tawaran pemilihan kembali Megawati ditentang oleh empat kandidat, termasuk Wakil Presiden petahana Hamzah Haz.

Pada putaran pertama, mantan anggota kabinet dan purnawirawan Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono menerima sejumlah surat suara sah yang diserahkan, disusul Megawati. Yudhoyono akhirnya mengalahkan Megawati dengan 60,62 persen surat suara sah di putaran kedua. Ia dilantik sebagai Presiden keenam Indonesia pada 20 Oktober 2004.

Hasil

Mantan menteri keamanan Susilo Bambang Yudhoyono memenangkan putaran pertama dengan 33% suara. Presiden petahana Megawati Sukarnoputri berada di urutan kedua dengan 26%, di depan mantan Panglima Angkatan Bersenjata Wiranto dengan 22%.

Yudhoyono tidak sebaik yang disarankan jajak pendapat sebelumnya, sementara Megawati lebih baik. Hal ini disebabkan oleh pengamat Indonesia karena Yudhoyono tidak memiliki mesin partai nasional, seperti PDI-P Megawati dan Golkar Wiranto.

Penghitungan 113 juta suara, yang sudah menjadi tugas besar di negara yang begitu besar dan beragam, menjadi lebih sulit karena masalah surat suara. Pemilih mencoblos dengan cara melubangi kertas suara dengan paku, di atas foto calon pilihannya.

Karena surat suara yang diserahkan kepada pemilih dilipat dua, banyak yang membuat lubang tanpa membuka surat suara, sehingga membuat dua lubang dan membuat suara mereka batal. Ratusan ribu suara ini dibatalkan sebelum Panitia Pemilihan Umum (KPU) memutuskan bahwa surat suara tersebut harus diterima. Ini mengharuskan penghitungan ulang di banyak tempat, memperlambat penghitungan dan meningkatkan kekhawatiran akan hasil yang disengketakan.

Latar Belakang

Pada pemilu legislatif 1999, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI–P) meraih kursi terbanyak di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan menjadi fraksi terbesar di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), badan legislatif yang bertanggung jawab atas memilih Presiden. PDI–P dipimpin oleh Megawati Sukarnoputri, putri Sukarno, presiden pertama Indonesia. Pendukung Megawati mengharapkan dia untuk dipilih sebagai Presiden oleh MPR, tetapi dia gagal menjangkau partai-partai selain Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Satu-satunya lawannya saat itu adalah Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie, yang mulai menjabat pada Mei 1998, namun ia mundur dari pencalonannya setelah pidato pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR. PKB yang dipimpin oleh Abdurrahman Wahid, pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU), juga telah berjanji untuk mendukung Megawati sebagai Presiden.

Namun, terlihat jelas bahwa Megawati tidak memiliki cukup suara untuk mendukung pencalonannya. Selain itu, pemimpin Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dan Poros Tengah (Indonesia: Poros Tengah), sebuah koalisi partai Islam dan reformasi, mulai mendorong pencalonan Gus Dur.

Gus Dur akhirnya memenangkan pemilihan presiden MPR, dan Megawati terpilih sebagai Wakil Presiden. Sebagai Presiden, ia mencabut banyak undang-undang yang diberlakukan selama era Suharto yang mendiskriminasi orang Indonesia Tionghoa.

Di antaranya adalah larangan penggunaan karakter Tionghoa dan tampilan gambar yang berkaitan dengan budaya Tionghoa. Setelah tindakan ini, banyak partai politik mulai menjangkau orang Indonesia Tionghoa untuk mendapatkan suara mereka dengan menampilkan karakter Tionghoa pada materi kampanye.

Menyusul pemakzulan Gus Dur dan pemecatan dari jabatannya oleh MPR pada Juli 2001, badan legislatif mengangkat Megawati ke kursi kepresidenan. Dia akan menyelesaikan sisa masa jabatan lima tahun Abdurrahman, berakhir pada Oktober 2004.

Selama sidang tahunan 2002, MPR menambahkan serangkaian amandemen terhadap Konstitusi Indonesia, termasuk pencabutan 38 kursi militer yang ditunjuk di MPR, dan amandemen untuk pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden. Proses pemilihan presiden ini akan melibatkan partai politik yang mengajukan calon presiden dan wakil presiden dengan opsi pemilihan putaran kedua.

Kandidat

Pada bulan Desember 2003, Yayasan Internasional untuk Sistem Pemilihan (IFES) memulai survei pelacakan untuk menilai popularitas calon potensial. Survei berlanjut hingga dimulainya putaran pertama pemilihan pada 5 Juli dan memasukkan tiga belas calon calon presiden.

Survei IFES pertama menunjukkan bahwa Presiden petahana Megawati Sukarnoputri menerima banyak suara. Namun, pada pemilihan legislatif April 2004, pensiunan Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono telah memimpin dari Megawati setelah mengundurkan diri dari kabinetnya pada bulan Maret. Kandidat potensial lainnya termasuk Ketua DPR Akbar Tanjung dan Sultan Hamengkubuwana X Yogyakarta.

Hasil pemilu legislatif menentukan parpol mana yang berhak mengajukan calon presiden. Hanya partai yang memperoleh sedikitnya lima persen suara populer atau tiga persen kursi (17 dari 550 kursi) di DPR yang diizinkan untuk mengajukan calon. Partai yang tidak memenuhi kriteria tersebut harus bergabung dengan pihak lain untuk memenuhi setidaknya satu kriteria.

Tujuh parpol yang memenuhi kriteria ini: Partai Kelompok Fungsional (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat (PD) ), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN). PKS adalah satu-satunya partai yang tidak mengajukan calon, tetapi kemudian memberikan dukungannya di belakang PAN.

Komisi Pemilihan Umum mengumumkan daftar calon terakhir pada 14 Mei. Setelah pengumuman itu, semua kandidat diharuskan menjalani pemeriksaan medis. Pada tanggal 22 Mei, KPU mengumumkan bahwa calon presiden PKB, mantan Presiden Abdurrahman Wahid, telah gagal tes mata dan tidak diizinkan ikut pemilu. Dia awalnya mengatakan kepada para pendukung untuk tidak memilih calon presiden pada hari pemilihan tetapi memutuskan untuk menarik kembali pernyataan itu setelah tekanan dari partai.

Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla

Partai Demokrat yang didukung Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Bulan Bintang (PBB), mencalonkan purnawirawan Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden. Dia kemudian bergabung dengan Jusuf Kalla sebagai cawapres, dan pasangan itu diberi nomor 4 untuk surat suara tersebut.

Susilo Bambang Yudhoyono pernah menjabat di kabinet dua pemerintahan sebelumnya. Saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan di bawah Abdurrahman Wahid, ia menolak perintah untuk menyatakan keadaan darurat yang akan menghentikan proses parlemen untuk mendakwa Presiden dan kemudian diberhentikan.

Yudhoyono dicalonkan sebagai Wakil Presiden setelah MPR memilih Megawati untuk menggantikan Abdurrahman Wahid, tetapi ia kalah dalam pemilihan Ketua PPP Hamzah Haz dan Ketua DPR Akbar Tanjung. Dia mengulangi posisi kabinet sebelumnya dalam pemerintahan Megawati tetapi mengundurkan diri pada 1 Maret 2004 untuk ikut serta dalam pemilihan presiden.

Partai Demokrat, yang ditetapkan sebagai kendaraan karir politik Yudhoyono oleh nasionalis sekuler yang melihat potensi kepemimpinannya, memperoleh 7,45 persen suara dan 10 persen kursi DPR dalam pemilihan legislatif April.

Pasangan Yudhoyono adalah Jusuf Kalla, seorang pengusaha Bugis kaya dan anggota Golkar yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di bawah Megawati. Dia menengahi dua resolusi damai terpisah untuk konflik antaragama antara Kristen dan Muslim di daerah asalnya, Sulawesi pada tahun 2001 dan di Maluku pada tahun 2002.

Baca Juga  : George W Bush, Berawal Dari Gubernur Hingga Menjadi Presiden

Kalla bergabung dalam proses seleksi Golkar untuk calon presiden dari partai pada Agustus 2003 tetapi mengundurkan diri beberapa hari sebelum konvensi partai pada April berikutnya. Beberapa hari kemudian, ia mengundurkan diri dari posisi kabinetnya dan mengumumkan aliansinya dengan Yudhoyono. Kalla juga dipandang sebagai calon wakil presiden potensial Megawati yang sedang menjabat.

Kombinasi tersebut mempertemukan dua pria dengan latar belakang yang sangat berbeda yang menambah daya tarik tiket mereka. Yudhoyono, yang dibesarkan di Jawa yang padat penduduk, dipandang lebih sekuler dan berlatar belakang militer. Di sisi lain, Kalla adalah seorang Muslim yang taat yang tumbuh di luar provinsi Sulawesi Selatan dan berasal dari latar belakang sipil.

Mengulas Lebih Dalam Tentang Karir Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Profil

Mengulas Lebih Dalam Tentang Karir Politik Susilo Bambang Yudhoyono

Mengulas Lebih Dalam Tentang Karir Politik Susilo Bambang Yudhoyono – Yudhoyono diangkat menjadi Menteri Pertambangan dan Energi pada kabinet Presiden Abdurrahman Wahid pada 1999. Menurut Jenderal Wiranto yang membantu Gus Dur dalam pembentukan Kabinet, ia telah merekomendasikan kepada Presiden agar Yudhoyono lebih baik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

Mengulas Lebih Dalam Tentang Karir Politik Susilo Bambang Yudhoyono

Mengulas Lebih Dalam Tentang Karir Politik Susilo Bambang Yudhoyono

presidensby – Namun, Gus Dur menolaknya dan Yudhoyono menjadi Menteri Pertambangan dan Energi. Pada saat yang sama, Yudhoyono mengakhiri karir militernya dengan pangkat Letnan Jenderal, meskipun ia diangkat menjadi Jenderal kehormatan pada tahun 2000.

