


Kamis, 9 Maret 2006, 12:33:33 WIB
Tempuh Jalanan Sempit Berkelok-kelok
Banjarnegara : Usai meninjau kawasan wisata Dieng. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kawah Sikidang, yang jarak tempuhnya hanya 15 menit waktu perjalanan. Tiba di Kawah Sikidang, Presiden dan Ibu Negara disambut Bupati Banjarnegara Djastri beserta istri. Menko Kesra Abu Rizal Bakrie juga tampak di antara rombongan Presiden yang disambut kesenian tradisional setempat, Tari Topeng.
Di kawasan Kawah Sikidang yang masih aktif ini Presiden meninjau berkeliling dan menyambangi pasar yang menjual berbagai cinderamata. Melihat kedatangan Presiden SBY, para pedagang yang berada di sana antusias berebutan ingin berjabat tangan. Tampak sukacita, wajah para pedagang sangat ceria karena mendapat kesempatan bersalaman dengan Presiden dan Ibu Negara.
Pada saat berada di pasar itulah Ibu Negara, Ani Yudhoyono, oleh para pedagang, sempat ditawari jamu tradisional yang populer di kalangan masyarakat setempat. Ibu Ani kemudian mendapat penjelasan dari Ibu PKK yang menyertainya bahwa jamu itu berkhasiat untuk stamina pria.
Jamu tersebut tersedia dalam dua rasa, yaitu rasa kopi untuk serbuk yang berwarna hitam, dan rasa susu untuk serbuk yang berwarna putih, dijual seharga lima ribu rupiah per bungkus. Presiden juga tak lupa membeli oleh – oleh khas Banjarnegara yang merupakan favoritnya, yaitu manisan buah carica.
Menyelesaikan kunjungannya di Kawah Sikidang yang sangat indah pemandangannya ini, Presiden kemudian melanjutkan perjalanan menuju lahan pertanian Kelurahan Siwuran Kecamatan Garung Kabupaten Banjarnegara.
Dalam perjalanan dengan mobil, dan melalui jalanan yang sempit dan berkelok – kelok, Presiden dan Ibu Negara, mendadak menghentikan perjalanan. Presiden SBY dan Ibu Ani ingin berdialog langsung dengan para petani yang tengah berjalan melintas di jalanan yang dilewati Presiden dan rombongan.
Pada kesempatan itu Presiden dan Ibu Negara menanyakan harga produk pertanian yang mereka hasilkan itu dijual di pasaran. Ternyata para petani tersebut tidak mengetahuinya, beralasan mereka hanyalah buruh tani yang penghasilannya lima ribu rupiah sehari.
Mendengar penuturan mereka, dengan spontan Ibu Ani Yudhoyono mengeluarkan uang dari dompetnya sendiri dan membagikan sejumlah uang kepada masing – masing petani yang keseluruhan berjumlah 11 orang itu dan kemudian melanjutkan perjalanan. ( osa )
