June 16, 2021

Profil Susilo Bambang Yudhoyono

Profil Susilo Bambang Yudhoyono 2

Profil Susilo Bambang Yudhoyono – Susilo Bambang Yudhoyono atau sering disebut SBY, lahir di dusun kecil yakni Dusun Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur pada hari Jumat, tanggal 9 September 1949. hingga kini, usia beliau sudah menginjak 70 tahun. Beliau beragama Islam.dan tumbuh di keluarga Islam yang sangat baik.. SBY terlahir dari pasangan Raden Soekotjo dan Sitti Habibah. Ayah SBY merupakan Pembantu Letnan Satu (Peltu). Setelah ditelusuri, ternyata ayah dari SBY memiliki hubungan dengan trah Hamengkubuwana. SBY memiliki satu saudara yaitu Nurcahyo Anggorojati. Nama Susilo Bambang Yudhoyono diambil dari bahasa asli jawa, akar bahasa Sansekerta. Susilo berarti perilaku yang baik. Bambang memiliki makna pahlawan atau ksatria, jadi sangat cocok dijadikan nama seorang anak laki-laki jawa. Sementara Yudhoyono memiliki arti perjalanan, pertempuran. Jika nama tersebut disusun, akan menghasilkan makna yang luhur, yaitu seorang Ksatria/pahlawan yang memiliki perilaku/ budi pekerti yang baik.

Panggilan nama dari orang tua untuk SBY adalah “Sus”, dan kemudian populer dengan nama SBY hingga sekarang. Saat SBY kecil, beliau memiliki cita-cita menjadi seorang tentara nasional yang gagah. Keinginan itu ditunjukan oleh SBY ketika masih duduk di bangku sekolah, menjadi pribadi yang intar dan cerdas di berbagai bidang. Seperti, unggul dalan bidang akademik sekolah, mahir berpuisi dan bercerita, juga lihai memerankan peran sebagai orang lain atau berakting. SBY juga memiliki keahlian lain seperti di bidang olahraga. Beliau bersama teman-temannya sempat tergabung dalam klub voli, bernama Rajawali. SBY kecil dikenal dengan sosok yang periang, tidak mudah menyerah dan tidak manja. SBY selalu diajarkan mengenai hal-hal baik dari keluarga sederhananya. Tidak salah jika SBY memiliki teman yang amat banyak, yang selalu mengasihi dan menyayanginya.

Berbicara mengenai pendidikan sang mantan presiden RI ini, memperlihatkan bahwa pendidikan memang diutamakan dengan melihat bakat dan minat seorang SBY. SBY bersekolah di SMP favorit anak-anak Pacitan, Jawa Timur pada masa itu, yakni SMP Negeri Pacitan. Kemudian meneruskan pendidikan sampai jenjang SMA. Sebelum masuk ke pendidikan militer, SBY masuk ke Institut 10 November Surabaya (ITS) dengan mengambil jurusan Teknik Mesin. Setelah itu SBY masuk ke Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di daerah Malang, Jawa Timur. Hingga akhirnya pada tahun 1970, SBY mulai bersekolah di Akademi Angkatan Bersenjata RI (AKABRI). Pada tahun-tahun tersebut, SBY banyak mendapat ilmu baru yang bisa menambah wawasan serta mendekatkan dirinya dengan cita-cita sejak kecil, yaitu ingin menjadi seorang anggota militer. Hal tersebut juga didukung oleh keluarganya dan teman-temannya. SBY menjadi lulusan terbaik AKABRI pada tahun 1973 dengan penghargaan Adhi Makasaya. Tak cukup di Indonesia saja, SBY juga bersekolah di luar negeri. Yaitu pada tahun 1976, SBY diketahui bersekolah di American Language Course, Lackland, Texas, Amerika Serikat. Pemilihan sekolah ini bukan berarti meninggalkan cita-citanya. Justru, SBY memiliki pikiran bahwa dirinya harus mahir dalam berbahasa asing, agar saat menempuh pendidikan selanjutnya di negeri orang tidak akan merasa sulit dengan keterbatasan bahasa. SBY menyelesaikan pendidikan di Amerika dengan sangat baik. Di tahun yang sama, 1976, SBY mendaftar di Airbone and Ranger Course, Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat.

Kemudian pendidikan militer dilanjutkan oada tahun-tahun berikutnya. Tahun 1982-1983, SBY mengenyam pendidikan di Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, AS. Tahun 1983 di Jungle Warfare Training di Panama. Tahun 1984, Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman. Tahun 1985 mengikuti Kursus Komandan Batalyon di Bandung. Tahun 1988-1988, Seksoad di Bandung, dan Komandan Staf General di Kansas, AS pada tahun 1990-1991.