Baca Juga : Yuk Ketahui Lebih Dalam Tentang Karir Militer Susilo Bambang Yudhoyono

Popularitas Yudhoyono meningkat, Bahkan sebagai Menteri Pertambangan dan Energi. Pada bulan Juni 2000, ada rumor yang mengatakan bahwa Wahid, karena kurangnya keahliannya sebagai administrator, akan menunjuk seorang Menteri Pertama untuk menjaga jalannya pemerintahan sehari-hari.

Nama Yudhoyono muncul sebagai calon yang potensial untuk posisi itu, meski akhirnya Wahid menunjuk Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri sebagai administrator sehari-hari.

Pada Agustus 2000, setelah perombakan Kabinet, Yudhoyono menjadi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan. Salah satu tugasnya adalah memisahkan tentara dari politik. Hal ini sejalan dengan pemikiran reformisnya tentang masa depan militer Indonesia, dan merupakan pandangan yang ia pegang sejak hari-harinya di pusat kebijakan militer. Dia berkata pada saat itu:

“Sejak 1998, militer telah memutuskan untuk tidak terlibat dalam politik sehari-hari. Ide dasar reformasi militer adalah kembali pada peran dan fungsi militer sebagai kekuatan pertahanan dan menjauhkan mereka dari politik secara sistematis. Trennya bergerak sedemikian rupa sehingga tidak ada yang disebut ‘dwifungsi’ militer, tidak ada yang disebut misi sosial politik dalam militer. ”

Tugas lain yang diberikan Yudhoyono adalah sebagai perantara antara Wahid dan keluarga Soeharto. Saat itu, Gus Dur sedang berusaha agar Soeharto menyerahkan kembali semua uang yang diduga didapatnya dari hasil korupsi ketika dia menjadi presiden.

Yudhoyono diutus oleh Wahid untuk menyampaikan keinginan tersebut dan untuk bernegosiasi dengan mantan keluarga pertama. Namun, Yudhoyono tidak berhasil dalam usaha ini.

Pada awal 2001, dengan tekanan politik yang semakin meningkat, Gus Dur memerintahkan Yudhoyono untuk membentuk pusat krisis dengan Yudhoyono sebagai ketuanya Tujuan dari pusat krisis ini adalah untuk membantu presiden dalam memberikan nasihat kebijakan dan berkantor pusat di kantor Yudhoyono.

Tampaknya karena pengangkatan ini, Yudhoyono dapat dianggap sebagai salah satu anak buah Wahid, namun Yudhoyono akan memutuskan pangkat dari Wahid pada Juli 2001 ketika Gus Dur menghadapi pemakzulan.

Dalam keputusasaan, Gus Dur mengeluarkan keputusan pembekuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan kemudian meminta Yudhoyono mengumumkan keadaan darurat untuk lebih memperkuat posisinya. Yudhoyono menolak menerima ini, dan Gus Dur memecatnya.

Kepresidenan Megawati

Pada 23 Juli 2001, dalam Sidang Istimewa, MPR memakzulkan Gus Dur dan menggantinya dengan Megawati sebagai Presiden. Beberapa hari kemudian, ketika MPR berkumpul untuk memilih Wakil Presiden yang baru, Yudhoyono mencela namanya dan bersaing dengan Akbar Tanjung dari Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz.Yudhoyono dan Akbar kalah dari Hamzah yang menjadi wakil presiden.

Yudhoyono diangkat ke posisi lamanya sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di kabinet baru Megawati. Setelah pemboman Bali Oktober 2002, ia mengawasi perburuan dan penangkapan mereka yang bertanggung jawab, dan memperoleh reputasi baik di Indonesia maupun di luar negeri sebagai salah satu dari sedikit politisi Indonesia yang serius tentang Perang Melawan Terorisme.

Pidatonya pada peringatan satu tahun bom Bali (di mana banyak warga Australia terbunuh) dipuji oleh media dan publik Australia.

Yudhoyono juga berurusan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), gerakan separatis yang ingin memisahkan Provinsi Aceh dari Indonesia. Atas nasihatnya, Megawati mengumumkan darurat militer di Aceh pada 19 Mei 2003. Darurat militer ini kemudian diperpanjang pada November 2003.

Partai Demokrat

Para pendukung Yudhoyono melihat partisipasi Yudhoyono dalam pemilihan wakil presiden sebagai tanda popularitasnya dan mengakui potensi Yudhoyono sebagai calon pemimpin Indonesia. Salah satu pendukungnya, Vence Rumangkang mendekati Yudhoyono dengan gagasan membentuk partai politik untuk membantu menopang dukungan pada Pemilihan Presiden 2004. Yudhoyono menyetujui gagasan itu dan setelah melalui konsep dasar, meninggalkan Rumangkang yang bertugas membentuk Partai.

Sejak 12–19 Agustus 2001, Rumangkang mulai melakukan serangkaian pertemuan membahas pembentukan partai sambil berkonsultasi dengan Yudhoyono. Yudhoyono sendiri memimpin rapat pada 19 dan 20 Agustus 2001, dan garis besar dasar Partai Demokrat diselesaikan.

Pada 9 September 2001, pembentukan partai secara resmi dideklarasikan dan pada 10 September didaftarkan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Penyelenggara pembentukan Partai Demokrat berusaha keras untuk memastikan bahwa PD adalah partai politik pribadi Yudhoyono. Deklarasi pembentukannya adalah 9 September 2001, yang merupakan hari lahir Yudhoyono dan pada awalnya, Partai beranggotakan 99 orang.

Jalan Menuju Presidensi

Pada tahun 2003 ada momentum di balik kemungkinan Yudhoyono menjadi calon presiden. Partai Persatuan Bangsa Demokratik (PPDK) menjadi yang pertama menyuarakan soal pencalonan. Pada September 2003, pihak Yudhoyono sendiri mulai melakukan persiapan jika Yudhoyono bersedia menerima pencalonan presiden. Partai Demokrat kemudian memprakarsai kampanye publisitas untuk mempromosikan Yudhoyono sebagai calon.

Sementara itu, Yudhoyono tidak responsif baik terhadap gerakan PPDK maupun Partai Demokrat untuk mencalonkan dan melanjutkan tugasnya sebagai Menteri. PPDK kecewa dengan reaksi Yudhoyono dan Partai Demokrat terus menunggu Yudhoyono mundur dari jabatannya seperti yang diharapkan dari semua calon presiden selain Presiden dan Wakil Presiden petahana.

Titik balik terjadi pada 1 Maret 2004, ketika sekretaris Yudhoyono, Sudi Silalahi mengumumkan kepada media bahwa selama enam bulan terakhir, Yudhoyono dikeluarkan dari pengambilan keputusan kebijakan di bidang politik dan keamanan. Pada 2 Maret 2004, Megawati menjawab bahwa dia tidak pernah mengecualikan Yudhoyono, sementara suaminya, Taufiq Kiemas menyebut Yudhoyono kekanak-kanakan karena mengeluh kepada media, bukan kepada Presiden sendiri.

Pada 8 Maret 2004, Yudhoyono mengirimkan surat meminta izin untuk bertemu dengan presiden tentang kewenangan menteri yang dimilikinya. Megawati tidak menanggapi saat menerima surat itu, meski ia mengundang Yudhoyono dalam rapat kabinet pada 11 Maret 2004.

Yudhoyono tidak menghadiri rapat kabinet malah menggelar konferensi pers di kantornya dan mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Menko. urusan politik dan keamanan. Ia pun mengumumkan siap dicalonkan sebagai calon presiden.

Popularitas Yudhoyono melejit setelah perselisihannya dengan Megawati yang dianggap rakyat sebagai underdog. Namun popularitas ini tidak berarti kemenangan Partai Demokrat pada pemilihan legislatif 2004. Partai tersebut memenangkan 7,5% suara, yang masih cukup untuk mencalonkan Yudhoyono sebagai calon presiden.

Yudhoyono menerima pencalonan itu dan memilih Jusuf Kalla dari Golkar sebagai cawapres. Selain Partai Demokrat, pencalonan presiden dan wakil presiden mereka didukung oleh Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Manifesto Yudhoyono untuk masa depan Indonesia yang dirangkum dalam buku “Visi Untuk Perubahan” yang ditulisnya dan dibagikan secara gratis selama kampanye, dibangun di atas empat pilar: kemakmuran, perdamaian, keadilan, dan demokrasi. Agenda puncaknya adalah rencana peningkatan kesejahteraan ekonomi, dengan sasaran pertumbuhan ekonomi minimal 7% dan kebangkitan usaha kecil dan menengah.

Dia juga mengedepankan kebijakan untuk menawarkan jalur kredit yang lebih baik, untuk memotong birokrasi, memperbaiki undang-undang ketenagakerjaan dan memberantas korupsi dari atas ke bawah. Dia mengatakan kepada pewawancara:

Baca Juga : Inilah 6 Kebijakan Politik Sosial Bush

“Jika kita ingin mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya beli dan membangun kembali infrastruktur, maka kita membutuhkan modal baru. Tentu saja, untuk dapat mengundang investasi, saya harus memperbaiki iklim, kepastian hukum, stabilitas politik, hukum dan ketertiban, kebijakan perpajakan yang baik, kebijakan bea cukai, manajemen ketenagakerjaan yang baik. Saya akan meningkatkan jaminan untuk mendorong investor datang ke Indonesia. ”

Keterampilan komunikasi yang dirasakan Yudhoyono membuatnya menjadi calon terdepan sepanjang kampanye pemilu, menurut banyak jajak pendapat dan pendapat komentator pemilu, di atas kandidat lainnya (Megawati, Wiranto, Amien Rais, dan Hamzah). Pada 5 Juli 2004, Yudhoyono berpartisipasi dalam putaran pertama pemilihan presiden, dengan perolehan suara 33%. Namun, 50% suara dibutuhkan untuk presiden dan wakil presiden baru untuk dipilih, dan ini berarti Yudhoyono akan bersaing dengan Megawati.

