Berita Utama

Kasus Aulia Pohan

SBY Sedih, Tapi Hukum dan Keadilan Harus Ditegakkan

SBY saat menyampaikan keterangan pers soal kasus Aulia Pohan, di Gedung Utama Setneg, Rabu (29/10) petang. (foto: haryono/presidensby.info)
SBY saat menyampaikan keterangan pers soal kasus Aulia Pohan, di Gedung Utama Setneg, Rabu (29/10) petang. (foto: haryono/presidensby.info)
Jakarta; Menanggapi penetapan mantan anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan sebagai tersangka, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kapasitasnya sebagai pribadi secara jujur mengatakan bersedih. “Mendengar semuanya ini tentu saya secara pribadi, sebagai Susilo Bambang Yudhoyono, terus terang dan jujur, bersedih. Saya harus menenangkan keluarga besar besan saya, Pak Aulia Pohan, anak menantu saya, anak saya, untuk menghadapi semuanya ini agar tetap tawakal dan tabah, sambil memohon kehadirat Allah SWT agar yang datang adalah keadilan yang sejati,” kata SBY dalam keterangan persnya di Gedung Utama Setneg, Rabu (29/10) petang.

“Ini tugas saya sebagai pribadi. Sebagai bagian dari keluarga yang tentunya harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar SBY. “Di sisi lain, dalam kapasitas saya sebagai kepala negara/pemerintahan, berulang kali saya mengatakan bahwa hukum dan keadilan harus ditegakkan. Kalau Pak Aulia Pohan bersama-sama yang lain dianggap melakukan kesalahan di dalam konteks ini, tentu proses penegakkan hukum ditegakkan. Saya tidak boleh mengintervensi, saya tidak boleh mencampuri semangat kita semua,” SBY menegaskan.

“Salah atau tidak salah. Seberapa besar kesalahan Pak Aulia Pohan itu nanti. Apakah kesalahan pribadi atau kolektif, marilah kita serahkan sepenuhnya pada proses penegakan hukum. Karena menjadi dambaan kita, hukum dan keadilan sekali lagi ditegakkan. Saya sebagai pemimpin tentu harus memelihara keadilan dalam diri saya dan ini berlaku bagi semua. Mudah-mudahan ini menjadi pemicu semangat kita semua untuk melakukan sesuatu yang terbaik bagi negeri kita dan rakyat kita,” tandas SBY. (osa)