Yuk Ketahui Lebih Dalam Tentang Karir Militer Susilo Bambang Yudhoyono
Profil

Yuk Ketahui Lebih Dalam Tentang Karir Militer Susilo Bambang Yudhoyono

Yuk Ketahui Lebih Dalam Tentang Karir Militer Susilo Bambang Yudhoyono – Yudhoyono menghabiskan tiga tahun di Akademi Angkatan Bersenjata Indonesia (Akabri) dan menjadi komandan divisi Korps Kadet di sana. Dia lulus dari Akabri sebagai Letnan Kedua pada tahun 1973, dan sebagai lulusan terbaik tahun ini, menerima Medali Adhi Makayasa yang bergengsi dari Presiden Suharto.

Yuk Ketahui Lebih Dalam Tentang Karir Militer Susilo Bambang Yudhoyono

Yuk Ketahui Lebih Dalam Tentang Karir Militer Susilo Bambang Yudhoyono

presidensby – Setelah lulus, Yudhoyono bergabung dengan Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan menjadi komandan peleton di Batalion Airborne ke-330. Selain memimpin pasukannya, Yudhoyono juga ditugaskan untuk memberikan pelajaran prajurit Batalyon pada pengetahuan umum dan bahasa Inggris.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Sosok Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 RI

Kemahiran Yudhoyono dalam bahasa Inggris adalah salah satu alasan mengapa ia dikirim ke Amerika Serikat untuk melakukan kursus Airborne dan Ranger di Fort Benning pada tahun 1975.

Yudhoyono kembali ke Indonesia pada tahun 1976 di mana ia menjadi komandan peleton di Batalion ke-305 dan ditugaskan untuk Timor Lorosae yang diduduki Indonesia. Yudhoyono memiliki beberapa tur tugas di sana dan, seperti banyak perwira Indonesia lainnya yang terlibat dalam pendudukan Timor Timur, dituduh melakukan kejahatan perang.

Namun, Yudhoyono tidak pernah didakwa dengan tindakan tertentu. Dari Timor Timur, Yudhoyono menjadi komandan mortar pleton pada tahun 1977, seorang petugas operasi untuk brigade udara dari tahun 1977 hingga 1978, dan seorang komandan batalion di Kostrad dari tahun 1979 hingga 1981. Yudhoyono kemudian menghabiskan 1981 dan 1982 bekerja di markas Angkatan Darat.

Saat bekerja di markas Angkatan Darat, Yudhoyono dikirim ke Amerika Serikat lagi, kali ini untuk berpartisipasi dalam kursus Infanteri Lanjutan di Fort Benning dan dalam pelatihan dengan Divisi Airborne 82nd. Yudhoyono juga menghabiskan waktu di Panama dan pergi melalui Hutan Warfare School.

Ketika Yudhoyono kembali pada tahun 1983, ia dijadikan komandan sekolah pelatih infanteri. Itu tidak lama sebelum dia berada di luar negeri lagi, kali ini ke Belgia dan Jerman Barat, untuk melakukan kursus senjata Antitank. Pada tahun 1985, Yudhoyono juga mengambil kursus Batalyon Commando di Malaysia.

Dari 1986 hingga 1988, Yudhoyono bertugas dengan Komando Militer Area Udayana, yang meliputi Bali dan Kepulauan Sunda yang lebih rendah. Yudhoyono adalah seorang komandan batalion dari tahun 1986 hingga 1988 dan merupakan bagian dari staf operasional pada tahun 1988.

Pada tahun 1989, Yudhoyono menjadi dosen di The Army Staff College (SESKOAD) dan memberikan presentasi yang berjudul “Profesionalisme ABRI di masa depan dan di masa depan” . Bersama dengan Agus Wirahadikusumah, Yudhoyono menerbitkan sebuah buku berjudul “Tantangan Pembangunan”.

Sementara di Seskoad, Yudhoyono juga mengambil kesempatan untuk memajukan pendidikan militernya sendiri. Dia pergi ke Komando Angkatan Darat AS dan General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas. Sementara di Amerika Serikat, ia mengambil kesempatan untuk mendapatkan gelar MA dalam Manajemen Bisnis dari Universitas Webster pada tahun 1991.

Pada tahun 1992, Yudhoyono dipindahkan ke Departemen Informasi Angkatan Darat dan bekerja sebagai penulis pidato untuk Jenderal Edi Sudrajat, Kepala Staf Angkatan Darat. Pada tahun 1993, ketika EDI menjadi komandan militer Indonesia (ABRI), Yudhoyono bergabung dengan staf pribadi Edi. Edi tidak bertahan lama ketika Komandan ABRI dan Yudhoyono kemudian ditransfer kembali ke Kostrad di mana ia menjadi komandan brigade.

Setahun kemudian, Yudhoyono adalah Asisten Operasi di Komando Kawasan Militer Jaya (Jakarta) sebelum mengonsumsi komando kawasan militer IV / Diponegoro di Jawa Tengah. Yudhoyono memiliki satu lagi tugas di luar negeri ketika ia menjadi pengamat militer utama Indonesia dari pasukan penjaga perdamaian PBB di Bosnia pada tahun 1995-96.

Ketika Yudhoyono kembali ke Indonesia, ia membuat kepala staf Kodam Jaya sebelum ditunjuk sebagai Komandan Kodam II / Sriwijaya. Dalam posisi ini, Yudhoyono bertanggung jawab atas operasi militer di Sumatera Selatan.

Dia bertugas dalam posisi ini sampai tahun 1997, ketika dia diangkat menjadi kepala staf untuk urusan sosial-politik. Pada saat yang sama, ia juga ditunjuk sebagai Ketua Fraksi ABRI di Sesi Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat dan berpartisipasi dalam pemilihan Soeharto untuk istilah ketujuh sebagai presiden.

Selama hari-hari yang akan mengarah pada pengunduran diri Suharto pada Mei 1998, Petugas Yudhoyono dan Pro-reformasi ABRI melakukan pertemuan dan diskusi dengan Nurcholish Madjid, seorang pemimpin Muslim Pro-reformasi sekuler.

Dari diskusinya, Yudhoyono menerima kenyataan bahwa Suharto harus mengundurkan diri tetapi seperti petugas ABRI yang pergi ke pertemuan dengannya, enggan untuk menarik dukungan mereka terhadap Soeharto secara publik, apalagi meminta pengunduran diri Suharto. Namun tekanan pada akhirnya akan menjadi terlalu banyak bagi Suharto, yang mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.

Ketika Indonesia memasuki era reformasi, popularitas ABRI, karena hubungannya dengan Soeharto, pada umumnya rendah. Untuk menekankan peran politik ABRI, kepala staf Yudhoyono untuk urusan sosial-politik diganti nama menjadi Kepala Staf untuk Urusan Teritorial dan pada tahun 1999, ABRI berganti nama menjadi TNI dan Polisi Nasional Indonesia (POLRI) terpecah.

Pada saat ini, popularitas Yudhoyono mulai meningkatkan. karena ia menawarkan ide dan konsep untuk mereformasi militer dan bangsa. Dia melakukan ini dengan menggabungkan sentimen reformis yang kuat dari waktu dengan kepedulian TNI terhadap keamanan dan stabilitas. Yudhoyono kemudian dikenal di media sebagai “pemikiran umum”.

Dia adalah kepala staf Komando Regional Jakarta, bawahan kepada gubernur kota saat ini Sutiyoso, ketika sebuah gerombolan yang didukung oleh pasukan keamanan menyerbu kantor Partai Demokrat Indonesia, pada saat itu diketopikan oleh Sukarnoputri. Lima pendukungnya meninggal, 150 terluka dan lebih dari dua lusin aktivis menghilang.

Pertanyaan juga tetap tentang peran apa yang dimainkannya dalam perusakan koordinasi Timor Timur setelah populasi bekas koloni Portugis memberikan suara terhadap sisa di Indonesia dalam referendum bersponsori PBB pada tahun 1999.

Pada tahun yang sama ia pindah ke politik, melayani secara singkat sebagai menteri pertambangan sebelum mengambil alih portofolio keamanan. Sejak saat itu ia telah melayani administrasi yang melihat sebaliknya ketika ribuan militan Islam muda Jawa dan pejuang asing memasuki perang agama antara orang-orang Kristen dan Muslim di Provinsi Maluku.

Tahun lalu, ia menyetujui operasi militer yang brutal tahunan melawan separatis di provinsi Aceh di Sumatera Utara yang telah menghasilkan setidaknya 2000 kematian. Dan dia tidak berbuat sedikit untuk membendung klaim kelompok hak asasi manusia yang sistematis dan tersebar luas di Papua.

Siswa, masyarakat sipil dan kelompok hak asasi manusia yang menanggung beban ekses yang dilakukan oleh pasukan keamanan selama hari-hari yang bergejolak sebelum pengunduran diri Suharto telah merespons dengan pemogokan dan demonstrasi kelaparan.

Salah satu kesuksesan besarnya telah menjepit dugaan teroris di rumah. Pemerintah muncul tanpa kemudaan dalam minggu-minggu segera setelah pemboman mobil dari klub malam Bali yang menewaskan lebih dari 200 orang pada Oktober 2002.

Baca Juga : Perjalanan George W Bush Menjadi Presiden

Sejak saat itu, polisi nasional, dengan bantuan yang signifikan dari AS dan Australia, telah membalas dengan keras, menangkap puluhan simpatisan al-Qaida yang dicurigai.

Yudhoyono yang jelas mengecewakan menyerang pada pertanyaan tentang hak asasi manusia setelah pemboman hotel Marriott milik AS di Jakarta Agustus lalu.

“Mereka yang mengkritik tentang hak asasi manusia yang dilanggar harus memahami bahwa semua korban pemboman lebih penting daripada masalah hak asasi manusia mana pun,” katanya.

Mengenal Lebih Jauh Sosok Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 RI
Profil

Mengenal Lebih Jauh Sosok Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 RI

Mengenal Lebih Jauh Sosok Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 RI – Dr. Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden keenam Republik Indonesia, dan juga Presiden pertama yang terpilih langsung di negara ini. Presiden Yudhoyono telah mengasumsikan sejumlah transformasi diri: dari mahasiswa menjadi tentara, tentara hingga jenderal reformis, jenderal bintang empat hingga Menteri Kabinet, Menteri hingga Politisi, dan politisi hingga Presiden.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Sosok Susilo Bambang Yudhoyono

Mengenal Lebih Jauh Tentang Sosok Susilo Bambang Yudhoyono

presidensby – Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab dikenal dengan SBY lahir di Pacitan, Jawa Timur, pada 9 September 1949. Ia lulus dari Akademi Militer pada tahun 1973-top di kelasnya. Dia menerima bintang keempatnya pada tahun 2000. Setelah pensiun dari militer, Yudhoyono diangkat menjadi kepala menteri keamanan di pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri.

Baca Juga : Jati Diri Partai Demokrat: SBY Melantik Kader Baru

Dia diberhentikan dari pemerintahan Gus Dur setelah menolak untuk mendukung langkah-langkah darurat untuk mencegah pemakzulan Pak Gus Dur. Dan dia meninggalkan pemerintahan Megawati setelah dihina publik karena mengeluh dikecualikan dari lingkaran dalam presiden. Kemunduran ini, bagaimanapun, membantu Pak Yudhoyono membangun pencalonan yang kuat sebagai suara baru yang akan memberikan kepemimpinan yang kuat tetapi adil.

Dalam pemilihan presiden langsung pertama kali di Indonesia pada tahun 2004, Susilo Bambang Yudhoyono, berjalan di platform untuk “lebih adil, lebih damai, lebih makmur, dan lebih demokratis Indonesia”, terpilih sebagai Presiden ke-6 Republik Indonesia, memperoleh longsor 60% suara rakyat atas Presiden petahana Megawati Soekarnoputri. Dia menang lagi pada Juli 2009 untuk menjadi pemimpin Indonesia pertama yang terpilih kembali secara demokratis.

Meskipun Presiden Yudhoyono memenangkan kemenangan pemilihan ulang yang longsor pada tahun 2009 dengan lebih dari 60 persen suara, partai Demokratnya hanya menguasai 25 persen kursi di parlemen. Untuk mendapatkan mayoritas pekerja di sana, presiden harus mengundang partai-partai saingannya untuk bergabung dengan koalisi besar dan memberikan posisi kabinet kepada pejabat partai yang menentang.

Pengumuman Yudhoyono tentang Kabinet barunya sedikit membuat heboh Indonesia. Para pemimpin bisnis memuji keputusannya untuk mempertahankan menteri ekonomi dari pemerintahan pertamanya, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Penunjukan itu, untuk pertama kalinya, seorang kepala sipil angkatan bersenjata juga mencatat.

Yudhoyono bisa saja memilih lebih banyak ahli untuk memimpin kementeriannya. Dari 37 nama tersebut, hanya lebih dari setengahnya adalah politisi karir. Yudhoyono membentuk koalisi pelangi, menarik bagi partai politik dengan memberi mereka posisi Kabinet dan merusak potensi oposisi yang efektif. Dengan mengumpulkan semua parpol untuk bergabung dalam Kabinet maka presiden akan sangat kuat.

Angka jajak pendapat persetujuan kendur Yudhoyono turun dari 60 persen pada 2009 menjadi 47 persen pada 2011. Skandal korupsi profil tinggi seperti yang melibatkan Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara partai Demokrat yang diduga telah mencuri lebih dari $ 352 juta, melemahkan pemerintahannya.

Pada Oktober 2011 Yudhoyono mengumumkan perubahan besar pada kabinetnya. Para analis mengatakan perombakan kabinet yang telah lama diantisipasi adalah langkah untuk memperkuat dukungan politik dan untuk meningkatkan peringkat persetujuan presiden yang kendur.

Kabinet baru masih termasuk anggota partai lain. Partai Golkar yang memegang kekuasaan signifikan di DPR RI mempertahankan tiga posisi kabinet.

Tetapi kepala baru kementerian yang penting secara strategis badan usaha milik negara, energi, perdagangan, hukum dan hak asasi manusia semuanya berasal dari partai Demokrat presiden. Meskipun kabinet berubah, pengamat politik berharap gridlock politik akan terus menahan inisiatif legislatif utama.

Yudhoyono bertugas dengan perbedaan dalam militer dan naik pangkat menjadi letnan jenderal, tetapi ia tidak pernah termasuk dalam lingkaran dalam komandan berpangkat tinggi dan menerima bintang keempatnya hanya setelah pensiun.

Yudhoyono selalu menjadi orang di latar belakang, dan menemukan kembali dirinya sendiri, terutama pada terorisme dan hubungan dengan kekuatan eksternal, terutama dengan Australia. Dia menunjukkan dirinya menjadi pemimpin yang jauh lebih pragmatis daripada pemerintahan saat ini dan presiden sebelumnya.

Mantan perwira, yang dikenal sebagai jenderal pemikiran karena bengkok intelektualnya, mendapatkan perhatian internasional pada Oktober 2003 dengan pidato mengingat para korban pengeboman teroris di Bali. Yudhoyoho mengutuk serangan tahun 2002 dan berjanji untuk berurusan dengan keras dengan teroris.

“Jangan salah, kami akan memburu mereka, kami akan menemukan mereka. Kami akan membawa mereka ke pengadilan. Orang-orang jahat ini dan teman-teman jahat mereka tidak memiliki tempat di masyarakat kita. Mereka milik ruang bawah tanah tergelap kami, terkunci jauh di bawah taman bermain anak-anak kami,” katanya.

Yudhoyono terkadang dikritik karena tidak ragu dan terlalu mau berkompromi. Namun, karena sifat-sifat ini ia menghindari diidentifikasi dengan pelanggaran yang diratakan pada beberapa komandan senior selama pemerintahan mantan Presiden Otoriter yang didukung militer, Soeharto. Dan karisma dan kemampuan berbicaranya membuatnya menjadi banyak warga negara Indonesia.

Selama lebih dari 27 tahun bertugas di militer, Presiden SBY mengambil berbagai pelatihan, pendidikan, serta kursus, di Indonesia maupun di luar negeri. Presiden Yudhoyono juga memegang banyak jabatan dan jabatan penting sebagai komandan pasukan dan teritorial, pejabat staf, pelatih dan dosen.

Dia bertugas di lapangan dan di markas besar, serta misi di luar negeri. Ia adalah Panglima Pemerhati Militer PBB dan Komandan Kontingen Militer Indonesia di Bosnia-Herzegovina dari 1995-1996. Atas pengabdiannya, SBY mendapat sebanyak 24 medali dan penghargaan, yakni Medali UNPKF, Bintang Dharma, Bintang Republik Indonesia Adipurna, serta Bintang Mahaputera Adipurna medali nasional tertinggi untuk pelayanan prima di luar panggilan tugas.

Sebelum terpilih, Presiden Yudhoyono menduduki berbagai posisi penting pemerintah, termasuk Menteri Pertambangan dan Energi dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan di Kabinet Persatuan Nasional di bawah Presiden Abdurrahman Wahid.

Ia kembali menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan di Kabinet Gotong Royong di bawah Presiden Megawati Soekarnoputri. Dalam kapasitasnya sebagai Menkominfo, ia diakui secara internasional karena memimpin upaya penanggulangan terorisme Indonesia.

Yudhoyono adalah seorang sarjana berprestasi. Ia dididik di Amerika Serikat, di mana ia menerima gelar Master di bidang Manajemen dari Webster University pada tahun 1991. Beliau melanjutkan studinya dan meraih gelar Doktor Di bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Indonesia, pada tahun 2004.

Presiden Yudhoyono dianugerahi dua gelar doktor kehormatan pada tahun 2005, masing-masing di bidang hukum dari almamaternya, Webster University, dan dalam ilmu politik dari Universitas Thammasat di Thailand.

Yudhoyono memiliki latar belakang akademik yang luas. Saat bergabung dengan Komando Angkatan Darat AS dan General Staff College, Fort Leavenworth, ia menyelesaikan gelar Master di bidang Manajemen dari Webster University di St. Louis, AS pada tahun 1991.

Beliau menyelesaikan gelar Doktor Di bidang Ekonomi Pertanian dari Bogor lnstitute of Agriculture pada tahun 2004. Presiden Yudhoyono juga merupakan penerima beberapa penghargaan internasional. Pada tahun 2011, PBB menyebutnya sebagai “Juara Global untuk Pengurangan Risiko Bencana” pada tahun 2010, ia menerima Gold Standard Award dan dinobatkan sebagai Komunikator Politik Top Asia oleh Public Affairs Asia, yang berbasis di Hong Kong dan pada tahun yang sama, ia menerima “Global Home Tree Award”. Dia juga penerima Penghargaan UNEP.

Yudhoyono dikenal dengan kegiatannya di berbagai organisasi masyarakat sipil. Beliau menjabat sebagai Co-Chairman Dewan Pengatur Kemitraan untuk Reformasi Pemerintahan, sebuah organisasi bersama Indonesia-internasional yang berfokus pada peningkatan tata kelola pemerintahan di Indonesia. Ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Brighten Institute, sebuah lembaga yang dikhususkan untuk mempelajari teori dan praktik kebijakan pembangunan nasional.

Baca Juga : George W. Bush, Presiden Amerika Paling Disukai

Yudhoyono telah menulis sejumlah buku dan artikel antara lain: Transforming Indonesia: Selected International Speeches (2005), Peace deal with Aceh is just a beginning (2005), The Making of a Hero (2005), Revitalization of the Indonesian Economy: Business, Politics and Good Governance (2002), dan Coping with the Crisis – Securing the Reform (1999). Taman Kehidupan (Taman Kehidupan) adalah antologinya yang diterbitkan pada tahun 2004. Yudhoyono fasih berbahasa Inggris.

Yudhoyono dikatakan sebagai Seorang Muslim yang setia. Ia menikah dengan Madam Ani Herrawati. Pasangan pertama dikaruniai dua orang putra. Yang tertua adalah Letnan Satu Agus Harimurti Yudhoyono, yang lulus di kelasnya dari Akademi Militer pada tahun 2000 dan sekarang bertugas di Batalyon Udara elit 305 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD). Bungsunya, Edhie Baskoro Yudhoyono, meraih gelar sarjana ekonomi dari Curtin University, Australia.

Jati Diri Partai Demokrat: SBY Melantik Kader Baru
Berita Blog

Jati Diri Partai Demokrat: SBY Melantik Kader Baru

Ketua Umum Partai Demokrat dan wakilnya, Agus Harimurti Yudhoyono baru saja melantik 45 orang yang resmi menjadi kader. Para kader baru ini diharapkan dapat memahami jati diri partai Demokrat dengan lebih baik lagi. Pada kesempatan yang sama, SBY mengatakan bahwa Demokrat adalah partai nasionalis yang religius, menghormati nilai keagamaan dan pluralisme secara bersamaan. Artinya, para kader baru ini harus tahu jati diri partai yang sebenarnya. sehingga, untuk kedepannya nanti masyarakat bisa melihat dan menilai bahwa partai ini akan selalu ada selamanya. Para kader juga harus tahu bahwa partai ini harus memiliki nilai luhur, idealisme, memiliki warna dan kultur sendiri agar tetap menjadi biru. Sesuai dengan warna partai yang memberi arti bahwa upaya untuk memperjuangkan cita-cita bangsa harus dilaksanakan dengan sikap yang tegas, mantap, percaya diri dan optimisme yang tinggi.

Baca juga : 4 Fakta Menarik SBY yang Jarang Disadari Publik

Jati Diri Partai Demokrat SBY Melantik Kader Baru 3

Kedepannya, 45 orang ini akan menjadi staff ahli anggota DPR Fraksi Demokrat. Dalam mengemban tugas negara yang sangat berat ini, dan untuk mewakili harapan dan suara rakyat maka anggotanya harus bisa bersikap tegas. Partai Demokrat sejak berdiri tahun 2001 tidak pernah berubah memegang prinsip. Untuk itu para kader harus bisa mencintai bangsa dan negaranya dengan semangat rasa dan wawasan kebangsaan. Hingga nanti, rakyat akan tahu siapa itu Partai Demokrat. Dalam kesempatan tersebut, SBY juga memberikan wejangan untuk semua kader partai agar tetap bisa memegang teguh 3 prinsip partai yakni nasional religius, humanis dan pluralisme. Ketiga prinsip tersebut dapat mewakili pancasila yang dapat bertindak sebagai filter bangsa. Tentunya, demokrat sendiri tidak dapat dipisahkan dari bangsa dan negara. Keberadaan kader partai juga sangat penting guna keberlangsungan partai yang lebih baik. Dapat dikatakan bahwa partai dan kader adalah satu tubuh, artinya kepala tanpa kaki tentu tidak akan bisa tumbuh sempurna. Demikian juga dengan tubuh tanpa tangan tentu tidak juga bisa melaksakan tugas dan kewajiban dengan sempurna.

Baca juga : George W. Bush, Presiden Amerika Paling Disukai

Dalam kesempatan yang sama, SBY juga menyerukan kepada seluruh anggota agar dapat menjaga nama baik partai dengan penuh tanggung jawab. Demokrat bukan partai sementara, namun akan ada untuk selamanya. Perlu menjaga idealisme, nilai, dan warna agar tetap sama. Demokrat bukan pastai abu-abu yang masih samar dan belum jelas. Partai ini memiliki visi dan misi yang kuat untuk bangsa. Untuk itu butuh tenaga aktif dan profesional agar kedepannya partai ini bisa terus maju dan berjaya. Antusiasme dari para kader baru ini juga nampak memberikan warna dan semangat baru dalam partai. Kader adalah pionir partai yang berfungsi sebagai penggerak dan pelaku organisasi. Artinya, seorang kader tidak boleh bertindak dan melanggar aturan hukum, seperti bermain judi online, menggunakan narkoba, melakukan pencucian uang dan melanggar hukum lainnya, sebab apapun yang dilakukan semua atas nama partai dan untuk kepentingan bangsa.

 

 

4 Fakta Menarik SBY yang Jarang Disadari Publik
Blog Profil

4 Fakta Menarik SBY yang Jarang Disadari Publik

Pejabat negara yang pernah menduduki posisi tertinggi di sistem pemerintahan, Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono GCB AC, dikenal sebagai figur pemimpin yang ramah dan santun. Karena sikapnya itu, Presiden Indonesia ke-6 ini banyak disukai dan dikagumi oleh rakyatnya.

Tapi, pernahkan Anda menyadari jika SBY ternyata menyimpan sejumlah fakta unik yang cukup menarik untuk disorot? Apa saja ya fakta-fakta itu?

Fakta-Fakta Menarik Presiden SBY

Inilah sejumlah fakta menarik seorang Presiden 2 Periode dari negara demokrasi, Indonesia.

1. SBY Presiden Pertama di Indonesia yang Dipilih Secara Demokrasi

Untuk pertama kalinya, Indonesia menunjukkan wajah demokrasi melalui pemilihan presiden di tahun 2004. Dimana pilpres ini dilangsungkan dalam 2 putaran, dan pada putaran kedua pemilihan umum tersebut, SBY yang didampingi oleh Jusuf Kalla berjaya memenangkan suara masyarakat atas pesaingnya Megawati-Hasyim dengan perolehan suara mencapai angka 60,9%. Lewat kejadian itu, SBY menorehkan sejarah sebagai presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyatnya.

Untuk Anda ketahui, presiden-presiden Indonesia sebelumnya dipilih bukan melalui jalur pemilu. Soekarno yang merupakan oleh PPKI, Soeharto melalui sidang MPRS, B.J. Habibie yang menggantikan Soeharto setelah beliau mengundurkan diri, Abdurrahman Wahid yang dipilih oleh MPR, serta Megawati yang naik tahta untuk menggantikan Gus Dur usai mandatnya dicabut oleh MPR.

Baca juga : Kebijakan SBY Paling Kontroversial Semasa Kepemimpinannya

2.SBY Menerima Gelar Doktor Honoris Causa 12 Kali

Honoris Causa pada dasarnya merupakan sebuah gelar kesarjanaan yang digagas oleh suatu institusi perguruan tinggi kepada seseorang. Dimana gelar kehormatan ini hanya bisa diberikan kepada orang-orang yang telah melalui pendidikan tertentu hingga lulus. Perlu diketahui, gelar ini sangatlah sulit untuk diperoleh lantaran banyaknya syarat dan kriteria yang perlu dipenuhi oleh calon penerima gelar. Tapi siapa sangka jika SBY berhasil menerima gelar ini hingga 12 kali.

Diketahui, gelar-gelar tersebut didapatkannya dari berbagai universitas di 8 negara dengan bidang yang berbeda-beda. Sebut saja Bidang Hukum dari Universitas Webster Inggris, Bidang Politik Universitas Thammasat Thailand, Bidang Kepemimpinan dan Pelayanan Publik Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Bidang Pemerintahan dan Media Universitas Keio Jepang, Bidang Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Universitas Andalas Indonesia, Bidang Ekonomi Universitas Tsinghua Republik Rakyat Tiongkok, Bidang Perdamaian Universitas Utara Malaysia, Bidang Hukum Perdamaian Universitas Syiah Kuala Aceh Indonesia, gelar kehormatan dari Universitas Ritsumeikan Jepang, Bidang Pendidikan dan Kebudayaan dari Universitas Soka Jepang, gelar kehormatan dari Universitas Western Australia, dan Doktor Honoris Causa Bidang Pembangunan Berkelanjutan dari ITB Indonesia.

4 Fakta Menarik SBY yang Jarang Disadari Publik

3.  SBY Mendapatkan Gelar Ksatria dari Ratu Inggris
Usut punya usut, SBY pernah mendapatkan gelar penghargaan ‘Knight Grand Cross in the Order of the Bath’ dari Ratu Elizabeth II di tahun 2012 lalu. Perlu Anda ketahui, sejauh ini terdapat 2 kelas dari Order Bath, dan gelar Knight Grand Cross in the Order of the Bath yang diterima SBY merupakan kelas yang tertinggi. Selain SBY, ada pula pemimpin-pemimpin negara lain yang menerima gelar ini. Diantaranya adalah Abdullah Gul dari Turki, Ronald Reagen dari Amerika Serikat, dan Jacques Chirac dari Perancis.

4. Ujian Bencana Alam pada Masa Kepemimpinannya
Terhitung sejak 20 Oktober 2004 sampai 20 Oktober 2014, pemerintahan SBY banyak mengalami tantangan. Baik dari segi politik, ekonomi, hubungan luar negeri, dan bahkan faktor nonteknik seperti halnya rentetan bencana alam yang seakan tidak memiliki akhir. Sebut saja tsunami Aceh, gempa di Sumatera Barat, juga meletusnya Gunung Kelud dan Gunung Sinabung.

Itulah sebagian fakta unik yang dimiliki oleh SBY namun masih belum banyak disadari publik. Cukup menarik ya?

Baca juga : Pertarungan Sengit Dalam Putaran Pilpres AS 2020

2 Kebijakan SBY Paling Kontroversial Semasa Kepemimpinannya
Blog Profil

2 Kebijakan SBY Paling Kontroversial Semasa Kepemimpinannya

Pada masa pemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau yang juga akrab dipanggil SBY, pernah menyebutkan jika pemerintah Indonesia harus membuat kebijakan-kebijakan yang strategis guna menyikapi kondisi perekonomian dan ragam masalah nasional lainnya.

Beliau juga menegaskan agar kebijakan yang sudah dimatangkan perlu dijalankan secara maksimal dan ditaati oleh berbagai pihak. Nah, ternyata dibalik kesuksesannya menerbitkan sejumlah kebijakan makro, terdapat beberapa kebijakan yang menimbulkan kontroversi bagi masyarakat Indonesia. Lantas, apa sajakah itu?

Rentetan Kebijakan Paling Kontroversial dari SBY

Di bawah ini merupakan kebijakan-kebijakan paling kontroversial yang dikeluarkan oleh SBY di akhir periode pemerintahannya. Let’s check these out!

1. Pembentukan Paspampres Grup D
Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres membuat Grup D dengan amanat untuk pengamanan fisik jarak dekat terhadap mantan Presiden dan Wakil Presiden RI berikut keluarganya. Dimana Grup D itu terdiri dari sekitar 257 personel yang kemudian akan dibagi ke dalam beberapa tim dengan anggota 30 personel. Dalam sebuah kesempatan, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengungkapkan jika masing-masing tim akan memperoleh 1 ‘objek’ untuk dijaga.

Pada waktu yang sama, Moeldoko menambahkan jika nantinya tugas utama dari para Paspampres ialah untuk menjaga mantan Presiden/Wapres dari berbagai ancaman. Beliau mengakui jika pembuatan Grup D sebagai pasukan pengaman memang akan menambah anggaran baru. Yang mana anggaran tersebut banyak digunakan untuk keperluan operasional seperti mobilitas kendaraan, program kerja, serta perkantoran.

Kabarnya, permintaan penambahan personil pengaman itu didasarkan atas pengajuan dari Danjen Paspampres Mayjen Doni Monardo kepada Panglima TNI. Kemudian, Panglima TNI tersebut menyerahkan proposal itu ke Presiden dan berhasil memperoleh persetujuan. Pada akhirnya, pembentukan Paspampres Grup D disahkan sejalan dengan keluarnya Peraturan Pemerintah No 59 tahun 2013.

2 Kebijakan SBY Paling Kontroversial Semasa Kepemimpinannya

Baca juga : Prestasi Susilo Bambang Yudhoyono

2. Perpres Mantan Presiden & Wapres Memperoleh Rumah Layak
Kebijakan lain yang tak kalah kontroversial dari poin sebelumnya ialah pengadaan rumah bagi Mantan Presiden dan Wakil Presidennya. Melansir dari pernyataan Julian Aldrin Pasha yang kala itu menjabat sebagai Juru Bicara Kepresidenan, penerbitan Peraturan Pemerintah kontroversial tersebut tidak digagas ataupun merupakan hasil permintaan SBY. Menurutnya, mantan Presiden dan Wakil Presiden yang sudah pensiun berhak memperoleh tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman.

Pasha juga menjelaskan bahwa tujuan utama diterbitkannya Perpres No 53 Tahun 2014 itu ialah agar mantan presiden beserta wakilnya bisa mendapatkan tempat tinggal layak dengan keamanan yang terjaga. Pasalnya, dalam kebijakan baru tersebut, terdapat peningkatan kualitas keamanan pada tempat tinggal mantan pemimpin negara pun dengan wakilnya. Sementara itu, terkait adanya tambahan klausul mengenai pajak atau biaya lain yang terkait dengan rumah tersebut akan ditanggung oleh negara, Pasha mengaku tidak terlalu paham.

Pengeluaran Perpres ini kemudian memunculkan sejumlah penolakan dan tanda tanya dari beberapa pihak. Termasuk pula Siti Zuhro, seorang pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/LIPI, yang secara gamblang mempertanyakan maksud kebijakan SBY itu. Sebab, SBY dianggap pamrih ketika menjalankan tugasnya sebagai presiden selama ini.

Siti juga menambahkan, SBY seharusnya tidak perlu mengesahkan Peraturan Presiden ini. Karena jika pengadaan rumah layak kepada Mantan Presiden dan Wakil Presiden menjadi tradisi seharusnya tetap dijaga kelestariannya. Sehingga makna dari pemberian rumah beralih dari yang sebelumnya merupakan pengamanan keselamatan, berubah menjadi tanda jasa pengabdian.

Bagaimana menurut Anda? Dari kedua kebijakan kontroversial di atas, manakah yang paling mengesankan bagi Anda?

Baca juga : Sekilas Tentang Perjalanan Politik Obama

Prestasi Susilo Bambang Yudhoyono
Blog Profil

Prestasi Susilo Bambang Yudhoyono

Perjalanan hidup Susilo Bambang Yudhoyono dari masa kecil tidak bisa dibilang mudah dan lancar. SBY juga pernah melewati masa-masa sulit seperti kebanyakan orang. Namun, kegigihan dan kekuatan seorang SBY mampu menjadi bukti bahwa segala sesuatu dapat dilakukan asal diikuti usaha dan doa yang ikhlas. Berikut adalah beberapa prestasi yang telah diraih oleh SBY, yaitu :

1. Pada tahun 1973, SBY menjadi lulusan terbaik AKABRI dengan menfapat penghargaan Adhi Massaya

2. Masih di tahun 1973, SBY menerima penghargaan Tri Sakti Wiratama (merupakan prestasi tertinggi, yaitu gabungan antara mental, fisik, dan kecerdasan intelektual seorang anggota)

3. Tahun 1976, SBY mendapat Satya Lencana Seroja

4. Tahun 1983, di Amerika Serikat SBY mendapat penghargaan Honor Graduate IOAC

5. Tahun 1985, penghargaan Satya Lencana Dwija Sista diberikan kepada SBY atas prestasinya

6. Pada tahun 1989 SBY menjadi lulusan terbaik dari Seskoad Susreg XXBI, dan pada tahun tersebut juga SBY telah menjadi dosen di Seskoad Korspri Pangab dan menjadi dosen terbaik

7. Tahun 1996, menjadi Ketua Bakorstanasda serta mendapat penghargaan Satya Lencana Santi Dharma di tahun yang sama

Baca juga : Ketahui Lebih Dalam Tentang Susilo Bambang Yudhoyono

8. Masih tahun 1996, SBY menerima penghargaan Satya Lencana United Nations Peacekeeping Fore (UNPF) dan Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES)

9. Tahun 1997, menjadi Kepala Staf Teritorial TNI, memiliki pangkat Letnan Jenderal

10. Pada tahun 1998, SBY kembali mendapat penghargaan yaitu Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Yudha Dharma Nararya, Wing Penerbang TNI-AU, Wing Kapal Selam TNI-AL

11. Tahun 1999, ebeberapa penghargaan kembali diraih oleh SBY, yakni: Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Dharma, dan Bintang Maha Putera Utama

12. Pada 2003, SBY memperoleh penghargaan sebagai Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik

13. Kemudian pada 2005, SBY dinobatkan menjadi Bintang Asia versi BusinessWeek

Prestasi Susilo Bambang Yudhoyono

14. Tahun 2006, Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama diberikan oleh Sultan Brunei Darussalam kepada Susilo Bambang Yudhoyono

15. Pada tahun yang sama pula, Penghargaan Yang Dipertuan Maharajo Pamuncak Sari Alam diberikan oleh SBY dari masyarakat Tanjung Alam dan para pewaris Kerajaan Pagaruyung

16. Tidak berhenti disitu, tahun 2007 SBY juga mendapat penghargaan. Yaitu Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara dari Lembaga Adat Melayu Provinsi Riau

17. Tahun 2008, Darjah Utama kembali diberikan kepada SBY

18. Pada tahun 2009, SBY masuk dalam jajaran 100 Tokoh Paling Berpengaruh Dunia, versi Majalah TIME

19. Lembaga Batak Puak Angkola pada tahun 2011 memberi penghargaan Patuan Sorimulia kepada SBY

20. Tahun 2012, Ratu Elizabeth II memberikan penghargaan Knight Grand Cross In the Order Of the Bath kepada SBY

21. Di tahun yang sama juga, DPP Komite Nasional Indonesia menobatkan SBY sebagai Bapak Demokrasi Indonesia

22. Masih di 2012, SBY menjadi Warga Kehormatan Kuota Quito, yang disampaikan langsung oleh Walikota Quito

23. Tahun 2014, Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Guru Besar Ilmu Ketahanan Nasional di Universitas Pertahanan Indonesia

24. Sejumlah penghargaan di tahun 2014 juga diraih oleh SBY, antara lain:
a. Apresiasi SBY dalam forum for Budget Transparency, yang membahas mengenai pemberantasan korupsi
b. Global Statesmanship Award dari forum ekonomi dunia, World Economic Forum (WEF)
c. The Sukarno Center memberikan penghargaan Jas Merah
d. Gelar adat tana Toraja, yaitu Tominaa Ne Sando Tato
e. Semeton Tamiu Utama dari Desa Pakraman Tampaksiring
f. Pemerintah Singapura memberikan penghargaan Order of Temasek
g. Pemerintah Filipina memberikan penghargaan Order of Sikatuna

Ketahui Lebih Dalam Tentang Susilo Bambang Yudhoyono
Berita Blog Pers Pidato Poto Profil

Ketahui Lebih Dalam Tentang Susilo Bambang Yudhoyono

Bambang Yudhoyono merupakan presiden Indonesia yang keenam di indonesia. Presiden ini memiliki banyak penghargaan yang telah didapatkannya. Ini juga tidak lepas dari campur tangan sang istri yang telah tiada di dunia ini. Walaupun sang mendiang istri Susilo Bambang Yudhoyono atau lebih sering disebut dengan SBY sudah tidak ada di dunia, namun jasanya patut untuk dikenang. Perjuangan SBY dan mendiang istrinya untuk Indonesia tidaklah sedikit hingga mendapat penghargaan untuk itu. Selain itu sebagai mantan bapak Negara Indonesia pasti ingin yang terbaik untuk negaranya. Jika kamu ingin lebih dalam mengenal SBY simak sedikit tentangnya di bawah ini.

Seperti yang sudah diketahui bahwa SBY merupakan pemimpin Indonesia yang keenam yang kemudian digantikan oleh Jokowi sekarang ini. SBY dulu pertama kali menjabat sebagai presiden Indonesia yang keenam pada tahun 2004 melalui jalur pemilu atau pemilihan umum. SBY didampingi oleh wakilnya yang bernama Muhammad Jusuf Kalla dalam pemiluan 2004 dulu. SBY memiliki nama lengkap yaitu Prof.Dr.H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., GCB., AC. Yang merupakan mantan Jendral TNI. SBY lahir di tanah Jawa tepatnya Jawa Timur di daerah Tremas, Arjosari, Pacitan, Indonesia pada tanggal 9 September 1949, SBY juga presiden pertama yang terpilih kembali setelah menjabat sebagai presiden selama lima tahun lamanya. Masa kepemimpinan SBY berakhir pada tahun 2014 yang kemudian diteruskan oleh kepemimpinan Bapak Jokowi yang merupakan presiden Indonesia sekarang.

Bukankah hebat latar belakang yang dimiliki SBY selaku orang yang pernah menjabat sebagai presiden Indonesia ini, sebagai rakyat Indonesia kita seharusnya bangga pernah dipimpin oleh beliau selama dua dekade yang jujur dan tidak pernah bermain permainan ataupun menyentuh permainan haram itu sekalipun dalam hidupnya.

Dengan semua perjuangan yang pernah beliau berikan kepada Indonesia ini seharunya kamu bisa lebih menghargai usahanya dengan menjadi warga Negara Indonesia yang berguna bagi nusa dan bangsa. Jika bisa lindungi Negara Indonesia ini dari serang dalam maupun luar, juga keselamatan generasi muda dari miras dan juga narkoba. Jangan membuat perjuangan para pemimpin Indonesia menjadi sia-sia dan jangan bisanya mengeluh saja.

Puisi Indah Untuk Ibu Ani Yudhoyono
Berita Blog Profil

Puisi Indah Untuk Ibu Ani Yudhoyono

Puisi Indah Untuk Ibu Ani Yudhoyono – Susilo Bambang Yudhoyono atau yang biasa dikenal dengan pak SBY merupakan seseorang yang pernah menjabat sebagai presiden di negara Indonesia. Orang tuanya kerap memanggilnya dengan “sus” ini adalah presiden ke 6 dengan masa jabatan sejak 20 Oktober 2004 sampai 20 Oktober 2014. Presiden SBY lahir pada 9 September 1949 di Pacitan Jawa Timur. Pak Susilo Bambang Yudhoyono dibantu seorang wakil yaitu Muhammad Jusuf Kalla dan berhasil melanjutkan pemerintahannya pada periode yang kedua, kemudian ia berhasil menjabat menjadi presiden kembali pada pemilu 2009. Pada periode yang kedua, presiden Susilo Bambang Yudhoyono dibantu oleh seorang wakil yaitu Boediono.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan salah satu pensiunan militer sekaligus pemain profesional di situs judi online resmi Indonesia. Pada saat itu, karir nya sangatlah mapan, namun harus terhenti saat diangkat oleh presiden Abdurrahman Wahid sebagai seorang menteri tahun 1999 dan sebagai salah satu pendiri dari partai Demokrat. Pangkat terakhir yang dimiliki oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono yaitu Jenderal TNI sebelum 25 September 2005.

Untaian Kata Dari Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengalami kesedihan yang mendalam usai kepergian sang istri, ibu Ani Yudhoyono. Istri Susilo Bambang Yudhoyono wafat pada tanggal 1 Juni 2019 dikarenakan sakit. Kepergian ibu Ani Yudhoyono menimbulkan kesedihan bagi para keluarga terkhusus bagi sang suami. Ibu Ani Yudhoyono semasa hidupnya adalah orang yang baik di lingkungan sekitar dan keluarga.

Beberapa waktu yang lalu, presiden negara Indonesia keenam ini menuliskan sebuah puisi untuk sang istri mengungkapkan kerinduannya. Puisi yang dibuat oleh Susilo Bambang Yudhoyono diunggah melalui media sosial sehingga telah banyak diketahui oleh orang. Tepat pada tanggal 1 Desember lalu merupakan enam bulan semenjak kepergian mendiang sang istri.

Mengunggah pada salah satu media sosial miliknya bersamaan dengan foto bersama keluarganya dengan tiga foto. Foto pertama merupakan foto Susilo Bambang Yudhoyono sedang duduk dalam ruang kerjanya ditemani foto sang istri yang dibingkai indah di belakangnya. Ia menuliskan puisi rindu untuk Ani Yudhoyono dengan memakai sebuah sweater berwarna hitam polos dan scraft merah marun yang membalut lehernya. Dengan sangat serius SBY menuliskan puisi rindunya ditemani dengan secangkir teh di depannya.

Puisi Indah Untuk Ibu Ani Yudhoyono

Foto kedua adalah foto mendiang ibu Ani Yudhoyono saat masih hidup dengan memakai kemeja berwarna pink dan rambut yang terurai panjang dan indah. Momen tersebut adalah momen bersama di kebun saat menguruh beberapa bunga anggrek kesayangannya.

Susilo Bambang Yudhoyono menuliskan sebuah puisi yang berisi “pagi ini aku sedang menulis sebuah puisi untukmu dan bertanya kemana kau pergi?” Lalu Aniku menjawab : “aku ada disini dan tak akan pernah pergi. Seperti itulah caption yang dituliskan oleh mantan Presiden keenam Indonesia ini. Dalam foto ketiga yang diunggahnya terlihat foto pemandangan yang sangat indah dengan langit berwarna biru, persawahan, hijau pemandangan dan gunung – gunung nan indah.
Pada foto tersebutpun Susilo Bambang Yudhoyono juga memberikan sebuah puisi yang dipersembahkan untuk mantan ibu negara Indonesia yaitu “Aku di sini”. Isi caption yang tertulis mewarnai foto ketiga adalah “setiap hari aku mendaki, mencari dan berlayar sangat jauh, kemana kah engkau pergi?”.

Selain itu, masih banyak puisi rindu yang disampaikan mantan presiden Republik Indonesia yang telah diunggah di media sosialnya. Tidak sedikit pula Susilo Bambang Yudhoyono menceritakan kisah – kisah hidupnya selama Ani Yudhoyono masih hidup di dunia.

Profil Susilo Bambang Yudhoyono
Berita Blog Profil

Profil Susilo Bambang Yudhoyono

Profil Susilo Bambang Yudhoyono – Susilo Bambang Yudhoyono atau sering disebut SBY, lahir di dusun kecil yakni Dusun Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur pada hari Jumat, tanggal 9 September 1949. hingga kini, usia beliau sudah menginjak 70 tahun. Beliau beragama Islam.dan tumbuh di keluarga Islam yang sangat baik.. SBY terlahir dari pasangan Raden Soekotjo dan Sitti Habibah. Ayah SBY merupakan Pembantu Letnan Satu (Peltu). Setelah ditelusuri, ternyata ayah dari SBY memiliki hubungan dengan trah Hamengkubuwana. SBY memiliki satu saudara yaitu Nurcahyo Anggorojati. Nama Susilo Bambang Yudhoyono diambil dari bahasa asli jawa, akar bahasa Sansekerta. Susilo berarti perilaku yang baik. Bambang memiliki makna pahlawan atau ksatria, jadi sangat cocok dijadikan nama seorang anak laki-laki jawa. Sementara Yudhoyono memiliki arti perjalanan, pertempuran. Jika nama tersebut disusun, akan menghasilkan makna yang luhur, yaitu seorang Ksatria/pahlawan yang memiliki perilaku/ budi pekerti yang baik.

Panggilan nama dari orang tua untuk SBY adalah “Sus”, dan kemudian populer dengan nama SBY hingga sekarang. Saat SBY kecil, beliau memiliki cita-cita menjadi seorang tentara nasional yang gagah. Keinginan itu ditunjukan oleh SBY ketika masih duduk di bangku sekolah, menjadi pribadi yang intar dan cerdas di berbagai bidang. Seperti, unggul dalan bidang akademik sekolah, mahir berpuisi dan bercerita, juga lihai memerankan peran sebagai orang lain atau berakting. SBY juga memiliki keahlian lain seperti di bidang olahraga. Beliau bersama teman-temannya sempat tergabung dalam klub voli, bernama Rajawali. SBY kecil dikenal dengan sosok yang periang, tidak mudah menyerah dan tidak manja. SBY selalu diajarkan mengenai hal-hal baik dari keluarga sederhananya. Tidak salah jika SBY memiliki teman yang amat banyak, yang selalu mengasihi dan menyayanginya.

Berbicara mengenai pendidikan sang mantan presiden RI ini, memperlihatkan bahwa pendidikan memang diutamakan dengan melihat bakat dan minat seorang SBY. SBY bersekolah di SMP favorit anak-anak Pacitan, Jawa Timur pada masa itu, yakni SMP Negeri Pacitan. Kemudian meneruskan pendidikan sampai jenjang SMA. Sebelum masuk ke pendidikan militer, SBY masuk ke Institut 10 November Surabaya (ITS) dengan mengambil jurusan Teknik Mesin. Setelah itu SBY masuk ke Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di daerah Malang, Jawa Timur. Hingga akhirnya pada tahun 1970, SBY mulai bersekolah di Akademi Angkatan Bersenjata RI (AKABRI). Pada tahun-tahun tersebut, SBY banyak mendapat ilmu baru yang bisa menambah wawasan serta mendekatkan dirinya dengan cita-cita sejak kecil, yaitu ingin menjadi seorang anggota militer. Hal tersebut juga didukung oleh keluarganya dan teman-temannya. SBY menjadi lulusan terbaik AKABRI pada tahun 1973 dengan penghargaan Adhi Makasaya. Tak cukup di Indonesia saja, SBY juga bersekolah di luar negeri. Yaitu pada tahun 1976, SBY diketahui bersekolah di American Language Course, Lackland, Texas, Amerika Serikat. Pemilihan sekolah ini bukan berarti meninggalkan cita-citanya. Justru, SBY memiliki pikiran bahwa dirinya harus mahir dalam berbahasa asing, agar saat menempuh pendidikan selanjutnya di negeri orang tidak akan merasa sulit dengan keterbatasan bahasa. SBY menyelesaikan pendidikan di Amerika dengan sangat baik. Di tahun yang sama, 1976, SBY mendaftar di Airbone and Ranger Course, Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat.

Kemudian pendidikan militer dilanjutkan oada tahun-tahun berikutnya. Tahun 1982-1983, SBY mengenyam pendidikan di Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, AS. Tahun 1983 di Jungle Warfare Training di Panama. Tahun 1984, Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman. Tahun 1985 mengikuti Kursus Komandan Batalyon di Bandung. Tahun 1988-1988, Seksoad di Bandung, dan Komandan Staf General di Kansas, AS pada tahun 1990-1991.

Kehidupan Pribadi Sosok SBY
Berita Blog Profil

Kehidupan Pribadi Sosok SBY

Kehidupan Pribadi Sosok SBY – Susilo Bambang Yudhoyono lahir dari pasangan Siti Habibah dan Raden Soekotjo, di Tremas Pacitan Jawa Timur. Perjalanan hidup SBY tidaklah mudah, hingga akhirnya kini beliau sudah memiliki keluarga serta cucu yang selalu menemani. Keluarga Susilo Bambang Yudhoyono dikenal sebagai keluarga yang menyukai travelling. Berbagai tempat bersejarah di indonesia telah dikunjungi keluarga ini, mulai dari Candi Borobudur, Bali, dan lainnya. Kedekatan keluarga Yudhoyono menjadikan keluarga ini sering dijuluki keluarga harmonis dan bisa dikatakan Family Goals, keluarga yang didambakan oleh kebanyakan orang. Keluarga Yudhoyono memang memukau di mata publik, karena mampu memberikan contoh yang baik untuk sisi keluarga yang saling mendukung dan menyayangi. Susilo Bambang Yudhoyono memiliki istri setia bernama Kristiani herawati atau akrab disapa dengan nama Ibu Ani Yudhoyono. Mereka menikah pada tanggal 30 Juli 1976. Ani Yudhoyono merupakan anak dari almarhum Jenderal Purnawirawan sarwo Edhi Wibowo. Pasangan ini memiliki 2 orang putra bernama Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Dari dua orang putra inilah, pasangan SBY dan Ibu Ani Yudhoyono memiliki menantu dan juga cucu-cucu. Menantu pertama keluarga SBY adalah Annisa pohan, istri dari Agus Harimurti. Pasangan ini memberikan SBY dan ibu Ani cucu, yaitu Almira Tunggadewi Yudhoyono. Kemudian, menantu kedua keluarga SBY adalah Siti Ruby Aliya Rajasa, merupakan putri dari Hatta Rajasa. Pasangan Ibas dan ruby memiliki tiga anak yang bernama Pancasakti Maharajasa Yudhoyono,Gayatri Idalia Yudhoyono dan Airlangga Satriadhi Yudhoyono. Hingga kini keluarga SBY sudah memiliki 4 cucu. Kedekatan SBY dengan cucu-cucunya terus dibagian di sosial media milik pribadi maupun keluarga yang lain serti menantu dan anaknya.

Susilo Bambang yudhoyono memiliki hobi bermain judi bola di salah satu situs ternama, yaitu situs agen bola terpercaya Indonesia dan hobi berpidato yang tidak banyak orang yang tahu. Ya, dengan kecakapan bahasa yang dimiliki SBY, maka tidak asing rasanya jika SBY berpidato di muka umum dengan hasil karyanya sendiri. Disamping hobi berbicara di depan publik, SBY juga memiliki seni keindahan menulis syair dan puisi, atau bahkan lagu. hasil karyanya tak jarang beliau unggah di laman pribadinya, sehingga bisa dibaca oleh khalayak umum. SBY juga memiliki hobi olahraga. Olahraga yang digemari SBY adalah voli dan tenis meja. Tidak jarang, jika selama SBY menjabat sebagai Presiden RI, beliau tetap menyempatkan untuk berolahraga di halaman Istana Merdeka.

Di sisi lain, SBY mempunyai jiwa yang romantis dan penuh kasih, yang ditunjukan kepada keluarganya. Hal itu terbukti ketika istri tercintanya, Ibu Ani Yudhoyono sedang sakit, SBY selalu menemani tanpa kurang sedikitpun perhatian yang diberikan. Kala itu, Ibu Ani mengidap sakit kanker darah sehingga harus menjalani perawatan insentif di Rumah Sakit National University Hospital. SBY kala itu menemani istrinya melakukan pengobatan selama kurang lebih empat bulan. Namun, Tuhan berkehendak lain. Ibu Ani Yudhoyono dinyatakan meninggal pada tanggal 1 Juni 2019 di Rumah Sakit Singapura setelah kurang lebih 4 bulan dirawat. Duka mendalam tentu terasa di keluarga SBY, terutama pada sosok pribadi SBY. Ditiggalkan istri tercinta, istri yang telah menemaninya 10 tahun dalam masa bakti menjabat sebagai presiden Republik Indonesia, sangat menyisahkan duka mendalam. Selang 2 bulan setelah kepergian Ibu Ani Yudhoyono, keluarga SBY kembali dirundung ujian dengan meninggalnya ibunda dari SBY yaitu Situ Habibah pada tanggal 30 Agustus 2019. Kesedihan mendalam jelas terasa, ketika dua orang anggota keluarga SBY telah pergi untuk selamanya. Namun, semangat SBY hingga kini tidak pudar. Beliau tetap bersemangat dan ceria menjalani hidup, karena masih banyak orang-orang terkasih yang mengelilingi beliau di masa tuanya.

Komentar SBY Tentang Pemindahan Ibukota
Berita Blog Pidato Profil

Komentar SBY Tentang Pemindahan Ibukota

Komentar SBY Tentang Pemindahan Ibukota – Rencana Jokowi untuk memindahkan ibukota Jakarta ke Kalimantan menuai komentar publik yang sangat beragam. Tidak ketinggalan dengan Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan mantan presiden ini turut mempertanyakan rincian proses pemindahan ini. Adapun beberapa hal yang menjadi ganjalan bagi SBY antara lain:

– Konsep
Dalam komentarnya mengenai pemindahan ibukota SBY ingin menegasakan mengenai konsep yang hendak diusung Jokowi. Apakah sudah memiliki konsep yang jelas atau belum. Apabila konsep yang diusung belum maka sebaiknya dipertimbangkan secara matang agar proses kedepannya akan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

– Timeline
Kemudian mengenai waktu yang hendak dilaksanakan. Apakah akan dilakukan dalam waktu dekat ini atau justru masih jauh lagi menjadi wacana kedepan. Durasi yang dibutuhkan untuk melakukan rencana tersebut butuh berapa lama. Hal ini sangat diperlukan masyarakat dengan jelas karena mereka butuh informasi yang transparan mengenai rencana presiden ini.

– Biaya
Hal utama yang menjadi pertanyaan SBY dan masyarakat Indonesia yakni mengenai biaya. Berapa besaran biaya yang hendak dikeluarkan, dan apakah biaya tersebut bisa didapatkan dalam waktu singkat. Rincian biaya dan anggaran yang jelas dapat membuat proses pelaksanaan lebih bagus dan lebih baik.

– Asal Anggaran
Lalu hal lain yang menjadi ganjalan pikiran SBY yakni mengenai asal anggaran. Darimana biaya tersebut diambil? Sebagai ketua umum demokrat, SBY belum bisa membaca rencana APBN 2020 tentang anggaran pindah ibukota ini. Artinya, dalam APBN 2020 belum diuraikan secara jelas dan gamblang mengenai pemindahan ibukota ini.

Beberapa uraian pertanyaan diatas hanya deretan dari kekhawatiran SBY mengenai jalannya pemindahan ibukota. Rencana yang baik dan matang dapat ikut serta dalam menyukseskan proses pelaksanaan. SBY menyarankan pemerintah untuk lebih serius menyiapkan pembangunan mega proyek ini agar tidak berhenti ditengah jalan. Mengingat, kondisi ekonomi Indonesia sekarang ini masih dalam keadaan tidak baik. Berkaca dari negara lain yang sukses dan gagal dalam proses pemindahan ibukota, tentu saja SBY tetap optimis bahwa proses pemindahan ibukota ini tetap bisa berjalan dengan baik dan sukses.

SBY juga menambahkan bahwa banyak sasaran pembangunan yang lebih mendesak dan beberapa faktor lingkungan yang kurang mendukung, tentu hal tersebut tidak boleh diabaikan begitu saja. Beliau juga menceritakan bahwa dahulu ketika menjabat sebagai presiden ingin memindahkan ibukota ke wilayah Jawa Barat, namun setelah dipikirkan selama 2 tahun hal tersebut akhirnya tidak jadi dilaksanakan karena tidak adanya anggaran. Secara tidak langsung SBY ingin mengatakan bahwa dirinya juga sependapat bahwa Jakarta sebaiknya tidak lagi dijadikan ibukota mengingat permasalahan banjir dan macet sudah menjadi hal umum terjadi. Semoga rencana pemindahan ibukota dapat berjalan dengan baik.